Bukan Aku Pelakor Nya

Bukan Aku Pelakor Nya
Mabuk


__ADS_3

Kalea kebingungan karena berulang kali menelfon kim tapi tidak di angkat, Begitu juga dengan alicia. Asisten nya itu pun tidak bisa di hubungi setelah mengajukan cuti selama satu minggu.


"Apa penyakit mama nya semakin parah?" Batin kalea resah.


Mau kerja pun tidak bisa fokus karena pikiran nya masih entah kemana, Mau datang langsung pun kalea tadi tidak sempat bertanya mama kim di rawat di rumah sakit mana.


"Astaga, Aku jadi pusing gini jadi nya." Keluh kalea.


Terpaksa pula kalea pergi meninjau proyek nya yang hampir siap, Perumahan biasa milik nya hanya tinggal dua puluh persen lagi akan rampung.


"Semoga saja mama kim segera sehat." Batin kalea sambil turun dari mobil.


Devloper rumah langsung menyambut kalea saat melihat nya, Sekitar seratus rumah yang akan di pasar kan ini. Walau bukan kelas elit, Namun harga nya lumayan juga.


"Tumben sendirian bos?" Tanya rian sang devloper.


"Alicia lagi cuti, Mama nya sakit." Jawab kalea menatap sekeliling.


"Pantasan dia tidak ada, Biasa nya dia ekor mu." Ujar rian gamblang.


Rian adalah teman kalea sejak SMA, Kalea selalu baik kepada siapa pun. Teman yang membutuh kan pekerjaan pasti lah ia bantu jika bisa.


"Sudah banyak yang boking apa belum ian?" Tanya kalea.


"Pasti dong, Mereka terpesona melihat devloper nya ganteng begini." Jawab rian bangga.


"Mereka itu mencari tempat tinggal, Bukan mau mengagumi wajah tampan." Sinis kalea.


"Loh mereka ada yang tertarik padaku, Kebanyakan yang boking masih single lea." Beritahu rian.


"Suasana nya lumayan enak, Sisakan satu untuk ku yang di tengah jalan itu ya." Pinta lea.


"Tusuk sate itu, Lagian kamu ngapain sih banyak banget rumah mau di sisain." Protes rian.


Kalea tidak menjawab ucapan rian, Enak jika punya rumah banyak menurut lea. Bisa pindah sana sini, Jika bosan akan pindah untuk mencari suasana baru menghibur mata.


"Gimana kabar kamu sama kim?" Tanya rian ketika sudah duduk di bawah pohon.


"Baik, Tunggu saja undangan dari kami." Gurau kalea.


"Serius lea?! Mau nikah kalian." Kaget rian tidak percaya.

__ADS_1


"Belum, Doa kan saja yang terbaik untuk kami." Jawab lea.


Semilir angin sejuk menerpa wajah kalea yang cantik, Siapa yang tidak terpesona melihat kecantikan cucu de lamozada ini. Gigi gingsul nya ketika tersenyum, Membuat daya tarik tersendiri.


"Aliska gimana ya kabar nya?" Rian menanyakan kabar adik alicia.


"Aku kira kau sudah move on, Ternyata masih jadi penggemar nya." Ejek kalea.


"Cinta yang serius itu susah untuk di hilang kan lea, Aku juga sudah berusaha untuk membunuh perasaan ini. Namun semua nya sia sia saja!" Lirih rian sedih.


"Semoga suatu hari nanti dia akan menerima mu, Hati nya akan terbuka kalau kamu pria yang baik." Ujar kalea bijak.


"Sama aku aja kamu lea." Tawar rian tertawa.


"Ogah! Terpelanting kamu sama ketampanan nya kim." Kalea mencibir rian.


"Punya ku besar loh." Goda rian.


"Anak kampret kau rian." Teriak kalea melempar rian dengan batu kerikil.


Setelah bercanda gurau dengan anak buah nya, Kalea berkeliling untuk melihat bangunan yang sudah selesai. Tak lupa juga mengambil beberapa foto yang bagus.


"Kau sambil tolong jika memang ada yang butuh rumah, Jangan mempersulit nya." Kalea mengingat kan.


"Nah beli lah makanan dan juga minuman untuk pekerja, Aku pulang dulu." Kalea memberikan lima lembar uang kertas merah.


Kebaikan yang di ajar kan oleh mama kayra sangat mendarah daging pada kalea, Walau pun terlahir kaya raya. Namun kalea tidak pernah sombong sama sekali, Sifat nya selalu sopan dan penuh kesabaran.


...****************...


Sudah tiga botol wine yang kim teguk, Kondisi nya sudah kacau balau karena mabuk. Untung nya di ujung sana ada alicia yang mengikuti.


"Dia pasti sangat tertekan." Batin alicia iba kepada abang nya.


Kim ingin mengambil botol lagi, Tapi alicia sigap menahan tangan nya. Mendelik marah kim karena keinginan nya tidak tercapai.


"Ayolah al, Ini hanya sebatas minuman pun kau tidak bisa memberikan nya! Hidup ku ini sudah di kuasi orang lain." Keluh kim nelangsa.


"Abang sudah mabuk." Sahut alicia.


"Kenapa mama jahat sekali padaku al? Kenapa mama tidak memperdulikan perasaan ku, Apa yang harus ku katakan pada lea nanti." Kim menangis seperti anak kecil.

__ADS_1


"Bertahan lah ya bang, Aku akan selalu mendukung mu." Hibur alicia.


"Aku hanya mencintai lea al, Dia lah yang harus jadi istriku! Aku tidak sanggup untuk bertemu dengan nya, Kalea pasti kecewa." Kim berkata sambil meletak kan kepala nya di meja.


Alicia membekap mulut nya sendiri agar isak tangis tidak terdengar, Ia juga merasa kalau mama dora sangat lah egois pada kim.


"Kalea...Aku cuma mau kalea al." Isak kim semakin menjadi.


"Bang sadar lah, Ayo kita pulang." Ajak alicia mengelus lengan abang nya.


"Tidak mau al! Aku benci melihat wanita itu, Aku mau pulang kerumah kalea." Kim mulai tidak sadar.


Bisa gawat jika kim bertemu kalea sekarang, Racauan nya akan memberi tahu kalea. Akan susah untuk menjelas kan nanti nya.


"Tunggu abang sadar baru bisa bertemu kalea, Kasihan lea bang jika tahu sekarang tanpa penjelasan bang, Aku tidak sanggup menjelas nya sendirian." Ujar alicia takut.


Tidak ada sahutan dari kim, Dia sudah tertidur pulas bagai kan anak kecil. Alicia terpaksa menggeret kim masuk mobil nya.


Bruk.


Belum juga sampai di mobil, Tiba tiba alicia malah menabrak tubuh seseorang yang tinggi kekar.


"Aduhh! Maaf kan saya tuan." Alicia membungkuk kesusahan.


"Alicia..?"


Mendengar nama nya di sebut, Alicia mendongak untuk melihat siapa pria itu. Kenan memicing heran ketika melihat kim yang mabuk parah.


"Kenapa abang mu?" Tanya kenan menunjuk kimhan.


"Dia mabuk tuan, Maaf saya permisi dulu." Pamit alicia sopan.


"Biar ku bantu."


Kenan membantu membawa kim yang memang sudah mabuk parah, Bau alkohol tercium secara nyata menusuk hidung.


"Lelaki seperti ini yang kalea cintai." Keluh kenan melas.


"Maaf tuan, Abang kim tidak akan begini jika tidak dalam masalah berat." Alicia membela abang nya.


"Masalah berat apa? Dia berjanji akan mengenal kan kalea kekeluarga kalian." Ucap kenan.

__ADS_1


"Untuk saat ini tidak akan bisa tuan, Kami sedang ada sedikit masalah. Maaf saya permisi dulu." Alicia segera masuk kedalam mobil.


Tinggal kenan yang termenung sendirian karena penasaran dengan keluarga kim, Ia meminta juna untuk menyelidiki semua data keluarga kimhan kloper. Kenan tidak mau jika adik nya sampai salah memilih pasangan hidup.


__ADS_2