BUKAN LAUTAN

BUKAN LAUTAN
Keliling danau


__ADS_3

"Nak, tujuan kita kemana?".Pak Didik.


"Keliling danau saja Pak, lihat pemandangan".jawab Elang.


Mereka yang semangat ingin buru-buru ingin menaiki perahu.


"Hati-hati Kak Ye, pelan saja. Nanti terpeleset malah basah kuyup".Elang yang perhatian mengingatkan.


Elang memberikan 1 tangannya bertujuan memegang Yelani agar tidak jatuh.Mereka terus duduk berdampingan dan Pak didik dibelakang mengemudi perahu motor.


"Pak pernah gak, lihat tepi danau yang indah yang hanya nelayan yang tahu dan belum terjamah manusia?".Yelani.


Pak Didik pun mulai mengungkapkan yang dia ketahui."Ada sih dulu tempat nelayan sering berkumpul. Saat dulu Nelayan di sekitar sini berjumlah 10 orang. Kini yang masih bertahan tinggal sedikit".


Yelani yang tertarik mendengar cerita Pak Didik langsung memohon: "Tolong ya Pak, Aku ingin ke sana.


Pak Didik pun menyanggupinya."Baik kita akan menuju ke sana, tapi harus tetap jaga diri".


"Iya Pak, ".jawab singkat mereka berdua bersamaan.


Perahu pun diarahkan menuju ke tempat yang dituju. Sesampainya di sana. mereka bergegas turun.


"Pak, kami mohon Bapak jadi pemandu kami. Kami takut nyasar dan kami belum tahu daerah sini".Elang.


"Gampang, kita menuju tempat tongkrongan para nelayan saja. siapa tahu ada teman nelayan yang sudah mampir kesini". Pak Didik.


"Kelihatan nya gak ada yang mampir kesini. Terus apa yang dilakukan disini nak?".tambah Pak Didik.


"Kita makan cemilan dan minuman yang kita beli di warung saja Pak, habis itu kita lanjutkan keliling danau terus pulang aja Pak".Elang.


Mereka semua pun mulai makan dan minum dengan duduk dan melihat pemandangan sekitar di tempat teduh yang sudah dibuat nelayan.


Yelani pun memulai pembicaraan :


"Pak ,yang Bapak rasakan menjadi nelayan itu apa Pak?".


Pak Didik terus menceritakan kisah-kisah dan keluh kesah, suka duka menjadi nelayan.


"Nak kalau bahagianya Bapak itu bisa terus merasakan pemandangan disini masih alami. dan saya sudah menyukai pekerjaan jadi nelayan.


susahnya disini hasil penjualan ikan kadang masih bingung mau dijual kemana".


"Loh, bukannya udah ada tempat yang sudah disediakan untuk hasil nelayan".Saut Elang.


"Sudah ada sih, tapi kalau dijual disitu hasilnya kurang memuaskan. mereka yang bekerja di tempat penampungan ikan kan juga butuh uang buat makan. Jadi untung nya dibagi 2".Pak Didik.


"Bagus dong Pak, berbagi rejeki".Yelani yang menanggapi hal tersebut.


Pak Didik langsung menjawab:"Betul Nak, tapi buat kebutuhan dan sekolah anak masih kurang Nak".

__ADS_1


Elang yang merasa tersentuh mencoba mencari ide agar bisa menyelesaikan masalah Pak Didik.


Akhirnya Elang menemukan solusi nya.


"Gini saja Pak, sebagian Bapak setorkan hasil ikan ke tempat penampungan ikan. Dan sebagian ikan bisa dijual Ibu di pasar. sesuai kemampuan Ibu menjual di pasarkan. Kan Ibu juga dapat pekerjaan, jadinya".


"Bagus juga idenya Nak, Bapak jadi gak pusing lagi mikirin ini".Pak didik yang raut mukanya langsung sumringah.


"Terima kasih Nak, telah membantu Bapak".tambah Nya.


"Ayo Pak, kita lanjut lagi dan pulang".pinta Yelani.


Mereka pun berkeliling dan karena suasana agak sepi. Yelani mencoba untuk bernyanyi dan minta Elang dan Pak Didik ikut bernyanyi.


Bukan lautan hanya kolam susu.


Kail dan jala cukup menghidupi mu.


Tiada badai, tiada topan kau temui.


Ikan dan udang menghampiri dirimu.


Orang bilang tanah kita tanah surga.


Tongkat kayu dan jadi tanaman.


Orang bilang tanah kita tanah surga.


Mereka bernyanyi dengan lantang dan ceria. Dan selesai lah mereka mencari hiburan hari ini.


Pak Didik langsung menepikan perahu. Yelani mencoba untuk berdiri dan Elang juga ikutan.


"Pak ini biaya sewa perahu dan sewa pengemudinya Pak".Elang.


"Gak usah Nak, kalian udah menyelesaikan masalah Bapak. Dan kalau engga pun Baik memang berencana gak ingin dibayar".Pak Didik.


"Buat kalian jalan jalan lagi saja Nak, suatu saat".Tambah nya.


"Terima kasih Pak".jawab mereka berdua secara bersamaan.


"Kami duluan ya Pak, Bapak terus pulang saja Pak. Nanti keluarga biar gak cemas".Yelani.


Mereka menuju ke tempat sepeda dan berencana mengantar Yelani pulang.


"Lang, tadi seharusnya biar Kak ye yang bayar. Kamu kan belum kerja".Yelani.


"Gak papa Kak, itu uang hasil tabungan Elang Kak. biasanya kalau hari libur Elang mencoba bekerja membantu tetangga membersihkan kebun kadang juga mengurusi sawah tetangga".Elang.


"Lagian sebagai seorang laki-laki harus mengeluarkan uang buat wanita. Itu bagi saya yang mencoba bertanggung jawab kepada wanita".tambah Elang yang mencoba menjelaskan.

__ADS_1


Yelani hanya tersenyum dan berbicara dalam hati:"Aku tak salah memilihmu.


Elang tak sengaja dengar suara lapar perut Yelani. Elang yang tanggapan mencoba memberhentikan sepedanya di depan penjual Bubur kacang hijau.


"Kak makan dulu. Kakak lapar kan!".Elang.


Yelani yang merasa dijadikan seperti Ratu hanya bisa mengangguk.


"Kok tau kalau aku lapar Lang?".Ye.


"Ya tau Kak, tadi gak sengaja dengar perut kakak bunyi".Elang.


Mereka makan lahap sekali. Sampai sampai mulut Elang belepotan.


Yelani yang sigap langsung mengambil sapu tangan nya dan mengusap mulut Elang:


"Maaf Lang, jangan gerak dulu. makan pelan pelan saja".


Elang pun melihat perhatian Yelani dengan mata yang tak berkedip:"Cantik nya Kak Ye dari dekat.


Yelani yang merasa dipandang Elang terus menerus langsung mencoba bercanda:"Kenapa, lihat Kakak sampai gak berkedip".


"Habis Kak Ye manis, Kayak Bubur ini".Elang.


"Kamu suka sama Kakak?. Yelani.


"Suka Kak".Elang.


"Kenapa, bukan nya kamu dekat sama Sekar".Yelani yang coba ungkit soal kedekatan Elang dengan Sekar.


"Sekar aku anggap teman biasa Kak. Kakak cemburu ya?".Elang.


"Kakak kan punya kekasih yang di bandara".Ungkap Elang yang juga dapat kesempatan menanyakan kebenaran.


"Kamu cemburu ya?".tanya balik Yelani.


"Itu Namanya Bernard teman sekolah dulu. dan akhirnya dijodohkan sama Bapak Kakak. Dia baik sih, tapi Kakak ingin cinta yang sebenarnya. Yang datang datang secepat kilat. dan tumbuh secara alami".Yelani.


"Kakak dapat kata seperti itu dari mana?. hehe".Elang yang mencoba bercanda sambil mengalihkan perhatian.


"Kakak kan guru, walau pengganti jadi soal bikin kalimat ya Kakak cukup lumayan".Ye.


"Ayo kita lanjutkan pulang".Elang.


Baik, biar Kak ye yang bayar, uang Kamu dikumpulin saja untuk melamar Aku".Canda Yelani.


Mereka pun pulang dan sampai lah Kost Yelani.


"Kak Ye, Elang langsung balik pulang ya.Nenek pasti sudah menunggu".Elang.

__ADS_1


"Hati-hati ya Lang, jangan ngebut dan Terima kasih sudah ditemani hari ini".Ye.


Elang melambaikan tangan dan beranjak pulang. Yelani pun masuk Kost dan Ternyata di balik pintu ada orang yang menantikan dia.


__ADS_2