BUKAN LAUTAN

BUKAN LAUTAN
mie Muncar


__ADS_3

"Sudah bangun kamu Lang,sebenarnya Bapak mau membangunkan mu".Pak Anggara.


"Elang gak bisa tidur karena tau kebenaran yang terjadi dan juga Elang kan juga harus mengantar Bapak ke Bandara".ungkap Elang.


"Tolong Elang pergi sekarang carikan mobil sewa yang bisa mengantar dan membawa koper pakaian Bapak ya".Pinta Pak Anggara


"Iya Pak, di ujung pertigaan, ada pangkalan mobil sewa. Elang akan ke sana".Elang.


"Terima kasih Lang".Pak anggara sambil mengusap rambut Elang.


Elang pun segera beralih ke sepeda dan menuju pertigaan yang dibicarakan nya tadi. Elang sangat bahagia beserta sedih karena baru sebentar ada kehangatan bersama Bapaknya. Sudah ditinggal pergi lagi.


"Pak, Ini mobilnya sudah siap".Elang.


"Tolong masukan koper pakaian Bapak ke mobil Nak".Pak Anggara.


"Baik Pak ".Elang yang langsung menuruti perkataan Bapaknya.


"Anggara sini, Ibu mau bicara sebentar".Nenek.


Nenek dan Pak Anggara pun menuju ke kamar dan bicara empat mata.


"Cepat kembali. hidup bahagia lah dengan anakmu. Ibu juga sudah tua, sudah sakit sakit an ". Pesan Nenek.


" Anggara akan segera kembali. Ibu harus semangat. Akan aku bawa keluarga kita secara lengkap".Pak Anggara.


"Ini ada uang sedikit buat berobat Bu. Tolong Terima dan cepat sembuh Bu".Tambah Pak Anggara.


"Terima kasih, atas perhatian kamu terhadap ibu".Nenek.


Mereka pun keluar dan menuju mobil.


"Lang, ayo antar Bapak ke Bandara. Nanti pulangnya biar naik mobil ini lagi. Sudah Bapak bayar sekalian Elang pulang. Pak Anggara.


Di dalam mobil, Elang cuma diam saja dan menatap kaca melihat pemandangan sekeliling dan menahan kesedihan nya.


"Lang, kita sudah sampai. Tolong bawakan keluar koper Bapak dan pulanglah. Kamu juga harus berangkat sekolah kan. Bapak bisa sendiri". Pak Anggara.


"Iya Pak, Hati-hati Pak".Elang.


Elang lalu masuk mobil dan pulang.


Di tempat lain. Sekar yang cari sarapan untuk keluarganya membeli sayur di warteg agak jauh rumahnya. Sekar pun naik motor milik bapaknya. ketika itu Sekar kaget ada suara letusan. '''DUORRRR'''


Motor Sekar mulai goyang, ternyata suara itu akibat ban motor yang meletus.Mungkin terkena benda tajam dijalan atau memang ban motornya kurang terawat. karena pekerjaan Bapak Sekar yang sibuk.


Sekar yang kehilangan keseimbangan dan panik motornya pun terpental ke samping. Untung kaki Sekar secara naluri langsung menampakan sebagai tumpuan penyeimbang. Dan Sekar tidak jadi jatuh.

__ADS_1


Secara kebetulan Edo yang sedang lari pagi melihat Sekar dan menghampiri nya.


"Kar, ada apa?, apa perlu bantuan". Edo.


Sekar yang gemetar menjawab"ini Kak ed, ban motor Sekar meletus".


Yes, ada kesempatan untuk berdua dengan Sekar. (dalam hati Edo)


"Mau di bawa pulang dulu atau di bawa langsung ke Bengkel Kar?".Edo.


"aku juga masih bingung enaknya gimana Kak?". tanya balik Sekar.


"Ya sudah. kita bawa motornya pulang, tapi kalau ada bengkel yang sudah buka. kita langsung ke bengkel saja. dari pada ribet".Edo.


"Sini biar Kak Edo yang mendorong motornya saja. kamu cukup berjalan di belakang atau di samping kakak".tambah Edo.


"baik kak, terimakasih".Sekar.


Mereka pun mulai berjalan.


"Kak, kalau capek gantian ya. aku juga lumayan kuat kok, walaupun wanita".Sekar.


"Yang bilang kamu laki laki siapa".Edo yang tersenyum sambil mengusap rambut sekar.


Sampai lah mereka di rumah Sekar.


"Kar, nanti siang pulang sekolah biar aku kembali. kebetulan aku punya teman bapaknya bisa kerja bengkel daerah sini".Edo.


"Gak papa Kar, aku senang kok bantuin Sekar".Edo.


"Aku pamit pulang dulu ya kar, nanti biar berangkat dan balik bonceng aku saja".Edo.


"Iya kak, terimakasih".Sekar.


Edo pun balik ke rumahnya.


Kondisi di sekolah, siswa dan siswi sudah berbaris di depan pintu gerbang karena ada pemeriksaan seragam sekolah dan kerapian. Elang yang saat itu mengantri lama. menoleh ke belakang karena banyak siswa yang menoleh ke belakang dan berbicara."Wah hebat ya Edo, bisa berangkat bareng bersama Sekar yang seorang putri impian sekolahan".


Sekar yang jadi pusat perhatian pun langsung melihat sekeliling, takut kalau Elang melihat.


Dan yang ditakutkan Sekar pun terjadi. Elang yang antri di pintu gerbang melihat Sekar. Sekar yang pikirannya tak karuan pun langsung bergegas menjauh Kak Edo.


"Kak, Sekar langsung ke antrian ya Kak, terimakasih". Sekar.


Di antrian gerbang, Sekar yang di belakang terus melihat Elang. "Pokoknya kalau ada waktu berbicara dengan Elang aku harus langsung menjelaskan tentang hubungan ku dengan Edo".(dalam hati Sekar)


Antrian pun selesai. dan siswa siswi sudah berada di kelas untuk belajar.

__ADS_1


Saat pulang Sekar mencoba untuk mengejar Elang yang keluar, tiba-tiba Kak Edo sudah menghadangnya dan berteriak.


"Hei Kar, ayo kesini".sambil tangannya melambai lambai.


Apa boleh buat. rencana Sekar yang ingin menjelaskan pun tak terlaksana.


"Kak, ayo kita pulang".Sekar dengan senyum kepalsuan.


Pada saat yang sama. Yelani yang menunggu Elang di perempatan depan sekolah tak sia sia.Karena Elang pun datang dengan kayuhan sepeda yang kencang.


"Elang!".teriak Yelani.


"Kak, Belum pulang Kak".Elang.


"Belum, ada apa?".Yelani sambil senyum senyum.


"Gak salah Kak. seharusnya kan aku yang bilang ada apa!".Elang.


"Iya Lang, aku lucu kan".Yelani.


"Kak Ye lucu, tapi sedikit". Elang.


"Gini Langsung, aku lapar temani aku ya makan. tapi kamu juga makan. biar aku yang bayar".Yelani.


"Makan apa Kak, dimana?. tapi nanti gak lama ya. soalnya aku mau anterin Nenek cek kesehatan".Elang.


"Beres Lang. Nanti habis makan langsung pulang saja".Yelani.


"Enaknya makan apa ya Lang, Kamu kan yang tahu daerah sini".Tambah Yelani.


"Makan Mie Muncar saja kak. ada mie yang namanya aneh. aku belum pernah makan sih. jadi gak tau rasanya seperti apa. Kabar dari temanku marjuk katanya rasanya seperti martabak yang di kasih kuah mie".Elang.


"Baik Langsung makan itu saja. aku jadi pengen makan itu".Yelani.


"Yuk kita berangkat, aku ikuti dari belakang pelan-pelan Lang".arahan Yelani.


Mereka akhirnya berangkat menuju warung makan. dan sampai lah mereka berdua.


"Yuk masuk Kak, mau lesehan atau duduk di kursi kak".Elang.


Yelani yang merespon langsung menjawab"Lesehan saja Lang. Kamu duduk dulu saja. biar aku yang pesan".


Elang melangkah sambil jawab"baik Kak"


Sesudah Yelani pesan, Yelani menghampiri tempat yang sudah di pilih Elang. "Geser dikit Lang. aku di samping mu saja. Biar enak ngobrol nya".


"La ini mau ngobrol apa makan Kak". Elang yang bercanda.

__ADS_1


"Dua duanya".Jawab Yelani sambil dua jarinya di acungkan ke Elang dan sedikit manja.


Mie yang dinantikan datang.Mereka tak sanggup menahan aroma sedap nya. dan dimakan lah mie itu sampai habis.


__ADS_2