
Dari jauh kenan melihat kim sedang duduk dan seperti nya mencari seseorang, Pikiran buruk melintas di otak kenan. Ia mengira jika kim datang kemari untuk bermain main.
"Dasar pria kurang ajar, Semua pria tidak bisa di percaya kecuali aku." Geram kenan.
Kim yang sedang menatap kesana kemari jadi kaget karena pundak nya di tepuk oleh orang, Saat berbalik ia semakin kaget.
"Mulut mu ternyata hanya berisi sampah! Tidak puas dengan dua wanita berada di sisi mu, Kau juga mencari nya kemari." Geram kenan.
"Anda salah paham tuan kenan, Saya tidak mungkin begitu." Elak kim.
"Sudah tertangkap basah pun kau masih ingin mengelak? Apa yang lea berat kan dari diri mu ini sih." Bentak kenan.
"Saya di sini menunggu lea dan alicia tuan, Mereka tadi kesini." Jelas kim.
"Biar kan saja mereka di sini, Mungkin kalea ingin mengunjungi club nya! Ngapain kok kau yang sibuk." Sengit kenan.
"Ini club milik lea?!" Kaget kim.
Terbahak kenan ketika melihat eskpresi kaget nya kim, Mungkin pria ini memang tidak tahu jika club ini sudah menjadi milik kalea.
"Kau ingin mencari hiburan di rumah kekasih mu sendiri." Ejek kenan.
"Aku tidak begitu ken! Aku kesini karena takut jika ada apa apa dengan lea dan alicia." Bentak kimhan tidak kuat menahan emosi nya.
"Kau membentak ku heh?" Kenan mencengkeram pundak kim.
Saat mereka akan bersitegang, Di ujung tangga atas dua gadis yang kim cari muncul. Lea dan alicia berjalan sempoyongan karena sudah mabuk.
"Itu mereka, Bagai mana jika ada orang jahat yang memanfaat kan nya." Teriak kim berlari menghampiri adik dan kekasih nya.
Kenan masih terlihat santai saja, Kim yang susah payah membawa dua gadis ini turun. Alicia sudah mabuk parah, Sementara lea masih meracau tidak jelas.
"Kimm.."
"Iya sayang ini aku." Jawab kim kesusahan berjalan.
"Kamu jahat padaku kim.." Ujar kalea lirih.
"Aku minta maaf ya sayang, Kita bicara nanti di rumah." Sahut kim.
Bruukk.
Alicia mengelinding jatuh dari tangga, Jatuh tepat di bawah kaki kenan. Tapi kenan sama sekali tidak berniat untuk menolong nya.
__ADS_1
"Tolong bawa adik ku tuan." Pinta kim.
"Enak saja kau menyuruh ku, Bawa saja sendiri sana." Tolak kenan.
Kenan malah ingin mengambil kalea yang berada dalam pelukan kim, Tapi kalea cepat menolak dan malah bergelayut di tubuh kim.
"Adik mu sendiri yang tidak mau tuan, Jadi tolong adik ku saja." Pinta kim.
"Cepat lah lea! Ayo kita pulang." Paksa kenan.
"Tidak mau! Aku mau nya sama ayang kim saja." Kalea menarik tangan nya yang di pegang kenan.
"Jangan bertingkah lea, Aku malas mengurus asisten mu ini." Sentak kenan.
"Dia sedang mabuk tuan, Jangan memarahi nya begitu." Cegah kim.
Menahan rasa dongkol nya yang tidak karuan, Kenan akhir nya mengambil alicia yang sudah ngorok di lantai. Terpaksa pula dia harus menggendong nya.
"Ini mau di bawa kemana?!" Tanya kenan sengit.
Kim sudah tidak mendengar kan lagi pertanyaan kenan, Dia sibuk mengurus kalea yang akan muntah di parkiran.
"Sialan, Berat juga beruang ini." Umpat kenan membawa alicia masuk kedalam mobil nya.
"Aku ingin pergi dari mu kim sebenar nya, Sangat sakit membayang kan kau bersama wanita itu." Celoteh lea ketika di dalam mobil.
"Ku mohon jangan lea, Jangan tinggal kan aku." Hiba kim.
"Kau yang meninggal kan aku kim, Dia juga sudah membawa anak agar kau menyukai nya! Pada akhir nya aku yang akan tersakiti lagi." Ujar kalea.
"Aku berjanji tidak akan terjadi hal itu lea, Jujur saja aku sebenar nya tidak bisa tenang dan selalu di hantui rasa takut di tinggal kan oleh mu." Ucap kim pilu.
"Pada dasar nya dunia ini hanya perihal datang dan pergi, Bahkan yang sudah berjanji pun bisa pergi juga." Kalea tertawa kencang seketika.
Kim ingin memeluk kekasih nya, Namun lea mendorong kim dengan cepat. Malam minggu ini adalah malam yang menyakit kan bagi kim.
...****************...
Hari minggu pagi kim bangun setelah tersentak dari mimpi nya, Mimpi yang terus berulang karena ketakutan besar.
"Kamu udah bangun mas." Sapa santi dengan senyum manis nya.
Tidak ada sahutan dari kim, Pria ini masih saja memikir kan bagai mana nanti jika lea pergi dari hidup nya.
__ADS_1
"Ini kan hari minggu mas, Kita jalan yuk sekalian ajak rehan." Ajak santi sambil menggoda kim.
Santi baru saja usai mandi sehingga hanya menggunakan handuk saja, Saat memasang dalaman sengaja handuk tersebut ia lorot kan kebawah.
Lembah dan gunung nya tampak jelas, Dari pantulan kaca santi melihat ekspresi kim bagai mana. Namun sial nya kim sama sekali tidak melirik sedikit pun.
"Mas kamu denger aku enggak?" Santi berbalik agar kim menatap nya.
Bagai kan patung hidup, Kim tidak menjawab dan juga tidak menatap santi. Pria ini malah masuk kamar mandi setelah melihat jam di ponsel nya.
Mengira mendapat peluang besar di sini, Santi bergegas masuk juga kedalam kamar mandi. Karena suara air yang gemericik, Kim tidak dengar santi masuk.
Berdenyut lembah santi ketika melihat tubuh kim yang putih berotot, Bahkan perut kim dari samping terlihat sangat kekar.
Greep.
"Apa yang kau lakukan bangsat?!" Teriak kim ketika santi memeluk dari belakang.
"Ayo lah kim, Kita lakukan di pagi pun akan nikmat." Ajak santi.
Tanpa malu lagi, Santi memegang kepala anaconda kim yang sedang tertidur. Kim menyentak tangan santi walau anaconda nya terasa sakit akibat tertarik.
"Kau wanita tidak tahu malu! Keluar kau sialan." Bentak kim mengambil handuk.
"Kenapa aku harus malu? Bahkan aku mendapat pahala jika meminta lebih dulu pada suami." Jawab santi.
"Percaya diri sekali kau ya menganggap aku suami mu! Sampai kapan pun wanita yang menjadi istri ku hanya kalea." Sentak kim.
"Mas..!"
Tidak peduli pada teriakan santi yang terus memanggil nya, Kim pergi mandi di kamar mandi luar. Ia merasa merinding jijik teringat pelukan santi.
"Kok ada wanita seperti itu." Kim bergidik ngeri.
Tak tanggung lagi, Sabun ia habis kan untuk menggosok bekas pelukan santi. Jika saja lea yang melakukan nya, Maka kim pasti akan menyambut nya.
"Kenapa kamu kok teriak teriak san?" Mama dora keluar dari kamar.
"Mas kim ma, Dia terus saja menolak ku." Adu santi menangis.
"Keterlaluan sekali kamu kim." Mama dora berang.
Memikir kan cara apa agar kim mau menyentuh santi walau hanya satu kali saja, Jika ada anak di antara mereka. Maka kim tidak akan bisa berkutik.
__ADS_1