
Hi nama ku ALI. Aku berumur 20 tahun. Aku sedang bosan...apa tunggu,bukan karena lelah,aku ini bosan karena tinggal di dunia ini. Dunia yang hanya mementingkan kekuatan dan peperangan. Darah dan Daging sudah tak asing lagi disini. Aku menyesal karena tidak mengikuti nasehat orang tua ku 6 tahun lalu.
6 tahun lalu
Aku masih ingat waktu itu HILDA berulang tahun. Ia waktu itu baru berumur 14. Aku mengajaknya bermain di rumahku selama keluarganya dan orang tua ku menyiapkan pesta ulang tahun nya di rumah HILDA. kami waktu itu menonton tv di rumahku
"HILDA,Apa kau menyukai film ini,film ini begitu.....itulah menurutku." tanyaku gugup karena ia duduk di sampingku
"itu gimana,ALI ini kan film mengenang kematian tuhan yesus. Masa kamu gak menyukainya" katanya sedikit ngambek
oh ya lupa. Meski kami sahabat,kami beda agama. Aku beragama islam sedangkan ia pemeluk agama katolik. Jadinya ia menyukai film ini tentang kematian dan kebangkitan tuhan yesus.
"bukan begitu,aku kan...."
"karena kamu islam" katanya datar
"ngak gua gak suka film pembunuhan gitu. Kan ngeri" ucapku. Memang sih aku gak mau nonton film kristiani namun aku terus mencari alasan.
"cemen banget kamu. Gitu doang udah takut. Ntar kalo aku bilangin ke om dan tante soal perilaku mu disekolah tau rasa lo" ancamnya namun dengan nada bercanda.
oh ya hampir lupa. Ia adalah orang kaya (selevel denganku lah😎😎😎) yang berasal dari inggris. Ia pindah di sini karena ini adalah tempat lahir ibunya (jakarta). Ibunya orang indo sedangkan ayahnya orang inggris. Meskipun ia ini berdarah campuran,tapi ia lebih mirip ibunya karena soal rambut nya yang pirang,kulitnya yang putih dan ia fasih berbahasa indonesia. Gak kaya bule yang lain. Ia pindah disini 3 tahun lalu tepatnya kelas 4 sd. Ok next ke ceritanya.
"eh jangan jangan ya cantik...plisss...." aku merasa tidak berdaya anjay....karena perilaku gua disekolah bisa dibilang playboy. Gonta ganti pacar. Namun dengan HILDA gua masih belum perbah pacaran dengannya karena kami beda agama dan takutnya hubungan kami tdk direstui oleh keluarga.
"hahahah makanya jangan ngebantah. Diam aja jangan banyak komen. Kalo gak mau nonton yaudah"sambil memalingkan wajahnya ke arah tv.
ampun...itu tv gua bogeeeng....tau ah. biarin aja ngalah ama cewek. Aku pun pergi ke dapur dan menyiapkan teh. Tak lama berselang aku pun kembali ke meja tv membawa 2 gelas teh dan menaruhnya diatas meja.
"HILDA,nih aku buatin teh" kataku
"taroh aja....nanti gua minum." katanya singkat. Wajahnya masih tak berpaling dari tv. Sepertinya ia menikmati film tersebut.
"HILDA....kamu......"
*AAAAAAAAAAAAAA* Teriak ku dalam hati. Belum kelar gua ngomong tiba tiba gua kaget bukan kepalang.
ANJAY..........RUPANYA DIA LUPA KANCING ATASNYA TERBUKA. Wadaw......langsung dapet rezki yang tak kuduga duga. Susah menjelaskannya dengan kata kata. Aku pun segela memalingkan wajahku lalu beristigfar terus memerus dalam hati.
__ADS_1
Astagfirullah hal 'azīm. 10×
"Kamu kenapa sih" tanyanya. Lalu ia pun berteriak.
AAAAAAAAAAA DASAR MESUM. MATI AJA LO B*NGSAT!!!!!
Aku pun kaget lalu tak sengaja terjatuh. Aku pun jatuh menimpa HILDA dan kami pun berbaring di sofa dengan posisi tubuhku di atas.
"er......."
"A...ALI......" Bisiknya.
aku pun lantas mau berdiri namun ia menahanku. Anjirrrr dia ni ***** apa ya.
"H...HILDA. Lepaslah" kataku
"kamu tudak menyukai ku ya? kenapa kamu selama ini tidak pernah pacaran dengan ku. Apa aku kurang cantik" katanya dengan muka yang merah.
"ah....itu....oh ya mau aku tunjukin sesuatu gak" kata ku dengan mengubah topik.
dia pun mendorong ku hingga aku terjatuh ke lantai.. Aduh kurang asam ini anak. Udah dia yang nahan gua eh malah bilang mesum. Tadi ia keserupan kali ya.
"maaf maaf. Ayo gua tunjukin" kataku
ia pun mengikutiku dan kami pun berdiri di depan pintu.
"tergembok. Ini ruangan apa sih ALI"
"aku juga gak tau. tapi kata ayah ini gudang tapi kok dikunci rapat rapat."
"kalo begitu kita HANCURKAN SAJA!!!HAHAHA (langsung tiba tiba memegang palu besar)
"HAAAA.....Nyolong dari mana tuh"
"hehehe ini sulap. Ayo lah. HANCURKAAAAN!!!!"
"JANGAAAAN!!!!"
__ADS_1
Gubrak!!! gembok itu pun terbuka.
"HILDAAA!!! Nanti papa mama liat habis aku"
"ah..kamu tega membentak ku ALI....Hiks😢"
ah...aku pun tak berdaya melihat muka polosnya itu. Anjirrr biasanya mukanya kaya singa sekarang malah jadi muka kucing yang minta kasihan di kasih makan. Ah...tapi ia imut juga. Eh tunggu gua mikirin apa sih.
"baiklah ayo masuk"
kami bersua pun masuk. Tepat dugaan kami. Gudang itu tak terurus dan ketika aku menyalakan lampu,ia memanggilku.
"ALI,Liat apa yang kutemukan."
"apa...wow...buku"
"Trussss ewow gitu😒" katanya
"ah...ayolah" kataku
"gua buka ya. Dari pada penasaran" katanya sambil memegang sudut buku sepertinya ia akan membuka buku itu.
"HILDA nanti kalau apa apa gimana"
"ayolah ini hanya buku. cover nya pun berbahasa arab. Mana ngerti gua. Mending dibuka aja." katanya
"gua ngerti bahasa arab. biar gua baca covernya" akupun mengambil buku itu dan membaca tajuk buku tersebut.
"judulnya,buku penjelajah waktu. Tapi tahun terbit ama pengarangnya gak ditulis"
"kalo gitu sikaaat!!!!(dengan cepat mengambil dan membuka bukunya)"
WUUUUUSSSHHHHHH
Angin pun bertiup kencang dan cahaya keluar dari buku tersebut. Akhirnya kami pun masuk ke dalam buku sampai akhirnya aku terbangun dan tiba tiba berada di kamp pertolongan pertama milik kerajaan ottoman. Yang ternyata aku pingsan setelah perang VARNA telah selesai.
Begitulah kisahnya. Semenjak saat itu aku tak pernah melihatnya lagi. Sekarang aku berkawan baik dengan putra sultan murad II,Yakni MEHMED II. Selama 6 tahun aku akhirnya pandai berbahasa turky,berpedang dan berkuda. Aku akhirnya menjadi salah satu pasukan kerajaan ottoman ini. Sekarang aku berbaring di rerumputan sambil memandangi awan.
__ADS_1