
Kalea melirik asisten nya yang datang dengan wajah masam, Aroma alicia juga berbeda dari biasa nya. Bahkan alicia sama sekali tidak menegur bos nya yang sudah duduk sejak tadi di kursi.
"Kamu kenapa al?" Tanya kalea akhir nya.
"Kesal banget aku hari ini leaaa." Jerit alicia menaruh kepala nya di meja.
"Kesal karena apa? Cerita saja sama aku." Pinta kalea.
"Parfum yang kamu belikan sudah habis lea." Lirih alicia.
"Ya nama nya juga di pakai al, Mana mungkin tetap utuh." Ujar kalea.
"Bukan di pakai lea! Anak nya wanita sialan itu yang menghabis kan nya, Dia merusak barang ku lea." Alicia kembali menangis.
Tersentil hati kalea ketika mendengar ada anak santi di rumah kim, Satu persatu santi mulai memboyong keluarga nya.
"Anak nya umur berapa al?" Tanya kalea penasaran.
"Tiga atau empat tahun lah, Aku kurang tau juga." Kesal alicia.
"Kim bagai mana reaksi nya dengan anak nya santi?" Tanya kalea menyelidik.
"Biasa saja." Jawab alicia.
"Kim kan suka sama anak kecil, Apa kemungkinan mereka akan dekat?" Tanya lea lagi.
Alicia mulai paham jika kalea cemas tentang hadir nya rehan yang akan menggoyah kan perasaan kim, Memang kim menyukai anak kecil. Tapi tadi alicia tidak melihat tanda kim menyentuh rehan.
"Kau sangat mencintai abang kim ya lea?" Tanya alicia penasaran.
"Meski pun sedang di sakiti tapi perasaan ku tidak berkurang sedikit pun, Apa aku terlalu bodoh al?" Kalea balik bertanya.
"Tidak, Kau hanya terlalu mencintai kim saja." Sahut alicia.
"Benar kah? Berarti cinta ku saja yang sangat dalam." Ucap kalea tersenyum.
"Tapi cinta memang membuat orang bodoh kok." Cetus alicia.
Plak.
Pundak alicia di tepuk oleh lea, Tertawa alicia karena melihat wajah masam bos nya. Hilang rasa kesal yang sejak dari rumah tadi di pendam nya.
"Aku di ganti uang seratus juta, Lumayan lah dapat untung sepuluh juta." Girang alicia.
"Dari mana dia uang itu?" Selidik kalea.
__ADS_1
"Mungkin tabungan nya, Pertama dia cuma kasih aku lima juta." Cerita licia.
"Kenapa hati ku tidak rela jika dia dapat uang dari kim, Padahal sudah jelas jika kim adalah suami nya." Keluh kalea merasa bingung.
"Enggak, Kamu tenang saja! Bukan uang abang itu." Jawab alicia cepat.
"Tahu dari mana kamu, Toh memang kewajiban kim memberi nya nafkah." Cetus lea meninggal kan meja alicia.
Jika sudah begini rasa galau akan terus menghantui nya seharian, Rasa nya memang sangat sakit pacaran dengan suami orang.
Sudah menjadi resiko bagi kalea untuk merasakan sakit hati ini, Mau meninggal kan kim pun rasa nya belum bisa. Belenggu cinta di hati nya semakin kencang.
"Selamat pagi lea." Sapa juna datang keruangan lea.
"Pagi bang, Tumben kesini." Sambut kalea tersenyum.
"Kebetulan lewat saja, Abang ada beli sarapan tadi buat kamu." Juna menaruh bubur ayam di meja kalea.
"Makasih ya bang, Abang kenan tidak ikut ya?" Tanya kalea.
"Tidak, Dia sedang sibuk hari ini." Jawab juna.
Alicia memutar bola mata malas ketika juna datang, Menurut nya itu hanya basa basi untuk mendekati kalea saja. Sudah bisa di tebak apa yang juna ingin kan.
"Itu untuk asisten mu satu, Tadi kenan yang bilang suruh beli dua." Juna melirik alicia yang cuek.
"Sorry abang tidak ada waktu, Abang pergi dulu ya lea." Juna melambai kan tangan.
"Cih! Belagu banget jadi orang." Rutuk alicia.
Tertawa lea ketika mendengar rutukan licia, Gadis itu memang sangat anti terhadap masalah cinta cintaan. Ia hanya fokus mengejar karir agar uang nya banyak.
Pukul delapan malam.
Alicia sudah berkemas untuk pulang, Hari ini ada lemburan sehingga ia baru bisa pulang sekarang. Kalea sudah pulang duluan.
"Udah siap al?"
"Ya allah setan..!" Teriak alicia kaget karena lea tiba tiba nongol.
"Masa cantik gini di bilang setan al." Rutuk lea.
"Lagian kamu datang nya mendadak saja, Ngapain sih kamu kesini lagi?" Tanya alicia masih sewot.
"Lah mau meninjau clum malam kita." Jawab lea.
__ADS_1
"Oh iya ya, Aku enggak usah mandi lah." Ujar alicia.
Mereka pergi menuju clum malam yang baru beberapa minggu lalu kalea beli, Kalea penasaran ingin melihat nya jika sedang ramai pengunjung.
Di belakang ada mobil kim yang mengikuti, Sebenar nya tadi kim ingin kerumah lea. Tapi karena melihat lea pergi, Kim membuntuti nya.
"Club?! Ngapain mereka kesini." Kaget kim mendelik.
Dua gadis itu berjalan santai ketika sudah memberikan kartu pengenal, Kim menduga jika mereka pasti sering bermain kesini.
"Ini tempat bahaya lea." Lirih kim masuk kedalam.
Tapi mereka berdua sudah hilang entah kemana, Suara dentum musik menghujani telinga pengunjung. Para gadis meliuk liuk kan tubuh indah mereka.
"Jangan sampai mereka begitu." Panik kim menatap kanan kiri.
Tidak jua kim melihat sosok kalea dan alicia, Kim naik kelantai atas. Di ujung tangga ada gadis yang sedang berciuman.
"Lea kemana sih sama alicia?" Cemas kim.
Terpaksa kim menelusuri lorong yang remang remang, Setiap kamar ia intip apa kah ada dua gadis itu di dalam.
"Buseet, Apa mereka ada janji dengan para dengan para pria." Panik kim semakin tidak terkendali.
Terpaksa kim duduk menunggu di depan bar tender, Sambil menatap kanan kiri jika ada alicia dan kalea.
Sementara itu alicia dan kalea sekarang ada di toof top, Mereka menikmati pemandangan malam sambil di temani anggur satu botol.
"Apa kau akan kuat menunggu kim selama satu tahun lea?" Tanya alicia.
"Jika kuat maka akan ku tunggu, Jika tidak maka aku akan mengihklas kan dia. Apa lagi jika dia yang meminta ku untuk pergi, Posisi ku ada di tepi jurang saat ini." Lirih kalea.
"Aku tahu kau sangat mudah jika ingin mencari pengganti abang, Tapi kau tetap bertahan pada nya." Ujar alicia.
"Cinta ini yang membuat ku bertahan alicia, Nyata nya ada juga bisikan bahwa aku harus meninggal kan kim. Namun hatiku bersikeras menolak." Ucap kalea.
Hembusan nafas alicia terdengar kasar, Bagi diri nya sangat susah memahami pemikirian kalea yang terlalu mencintai kim.
"Apa yang kau lakukan jika abang menyukai santi?" Tanya alicia.
"Apa sudah ada tanda kim menyukai santi?" Lea balik bertanya.
"Saat ini abang yang sangat benci kepada santi, Aku bertanya kedepan nya nanti." Ujar alicia.
"Jika ada sedikit saja tanda kim mulai goyah pada ku, Maka aku yang akan pergi." Putus kalea.
__ADS_1
Alicia memeluk kalea dengan erat, Mereka memang sejak kecil sudah selalu bersama. Tidak bisa untuk menyembunyikan perasaan masing masing.