Budak Takdir

Budak Takdir
6. Di sekolah


__ADS_3

Sang surya menunjukan kejantananya, hari yg cerah untuk memulai aktifitas. Seperti biasa Hana ingin berangkat sekola dan hendak bersiap. Saat itu ia melihat hari yang sangat cerah, membuat ia takut . Karena dasarnya, ia tak tahan sinar matahari. “Apa yang harus ku lakukan? “ batinya. “Aku akan mengantarmu Hana.” “Tapi bu, diluar sangat cerah aku tak akan bisa menahannya.” “Sudah ikut saja dan percaya padaku”. Hana hanya bisa mengganguk dan menuruti. Saat ia keluar, ia sangat terkejut.


“Sejak kapan? Aku tak apa apa sekarang, meski terkena sinar langsung. Ini aneh” batin Hana. “Benarkan? Kau tidak apa apa sepertinya, ayo berangkat “


Selama perjalan Hana hanya menerenung, memikirikan nasibnya di kemudian hari. Ia tampaknya blm pernah bertarung sekalipun dalam hidupnya, namun karena takdirnya sebagai vampir ia seperti di “paksa” untuk melakukanya, ia juga memikirkan bagaimana jadinya nnti kalo ia menjadi haus akan darah


Sesampai di sekola, awalnya semua tampak normal. Saat di kelas, banyak orang yg menanyakan apa yang terjadi pada tangan kananya yg putus, namun sudah diperbaiki tetapi berubah menjadi warna hitam. Namun ia hanya mengatakan bahwa ia hanya jatuh, dan warna hitam hanya plester. Hana sendiripun tak tau kenapa itu berubah mejadi hitam.


 


Waktu berlalu, sampai tiba pelajaran setelah jam istirahat. “wahai anak anak bodoh, buka halaman 31 cepat!” kata pak guru “Sial dia masi tidak bias santai seperti biasanya!” Raven mengatakan dengan pelan kepada Hana “apakah k-kau bicara denganku…?” Hana nampak sedikit malu dan juga terispu “ehmm ehmmm” teman Hana mulai memberi sedikit kode. “udh weii” saut Raven Hana semakin memerah, ia tak tau mau dimana menempatkan muka dimana, jadi dia hanya menutup mukanya dengan buku. Saat itu juga Pak guru memarah dan melempar penghapus papan tulis ke Hana, “BACOT SEKALI KAU HANA!!”  penghapus melayang cepat kearah Hana, namun Hana hanya menggeserkan kepalanya sedikit untuk menhindarinya, ia melakukan saat sedang masih menutup muka dengan buku karna tersipu. Satu kelas yang melihatnya hanya terbisu. “apa Pak guru melempar ini kepadaku?  Jika iya,aku minta maaf karna aku berisik barusan” Pak Guru yang melihat itu semakin kesal, kali ini ia mengambil penggaris besi dari bawa meja, dan menuju ke tempat Hana.


 


“APA MAKSUDMU MENGEJEKU KARNA TIDAK KENA?!!” Ia mengulurkan penggaris tsb ke kepala Hana, namun Hana menhentikan itu dengan hanya menunjuk 1 jari. Lagi lagi satu kelas terbisu. “maafkan saya pak, saya tidak akan bicara lagi saat pelajaran bapak” Pak guru yg melihat itu hanya bias terdiam kali ini, karena ia tau ia sudah berlebihan terhadap perempuan, dan jga jika ia melawan, ia menyadari bahwa ia inferior dibanding Hana

__ADS_1


 


“Baiklah, maafkan aku juga karna sudah berlebihan terhadapmu, yang lainya jangan ditiru. Lanjut buk halaman 31.” Di tengah pelajaran, Hana merasa bosan.Ia hanya menegok kanan dan kiri. Saat ia menegok ke jendela luar, ia kaget saat melihat 2 org berada diatas gedung samping menggunakan jubah hitam. “Sial bagaimana mereka tau aku disekolah?!”


 


 


Hana mengetahui bahwa jika ia hanya dikelas, ia bisa membahayakan 1 sekolah. “pak saya izin ke kamar mandi” Hana izin keluar kelas, sebenarnya ia ingin kabur dari sekolah, namun ia hanya memastikan kalo yang ia liat merupakan Signa atau bukan. Setelah menutup pintu kelas, ia dengan cepat melesat ke kamar mandi. Sesampainya ia di kamar mandi , ia melihat kea rah gedung tadi, dan tidak melihat apa apa.”ternyata bukan-“ saat ia menegok, ia terkejut karna 2 org tsb sudah berada di hadapanya


“Apa yang harus kulakukan? Mereka bisa menghabisiku disini, lebih baik aku membawa ini keluar saja” karena Hana terpental ke pintu, ia langsung membuka pintu dan melesat keluar. “Kau takkan lolos lagi!” Mereka ber 2 juga mengikuti Hana.


“Aku harus cepat sebelum ada guru lain melihatku!” Setelah berada diluar, Hana melompat ke lapangan, saat itu juga ada penjaga sekolah yang melihatnya. “Heii apa yang kau...?” Ia terlihat kaget saat melihat Hana melompat dari lantai 3 dengan sangat mudah dan nampak tidak apa. “Kau...”. “Maafkan aku pak tpi aku tak punya waktu”. Ia melesat dan memukul penjaga tsb hingga pingsan.


“Maafkan aku pak” lalu dia keluar dari gerbang sekola dan lari ke arah jalan yang sepi. “Sepertinya mereka-“. “Mereka apa?” Betapa terkejutnya Hana melihat ke 2 Signa tsb sudah ada di hadapanya. “Sekarang kau sudah terpojok, aku akan menghabisimu!” Salah satu dari mereka mengeluarkan busur, dan mulai menembakanya ke Hana, namun Hana menyadari bahwa anak panah yang ditembakan ke dirinya terbuat dari Seis. “Aku hanya bisa menghindar dan jika itu mengenaiku tamat sudah!” Ia terus menghindar. “Kecepatanmu patut di puji” lalu saaat Hana menghindar, salah satu dari mereka melepaskan Seisnya yang berbentuk angin dan membuat semacam tongkat dari angin dan menghantam Hana sangat menghindar dengan cepat, Hana pun terpental.

__ADS_1


“Sialan kau, licik juga permainanmu”. “Apa ini? Kau takkan melawan?” Hana pun bangkit dan dengan cepat melesat ke arah si pengguna busur dan menandang kepalanya senghingga terpental jauh. “uuaaahhh”. “Apa katamu? Tak melawan?” Ujar Hana. Melihat kawanya terpental, si pengguna seis angin melesat ke arah Hana dan mencoba untuk memukulnya, namun Hana menyadari saat ia mencoba memukul, tubuhnya si Signa sangat terbuka dan Hana langsung mencengkram mukanya dan melemparnya cukup jauh.


“Aku melihatnya,pukulan jelas2 mengenaiku , namun hanya di kepalaku, saat itu juga aku melihat dengan mataku bahwa dia baru saja ingin memukulku, alasan itulah yang membuatku mampu menghindarinya dan melemparnya,apa ini?” Batin Hana


Saat Hana lengah, Signa yg menggunakan busur mencoba untuk menembaknya, namun Hana lagi lagi melihat panah itu mengenainya namun hanya dalam pikiranya saja, namun matanya melihat bawah panah itu bahkan belum mendarat ke tubuhnya. Dengan mudah Hana menghindar seranganya. “A- apa ini?”


“Tidak mungkin, dia benar benar lengah disitu!” Saat ia menghindar, signa yang menggunakan tongkat coba memukulnya, namun kali ini Hana tak melihatnya lagi, namun ia menghindar hanya menggunakan refleksnya. Sang signa memisahkan jaraknya agar sama sama tidak kena serangan balik “Mengapa tiba tiba hilang?” Batin Hana


“Ada apa? Tampaknya kau kehilangan sadaran. Leverooo!!” Levero dengan cepat menunju ke arah Hana yang lengah , namun saat itu juga Hana melihat sebuah tongkat besi berada di sampingnya, lalu is tersenyum sinis dan mengambilnya. Setelah mengambilnya, ia berubah menjadi kelelewar layaknya vampir dan tongkat itu dia letakan di mulutnya lalu dia melesat ke arah Signa yang menggunakan leverro. Saat itu dia kembali ke wujud aslinya dan memukulnya dengan sangat keras dimuka sehingga membuatnya terpental dan tak sadarkan diri.


“Kau selanjutnya” Hana mengancam. “A-aku harus mundur, bocah ini lihai dalam menggunakan pedang dan sejenisnya-“ namun saat itu juga Hana muncul di hadapanya dan memenggal kepalanya. “Sudahku bilang, kau selanjutnya.” Tiba tiba ke 2 tubuh signa tsb menghilang menjadi abu di udara. “Sepertinya sudah, terima kasih kepada tongkat besi ini”


Hana pun kembali ke sekolah, namun saat ia kembali penjaga sang penjaga mencegahnya. “Dari mana saja kau?” “A- aku-“. “Sudah biarkan dia masuk” tiba tiba Sekro muncul entah dari mana. “Siapa kau?!” si penjaga bertanya. Sekro langsung megang jidat sang penjaga. “Apa yang kau lakukan?” “Aku menghapus ingatanya”. “wah wah kau sepertinya bisa melakukan banyak hal ya Tuan ahahaha” Hana tampak sangat senang melihatnya. “Kau juga bisa melakukanya Hana.” “BETULKAH?” Hana tampak begitu bersemangat. “Oiya, terima kasih tuan. Namun apakah yang aku lakukan barusan kau liat? apa jawabanya sama sepertiku pikiran?”


Tanya Hana. “Apa kah kau mengira aku bodoh? Sana masuk ke sekolahmu! Kita bicara nanti “. “Ampunn!” Hana melompat lagi ke lantai 3, sesampainya di kelas....

__ADS_1


__ADS_2