
Kim berhenti di halaman mansion yang sangat megah dan besar, Ia tidak tahu jika kalea punya tempat tinggal sebagus ini. Sangat jauh berbading dengan diri nya.
Kini kim ssmakin di dera rasa takut yang amat dalam, Kalea anak orang kaya raya dan sangat cantik. Jika cinta gadis itu goyah pada nya, Akan sangat mudah bagi kalea mencari pria yang seratus kali lebih baik dari nya.
"Tolong lah ya allah jangan sampai kalea berubah pikiran, Bagai mana aku nanti jika sampai di tinggal kan." Batin kim sangat resah.
Bodyguard yang berbaris memeriksa kim apa kah membawa senjata, Setelah aman baru kim boleh masuk kedalam mansion.
"Bahkan lantai nya bisa untuk bercermin, Kalea memang sangat luar biasa. Sekali pun dia tidak pernah menyombong kan harta nya." Desis kim.
Langkah kim semakin goyah ketika sampai di ruang tamu, Para keluarga sudah duduk menatap nya. Cara duduk mereka pun sangat elegan, Di kursi yang paling besar duduk pria yang tampan namun sudah mulai menua.
"Selamat nyonya dan tuan." Sapa kim meletak kan buahan yang ia bawa.
Lidah kim tidak berani memanggil kayra tante lagi, Tapi demi cinta nya ia harus berani menghadapi keluarga kalea.
"Kau pria beristri yang menyukai cucu ku?" Tanya kenzo dengan suara yang berat.
"Maaf saya ralat tuan, Saya mencintai kalea jauh sebelum punya istri." Jawab kim.
"Berarti kau menghianati lea, Kau pikir cucu ku itu apa sehingga bisa kau permain kan." Sengit kenzo.
Memang sulit menjelas kan situasi nya saat ini, Apa lagi kim masih merasa kan takut berhadapan dengan keluarg besar ini.
"Duduk lah anak muda, Aku takut nanti lantai kami basah oleh air seni mu." Ujar pete lantang.
"Tidak perlu tuan, Saya berdiri saja." Tolak kim karena ngeri.
"Kau membantah heh?!" Pete menyeringai menakut kan.
Kim yang merasa tidak akan mulus, Ia segera duduk di sofa sambil menatap kenzo yang tadi mengajak nya bicara.
"Boleh kah saya jelas kan dari awal tuan." Pinta kim ragu.
"Boleh! Aku punya banyak waktu juga untuk mendengar kan bacotan mu." Sahut kenzo.
Kalea ssdikit berlari menuju ruang tamu, Ia datang telat karena banyak pekerjaan yang harus ia selesai kan.
__ADS_1
"Duduk saja di sana lea, Tidak usah merapat pada nya." Cegah kenzo.
Lea yang tadi nya sudah duduk di samping kim jadi menjauh, Ia duduk di samping shaka putra nya vegas de lamozada sepupu mama kayra.
"Kami berpacaran tiga tahun lama nya tuan, Lalu kami berencana untuk saling mengenal kan kepada keluarga masing masing. Namun sial nya mama saya jatuh sakit dan ia kekeh ingin menjodoh kan saya pada anak teman nya." Jelas kim.
"Kenapa kau tidak menolak?!"
"Mama saya sakit jantung tuan, Saat ini pun sedang stroke." Jawab kim.
"Jujur saja saat awal tadi aku menyukai mu, Namun aku sekarang hilang respek karena kau suami orang! Cucu ku tidak boleh mendapat kan nama buruk." Ujar kenzo.
"Pernikahan ku hanya satu tahun tuan, Setelah pisah aku akan menikahi kalea." Ujar kim berani.
"Enak saja kau! Sekarang kau menikmati pernikahan mu, Setelah itu kau ingin bersama anak ku." Bentak papa gavin.
"Saya tidak akan menyentuh nya tuan, Bahkan jika perlu saya akan mencari obat agar saya tidak bisa bernafsu." Sahut kim cepat.
"Vasektomi saja." Usul pete.
"Itu hanya membuat tidak ada sp3rm4, Bagai mana jika dia tetap menyentuh nya." Sahut mama kayra.
Kalea masih saja diam karena tidak tahu mau bicara apa, Kim dari tadi memperhatikan wajah kekasih nya yang banyak murung sekarang. Padahal dulu kalea adalah sosok yang sangat ceria.
"Biar kan saja semua nya berjalan seperti air mengalir, Jika sanggup maka akan ku jalani. Tapi jika tidak aku akan pergi dari hidup nya." Tegas kalea.
"Lea.."
Kim terperangah mendengar ucapan lea, Mungkin sskarang kim tidak akan bisa makan dan tidur dengan tenang lagi.
"Bagai mana jika dia menipu mu nak? Bisa saja dia berkata tidak menyentuh, Tapi ternyata dia menggauli nya." Cemas mama kayra.
"Itu lah ujian cinta kami berdua ma, Mama tenang saja. Aku sudah punya sesuatu yang akan mengintai nya." Jawab kalea sambil tersenyum.
Di karena kan kalea yang terlihat sangat yakin pada cinta nya, Akhir nya keluarga besar de lamozada pun membiar kan lea tetap bersama dengan kim. Hanya saja ancaman mereka tidak main main, Nyawa kim ada di tangan kakek kenzo de lamozada.
...****************...
__ADS_1
Alicia dan kim pulang barengan, Sudah malam karena mereka dari rumah kalea dulu. Sepanjang jalan kim terus mengagumi mansion kalea.
"Hati hati kau bang, Mudah saja bagi kalea untuk mencari pengganti mu." Peringat alicia turun dari mobil.
"Sebisa mungkin aku akan menepati janji ku demi cinta kami." Tekad kim.
"Maka nya aku malas pacaran, Ada saja drama nya." Rutuk alicia membuka pintu rumah.
"Suara apa sih kok ramai sekali." Heran kim.
Ternyata keluarga santi sedang datang berkunjung, Namun alicia sama sekali tidak menoleh. Begitu juga dengan kim yang merasa sangat malas.
"Mas sapa dulu dong keluarga aku, Masa langsung masuk kamar saja." Santi mengejar kim.
"Yang punya keluarga kan kamu, Ngapain aku harus repot." Kim melempar jas nya.
"Aku bantu lepasin dasi nya." Santi mencoba mendekat kan diri.
"Jangan pegang pegang kau! Najis aku di pegang oleh mu." Bentak kim.
"Dia yang seharus nya najis mas, Kalian punya hubungan gelap yang pasti nya berzina juga." Santi mencengkeram kemeja kim.
"Berhenti membahas aku dan lea, Urus saja masalah mu sendiri." Kim menyentak tangan santi.
Sakit sekali rasa nya hati santi ketika berada di dekat kim, Ia melihat bercak bekas ciuman di leher suami nya.
"Ibuuu.."
Ketika santi sedang terdiam karena sangat sedih, Bocah laki laki berumur empat tahun datang masuk kedalam kamar.
"Eehh rehan, Ada apa sayang?" Santi menggendong putra nya.
"Om yang tadi mana bu? Aku pengen kenalan sama dia. Kata oma dia ayah ku yang baru ya?" Celoteh bocah polos ini.
"Ayah lagi mandi, Nanti ya kenalan nya." Ujar santi.
"Oke, Aku keluar dulu ya bu." Pamit rehan kembalu berlari.
__ADS_1
Rehan datang karena di bawa oleh buk ajeng, Rindu juga bocah itu kepada ibu nya. Demi kenyamanan bersama, Rehan tinggal bersama buk ajeng.
Takut jika di keluarga kim malah semakin menambah masalah, Santi juga tidak keberatan kalau tinggal pisah dengan si buah hati.