BUKAN LAUTAN

BUKAN LAUTAN
BL 6


__ADS_3

Nana yang penasaran, sampai menunggu Yelani di luar kamar mandi.Yelani pun sama, buru buru mandi karena ingin mencurahkan semua yang terjadi pada Nana.


Akhirnya Yelani keluar juga, dan nana langsung menghampiri. Tapi Yelani yang sebenarnya gak sabar cerita berubah pikiran dan ingin mempermainkan Nana duluan.


"Aku haus, minta tolong bikinkan aku teh hangat ya Na. Nanti biar cerita nya lancar. mulut gak kering".Yelani.


"Iya, aku bikinin dulu".Nana.


Dengan berlari Nana yang penasaran dengan cepat membuatkan teh.


Nana berfikir dan bicara dalam hati, "Kok aku mau mau saja ya di suruh Yelani".


"Hei Yelani!, kok aku jadi kamu suruh-suruh".Nana yang sedikit marah teriak dari dapur.


"Iya ,maaf Na, sudah terlanjur bikin.


Sekalian bawakan roti yang di lemari ya. Cepat Na, aku sudah lapar".Yelani yang lagi lagi mempermainkan Nana.


"Ini sudah aku bikinkan, sekarang ayo bilang apa yang terjadi".Nana.


"Ya minum dulu, aku benar-benar haus".Yelani.


seruput!, Yelani yang sekaligus menghabiskan minumannya dan 1 camilan roti pun akhirnya angkat bicara soal kejadian tadi.


"Gini Na, tadi baju aku kotor karena aku jatuh ke lumpur bersama Dek Elang. Terus sekalian deh main lempar lumpur ".Yelani.


"Haiyo, siapa itu Dek Elang?".Nana.


"Dek Elang itu orang yang kemarin menolong aku terjatuh dari motor, kini dia telah akrab denganku Na!".Ungkap Yelani.


"Kok sampai lempar lemparan lumpur?,seperti sepasang kekasih".Nana.


"Belum seperti itu sih, tapi aku nyaman dengan dia".jelas Yelani.


"Yang aku ragukan sekarang itu karena dia masih muda. Dan siswa sekolah tempat kita mengajar". Tambah Yelani.


"Apa!" .Nana yang kaget.


"Kalau dihitung sih, selisih umur kalian adalah 7 tahun kurang lebih". Nana yang menghitung dengan jarinya.


"Iya, apa pantas ya kita berhubungan". Curhat Yelani yang bingung.


"Sebenarnya yang namanya cinta itu tak mengenal usia, makanya banyak yang bilang dan banyak lagu bahwa cinta itu buta. Asal dia mau menerima umur kamu".Nana.

__ADS_1


"Sudah deh, gak usah dilanjutkan, Dek Elang belum tentu mempunyai rasa yang sama terhadap ku, mungkin aku cuma dianggap kakak atau teman bahkan bisa jadi guru. Kita lihat saja nanti".Yelani.


"Iya, Ye. Nanti kalau kamu ingin curhat lagi.Aku siap dengarkan Ye". Nana.


Disisi lain Elang yang sudah sampai rumah juga ditanya Neneknya. dan Elang juga menjawab habis jatuh tergelincir lumpur dan Elang menegaskan tidak ada luka, biar Nenek nya tenang.


Elang yang kotor langsung disuruh Nenek segera mandi membersihkan semua kotoran.


" Jangan lupa rendam pakaian kotor mu Lang".Nenek.


"Iya Nek, masak apa ?".Elang.


"Gak seperti biasanya, baru datang sudah tanya masakan, kamu sangat lapar ya Lang?".Nenek.


"Elang lapar sekali, tadi Elang lupa bawa bekal".Elang.


"Waduh, kasian kamu Lang, besuk besuk kalau lupa bawa bekal kamu beli roti atau nasi di warung aja Lang".Nenek.


"Iya Nek, soalnya aku ingin menabung Nek. Kalau sewaktu waktu ada keperluan mendadak aku bisa ambil uangnya".Ide Elang.


"Sekali kali beli Lang, nanti sakit lambung malah keluar uang".Nasehat Nenek.


" Siap Nek, nasehat Nenek selau aku pakai. Nenek sudah makan belum?"Elang.


"Lain kali kalau sudah lapar jangan nunggu Elang ya Nek, nanti Nenek sakit lambung".Elang yang balik menasehati.


"Itu kan kata-kata Nenek tadi!".Tegas Nenek.


"Nek, Ayah ibu Elang dimana ya Nek?. Nenek selalu menyembunyikan dari kecil, Elang kan sudah besar. Sudah saatnya tahu yang sebenarnya".keluh Elang.


"Anu, anu Lang".Nenek yang kaget dengan pertanyaan Elang dan bicara terbata-bata.


(SUDUT PANDANG NENEK)


Nenek pun menceritakan semua,


jadi gini Lang. Dulu Bapakmu adalah seorang turis yang datang kemari bertujuan untuk berwisata, saat turun dari pesawat bertemu dengan ibumu, kebetulan ibumu bekerja sebagai pemandu turis dan ibumu telah belajar bahasa luar negeri.


Bapak mu bernama Elzatta , dan ibu mu bernama Anggi swastya. makanya kamu namanya Elang. arena gabungan dari nama ayah ibumu.Tapi Nenek merubahnya menjadi elang samudera biar cocok sama nama Pribumi.


Suatu ketika Anggi sedang mempersiapkan jadwal berlibur untuk Elzatta.


"Hai, good morning Elzatta?". Anggi.

__ADS_1


"Pagi juga Anggi".Ucap Elzatta yang langsung tau dari nama di baju Anggi.


Anggi langsung kaget, ternyata Elzatta bisa bahasa lokal.


"Ternyata Kak Elzatta bisa bahasa lokal ya? ".Anggi.


"Iya, Orang tua saya orang lokal tapi agak jauh dari sini. Dan orang tua saya pergi merantau ke luar negeri. Karena saya hidup di luar, saya jadi berpenampilan dan berkulit kayak orang luar, mungkin karena cuaca di sana".Elzatta.


"Kebetulan deh, Anggi jadi tak harus pakai bahasa luar. Jadi gini Kak Elzatta, hari ini jadwalnya pergi ke Penginapan untuk meletakkan semua barang bawaan Kak Elzatta".Ucap Anggi.


"Terus kemana lagi Gi?".Elzatta yang sudah pengen jalan jalan.


"Kita pengenalan area penginapan dulu Kak. biar gak nyasar, dan pergi ke taman penginapan, restoran penginapan dan juga tempat belanja kebutuhan. Kalau jam kerja saya habis Kak Elzatta bisa membeli sendiri".Anggi.


Mereka berdua pun mulai akrab,Elzatta sebagai laki-laki tak memungkiri kecantikan Anggi. Dan akhirnya menggoda Anggi terus terusan.


Anggi yang sebenarnya biasa saja, Lama-lama juga terkenal rayuan Elzatta.


Beberapa hari bersama dan jadwal ke tempat wisata pun sudah mereka lalui, dan Elzatta yang gak bisa menahan gelora cinta nya lalu berucap "Anggi, aku mencintaimu, aku ingin memiliki mu".


Anggi pun yang sedang minum pun kaget, dan tersedak dan bicara " Mungkin itu karena cinta sesaat, jika kamu benar cinta padaku, nikahilah aku".


Habis itu mereka saling berdiam diri sampai jam kerja Anggi habis.Keesokan harinya, tiba tiba Elzatta menemui Nenek,dan bicara ingin menikahi Anggi.


Anggi yang sengaja menguping pembicaraan Elzatta pun langsung senang.


Dan pernikahan mereka pun berlangsung cepat. dan sekitar 6 bulan hidup di desa bersama Anggi. Anggi pun hamil dan dengan sangat senang mengabarkan ke Elzatta.


Mendengar kabar dari Anggi Elzatta pun ikut senang dan mencium kening Anggi. Dan berkata "Kamu harus jaga baik baik anak kita. kalau laki laki aku mananya Elang, kalau perempuan namanya bulan, nama panjang kamu yang kasih saja".


Anggi pun menjawab"Iya, mas kamu juga harus selalu memperhatikan anak kita ini".


Selang 3 hari Elzatta pergi tanpa pamit. tak tahu kemana dia pergi, kalau menurut Anggi, mungkin dia pergi ke negaranya.


Anggi pun sedih, dan memutuskan untuk membesarkan anak sendiri. Selang 4 tahun setelah kejadian itu, Anggi meninggal karena bekerja keras mengasuh dan mencari nafkah sekaligus, untuk memberi susu.


(KEMBALI KE KISAH NYATA)


"Itu yang terjadi Lang, tapi sebenarnya itu kisah singkat tentang orang tuamu".Nenek.


Elang yang terus diam mencoba bangkit dan minta ijin ke kamar.


"Terima kasih nek, Elang minta ijin ke kamar ya nek".

__ADS_1


__ADS_2