
Pagi tiba, saatnya Hana ke sekolah. Ia merasa cemas dengan kejadian semalam. Namun ia tak bisa menceritakanya ke siapa siapa. Ia sangat menanti jam pulang sekolah, karna ia bisa bertemu tuan sekro. Waktu begitu lama, akhirnya sampai di ujung. Saat bel pulang sekolah, Hana langsung ke tempat tuan sekro
Setibanya disana, ia juga melihat Ainer disitu. “kau….” Ujar Hana. “Ahahaha sepertinya kalian sudah bertemu” ujar Sekro. “Kenalkan” lanjutnya “ini murid pertamaku, Ainer. Ia merupakan vampir yang kemampuanya setara denganku”
“Setara denganmu? Bahkan lebih darimu tuan jangan sama kan aku denganmu pak cebol hihihi”. “Apa maksudmu mengejeku?!”.”Ah iya ampun ampun!”
“Sepertinya kalian cukup akrab ya” ujar Hana. “Hmph” sekro menghela nafas. “Jadi, apa ada yang kau ingin sampaikan ke kami, Ainer?”. ”Tidak sebenarnya, aku hanya memantau dan ingin melihat kemampuanya. Aku juga tau ia belom membangkitkan seisnya , namun aku tau aku ia tak bisa diremehkan”
“Apa ini kemauanmu sendiri” Tanya Sekro. “Ya betul, sekali saja aku ingin melihatnya berlatih”. “Baiklah kalau begitu, ayo kita mulai Hana. Aku tau kau bisa membuat matanya tak berkedip”
“Aku sudah pemanasan sejak kau mulai bicaranya denganya”. “Baiklah! Tanpa basa basi ayo kita mulai latihan seperti kemarin dengan intensitas yang berbeda!!” Hana pun memulai latihanya.
Hampir 2 jam berlatih, akhirnya latihan pun selesai.” Hebat hebat kau benar benar hebat!!” Ainer memberi tepuk tangan yang sangat meriah. “Sudah jelas lah “ ujar Hana “terima kasih banyak sudah membuat sore bermakna, untuk itu aku sekarang akan kembali, Tuan”
“Tunggu tunggu, kau ingin kemana?”. “Sepertinya Tuan belum memberi tahumu”. “Tentang?”
“Ferryen” ujar sekro. “ Itu merupakan dimana seluruh vampire tinggalm sekaligus kerajaanya berada” ujarnya. “Apaa??”. “Ya betul. Kerajaan”. “Apa maksudmu? Jadi maksudmu, ada raja vampir?’’
“Ya betul. Aku akan menjelaskanya. Mulai dari tingkatan, ada 4 tingkat vampir. Tingkat yang pertama adalah tingkat 4, mereka merupakan vampir yang memiliki kekuatan sangat terbatas, oleh karna itu mereka tak pernah ikut bertarung, umumnya mereka hanya seperti manusia biasa dengan taring yang panjang.
__ADS_1
“ Yang kedua adalah tigkat 3. Mereka merupakan tentara, detektif atau semacamnya. Mereka memiliki seis yang relatif kecil, namun mereka masih bisa digunakan untuk perang. Selanjutnya tingkat 2, mereka bersifat seperti wakil dari para peringkat pertama. Mereka merupakan tangan kanan tingkat para tingkat 1, kemapuan mereka juga tak bisa di remehkan. Mereka memiliki seis yang kuat, dan beberapa dari mereka memiliki kemampuan yang sama dengan tingkat 1.
Dan yang terakhir ada tingkat 1, tingkat paling atas. Mereka lah yang paling kuat diantara tingkat yang ada. Seis saja mereka bisa membuat siapapun yang dibawa tingkatnya bergemetar, dan merupakan penjaga dari kerajaan.”
“Dan ada raja vampire, yaitu sang Dracula. Aku tak perlu menejelaskanya karna aku yakin kau tau apa maksudmu” .”Ya aku paham Tuan, tapi kalau boleh tau tingkat berapakah kau tuan?”. “ Aku? Berapa menurutmu? Aku ingin kau mencari taunya sendiri ahahahaha”. “Ishhh kau ini”
“Tuaan sudah cukup, aku ingin pulang” ujar Ainer”. “Silahkan” lalu Ainer menghiang begitu saja. “Aku masih mencurgainya hingga sekarang, bagaimanapun aku tak boleh lenbah!” batin Hana.
“Aku akan mengejuk Jenny tuan, aku juga akan pergi”. “Baiklah, sebelum itu aku akan menyembuhkan lukamu” setelah ia menyembuhkan lukanya, Hana pun bergegas ke rumah sakit.
“Kau sudah sadar ya” ujar Hana. “Tentu, kau pikir aku akan tidur sampai kapan bodoh”.” Ahahahah tentu”.” Oiya Hana”. “kenapa”. “Ayahku meninggal”. “APAA?!!”
Hana mendengarnya langsung memeluknya, Jenny pun mulai meneteskan air matanya di tengah perban perban.” Ini pasti akan sangat sulit bagimu, tapi aku tau bahwa kau orang sangat kuat, aku sangat tau akan hal itu. Orang kuat seperti kau akan melewati ini dengan sekejap, Jenny!”. ”Terima kasih banyak, kau memang bodoh Hana” ia memberikan senyuman yang sangat tulus pada sahabatnya. Lalu mereka melanjutkan pembicaraan mereka, bercanda dan tertawa, dan mereka sangat menikmati yang sangat berkualitas.
Banyak menit, jam, hari, terlewat. Tak terasa, sudah satu bulan Hana berlatih. Ia bukan hanya menjadi kuat, namun kevampiranya semakin menonjol. Meski sudah satu bulan, ia juga belum membangkitkan seisnya.
(Pagi Hari di sekolah)
“HANAA!!”. “Eh? JENNY? KAU SUDAH BOLEH SEKOLAH?”. “Sudahh dongg”. “walahh liat siapa ni udah sekolah” ujar Diva. “Bagaiman dengan lukamu? Tanya Hana. “Aku sudah mendingan kok” .”Okede siapp” Lanjut Hana
__ADS_1
Akhirnya suasan di sekolah kembali normal dengan kembalinya Jenny ke sekolah, dan mereka mulai menceritakan apa yang terjadi di sekola selama Jenny tak berada.
Sepulang sekolah, seperti biasa Hana menghampiri tempat sekro untuk latihan, namun Sekro mengatakan bahwa tidak ada latian untuk hari ini. “Ada apa tuan?” Tanya Hana. “Hana, aku ingin menanyakan sesuatu padamu” kata sekro. “Sebenarnya, apa yang kau rasakan selama berlatih disini?”.
Hana tampak sedikit terkejut, namun Sekro juga terkejut dengan jawaban Hana. “Sebenarnya, aku adalah tipikal yang tak suka bertarung dan semacamnya, namun entah kenapa saat aku merasa seneng saat berlatih, seperti apa ya? Rasanya seperti aku bersyukur bahwa aku memiliki kekuatan ini dan ingin melindungi orang lain, meski belum aku lakukan, namun semakin kesini aku sangat menikmati pertarungan, walau sedikit takut, tetapi itulah yang membuatku senang”
“Senang katamu? Kau benar benar....” Tuan sekro menghentikan ucapanya. “Benar benar apa tuan?”. Tanya Hana. “ Ahahahaha tidak tidak, untuk kali ini silahkan menikmati waktu luangmu”. “Baiklah!” Hana menjawabnya dengan penuh semangat dan meninggalkan rumah Sekro. “ Kau benar benar mirip denganya”ujar Sekro
Hana langsung menghubungi Jenny, untuk mengajaknya pergi. Namun Hana kembali ke rumah dahulu dan memberi tau ibunya apa yang terjadi. “Wahh sepertinya kau mendapatkan waktu emas, nikmati lah waktumu dengan sesukamu Hana” ujar ibunya. “Tentu! Aku akan pergi bersama Jenny”
Lalu Hana pergi bersama Jenny ke mall terdekat, dan mereka menghabiskan waktu bersama di mall tersebut. “Aku ingin kesana, apa kau juga ingin kesana?” Tanya Jenny. “Mengapa aku menolak? Sudah berapa lama aku tak membuang waktu bersamamu?”. “Ahahahah kau berlebihan bodoh” dan mereka ke toko yang Jenny tunjukan.
Saat berada di toko, Hana melihat sebuah mainan gigi vampir, lalu ia mencobanya. “Sangat mirip dengan yang asli!” Ujar Hana. “Apa katamu? yang asli?” Tiba tiba Jenny menyeletuk. “T-tidak, maksudku seperti yang di acara tv!”. “Sial aku hampir saja keceplosan!” Batin Hana.“Coba gunakan lagi? Ahahahaha kau tampak imut sialan!”. “Apakah itu sebuah pujian?”. “Menurutmu?”. “Baiklah aku menerimanya”
Secara tak sadar malam sudah tiba, dan mereka memutuskan untuk pulang bersama.
”Cihhh tidak berasa ya sudah malam saja!”! Ujar Jenny. “Iya ya, dan tampaknya jalan juga sudah mulai sepi, sebaiknya kita lebih cepat”. “Apa? Apa kau takut dengan malam hari?”. “Sombongnya”. “Ahahahaha jika ada sesuatu yang terjadi aku akan melindungimu, penakut” Jenny mengejeknya. “Apa katamu? Penakut? Kita liat saja siapa yang-“ Tiba tiba muncul dua pria dihadapan mereka, entah dari mana.
“Hana” ujar salah satu pria tersebut. “ kau mengenalku?” Tanya Hana. “H-Hana, siapa mereka?”. “Hah? Ada apa dengan nyalimu tadi?” Hana mengejeknya balik. “H-Hana kau nampaknya mengejek mereka” Kaki Jenny mulai bergetar
__ADS_1
“Ada apa? Kalian tau namaku?” Tanya Hana. “Siapa yang tak mengenalmu?” Jawab salah satu pria tsb. “Kami hanya punya urusan denganmu, kami mohon kerja samanya”. “Siapa kalian?!” Tanya Hana
Lalu mereka tersenyum dan menujung taring panjang mereka. “H- Hana!! Taring itu!” .”apa mau kalian?”. “Kau terlalu banyak menanya” Tiba tiba salah satu dari mereka sudah muncul di hadapan Hana, dan menyerangnya........