
Pagi hari alicia di kaget kan dengan keadaan kamar nya yang berantakan, Bahkan botol parfum nya sudah kosong tiada isi. Di dekat pintu kamar ada bocah laki laki dengan bermain make up nya.
"Hei bocah sialan!" Teriak alicia sangat marah besar.
Rehan langsung gemetaran dan menangis kencang ketika alicia membentak sambil berkacak pinggang, Rasa nya hati alicia sangat remuk.
"Bukan kau yang seharus nya menangis, Make up dan parfum ini mahal bodoh." Umpat alicia mengambil set make up nya.
"Maafin rehan tante." Isak rehan tertunduk.
"Maaf saja bisa nya! Kau pikir maaf bisa mengganti alat ku ini." Bentak alicia.
Semakin kencang rehan menangis karena alicia benar benar marah, Telinga nya terasa sakit ketika alicia menjewer nya. Pada dasar nya alicia memang tidak suka anak kecil, Di tambah barang nya malah di rusak kan.
"Ada apa sih kak? Ribut banget." Aliska setengah sadar keluar dari kamar nya.
Kamar aliska dan alicia bersebelahan, Memang desain kamar di rumah mereka kamar nya berbaris. Yang paling ujung punya mama dora.
"Ya allah make up mu kak." Pekik aliska terbelalak.
"Gara gara bajingan kecil ini yang merusak nya, Parfum ku harga nya mahal liska! Ini di belikan kalea." Alicia menahan tangis sangking kesal nya.
"Lo anak kecil kok gratilan banget sih, Enggak tahu malu sebagai tamu." Aliska juga ikut marah.
Sedang mereka memarahi rehan, Mama dora dan yang lain nya datang menghampiri karena suara alicia yang menggelegar bercampur dengan tangis nya rehan.
"Ada apa ini al?" Tanya mama dora bingung.
"Kamu apain anak aku al?!" Santi menarik rehan yang masih di jewer alicia.
"Ooh ini anak mu, Pantas saja tidak tahu malu sama dengan mu." Sinis alicia.
"Kamu boleh enggak suka sama aku al, Tapi tolong jangan libat kan anak ku." Santi mengelus putra nya.
"Seperti nya bersikap paling tersakiti memang keahlian mu ya, Tidak lihat apa yang anak mu lakukan di kamar ku bangsaat!" Maki alicia bertambah naik darah.
"Ya allah!"
Mama dora kaget melihat isi kamar alicia yang berantakan, Alicia paling anti jika ada orang yang masuk kamar nya dan merusak barang.
__ADS_1
"Enggak usah memaki anak ku al, Akan ku ganti semua nya." Santi berkata sombong.
"Bagus kalau kau punya uang, Ayo total kan barang ku yang bajingan itu rusak kan." Geram alicia.
"Jangan memaki anak ku al!" Teriak santi marah.
"Kenapa jika aku mau memaki nya hah? Minta maaf saja kau tidak, Anak sama ibu sama sama parasit cuihh!" Alicia meludah di ujung kaki rehan.
Santi memang bisa di bilang manusia tidak tahu diri di sini, Karena ini memang murni kesalahan rehan yang petakilan. Santi malah berlari kekamar nya mengambil dompet.
"Masih sanggup aku mengganti barang mu!" Santi meletak kan uang di meja alicia.
Mata alicia melirik sinis, Cepat ia mengambil dan menghitung uang yang berjumblah lima juta rupiah.
"Kau gila?!" Teriak alicia melempar uang kemuka santi.
"Apa lagi alicia?" Santi juga berteriak kencang.
Plaakk.
Satu tamparan alicia mendarat di wajah santi, Terasa sangat panas tangan gadis ini. Sudut bibir santi mengeluar kan darah.
"Abang! Anak wanita ini merusak barang ku, Dan dia cuma memberi ku uang lima juta." Adu alicia pada kim.
"Barang apa yang di rusak nya? Baru juga semalam di sini, Sudah membuat ulah saja." Ketus kim.
Kim mendelik merinding ketika melihat isi kamar alicia yang seperti kapal pecah, Alicia akan marah walau hanya sprai nya saja yang kusut jika kim atau aliska masuk. Lah sekarang bentuk nya seperti ini.
"Minta lah ganti rugi sama ibu nya." Ujar kim santai.
"Dia anak santi kim, Sama juga dengan anak kamu nak. Kamu juga harus tanggung jawab." Nasihat mama dora.
"Ogah banget, Ngapain aku tanggung jawab sama anak orang." Tolak kim.
"Aku tidak mau tahu, Ganti sekarang juga." Bentak alicia.
"Total kan semua nya! Aku akan mengganti." Santi masih bisa berkata sombong.
Alicia mengambil barang yang rusak akibat ulah rehan, Sekitar ada enam barang yang rusak. Alicia mengumpul kan untuk di total.
__ADS_1
"Parfum ini kalea yang membeli kan aku di paris, Harga nya dua puluh lima juta. Set make up ini harga lima belas juta, Lampu ku ini yang harga nya lima juta!" Ucap alicia.
Menciut nyali santi ketika mendengar barang yang adik ipar nya punya sangat mahal, Kalau pun mengorek tabungan nya tidak akan cukup.
"Kenapa? Itu hanya tiga barang, Masih ada dua lagi yang anak mu rusak." Alicia bersidekap.
"Beri lah santi uang kim, Dia butuh untuk mengganti barang alicia kim." Mama dora membuka suara.
"Ngapain minta uang sama aku, Itu juga ulah anak dia." Sengit kim.
"Kenapa harus minta keorang, Tadi dia sombong sekali." Cemoh alicia.
"Santi ini wanita polos al, Tentu saja dia tidak tahu harga barang mewah begitu." Bela mama dora.
"Mau polos atau tidak, Yang penting aku mau uang nya sekarang! Parfum ku baru di pakai dua kali ini." Alicia memegang botol parfum nya.
"Tante jahat!" Teriak rehan berlari.
"Dasar bocah bajingan!" Umpat alicia.
Mama dora memberi isyarat pada santi agar menjauh dulu dari kamar alicia, Emosi alicia masih meledak ledak. Aliska yang membantu membersih kan kamar kakak nya.
"Ngapain kamu gulung di situ?" Heran kim pada aliska.
"Lumayan ada parfum nya, Kak al pelit banget aku minta kemarin." Cengir aliska.
Tertawa kim melihat tingkah adik bungsu nya, Ia juga membantu memberes kan kamar alicia. Sedang kan yang punya menangis sambil menendang nendang udara.
Sementara itu mama dora mengajak santi kekamar nya, Ia membuka lemari mengambil simpanan uang nya.
"Kamu pakai dulu uang mama, Ini ada seratus juga. Kamu ambil saja, Anggap ini hadiah dari mama." Ucap mama dora.
"Ya allah mama, Makasih mama baik banget sama aku." Santi memeluk mama dora.
"Kedepan nya kamu jaga rehan biar tidak sembarangan masuk kamar, Mungkin dia menurun sifat ayah nya yang tidak tahu malu." Cetus mama dora.
"Baik ma, Nanti sore kan rehan pulang sama mama aku." Jawab santi.
"Ya sudah, Cepet kamu kasih sama alicia! Sekalian minta maaf." Suruh mama dora.
__ADS_1
Santi bergegas menuju kamar alicia, Ia mengetuk pintu sebelum masuk. Namun alicia sama sekali tidak menoleh, Aliska yang mengambil uang nya dan di hitung teliti.