
'Anda sudah ditambahkan ke dalam grup?' batin Jia kaget.
Jia yang sedang menonton tv sendirian di rumah, tiba-tiba mendapat notif dari ponselnya. Gadis itu benar-benar sudah ditambahkan ke grup tempat tiga temannya suka menggosip. Ia pun ikut mengirim pesan.
@sipalingtua
Kalian sudah tidur?
@sipalingbenar
Belum, memangnya kenapa?
@sipalingcentil
Ada berita baru ya?
@sipalingcantik
Hei, terima kasih sudah menambahkan aku!
@sipalingcentil
Eh, Jia?
@sipalingbenar
Loh, Jia ada di sini?
@sipalingtua
Wah, akhirnya nongol juga nih anak!
@sipalingtua
Maaf ya guys, aku yang nambahin Jia:)
Jia yang membaca pesan mereka, agak terkejut rupanya dua temannya itu baru sadar. 'Duh, apa keberadaanku ini sangat mendadak?' pikir Jia yang memang tadi diajak masuk oleh @sipalingtua. Tapi untung dua temannya yang lain ikut senang.
@sipalingcentil
Oh ya, tadi ada berita apa?
@sipalingtua
Begini nih, barusan Bos kirim pesan, katanya seragam kita buat hadir ke pesta pernikahan Nona Celin sudah disiapkan.
@sipalingbenar
Sudah aku bilang, kita tidak perlu membeli seragam, tanpa dikasih tahu, Bos sudah menyiapkannya.
@sipalingcentil
Kyaaa, tidak sabar cepat-cepat hadir ke sana!
@sipalingtua
Tinggal dua hari lagi nih, kalian persiapkan diri masing-masing dan jangan buat kesalahan di sana.
__ADS_1
@sipalingbenar
Tenang saja, itu tidak akan terjadi kok.
@sipalingcentil
Eh tapi, adakah yang bisa make up, nggak?
Membaca pesan itu, buru-buru Jia menjawab cepat.
@sipalingcantik
Aku bisa!
Sontak saja ketiga temannya pun setuju Jia mendapat tugas merias mereka. Apalagi memang Jia mahir melakukan itu.
@sipalingtua
Karena sudah jelas, kalian cepatlah tidur, besok masih ada yang perlu kita kerjakan.
@sipalingbenar
Okeh!
@sipalingcentil
Ashiap!
@sipalingcantik
Terima kasih, selamat malam semua!
'Apa malam ini dia tidak ke sini?'
'Kemarin juga sepertinya dia tidak bermalam,'
'Apa terjadi sesuatu sampai meninggalkanku kemarin?'
Jia memikirkan Gara yang belum kunjung datang. Padahal jam sekarang, harusnya Gara sudah ada di rumahnya. Tapi saat ini hanya Jia sendirian saja yang sedang gelisah. Gadis itu pun masuk ke kamar lalu berbaring di ranjang.
'Bahkan, dia tidak mengirim pesan apapun padaku hari ini,' batin Jia sambil menatap ponselnya. Kemudian mengusap-usap tempat yang sering dipakai Gara tidur. Ekspresi sedih Jia pun keluar, ia berharap bisa selalu di sisi Gara.
"Dia tidak butuh istri,"
"Dan tidak butuh dicintai,"
"Apa dia hanya membutuhkan itu?"
Jia memeluk dirinya, menangis diam-diam merasa sedang dihancurkan oleh harapannya sendiri. Malam ini air matanya jatuh bebas memikirkan hidupnya yang kelam sejak kecil. Namun tiba-tiba tangis Jia berhenti saat ponselnya mendapat sebuah pesan baru. Jia pun berharap itu Gara yang menanyakan keadaannya, tapi itu dari orang lain.
@sibijak
Hei Jia, aku dengar idolamu mau menikah, apa kau sudah tahu itu?
Rupa-rupanya itu dari temannya yang baik hati. Jia pun membalas kalau berita itu benar dan sekarang dia akan ikut hadir ke acara itu.
@sibijak
__ADS_1
Huaa, kau beruntung sekali, Jia, ini kesempatan langka
((╥_╥))
Jia tersenyum temannya itu pasti sedang menangis sudah meninggalkan toko lebih cepat.
@sibijak
Dengar ya, Jia. Kau harus gunakan kesempatan ini, jangan sampai sia-siakan. Aku yakin, Nona Celin bisa membantumu.
@sibijak
Huhuhu, aku jadi ingin ke situ biar dapat keberuntungan juga. Siapa tahu dapat calon suami tahun ini, hihihi.
Jia ikut cengengesan membaca pesan temannya. Ia pun balas dengan cepat.
@sipalingcantik
Aku juga harap dapat menemukannya tahun ini. Semoga saja ada keberuntungan.
@sibijak
Yang jelas kau harus tetap berusaha dan ingat, jangan lupa berikan foto pernikahan nona Celin yang bagus buat aku.
@sipalingcantik
Sip, itu mudah sekali.
@sibijak
Baiklah, semalam malam, tetap semangat Jia!
Jia pun membalas dengan stiker lalu rebahan menghadap ke atap-atap kamar. Hatinya yang sedih barusan pun kembali lega.
"Yosh, kau harus semangat, Jia!" kepal Jia lalu tidur secepatnya.
'Ω''Ω''Ω''Ω''Ω''Ω'
"Ibu harap kalian mengirimnya sampai di sana sebelum acara dimulai, dan lagi, tugas kalian juga Ibu tambahkan," jelas Bos Jia sambil memberikan satu persatu seragam empat karyawannya.
"Apa itu, Bu?" tanya ketiganya kompak di sebelah Jia.
"Kalian ditugaskan membantu dan mendekorasi aula pernikahan Nona Celin, tapi sayang sekali Ibu tidak bisa ikut membantu kalian," jawab Bosnya sedih.
"Eh, kenapa tidak bisa ikut, Bu?" tanya Jia baru bicara, diikuti ketiga temannya ingin tahu.
"Ibu ingin sekali hadir ke sana, tapi hari ini anak Ibu mau melahirkan," jawab Bosnya Jia antara senang dan sedih.
"Eh, itu artinya-" ucap keempat gadis itu terkejut lalu @sipalingcentil pun histeris dan memeluk Bosnya.
"Syukurlah, semoga persalinannya lancar ya, Bos," turut mereka memberi selamat. Bosnya pun tersenyum lalu segera ke rumah sakit.
"Yosh, kita kesana sekarang guys!" seru @sipalingtua tidak sabar ke tempat pernikahan yang akan digelar besok siang. Keempat karyawan pun menaiki mobil Bosnya yang dipakai membawa hiasan itu. Tidak ketinggalan barang-barang mereka juga diangkut ke dalam mobil, karena malam ini Jia dan tiga temannya akan bermalam di sana sampai besok. Hati Jia mulai berdebar-debar.
"Eh itu, apa kalian tahu siapa calon suami nona Celin?" tanya Jia memang belum tahu siapa yang akan menjadi pasangan idolanya itu, ia tidak punya waktu mencari informasinya. Ketiganya pun serempak menjawab dan memberikan undangan ke Jia, membuat gadis itu sangat-sangat terkejut.
"Tuan Gara Harveyd."
__ADS_1
'Apa? Tuan Gara?' Jia syok setelah melihat nama Gara bersanding dengan Celin di dalam undangan Bosnya yang dipakai untuk masuk ke tempat itu. Seketika, hatinya tertusuk ke paling dalam.