
Hari minggu ini kim dan lea menghabis kan waktu untuk jalan jalan, Beberapa barang sudah mereka beli. Kim membeli kan kalea sepatu di mall ini.
"Mau ngapain kita ketoko boneka kim?" Heran lea.
Kim menghembus kan nafas panjang, Setelah ia menikahi santi. Lea jadi lebih sering memanggil nama nya tanpa embel embel lagi.
"Ngapain dia beli boneka." Lea hanya melihat dari jauh.
Di tangan kim ada dua boneka dengan bentuk dan warna serupa, Ternyata pria ini membeli boneka cuple untuk sang kekasih.
"Kamu simpan ini ya satu." Ujar kim.
"Kayak orang baru pacaran saja." Lea tergelak kecil.
Kim merangkul pundak lea sambil melihat lihat apa yang akan mereka beli lagi, Tanpa mereka sadari kalau di belakang ada santi dan rehan yang terus mengikuti mereka.
Tadi santi mengikuti kim saat berangkat kerumah lea, Sampai di mall pun santi terus saja menguntit. Sengaja membawa rehan sebagai senjata.
Tiba di kerumunan orang banyak, Santi berteriak memanggil kim sambil menangis. Tentu saja mengundang perhatian orang orang.
"Mas kim! Ternyata kamu sedang pacaran di sini." Teriak santi menarik rehan.
"Apa apaan kau santi." Geram kim.
"Tega kamu mas menolak ajakan aku pergi bersama rehan, Ternyata kamu malah jalan sama selingkuhan mu ini." Teriak santi.
"Astaga! Wanita cantik itu selingkuhan nya ternyata." Bisik pengunjung.
Kini posisi lea bagai kan kegrep sedang jalan dengan suami orang, Rasa malu dan marah berkumpul dalam hati lea.
"Kalian semua lihat wanita ini, Dia selingkuhan suamu saya! Tidak pernah sekali pun suami saya peduli tentang saya dan putra kami." Santi berkata pada ibu ibu.
Tentu saja ibu ibu yang jiwa sosial nya tinggi langsung mendekat, Mereka kasihan melihat santi yang menangis sambil menenteng bocah laki laki.
"Dasar wanita ******, Hobi nya sama suami orang." Cemoh pengunjung.
"Sadar dong mbak, Kasihan tuh lihat istri nya." Timpal yang lain.
Santi berpura pura lemas jatuh kelantai karena sangking sedih nya di hianati suami, Kalea pun juga menangis mendengar banyak nya hujatan yang ia dapat.
"Kamu sebagai pria jangan kurang ajar mas! Anak pun sudah punya, Tapi masih saja pacaran." Geram ibu ibu.
__ADS_1
"Lagian cewek nya juga gatel! Secantik cantik nya wanita, Tapi kalau mau sama suami orang ya tetap lah sampah." Cetus lain nya.
"Diam kalian semua, Wanita ini lah yang perusak di sini." Bentak kim menunjuk santi.
"Kamu buta oleh cinta mas, Aku istri kamu yang sah." Pekik santi.
Lea mundur perlahan menjauh dari kerumunan ini, Mental nya down karena banyak nya hujatan yang ia terima. Gadis ini memang tidak sekuat dan setangguh mama nya.
Kalea sosok yang lemah lembut ini tidak bisa jika harus melawan banyak nya mulut yang menghujat, Ia memilih mundur sambil menangis.
Mana tidak ada bodyguard pula yang menjaga nya, Di belakang lea sudah ada ibu ibu gemuk yang membawa air.
Byuurr.
Kepala lea basah karena di guyur air dari botol, Ibu yang lain bersorak senang melihat tingkah besti nya. Seolah mendapat dukungan, Ibu tersebut menjambak rambut lea sehingga membuat gadis ini terpekik.
"Aakhh, Lepas kan aku." Teriak lea.
"Rasakan ini ******, Masih banyak pria lain. Tapi kau memilih suami orang!" Geram nya.
Kim berlari menghampiri lea yang sedang kesakitan, Sekuat tenaga ia mendorong ibu gemuk itu. Bertepatan kenan datang, Karena kenan memang mengikuti adik nya.
"Maaf tuan kenan, Aku akan mengurus wanita itu dulu." Kim ingin melapor kan ibu gemuk kepolisi.
"Tidak usah, Biar aku yang mengurus nya." Cegah kenan.
Jika sampai kepolisi, Maka nama keluarga mereka akan terseret. Bahaya pula bagi reputasi kalea.
"Kau urus jika ada yang mengambil video atau gambar adik ku, Jika sampai wajah lea tersebar! Sebaik nya kalian putus saja." Tegas kenan.
"Baik."
Kenan membawa lea pergi dari mall meninggal kan keributan, Kim mengurus jika ada yang mengambil potret kekasih nya.
...****************...
Sampai rumah lea masih syok dengan kejadian yang ia alami, Memang rasa nya seperti ketahuan selingkuh. Padahal ia jalan dengan kekasih yang sudah ia pacari selama tiga tahun.
"Abang sudah memanggil alicia, Istirahat lah dulu." Suruh kenan.
Hanya anggukan kecil yang lea lakukan, Ia masuk kamar. Kembali lea menangis membayang kan cerita nya di kepala orang orang tadi.
__ADS_1
Alicia yang sudah sampai buru buru masuk kedalam rumah, Panik mendengar lea di keroyok oleh orang banyak.
"Di mana kalea tuan?" Tanya alicia pada kenan yang sedang membaca buku.
"Di kamar nya." Sahut kenan tanpa menatap alicia.
Gadis ini langsung naik tangga menuju kamar kalea, Baru lah kenan mengangkat wajah nya sambil mengusap bibir yang pernah di colong gadis itu.
"Aku rasa dia tidak ingat sama sekali." Ujar kenan menatap alicia di atas.
Sementara itu lea langsung menoleh ketika pintu nya terbuka, Alicia masuk dengan wajah yang panik.
"Ada yang terluka lea?" Tanya alicia.
"Hati ku! Hati ku terluka karena di tuduh sebagai penjahat nya, Aku yang tersakiti di sini al." Lirih kalea.
"Sabar ya, Semoga cepat berlalu semua nya." Hibur alicia.
"Masih lama al! Satu tahun akan terasa sangat lama, Ini bahkan belum ada sebulan. Tapi aku sudah di buat seperti ini." Keluh kalea.
Alicia duduk di sofa sambil memijit kening nya yang terasa sangat pusing, Walau bukan diri nya yang punya masalah. Tapi licia juga sibuk memikir kan nya.
"Bukan kah kamu yang bilang jika tidak kuat maka akan di tinggal kan?" Tanya alicia hati hati.
"Ucapan akan berbeda dengan tindakan al, Dengan mudah nya mulut berkata. Tapi hati terus saja menolak!" Cetus kalea.
"Memang masalah nya ada di hati mu itu! Sebaik nya kau buang saja sana." Kesal alicia.
"Kok kau jadi marah padaku sih? Aku loh sedang sedih al." Protes kalea.
"Bodo amat! Kau akan terus tersakiti jika punya hati yang seperti itu, Lemah sekali kau ini." Rutuk alicia.
Mereka sama sama diam dulu untuk menjernih kan pikiran, Karena ego mereka sama tinggi nya. Tidak ada yang mau mengalah jika sedang debat.
"Ku rasa santi memang sudah merencana kan itu semua." Ujar alicia.
"Tapi bagai mana dia bisa tahu kami sedang di mall?" Bingung lea.
"Bisa saja to dia mengikuti abang kim dari rumah, Sial nya dia menumbal kan bocah sialan itu sebagai belas kasih orang." Rutuk alicia.
Kalea ingat wajah bocah polos yang tadi di pegang santi, Mungkin itu lah yang di maksud alicia bocah sialan.
__ADS_1