Budak Takdir

Budak Takdir
10. Sedikit meningkat


__ADS_3

Tiba tiba salah satu dari mereka sudah ada di depan Hana dan mendaratkan sebuah pukulan. Namun Hana menghentikanya hanya dengan satu tangan.” Kau cukup berani memukul perempuan ya, Tuan”. Ujar Hana. “ Sial aku tak bisa libatkan Jenny dalam ini!” Batin Hana.


“Jenny lari dari sejauh mungkin cepat!!!”. Sebelum itu, orang itu mulai menendangnya, namun kali ini Hana menghilang dari sudut pandangnya sambil merangkul Jenny di perutnya, dan muncul di jarak yang cukup jauh dengan mereka.


“Kau cepat pergi dari sini!!”. “A-apa? Apa yang sebenarnya terjadi si? Kenapa kau-“ Hana langsung mendorongnya dan ia terjatuh kebelakang. “Jika kau tak mau pergi, maka diam lah disitu”ujar Hana. “Sialan kau sakit tau! A-apa maksudmu?! Kau akan menghadapi mereka sendirian? Apa obatmu habis, Hana?!”


“Lihat saja bawel!”ujar Hana. “Kau-“ Jenny belum selesai berbicara, namun Hana sudah menghilang dari hadapanya dan muncul di hadapan dua vampir itu. “APAA?? DIA MENGHILANG??”


“Sebelumnya, apa kedatangan kalian kesini sesuai seperti apa yang aku pikiran?” Tanya Hana “Jika itu membunuhmu, tidak”.”Lalu kenapa kau menyerangku” Tanya Hana kembali. “ hah, seperti hal itu akan membunuhmu!”. “Lalu, apa mau kalian?”. “Aku ingin kau mengikuti kami, ke Ferryen”. Hana mendengar cukup terkejut. “A- apa maksud kalian..?”.” Sudah jelas bukan?”. “ Untuk apa aku kesana?”. “Ada yang ingin menemuimu”


“Kau pikir, aku akan percaya denganmu?”.” Mereka tak bilang kalau bocah ini keras kepala” Batinya. “Baiklah, aku akan meneyeretmu!”. “Maju sini!” ujar Hana.


Salah satu dari pria tersebut menghilang dan berada di samping Hana, Hana yang menyadarinya langsung meneyerang pria yang sedang diam dengan cepat, karna ia tau bahwa ia sedang lengah.


Hana mendaratkan pukulan yang keras sehingga membuat ia terpental cukup jauh. “Bocah sialan!!”. Ujar salah satu dari mereka. “Hmph, kau meremehkanya” ujar pria yang terpental. “Tampaknya begitu, baiklah bagaimana kalo kita mengeluarkan sedikit kemampuan kita, Werd?”. “ Selama kita tak membunuhnya, itu bukan masalah”


Werd bangkit dan dengan cepat berada di belakang Hana, Hana tanpa melihatnya dapat merasakanya dengan sangat jelas. Werd lalu menggunakan seis esnya untuk membuat pedang dan ingin menyayatnya dari belakang. Hana masi belum bergerak, namun begitu pedang tersebut berada hanya 2 centimeter darinya, ia sudah berada di samping Werd dan mencekram tangan yang ia gunakan untuk memegang pedangnya itu.


“Kau terlalu terbuka” Hana langsung memukulnya dengan keras membuatnya lagi lagi terpental. “Akhhhhhhh”. “Sial apa yang kau lakukan Werd?!”. “Bocah ini lebih kuat dari yang kuduga Roy!”. “Tchhh kau masi saja menahan, gunakan kekuatanmu! Dia juga masi blm bisa menggunakan seis seharusnya kau lebih unggul!”. Benar juga, aku tak bisa merasakanya! Habis sudah aku bocah!”

__ADS_1


Lalu Werd menggunakan seis esnya untuk membuat semacam hujan es, namun setiap rintik memiliki ujan yang tajam. “Itu hanyaku targetkan untukmu, dimanapun kau berada itu hanya mengikuti dan aku tak akan berhenti sebelum kau tumbang, Hana!”


“Ini agak merepotkan cihh!” Ujar Hana. “Hanaaa!” Teriak Jenny dari belakamg dengan perasaan ketakutan. Hujan es pun turun dengan deras. Hana hanya bisa bermain bertahan. Sedikit demi sedikit esnya mulai mengenai tubuh Hana, namun itu tidak mengurangi kecepatanya.


“Jika ini terus terjadi, ini akan berakibat fatal!” Ujar Hana. Lalu Hana terpikir ucapan Werd tadi. Lalu ia melesat ke arah Werd. “Kau bilang ini hanya akan mengenaiku kan? Kalo begitu bagaiman jika kita terkena di saat yang bersamaan?”. “Sialan kau!” Kata Werd. “Aku akan terus mengikutimu, Werd!”


“Apa kau pikir aku bodoh? Aku juga punya “zona aman” tersendiri untuk teknikmu sendiri!” Ujar Werd . “A- apa?! Kalau begitu aku akan menghabisimu sekarang juga!” Ujar Hana yang langsung menendangaya. “Kau terlalu lambat!”. Werd mencoba untuk menghindar ke kiri, namun Werd terkejut karna Hana sudah ada disitu duluan dan menendang ulu hatinya.


“Akhhhhh! Dari mana ia tau aku akan kesana?!”. “Gerakanmu mudah dibaca!”ujar Hana. Royy yang mengamatinya dari tadi cukup terkejut dengan itu. “Sepertinya ia juga memiliki insting dan reflek yang tajam” batin Royy. “Werd! Kita akan mundur!”. “M- mundur katamu?”. “Lihatlah dirimu!” Kau cukup menerima pukulan yang keras!” Royy mengetahui bahwa Werd hanya menggunakan setengah dari kemampuanya, begitu juga dengan Hana hanya menggunakan sedikit kemampuanya.


“Ingat tujuan kita! Aku hanya ingin melihat kemampuanya!”. “Melihat kemampuanku katamu?” . Ujar Hana dengan nada yang dingin. “Bukankah kau datang kesini untuk membawaku ke Ferryen?”. Tanya Hana.


“Aku tak paham. Apa yang sebenarnya mereka inginkan?” . “Hanaaa!!! Apa kau tak apa?!” Tanya Jenny “Tidak, hanya terluka sedikit-“. “Sebenarnya, kau ini apa Hana?” Jenny memotong pembicaraany. Hana hanya terbisu mendengar itu.


“M-maafkan aku, Jenny. Seharusnya aku menjauhimu dari semua ini. Namun aku memberi taumu ini, hanya kau. Jangan kau memberi tau siapa siapa, janji?”. “Baiklah”


Lalu Hana tersenyum dan menunjukan taringnya yang panjang. “A- apa itu yang toko tadi?”. “Hah? Bodoh! Ini beneran tau!”. “Kau? Kau vampir?”. “Ya”


Lalu Hana menceritakan semuanya kepada Hana sambil menuju jalan pulang. “Sebenarnya, berapa umurmu Hana?”. “18”. “Alah! Aku tak percaya!”. “ ya sudah, kau boleh tanyakan ini pada ibuku”. “Hana”. “Ada apa?”

__ADS_1


“Tolong, jaga dirimu dari bahaya ini. Aku tak ingin kau kenapa kenapa”. “Kau mengkhawaitrkanku?”. Lalu Jenny menapar mukanya. “Aku serius bodoh! Kau bisa saja mati tadi!” . “Iya iya maafkan aku”


Lalu mereka pulang ke rumah masing masing. Saat dirumah, Jenny hanya merenung mengkhawatirkan sahabatnya itu. “Hana, kumohon jaga dirimu, bodoh”


“Apa yang terjadi pada anakku ini?” Tanya Cirra begitu Hana sampai rumah, ia bertanya karna ia terlibat dalam petarungan. “Tidak, ini hanya sedikit”. “Tunggu sebentar, aku akan mengambil obat untukmu” Lalu ia mengambil obat dan membersihkan lukanya. “Apa yang terjadi sayangku?” Tanya Cirra. “Aku juga tak tau, tiba tiba dua vampir muncul di hadapanku dan mereka menyerangku.


Cirra yang mendengarnya cukup terkejut. “Apa motif mereka?”. “Entahlah, mereka menginginkanku untuk ikut ke Ferryen.”


“Ferryen? Tempat para vampir maksudmu?”


“Iya betul”. “ Kau bisa bicarakan ini dengan Sekro besok”. “Bagaimana menurutmu, bu?”


Lalu Cirra terdiam dan menghela nafas dan memeluk anaknya. “Maafkan aku, itu semua salahku” matanya mulai menetaskan airmata. “Tidak apa apa, aku akan menerimanya jika ini emg sudah menjadi takdirku”


Lalu besok setelah pulang sekolah, Hana langsung bergegas ke tempat Sekro. Saat ia sampai, ia sangat terkejut......


 


 

__ADS_1


__ADS_2