
2 tahun kemudian.
Kota Ankara,Ottoman.
Aku dan hasan dipanggil sultan mehmed untuk menghadap. Sepertinya ada misi yang perlu diselesaikan.
Dengan dikawal puluhan prajurit,kami pun mulai menelusuri seluruh kota besar ini. Dan akhirnya kami pun masuk ke dalam istana.
"Sultan mehmed menunggu tuan" sambut Halil pasha menunduk hormat
"Baiklah. Kami akan masuk. Prajurit,silahkan kalian jalan jalan. Sudah cukup kalian mengawal kami sampai ke sini." kata hasan
"Baik kak"
Kami pun masuk keruangan sultan. 2 penjaga pun membuka pintu lalu ketika kami masuk,mereka menutupnya kembali.
"Sultan..."
tiba tiba sultan memotong perkataanku.
"Aku sudah dengar kehebatan kalian berdua. Kalian benar benar luar biasa."
"Ah....sultan,kami hanya menjalankan tugas." kata hasan
"Tak usah merendah diri. Semua wilayah ottoman sudah mengetahui kemenangan kalian yang begitu gemilang. Aku ada hadiah untuk kalian." kata sultan sambil mendekati sebuah peti.
"Kemarilah"
"Baik sultan" jawab kami serentak
Kami pun mendekati sultan yang berdiri tepat di depan sebuah peti. Sultan mehmed pun membuka peti tersebut dan ternyata isinya....
"WOW.....BAGUS SEKALI!!!" Teriak hasan
Aku pun menginjak kaki hasan.
"Kau jaga sikapmu. Jangan buat malu disini." bisikku
"uh...ma...maaf. Maaf sultan"
"Tak apa apa. wajar saja hasan senang. ini adalah senjata senjata legendaris peninggalan nenek moyang ku dulu. bahkan beberapa diantaranya adalah senjata milik arab saudi,roma,dan beberapa kerajaan lain di dunia ini." terangnya
"sultan,ini bukannya....harta rampasan perang" kataku
"Memang benar tapi ini senjata bukan senjata biasa. Seperti pedang ini. (sambil memegang pedang sabit bermata 2). Ini adalah pedang ayahku dan pedang ini adalah pedang paling tajam di kerajaan ini. Banyak sekali kepala musuh yang ditebas menggunakan pedang ini." Terangnya lagi
"Dan ini,(kembali mengambil pedang yang berbeda. Bentuknya kurus dan agak panjang) ini berasal dari timur. Ini adalah pedang kebanggaan kerajaan disana. Ini adalah pedang samurai yang tajam dan sangat beracun. Bahkan tergores sedikit saja orang itu pasti mati"
"Mengerikan sekali" kata hasan
"Dan pedang ini sultan" tanyaku sambil menunjuk ke arah pedang dan agak melengkung dan bermata 2. Gagangnya berwarna emas dan sarung pedangnya terbuat dari kayu yang dihiasi pernak pernik yang indah.
"Ini adalah pedang legendaris,Dzulfikar. Kau pasti tau nama pedang ini kan?" tanya sultan
"Ya,pedang yang mampu membelah perisai termasuk orang nya sekaligus. Pedang yang dimiliki rasulullah dan di turunkan kepada ali. Lalu aku tak tau lagi cerita dari pedang ini." jawabku
"tunggu ali,apa jangan jangan pedang ini adalah asli milik rasulullah" tanya hasan
__ADS_1
"tidak. pedang itu dibuat penempa misterius di sekitar tanah arab. Ia tiba tiba memberikan pedang ini pada kakek. Sudah pasti ini bukan pedang rasulullah. Lagipula pedang rasulullah pasti sudah berkaratkan sekarang?"
"Benar juga" jawab kami
"Baiklah pilih 1 senjata diantara senjata senjata ini. Tak hanya pedang tapi ada busur,tombak,gada,kapak,pisau,dll. Aku hadiahkan ini sebagai rasa terima kasihku atas kerja keras kalian selama sepekan ini,menghalangi serangan musuh yang mencoba menyerang perbatasan. Pilihlah"
"Aku yang ini sultan" kata hasan sambil mengambil sebuah pedang lurus nan mengilap. Tak ada pernak pernik pada sarungnya dan hanya berwarna silver biasa. Tampaknya ini adalah pedang dari kesatria inggris.
"Pedang inggris. Lumayan. Ali,kau memilih senjata apa" tanya aultan
"aku memilih pedang ini sultan." kataku sambil memegang zulfikar yang barusan ia terangkan.
"Bagus. Sekarang ikut aku"
Kami pun mengikuti sultan mehmed dari belakang. Lalu kami pun keluar dan berjalan jalan di sekitar pasar. Tampaknya penduduk sangat menghormati sultan karena mereka semua memberikan jalan dan membungkuk kepada kami.
"Kita mau kemana sultan" tanyaku
"Ada yang ingin ku tunjukkan kepada kalian." jawabnya singkat
Akhirnya kami pun sampai ke tempat pembuatan meriam. Kami pun mulai berbaris menepi melihat meriam yang telah dibuat selama 2 bulan ini akan di perlihatkan pada seluruh keluarga kerajaan.
Terlihat 4 ekor sapi menarik tali dengan puluhan orang di sekitarnya. Dan akhirnya keluarlah meriam raksasa yang legendaris. Ya,itu adalah meriam balisca,atau biasa disebut meriam sultan atau meriam urban (urban lah yang membuatnya,seorang ahli meriam,ayah angkat era. Jika lupa siapa itu era silahkan baca kembali chapter "bertemu kawan lama". Terima kasih).
"Wooow...." semua orang terkagum kagum dibuatnya. Aku memang tak asing lagi mengenai meriam ini karena ini adalah meriam paling besar di abad 14. Dan juga meriam paling kuat. Namun sayang,suatu hari nanti meram ini akan menjadi milik ratu inggris. Ya..aku tak tau kenapa karena dulu di duniaku aku sangat benci pelajaran sejarah. itu karena sulit,dan sulitnya itu karena kita membahas orang yang sudah mati. Ya sejarah memang menceritakan kisah orang yang sudah mati dan itu menurutku membosankan. Namun aku menhetahui sedikit tentang sejarah meriam ini dan sekarang aku benar benar melihat dengan mata kepalaku senjdiri. Ini luar biasa.
"Bersamaan dengan itu,tampak puluhan orang lain keluar dari tempat pembuatan meriam itu. Mereka adalah para pengrajin meriam yang membantu Urban membuat meriam ini. Tampak seseorang lelaki yang sangat polos,kulit bersih nan mulus,dan mata yang berwarna hitam mengkilau terlihat sangat mencurigakan. Aku pun melihat hasan tersenyum dengan orang itu dan dia pun membalas senyumannya sambil mengedipkan matanya. Ah....apa yang terjadi dengan hasan.
"Hasan" bisikku
"ya ali,ada apa" tanyanya berbisik
"pertanyaan macam apa itu" terlihat ia agak kesal
"Lalu semua pekerja disini laki laki. Gimana ceritanya kamu sempat senyum sama 1 orang disana itu sambil mengedip mata"
"APA!!!!" Jawabnya kaget
Sontak karena itu Semua pun mengalih kan pandangannya pada hasan.
"Hasan,kenapa kau berteriak" tanya sultan
"Ah...anu...a....ini meriam terbesar yang pernah kulihat. Bagus sekali. Aku tak sabar ingin melihatnya. Eh maksudku...ledakannya. Hehehe"
tampak hasan sedang pucat. tawa nya pun juga aneh
"Hasan. Kau....sehatkah?
"eh sultan. Aku sehat. Hehehe"
"Ah lupakan saja. Hadirin yang terhormat,saksikanlah meriam......"
(Sultan sedang berpidato. Aku tak mendengarkannya dengan jelas. Aku masih penasaran dengan si hasan.)
"Oi hasan" bisikku lagi
"APA LAGI!!!!" Ia pun berteriak kecil dengan raut wajah yang kesal. Tampaknya ia marah. Hehehe sudah lama juga aku tak mengganggunya seperti ini. Terakhir kali sewaktu berlatih pedang. Aku mengganggunya sampe menangis dan mengadu ke gurunya. Dan itu pun bertahun tahun lalu,hahahha aku suka tertawa sendiri mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"Oi,jawab pertanyaanku"
"bukan urusanmu" mukanya mulai merah
Akupun melihat sekilas orang tersebut. Kok kaya wanita ya. Apa ia tergender atau mereka berdua gay,oh tak mungkin tak mungkin tak mungkin. Agama mengharamkan itu. Ah siapa sih.
*siapa ia.....bukannya ketika aku belajar sejarah dulu hasan hanya mempunyai kekasih wanita yang bernama......AH....ITU ERA. ANJAY........KENAPA BISA LUPA!!!!!*
Akupun teringat hasan 1 bulan lalu ditugaskan menjemput urban di constantin. Urban juga membawa anak angkatnya era. Hasan juga menceritakan itu padaku. Ia berkulit putih bersih,agak polos dan cantik serta matanya mempesona. Ah kesempatan bagus untuk mengacau hasan.
"hasan. Ia kaya perempuan" bisikku lagi
Ia pun terkaku. Ah melihat ekspresinya itu seakan ingin menonjok kepalanya.
"oi,dia tergender ya"
"TAK MUNGKINLAH" Bantahnya
"Tapi kok kamu marah. Apa kalian ada hubungan"
"bukan urusanmu" wajahnya memerah lagi.
"bukan urusanku,ooooooooo hasan oooooooo......ah.........piu piu (bersiul๐๐๐)"
"kenapa sih. Kamu belum makan kali ya"
"Oooooo....hasan. Bukan urusanku ya.....berarti kamu ada hubungan dengannya."
"hmpp....hmpp....bagaimana mungkinlah"
"beneran" kataku lagi
"iya bener. Masa gua ada hubungan dengannya. Kaga mungkinlah. Masa pedang ama pedang" jawabnya
"ah...kalau aku bilang kau gay"
"JANGAN KETERLALUAN SIALAN!!!!"
"HASAN!!! ADA APA DENGANMU. DARI TADI KAU TIDAK MEMPERHATIKAN" Bentak sultan
"ah...maaf sultan"
Sontak semua orang disana berbisik bisik buruk sambil menertawakan hasan.
"kau membuatku malu ali"
"hahahhaha,santai bung"
"baiklah maaf atas gangguannya. Kita kembali lagi ke permasalahan tadi. Di depan kalian.......bal bal bal bla (melanjutkan pidato)"
"hasan"
"apa lagi ali......,plis lah jangan ganggu aku"
"kalau aku menebak itu adalah era,apa menurutmu tebakanku benar" kataku datar
"ah...dari mana kau....."
__ADS_1
BERSAMBUNG