
"Bernard, dari tadi kamu disini?".Yelani.
"Sudah dari tadi pagi aku nungguin kamu Ye".jawab Bernard.
"Itu siapa, yang mengantar kamu?".tambah Bernard yang balik menanyakan.
"Itu murid sekolahku, mengantar aku pulang".Yelani.
"Ada hubungan apa kalian.Dan kemana kalian pergi?"Bernard yang terus menghujani pertanyaan.
"Kami pergi ke cari hiburan.Aku kan belum tau betul tempat tempat di sini. Untuk saat ini hubungan kami masih teman".Ungkap Yelani.
"Dulu aku ketemu dia saat aku jatuh dari motor dan dia yang menyelamatkan ku. dan kini di luar sekolah dia jadi temanku".tambah Yelani.
"Ya sudah Ye, Kamu buruan mandi, sudah bau keringat!". Sela Nana yang menutup hidungnya sebentar
Yelani langsung menuju kamar mandi dan di ambilkan nya pakaian ganti oleh Nana.
"Na, Terima kasih telah membantu dan menemani Ye selama ini".Bernard.
"Gak papa, tapi sebagai imbalan nya besuk pagi aku harus di traktir makan ya?".Nana yang mengambil kesempatan.
"Baik Na, sekalian aku mau tanya tanya soal Ye".Bernard.
Yelani pun selesai mandi.
"Na, tolong buatin minuman buat Bernard".Ye
Bernard yang sudah jenuh dan kecewa :"Sudah Na, gak usah. Aku mau pulang saja.sudah malam, Terima kasih Na".
Nana pun mengangguk dan mengantar Bernard sampai depan.
"Jangan lupa besuk pagi ya Kak".
Bernard yang langsung melambaikan tangan dan memberi jempol menandakan setuju. Sementara Yelani yang mengacuhkan Bernard. berdiri di depan cermin kayu dan menyisir merapikan rambut yang basah.
Tiba saatnya pagi menjelang. Nana yang sudah berdandan rapi. sudah siap berangkat ke tempat makan yang sudah di janjikan kemarin.
"Rapi amat, dan cantik. Mau kemana Na?".cegat Yelani.
"Mau makan dengan temanmu Bernard. Bernard buat aku saja ya?".Nana yang meminta.
Ye pun mengiyakannya. "Ambil saja".
"Nana pergi dulu ya".pamit dan menutup pintu Kost.
Nana yang gak mau nunggu di warung terus mempunyai ide." Mending aku jemput di depan Kostnya saja".dalam hati.
Bernard pun kaget, Nana sudah di depan Kost nya.
"Kok sudah sampai sini?. Tempat janjian kan bukan sini".
"Daripada nunggu nya lama. Jadi aku berinisiatif untuk kesini saja Kak Ber".Nana.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita segera makan.Aku tutup dulu pintu kost nya".Bernard yang gak enak dengan Nana.
Mereka pun langsung menuju ke warung yang telah disepakati dengan jalan kaki.
"Bisa kah Na, Kita panggil taksi saja?".Bernard.
"Kebetulan saya punya kenalan teman seorang pengemudi taksi. Kalau mau boleh aku hubungi sekarang. Kan cuma dekat Kak.
Kenapa harus panggil taksi segala?".Nana yang kebingungan.
"Karena Nana telah bersemangat ke Kost aku. Aku berencana kita pergi ke restoran saja". Bernard.
"Baik Kak Ber, terserah Kakak saja".Nana yang langsung menghubungi temannya.
Mereka terus mencari tempat teduh dan menunggu taksi yang mereka pesan.
Selang beberapa menit, taksi pun datang.
"Ayo masuk Na, perempuan duluan".Bernard.
Nana pun tersipu malu karena Bernard telah perhatian kepada nya.
"Ternyata Bernard telah baik memperlakukan wanita. Aku tak salah suka kepadanya. Nana yang bicara dalam hati.
Setelah menempuh 7 kilo perjalanan. Mereka pun sampai ke restoran.
"Ayo Na, Masuk!".Bernard.
"Iya Kak Ber".Nana.
"PELAYAN!" . Bernard yang tangannya ke atas sambil nada bicaranya agak tinggi.
"Kak, seperti itu kurang sopan Kak, lebih baik menuju ke kasih atau ke tempat pemesanan saja".Nasehat Nana.
Bernard yang telah terbiasa melakukan itu di luar negeri. terus berfikir nasehat Nana ternyata benar.
"Makasih Na, Kamu telah memberi nasehat yang baik".
"Kak aku mau makan daging Bebek saja kak. tulang lunak disertai sambal pedas".Nana.
"Kamu suka itu Na, aku jadi juga pengen ikutan rasakan makanan itu".Bernard.
Pelayan pun datang dan Bernard memesan yang telah disepakati.
"Minumnya apa ?".Pelayan.
"Kamu mau minum apa Na?".Bernard.
"Es teh saja Kak".Nana.
"Iya, Es teh dua ya ".ungkap Bernard kepada pelayan.
"Tunggu sebentar ya Kak. segera akan kami antar kan kalau sudah jadi".Pelayan yang terus ke belakang untuk membuat pesanan.
__ADS_1
"Na, kebetulan kita bisa ngobrol bebas disini. ada mau yang aku bicara kan tentang Yelani.
Apa hubungan Yelani dengan muridnya?. Kelihatan nya mereka sangat dekat".Bernard.
" Sebenarnya saya Malas kak, saat seperti ini bicara kan seperti itu. tapi saya akan jawab kak. Asal Kakak harus ajak aku ke tempat wisata daerah sini ya. nanggung kak. Hari ini masak cuma makan saja kak".Jawab Nana.
"Baik, Hari ini kita berwisata.Asalkan kamu jawab".Bernard.
Nana yang merasa keinginan nya dapat disanggupi Bernard mulai menjawab:"Hubungan mereka memang dekat. mereka mungkin sama-sama mempunyai rasa. tapi setahu saja hubungan mereka masih teman".
"Na, bantuin aku untuk mendapatkan Yelani ya?".pinta Bernard.
Nana yang agak kecewa dan berusaha tegar mencoba menyanggupi. "Akan Nana bantu sebisa nya Kak".
Bernard yang gembira berterima kasih dan mengusap rambut Nana.
"Terima kasih Na, Kamu memang baik".
Nana pun pipinya memerah karena disentuh tangan Bernard di poni depan rambutnya.
"Sama-sama Kak. Kita gak usah wisata Kak. Kita nonton saja Kak. kebetulan ada Film bagus yang asalnya dari Novel. Judul nya Bukan lautan. dari karya Landung yunanto. walau gak terkenal tapi karyanya lumayan bisa di baca dan ditonton".
"Kamu suka Novel Na?".Bernard.
"Kebetulan buat mengisi hari yang kosong karena gak punya kekasih. dan juga bisa berisi pelajaran hidup dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil".Nana.
"Ayo kita makan. dan lanjut ke bioskop".Bernard.
"Ternyata Enak sekali Na, dan pedas nya minta ampun. sampai-sampai hidung dan telinga ikutan panas".tambahnya.
"Iya dong, itu salah satu kesukaan Nana".Nana yang tersenyum ceria.
Sesudah makan. Mereka bergegas pergi ke bioskop dan menggunakan taksi tadi. kebetulan taksi tersebut sudah disewa dan biayanya terbilang murah karena teman Nana.
Sampai lah mereka ke bioskop dan tidak lupa Nana membeli Popcorn yang sering dijual di sebelah bioskop.
"Biar saya yang bayar semuanya".Bernard.
"Ayo segera masuk, kebetulan kita tepat waktu dan hampir memulai film nya".Nana.
Mereka pun masuk dan mencari tempat duduk di tengah.
Setelah menonton lumayan lama. Nana pun tersentuh hatinya oleh film tersebut dan Keluar lah air matanya.
"Kamu itu cengeng juga ya. gitu saja sampai nangis". Bernard.
"Habis filmnya sedih dan romantis".Nana
Nana yang menjawab dan menangis mencoba mengusapkan air matanya ke lengan Bernard.
Bernard pun terkaget:"Aku kira mau senderan. Ini pakai sapu tangan aku saja".
"Emang boleh Kak, Senderan?".Nana.
__ADS_1
"Gak apa-apa, asal jangan terbawa perasaan".canda Bernard.