Bukan Aku Pelakor Nya

Bukan Aku Pelakor Nya
Perumahan


__ADS_3

Hari ini kalea kembali meninjau perumahan nya yang hampir siap, Hanya tinggal beberapa lagi yang kosong. Sudah ada yang membayar duluan, Ada juga yang cash.


"Alhamdulilah ya lea semua nya berjalan sempurna." Rian sangat girang.


"Alhamdulilah." Sahut lea sambil melihat lihat.


"Aku akan segera menikah jika ini sudah seratus persen rampung." Ujar rian.


"Sudah ada calon nya?" Tanya lea.


"Baru mau berusaha mendekati nya, Tolong dong kau bantu bicara sama dia." Pinta rian.


"Emang aku kenal sama dia?" Heran kalea ikut duduk di sebelah rian.


"Alicia." Bisik rian bersemangat.


Kalea memutar bola mata nya malas jika sudah untuk mendekat kan orang dengan alicia, Semua nya pasti gagal total. Bukan pertama ini saja teman sekolah ingin di comblang kan dengan gadis itu.


"Sebaik nya kau mundur saja, Saingan mu beran ian." Ujar lea.


"Tidak peduli mau seberat apa, Aku akan tetap memperjuang kan cinta ini." Rian berkata dengan semangat penuh.


"Yakin?"


"Emang siapa sih saingan ku?!" Tanya rian penasaran.


"Kenan pratama pemilik kenan group." Jelas kalea.


Lemas langsung rian mendengar nama saingan nya, Tidak mungkin bisa menang jika saingan nya saja seberat itu.


"Tenang saja, Jika alicia jodoh mu maka akan jadi milik mu." Nasihat lea.


"Kau sekarang jadi bijak sekali lea." Puji rian tertawa.


Kim yang sejak tadi mengikuti kemana kekasih nya pergi secara diam diam, Kini mencengkeram kemudi dengan keras. Hati nya seakan mau meledak melihat lea yang bahagia tertawa bersama pria lain.


Namun pandangan kim kembali menyipit ketika wanita gemuk yang tidak asing kembali mendatangi lea, Air bekas adukan semen menggugur kepala lea.


Nyonya lita sedang uring uringan dengan suami nya yang baru di pecat kerja, Padahal ia baru mengambil satu unit rumah di sini. Karena melihat lea sedang tertawa dengan rian, Ia malah menumpah kan emosi nya pada gadis itu.


"Rasakan ini perebut suami orang!" Geram nyonya lita.


"Apa apaan anda ini nyonya?!" Bentak rian marah.

__ADS_1


"Kau pantas mendapat kan nya! Tidak puas selingkuh dengan suami orang itu, Kini kau ingin memoroti uang devloper ini." Geram nyonya lita.


"Jaga bicara anda! Dia bos saya." Bentak rian menggelegar.


Terkejut nyonya lita mendengar wanita ini bos nya rian, Pak samsul juga keluar dari rumah untuk melihat keributan yang di timbul kan oleh istri nya.


"Nona kalea."


Pak samsul yang mengenal kalea karena pernah bertemu dengan gadis ini, Ia langsung mengenali jika gadis cantik ini adalah adik mantan bos nya.


"Apa yang kau lakukan pada nona lea?" Pak samsul menarik tangan istri nya.


"Dia itu perusak rumah tangga orang, Kenapa kamu membela nya mas? Ada main ya kamu sama dia." Tuding nyonya lita.


Plaaak.


Nyonya lita kaget karena pak samsul menampar nya, Baru ini pertama kali nya sang suami menjatuh kan tangan.


"Maaf kan istri saya nona, Tolong maaf kan kami." Pak samsul menjatuh kan diri di hadapan lea.


"Ini bukan yang pertama dia mencela saya, Dia juga pernah melakukan nya di mall." Ujar kalea membuat pak samsul semakin kaget.


"Kamu kenapa sih ma?!" Kesal samsul.


Lea maju mendekati nyonya lita yang tadi di tampar suami nya, Rambut lea sudah kotor karena terkena air bekas semen.


Kim yang tadi melihat kejadian itu langsung berlari mendekat, Tidak peduli jika nanti lea marah karena ia mengikuti nya secara diam diam.


"Aku bukan pelakor seperti yang kau tuduh kan, Wanita itu lah yang merusak hubungan ku." Geram lea.


"Alasan saja kau, Lihat pria ini juga datang mengejar mu." Tunjuk nyonya lita.


"Seperti nya mulut mu ini minta di beri pelajaran." Kim mengambil kayu.


"Kim!!"


Rian menahan kim yang baru datang langsung emosi, Lea juga memberi kode agar kim diam saja dulu jangan mengambil tindakan kekerasan pada wanita ini.


"Kau berpacaran selama tiga tahun dengan suami mu ini, Tapi dia harus menikah karena di jodoh kan. Lalu dia menikah selama satu bulan, Lalu siapa yang menjadi perebut?" Tanya kalea.


"Tentu saja wanita yang di jodoh kan dengan nya." Sahut nyonya lita.


"Tuh kau tau, Sebaik nya kau pikir kan dulu sebelum mengambil tindakan! Apa lagi kau sama sekali tidak tahu kejadian yang sebenar nya." Cetus lea.

__ADS_1


"Dasar tukang ikut campur masalah orang." Kesal kim.


"Seperti nya kau dan suami mu sudah merasakan akibat karena menyakiti ku, Abang ku itu sensitif orang nya." Lea berkata menyeringai.


Pak samsul kaget ketika lea mengungkit masalah itu, Mungkin kah ia di pecat karena ulah istri nya yang menyakiti lea adik kenan.


"Apa saya di pecat karena dia menyakiti anda nona?" Tanya pak samsul.


"Hmm, Itu hanya hukuman kecil! Jika dia terus mengusik ku, Maka kami akan membawa nya kejalur hukum." Ancam kalea.


Sangking marah nya, Pak samsul tidak peduli ada banyak orang. Nyonya lita ia seret kedalam rumah dengan susah payah, Karena tubuh nyonya lita yang gemuk tersebut.


"Maaf kan aku mas, Aku tidak tahu kalau dia adik nya tuan kenan." Teriak nyonya lita.


"Dasar perempuan jahanam, Gara gara kau aku jadi pengangguran." Bentak pak samsul.


"Aku akan memohon pada tuan kenan agar kamu kembali di pekerjakan mas." Ujar nyonya lita.


"Tidak perlu, Aku akan mencerai kan kamu! Bayar lah kreditan rumah ini sendiri." Tegas pak samsul.


"Jangan mass! Aku tidak punya penghasilan." Isak nyonya lita.


"Kau pikir aku punya penghasilan sekarang? Kau yang membuat ku jadi pengangguran." Bentak pak samsul.


"Maaf kan aku mas." Nyonyai lita menangis.


Tidak peduli walau pun istri nya menangis memanggil manggil nama nya, Pak samsul bergegas pergi meninggal kan nyonya lita sendirian.


"Rasakan lah itu wanita gila." Geram rian ikut berang.


"Ayo kita pulang sayang, Kamu perlu membersih kan diri." Ajak kim.


"Benar kau sudah menikah kim?!" Rian bertanya menyelidik.


"Lupa kan saja soal itu, Aku tidak pernah menganggap pernikahan itu ada." Sahut kim.


"Enggak bisa gitu dong kim, Lea yang akan jadi tumbal." Kesal rian.


"Aku yang memilih untuk tetap bersama nya ian, Meski tidak tahu mau bertahan sampai kapan." Ujar kalea.


Rian juga tahu hubungan lea dan kim yang sudah berjalan sejak dulu, Namun ia tidak menyangka jika hubungan mereka akan serumit ini sekarang.


"Aku ingin sendirian kim, Kau pulang lah saja." Tolak lea ketika kim ingin mengantar nya.

__ADS_1


Berdiri bagai kan patung kim karena mendapat penolakan dari lea, Semakin besar pula rasa takut nya sekarang.


__ADS_2