
"Untuk apa kamu masih bersama nya lea, Tinggal kan saja pria ini." Suruh mama kayra.
"Tolong jangan begitu tante, Saya mencintai kalea tulus." Hiba kim.
Gemeletuk gigi kayra menahan rasa kesal nya terhadap pria ini, Bagai mana mungkin kalea sampai harus merendah kan diri hanya untuk cinta saja.
"Aku sudah menyuruh juna untuk menghapus berita itu." Ujar kenan.
"Untuk apa di hapus juga ken, Sementara kalea masih saja berhubungan dengan pria ini." Geram mama kayra.
"Berikan kan kami waktu ma, Aku juga di lema harus bagai mana." Lirih kalea.
"Tinggal kan saja dia lea! Pria ini sudah menikah, Setiap malam dan setiap hari akan selalu bersama istri nya! Kamu hanya akan di jadikan pelampiasan." Sentak mama kayra.
"Kim tidak akan melakukan nya ma! Bahkan dia pergi menahan nya walau sudah di beri obat." Tukas kalea.
Orang tua kalea terdiam melihat betapa kekeh nya cinta sang putri untuk kim, Tapi mereka juga takut jika kalea akan di cap buruk oleh banyak orang.
Bahkan tadi sudah banyak karyawan yang menggunjing kan bos mereka ini, Mereka hilang respek sehingga mencap kalea adalah pelakor.
"Bukan aku yang menjadi sosok ketiga nya ma, Wanita itu yang merusak kebahagian kami." Ujar kalea.
"Aku bersumpah dengan nyawa ini tante, Bahwa tidak akan pernah menyentuh wanita yang menjadi istri ku saat ini." Janji kim.
"Apa kamu sanggup kalea dengan resiko yang akan datang, Tentu nya semua ini akan ada efek samping nya." Ucap papa gavin.
"Aku cuma ingin kalian percaya dan membiar kan kami memperjuang kan cinta ini pa, Biar lah orang akan berkata apa." Sahut kalea.
"Astaga, Kalian buta oleh cinta."
Mereka menoleh ketika kenan dan alicia barengan berkata, Sosok ini memang tidak mudah jatuh cinta. Pribadi nya pun tidak jauh berbeda, Mereka sama sama angkuh dan dingin.
"Bukan kah kalian cocok?" Tanya kalea menunjuk abang nya.
"Diam kau! Kita sedang membahas cinta mu yang tragis." Sergah kenan.
"Saat ini boleh saja kami tersiksa dengan cibiran, Tapi kami pasti akan menang mempertahan kan cinta ini." Yakin kim.
"Yakin sekali mulut mu itu anak muda, Bagai mana jika kalea malah kau tinggal kan setelah apa yang terjadi." Gavin membuka suara lagi.
"Maka datangi lah saya dan penggal kepala ini om." Jawab kim mantap.
__ADS_1
"Kau pikir aku tidak bisa melakukan nya? Mertua ku ada kalau pun aku tidak sanggup." Sinis gavin.
Tidak tahu apa lagi yang akan di katakan nya, Di tambah kalea dan kim terlihat sangat bucin akut. Mama kayra bangkit dengan wajah yang masih belum ramah.
"Berapa usia mu sekarang?" Tanya mama kayra bersidekap tangan.
"Dua puluh empat tante." Jawab kim.
"Pernikahan mu satu tahun kan, Berarti nanti usia mu dua lima kalian akan pisah! Tiba waktu nya nanti, Jika malah kalea yang kau tinggal kan. Harimau milik papa ku akan menyantap mu." Ancam mama kayra.
"Mama..."
"Diam lea! Bawa pria ini nanti malam menemui kakek mu." Titah mama kayra.
"Baik."
Mana mungkin lea akan menjawab tidak, Ucapan mama kayra tidak akan bisa di bantah sedikit pun. Apa lagi suasana yang sangat tegang ini.
"Ayo kita pulang sayang, Awas saja jika sampai tidak datang." Mama kayra pergi meninggal kan ruangan kayra.
Kini tinggal kenan yang masih duduk menatap adik nya tajam, Kalea salah tingkah kalau kenan marah hanya menatap nya seperti ini.
"Abang ngomong dong." Lea pindah kesamping kenan sambil tersenyum.
Mata kalea berkedut ketika di tanya seperti ini, Pertanyaan yang meluluh lantak kan perasaan dan juga jiwa nya.
"Sesak sekali rasa nya bang harus bersikap biasa saja, Padahal asli nya sudah tidak tentu arah mau bagai mana." Lirih kalea menunduk.
"Kau adik ku satu satu nya lea, Aku malah semakin sedih jika kau berpura pura kuat." Ujar kenan.
"Aku sangat berterima kasih padamu lea, Kau tidak goyah untuk tetap mencintai ku." Kim berkata pelan.
"Kata siapa aku tak goyah kim? Aku menangis di malam hari dan tertawa di siang hari. Otak ku berkata aku harus meninggal kan mu, Tapi hati ku selalu berontak." Kalea kembali menangis.
"Letak kan jika terlalu berat lea, Jangan memaksa kan diri." Kenan memeluk adik nya yang menangis.
Kembali rasa nya kim di hantam oleh rasa ketakutan, Rasa takut jika kalea benar akan goyah dan meninggal nya.
...****************...
Santi yang mendapat simpati banyak orang kini merasa terbang, Sebentar bentar melihat ponsel untuk membaca komen netizen.
__ADS_1
"Loh kok ilang?!" Kaget santi mencari berita trending nya.
Mengira jika jaringan sedang lemot, Santi keluar dari rumah untuk mencari sinyal. Tapi tetap saja tidak ia temukan, Bahkan lebih kaget ketika membuka akun media sosial nya.
"Kenapa akun ku bisa hilang." Panik santi tidak mengerti apa yang sudah terjadi.
Segera ia masuk kedalam mencari keberadaan aliska, Barang kali adik ipar nya tahu dengan masalah yang ia hadapi.
"Aliskaaa."
Tidak ada sahutan dari aliska, Santi mengelilingi rumah. Ternyata aliska sedang bermain ponsel sambil tersenyum girang.
"Liska."
"Apa?"
"Kamu tahu enggak kenapa akun mbak bisa hilang ya?" Tanya santi menunjukan ponsel nya.
"Itu nama nya akun mbak terhapus, Atau di baned." Sahut aliska.
"Kok bisa, Mbak tidak melakukan pelanggaran kok." Bingung santi.
"Musuh mu itu bukan orang biasa mbak, Cuma kayak gini doang mah masalah kecil." Jawab liska.
Aliska sudah tahu apa yang telah terjadi, Alicia mengabari masalah itu. Ia di minta untuk memantau sikap santi.
"Maksud kamu apa lis?" Bingung santi.
"Mbak kan yang menyebar kan foto abang sama nona kalea? Keluarga nya itu orang paling kaya di kota ini, Tentu saja mereka langsung turun tangan." Jelas aliska.
Tercenung santi mendengar penjelasan aliska, Pantas saja hanya butuh waktu hitungan menit. Semua berita hilang, Padahal sudah trending karena anak pengusaha malah jadi pelakor.
"Coba kamu itu sadar diri mbak, Abang itu enggak mau sama kamu." Ujar aliska.
"Untuk saat ini kim memang belum mencintai ku, Tapi aku yakin dia akan menggilai ku suatu saat nanti." Yakin santi.
"Dari mana pula kamu dapat keyakinan itu mbak?" Aliska setengah mengejek.
"Sudah banyak kejadian seperti itu, Awal mula dia menolak. Tapi makin lama kim akan sadar dan mencintai ku." Ujar santi.
"Bangun mbak, Mimpi saja kamu!" Aliska pergi meninggal kan santi.
__ADS_1
Aliska merasa bisa gila jika mendengar kan bacotan santi, Ia merasa santi hayalan nya sangat tinggi terhadap kim.