Bukan Aku Pelakor Nya

Bukan Aku Pelakor Nya
Bos dan asisten


__ADS_3

Kim mendatangi rumah kalea yang sudah tampak ramai, Padahal ia mengira jika suasana nya akan sepi. Kalea pasti akan terus menangis karena down setelah kejadian tadi yang menimpa mereka di mall.


Ternyata keramaian itu hanya suara musik, Mereka hanya bertiga di rumah kalea. Ada juna dan kenan, Kim sedikit gugup karena pasti akan di salah kan oleh kenan dan lain nya.


"Waah ternyata ini manusia tampan yang jadi rebutan." Sindir juna.


"Memang lebih tampan abang ku kok dari pada dirimu." Sahut alicia.


"Heh bongkahan es! Aku tidak ngajak bicara kau malah bicara, Dari tadi aku mengajak mu bicara malah diam saja." Kesal juna.


"Bisa kah kalian diam? Jika ingin bertengkar sana ambil pisau masing masing." Suruh kalea pelan.


Kalea terlihat lesu dan tidak ada semangat nya, Kim duduk di sebelah lea yang sedang minum wine.


"Kamu oke kan sayang?" Tanya kim pelan.


"Oke!"


"Maaf soal kejadian tadi, Aku juga sama sekali tidak menyangka nya." Sesal kim.


"Tidak perlu merasa bersalah atau menyesal, Yang aku sesal kan malah pertemuan kita." Ujar kalea.


Terdiam kim mendengar ucapan kalea, Tampak nya sang kekasih mulai goyah. Hancur hati kim semakin dalam, Ternyata seperti ini rasa nya putus asa karena cinta yang terhalang restu orang tua.


"Ada satu orang yang di sakiti tapi semakin sayang, Padahal hati nya hancur berantakan! Oh ternyata itu aku." Kalea berkata sambil tertawa miris.


"Kan sudah ku bilang kalau cinta itu bisa membuat bodoh sejak awal! Kau tidak percaya, Malah jatuh cinta sama abang ku." Ujar alicia.


"Jika saja mampu menahan nya, Sudah pasti ku tinggal kan orang ini al." Lea menunjuk kim.


Kim menghembus kan nafas panjang, Hubungan nya semakim rumit. Sementara ia hanya bergantung pada perasaan lea saja, Jika cinta lea sudah habis untuk nya. Maka tamat lah riwayat kimhan kloper.


"Banyak memang orang yang bisa ku cintai atau juga ku miliki, Namun hati ini selalu menolak nya! Setiap malam aku bertarung dengan otak dan hati, Mereka mengatakan hal yang berbeda." Ujar lea.


"Melihat ku seperti ini, Aku jadi semakin yakin untuk tidak jatuh cinta." Sahut alicia.


"Lagian tidak ada orang juga yang mau jatuh cinta pada mu." Ejek juna.


Alicia melirik sinis pada asisten kenan, Kenan yang tidak sengaja kontak mata malah tersenyum manis. Alicia tidak peduli sama sekali.


Glek, Glek.

__ADS_1


Tanpa menggunakan gelas, Kim meminum anggur milik kenan. Tentu saja pemilik nya kesal bukan main.


"Sudah minta malah kurang ajar!" Rutuk kenan marah.


Kim tidak memperdulikan ucapan kenan, Bahkan botol anggur itu sama sekali tidak di taruh nya. Jujur saja kim sangat ruwet sekarang.


"Kau jangan mabuk, Urus abang mu itu nanti." Juna menunjuk alicia.


Merasa sejak tadi juna terus saja menyudut kan nya, Alicia bangkit menghampiri juna. Namun pria itu cepat loncat menghindar. Pengalaman sudah cukup ketika alicia pernah membanting nya.


"Sebaik nya kau jaga mulut mu itu jika tidak ingin ku tampar." Ancam alicia.


Juna hanya berani mengejek dari jauh saja, Karena pasti kalah dengan tenaga alicia yang tidak main main kuat nya.


"Aku mencintai mu kalea." Kim menyandar kan kepala nya di pudak lea.


"Kau pikir aku tidak cinta?! Aku bertahan dengan mu ini ya karena cinta." Ujar kalea.


"Setiap malam aku membayang kan rumit nya hubungan kita, Lalu kembali menyalah kan mama yang egois." Di tengah rasa mabuk nya kim mulai menangis layak nya anak kecil.


"Memang mama mu lah biang kerok nya kim, Dia sumber masalah yang menyiksa kita." Cetus lea.


Semakin erat kim memeluk pinggang lea, Kenan menggeram karena ia merasa iri juga. Namun cinta nya malah jatuh kepada bongkahan es karena cinta nya datang ketika ciuman pertama nya di curi.


Mobil kenan berhenti di depan rumah keluarga kloper, Juna yang mencari alamat nya kim dengan gampang.


"Ngapain kita masih pagi sudah di sini?" Tanya juna heran.


"Sedang melihat kim saja, Aku ingin tahu intraksi kim dengan istri nya." Ujar kenan.


"Tuh dia sedang keluar." Juna menunjuk kim yang sedang keluar.


"Istri nya mengejar tuh di belakang." Kenan mendongak.


Santi sedang mengejar kim yang sudah siap akan pergi kekantor, Di tangan nya membawa kan sarapan sepiring nasi goreng.


"Sarapan dulu mas, Kamu tidak pernah sarapan sejak ada aku." Paksa santi.


"Kau semakin tidak sadar diri ya, Apa pun yang bersangkutan dengan mu aku tidak akan menyukai nya!" Bentak kim.


Kenan dan juna memperhatikan wajah santi yang babak belur, Banyak lebam yang tertera di sana. Mereka bertatapan satu sama lain.

__ADS_1


"Apa mungkin kim yang melakukan nya?" Tanya juna lirih.


"Pasti dia KDRT, Kim kenapa sampai melakukan nya." Heran kenan.


"Dia mungkin marah karena kejadian kemarin ken, Bisa jadi dia emosi dan tidak kuat menahan nya." Ujar juna.


Di depan sana kim menyentak tangan santi yang terus ingin menyuap kan nasi kemulut kim, Rasa nya hidup kim terasa sangat sesak semenjak hadir nya santi.


"Makan sendiri kau! Tidak usah kau paksa aku." Kim mengambil piring dan melempar kan nya kewajah santi.


"Mas! Aku ini berniat baik kepadamu, Coba lah hargai aku sedikit saja." Teriak santi.


Greep.


Leher santi langsung ia cekik dengan geram nya, Santi sampai terbatuk batuk menahan sakit pada leher nya.


"Jangan semakin melewati batas kau sialan! Kau akan semakin menderita." Geram kim.


"Istri membuat kan suami makan itu bukan lewat batas kim, Itu kewajiban ku." Ujar santi.


"Kewajiban mu hanya diam dan menunggu waktu selama satu tahun, Kau diam saja jangan membuat ku emosi." Kim menyentak santi kesamping.


"Mas!!!"


Kim masuk mobil meninggal kan santi yang menangis memanggil nama nya, Ia tidak akan peduli walau santi kesakitan sekali pun.


"Dia memang berpegang teguh pada pendirian nya." Ujar kenan.


"Kasihan juga aku melihat wanita itu." Lirih juna.


"Apa pula kasihan, Dia yang menyebab kan adik ku menderita." Kesal kim.


Juna ingin melaju kan mobil nya kembali, Karena kim juga sudah berangkat pikir nya. Ngapain juga masih berada di sini.


"Tunggu juna!" Kenan menahan tangan juna.


"Apa lagi, Kim sudah pergi kok." Heran juna.


Kenan tidak menjawab ucapan juna, Ia sibuk memperhatikan bongkahan es yang berjalan santi masuk kedalam mobil. Stelan kantor membuat alicia terlihat sangat cantik di mata kenan.


"Itu apa adik kim juga ken?" Juna menunjuk aliska yang akan berangkat kuliah.

__ADS_1


Jadi lah bos dan asisten ini sibuk mengagumi dua gadis cantik, Juna terpesona pada liska yang sibuk menggoda alicia.


__ADS_2