Budak Takdir

Budak Takdir
11. kekuatan misterius


__ADS_3

Begitu ia sampai, ia terkejut lantas melihat gurunya sedang sedang berbincang dengan Royy dan Werd. “Oalaa ini orangnya, kemari Hana” ujar Royy. “Apa maksud dari semua ini?!” Tanya Hana


“Maafkan aku Hana, akulah yang mengirim mereka kemarin” ujar Sekro. “Mengapa begitu?”. “Aku ingin lihat perkembanganmu lebih lanjut” ujar sekro.


“Tenang saja nak, kami berdua merupakan teman Sekro sejak kami se usia denganmu” ujar Werd sambil tersenyum dengan tulus. “Akhirnya aku bisa tenang” batin Hana.


“Sebenarnya, berapa usia kalian?” Tanya Hana. Mereka bertiga langsung tertawa dengan lebar. “Pertanyaan bagus” ujar Royy


“A-aku serius” Hana sedikit merasa malu. “Apa kah aku harus menjawabnya?” Tanya Werd kepada Sekro


“Usiaku 143 tahun” ujar Sekro. “APA?? kau serius??”. “Iya, bagaimana dengan kalian, Werd, Royy?”. “Ahahahaha kita hanya beda 2 tahun cebol!” Ujar Royy. “Pak tua cebol!” Ujar Werd


Hanapun ikut tertawa mendengarnya. “Tak kusangka, kau sudah cocok jadi kakek moyangku Tuan Sekro”. “Cihh jangan ikut2an kau!”.


“Baiklah, sekarang apa yang kalian inginkan dariku?” Ujar Hana. “Aku ingin kau ke Ferryen, ada yang menyarimu disana” ujar Royy. “Bolehkah aku tau siapa?” Tanya Hana. “Kau akan mengetahuinya disana” ujar Werd


“Berapa lama aku akan berada disana?” Tanya Hana. “Mungkin beberapa hari” jawab sekro. “Kalau begitu, aku akan minta izin kepada ibuku”. “Baiklah, sebelum itu aku ingin kau memiliki sesuatu” ujar Sekro


“Apa itu tuan?”. “Selama ini kau melakukan latihan, dan aku mendengar kau sempat membuat Werd terpojok, ia harus menggunakan seluruh kemampuanya untuk menang darimu kemarin, jika ia ingin menang. Kau bahkan belum membangkitkan seismu, itu jauh lebih dari cukup untuku mempertimbangkan pilihan ini”

__ADS_1


“Aku akan memberimu sesuatu yang akan sangat berguna nanti” lalu sekro mengeluarkan sebuah pedang.“Ini!”. “Iya, ini akan menjadi temanmu untuk sekarang, buka lah” ujar sekro. Lalu Hana meraih pedang yang masi tertutup dengan sarung pedangnya, lalu membukanya.


“Kau mengukir namaku diujung?” Ujar Hana. “Iya, aku selalu mengukir nama muridku di setiap senjata aku berikan untuknya”. “Lalu, kenapa ini berwarna hitam?”. “Itu cocok dengan warna tangan palsumu”. “Alasanmu lebih konyol dari yang aku kira!” Royy memotong omonganya.


“Tidak, aku menyukai warna hitam” Ujar Hana. “Hahahha bodoh!” Kata Sekro ke Royy. “Ini terbuat dari apa tuan?”. “Yang pasti bukan perak, jika itu perak kau bahkan tak akan mampu melihatnya. Itu terbuat dari besi khusus yang ku buat”. “Kalo begitu, aku akan menyobanya!” Hana tiba tiba sangat bersemangat.


“Inilah yang aku inginkan!” Ujar Sekro. “Werd, waktu dan tempat di persilahkan”. “Yesss” ujar Werd . Lalu mereka mempersiapkan diri untuk melakukan sparring.


“Baiklah ini dia! Mari kita liat kemampuanmu!” Ujar Werd. “Aku sangat bersemangat, entah mengapa” batin Hana. Lalu Werd menggunakan seis esnya untuk membuat pedang. “Majulah!” Lalu Hana melesat ke depan Werd dan langsung menyerangnya, namun Werd dengan mudah menghindarinya.


“Apa? Dia jauh lebih cepat dibanding kemarin!” Batin Hana. Tiba Werd muncul di belakangnya dan langsung menyerangnya, namun Hana melihatnya dengan dengan jelas. “Kau terlalu terbuka!” Ujar Hana. “Benarkah?” Lalu Werd muncul di samping Hana dan menendangnya, namun Hana menahan tendangan itu.


“Sial dia memang menahan kemampuanya kemarin!” Pertarungan berlanjut, mereka menukar puluhan satu sama lain, namun tak ada yang berhasil mengenai dengan pedang mereka. “Ia benar cepat!” Batin Hana.


Lalu muncul muncul beberapa es yang berbentuk tajam dari tanganya, dan es tsb langsung mengarah ke Hana. Hana dengan mudah menghindarinya. “Kau yakin bisa menghindar lagi?” Lalu es yang meleset mengarah ke Hana. “Kau mengendalikan ini dengan tanganmu?!”. “ betul, dengan ini kau takkan pernah menyetuhku!”.


Es tersebut terus mengikuti Hana, dan Hana mulai sedikit lelah karna hanya menghindar. Ia hanya bertahan, sesekali ia mencoba untuk menghancurkan es tsb, namun jika ia hancur akan muncul lagi yang baru. “Ini tak ada habisnya!” Batin Hana


“Aku juga tak bisa mendekatinya, karna es ini akan duluan mengenaiku, lalu apa yang harus ku lakukan?” Tiba tiba es itu muncul dari tanah dan menyerangnya dari bawah. “Dari bawah pun ada?!”. “Kau harus melihatnya lagi”.

__ADS_1


Hana melompat keatas untuk menghindarinya, namun muncul lagi dari atas, namun Hana menghindarinya tpi terkena sedikit goresan. “Sialan aku lengah! Jika aku tak cepat, maka aku akan terjepit es itu!”.


“Aku ingin tau, apa yang akan kau lakukan. Memang benar, kecepatan dan reaksimu sangat luar biasa, namun kau tak memiliki kesempatan untuk menyerang” batin sekro.


Hana pun terus diserang es itu, se hingga mendapatkan luka yang sedikit besar. “Apa kah ia niat membunuhku? Aku kira ini hanya latihan biasa” batin Hana. “Aku tak bisa berbuat apa apa, sepertinya aku akan mati disini”


Hana sudah mencapai batasnya. Ia benar benar tak bisa bergerak sekarang. “Sepertinya ini akhir bagimu”. Werd langsung mengarahkan esnya ke Hana yang sedang lengah itu.


“Itu benar benar cepat! Aku takkan bisa menghindarinya dengan keadaanku sekarang, apa aku akan menyerah?”. “Tidak, tidak, AKU TAKKAN MENYERAH BEGITU SAJA!!”. Tatapan Hana berubah saat itu juga, menjadi sangat kuat.


Lalu, muncul aura hitam muncul dari tubuh Hana, mengakir ke tanganya,lalu ke pedangnya. Bukan itu saja, suasana ruang tiba tiba menjadi sedikit mencekram, dan barang diruagan besar tsb mulai berajatuhan.


“A-apa ini? Apakah ini seisnya, tidak, aku tak pernah melihat Seis seperti itu!” Ujar Royy. “Jangankan kau, aku saja tak pernah melihatnya” ujar sekro


Saat es tersebut mendekat, Hana memusatkan aura tsb ke pedangnya dan melepasnya ke arah es tsb. Aura tersebur berbuah bentuk menjadi semacam laser yang sangat tipis namun besar,dan esnya tak mampu menahan kekuatanya dan serangan itu langsung menju Werd.


“Sial dia memiliki kekuatan ini! Apa ini sebenarnya?!”. Lalu Werd mencoba menghentikan itu dengan seluruh esnya, namun gagal. Akhirnya dia menghindar dan serangan itu mengenai tembok, sehingga membuat tembok itu bolong, namun sebelum serangan tsb mengenai tmpt lain, Royy dan Sekro sudah menghentikanya, meski agak kesusahan.


“Kekuatan yang sangat dahsyat!” Ujar sekro. “Kau nampak terkejut, sepertinya kau benar benar blm pernah melihatnya” ujar Royy. “Ini benar benar di luar dugaan. Kekuatan yang begitu dahsyat bahkan baru sekali digunakan, bahkan nampaknya Hana sendiri tak tau ia memiliki kekuatanya” batin Sekro

__ADS_1


Saat menegok ke belakang, mereka berdua benar benar di buat terkejut, karna dari tempat Hana verdiri sampai tempat Sekro dan Royy menghentikan serangan tsb, tanahnya terbelah menjadi dua. “Benar benar serangan yang kuat!” Ujar Royy


Lalu Hana langsung pingsan karna kecapean, dan Sekro langsung menghampirinya dan membawanya ke kasur. Lalu ia menyembuhkan lukanya sembari Hana masih pingsan. “Kau ini benar benar spesial ya” batin Sekro.


__ADS_2