
"TUAN!!!" Terdengar teriakan seseorang dan ternyata itu adalah Husein yang menunggangi kudaku (sray). Ia pun lantas meloncat dan membiarkan sray menghampiriku. Aku pun dengan cepat menaiki sray dan mengangkat pedangku tinggi tinggi seraya menyemangati pasukanku.
"AYO PASUKANKU!!! SERANG!!!!"
"SERAAAANG!!!"
Kami pun lantas maju dan membunuh semua pasukan musuh yang terlihat. Mereka pun terdesak dan terpaksa mundur di pantai dan mencoba melarikan diri menaiki kapal mereka.
"JANGAN BIARKAN MEREKA LOLOS!!! KETAPEL!!!!"
"Bakar mereka!!!"
Kami yang berhasil merebut ketapel mereka lalu mencoba membakar kapal kapal mereka menggunakan ketapel. Dan ya,kapal kapal mereka berhasil di bakar dan mereka tidak punya cara lain selain menyerah.
"kau memang hebat ALI" tiba tiba terdengar suara datar dari arah pasukan musuh.
Tiba tiba semua pasukan german pun mulai beranjak seperti memberi jalan.
JENDRAL BESAR!!! AYO BUNUH KEPARAT ITU!!!
"siapa ia" tanya ku pada hasan
"aku tak tau. Mungkin..."
"mungkin ia adalah ROUL tuan. Jendral besar german. Setelah Gustiani" tiba tiba HUSEIN menjawab.
"oh begitu,kebetulan aku ingin mencari musuh yang sepadan." sambil turun dari kuda
"ALI,Kau mau kemana" tanya hasan
"aku hanya ingin beradu kekuatan. Sesama jendral besar harus menunjukkan tajinya kepada pasukannya dan pasukan musuh. Aku benar kan hasan" sambil memandang hasan.
HASAN pun terdiam. Sudah lama aku tak mengucapkan kata kata itu. Terakhir kali aku mengatakannya sewaktu aku menawarkan diri untuk berduel dengan jendral besar polandia,HOUSAN,4 tahun yang lalu ketika aku masih berpangkat prajurit. Hasan waktu itu menjadi panglima sayap kiri dan kebetulan aku juga anggota pasukan sayap kiri. Waktu itu pangkatnya lebih tinggi dariku.
__________________________________
4 tahun yang lalu.
sudah 2 tahun aku berada di kerajaan ini. Aku tidak ingin menjadi beban sultan dan memutuskan untuk menjadi prajurit. Akupun lolos dan waktu itu tak lama setelah aku menjadi prajurit,kira kira setelah 4 bulan terjadi keadaan yang gawat. Pasukan Polandia yang dipimoin HOUSAN mulai membuat ulah dengan menerobos masuk ke wilayah Ottoman. 200.000 Pasukan polandia dan 50.000 pasukan karagmanolu benar benar mengakibatkan lautan api bagi setiap desa desa dan kota yang dilalui nya. Waktu itu,kami mendapat perintah dari sultan untuk mengakhiri serangan ini. Aku berada di barisan sayap kiri yang dipimpin hasan.
Kami pun berangkat di kala fajar,usai menunaikan solat subuh. Kami yang berjumlah 30.000 pasukan harus menghadapi 2 negara tetangga kami yang jumlahnya 250.000 pasukan. Benar benar tak habis pikir,bahkan sebagian pasukan terlihat gelisah dan ada yang hampir gila dibuatnya karena ingin pulang. Namun kami tetap melanjutkan perjalanan ketika mulai duha,kami beristirahat di balik bukit kembar sambil mendirikan kemah. Aku pun diajak hasan ke tenda sultan untuk musyawarah/menyusun strategi perang. Yang memimpin pasukan ini sepenuhnya adalah sultan murad II.
Di tenda.
anggota yang berkumpul ada 7 orang yakni
Murad
Habib
Zaitun
Rahmad
Halil pasha
Hasan
dan saya
"Baiklah lokasi bukit ini sangat cocok dijadikan lokasi pertempuran. Kita akan menghadang pasukan musuh terutama kavlery mereka yang merupakan pasukan paling utama dan paling banyak dimiliki polandia." kata sultan murad memulai rencana.
"tapi sultan,walau begitu pasukan mereka berkali kali lipat lebih banyak dari kita. Walau kita bisa menghadang menggunakan anak panahpun,anak panah kita tidak sampai 100.000 an. mustahil mengalahkan mereka" kata jendral Habib,pemimpin pasukan infantry
"Lalu bagaimana,tidak mungkin kita menyerahkan tanah kita ini pada mereka" ucap zaitun,isteri Habib,pemimpin pasukan pemanah.
"Tapi situasinya darurat. Kita tak boleh mundur" ucap rahmad (pemimpin kavlery) tak mau kalah.
perdebatan terus terjadi. Sampai akhirnya.
"sultan"
"ya halil pasha"
"kita harus mundur. Menurutku tak ada salahnya kita tunduk pada kerajaan polandia atau karagmanolu. Itu bisa menjamin keselamatan kita dari PAUS atau KALOS,karena mereka ingin sekali menghancurkan kita."
Sontak perkataan halil pasha itu membuat kaget seluruh anggota yang berkumpul. Sultan murad pun mendekati halil pasha lalu....
PRAAAAAK!!!!!
HAAAAA!!!(suara kaget dari anggota yang berkumpul)
Murad dengan keras menampar halil pasha sampai terjatuh. Darah pun keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Penjaga!!!" Teriak sultan memanggil penjaganya.
2 penjaga pun masuk dan menunduk hormat.
"Bawa orang ini ke pengasingan. SEKARANG!!!!"
"Baik sultan (membawa Halil pasha lalu pergi)"
Aku tak mengerti situasinya sekarang. Benar benar kacau. Terasa sulit untuk diucapkan dengan kata kata. Namun yang pasti halil pasha nampak pucat seperti mayat. Benar benar sulit diungkapkan. Dia lah satu satunya penasihat yang paling disayangi dan dipercaya sultan. Namun....
"s...sultan" aku pun mulai berani memanggilnya walau agak canggung+takut
"ha.....fhu...... (menghembuskan nafas) ada apa dik ali" ia terlihat mulai tenang. tapi dalam raut mukanya masih terlihat tanda kekecewaannya kepada penasihatnya.
"bolehkah aku usul...."
"Ali,mod sultan sedang tidak baik,biarkan ia tenang lebih dulu" tiba tiba hasan memotong pembicaraan ku.
"tak apa hasan. Apa yang ingin kau katakan ali."
akupun mengambil rotan kayu yang ada di meja itu lalu mengeluarkan peta yang aku buat tadi malam. Di situ tergambar 2 bukit kembar,yang mana di sebelah utara terdapat hutan yang agak lebat yang kebanyakan pohon ek. Di sebelah selatan terdapat padang rumput yang luas nan berbukit bukit. Di depan bukit kembar tersebut kemungkinan posisi musuh. Dan kami berada di balik bukit kembar ini.
"Aku membuat ini semalam. Lihatlah (menunjuk lokasi di peta dengan rotan kayu tersebut). Ini lokasi kita. Kemungkinan musuh ada di depan bukit. Jadi kita akan bariskan pasukan infantry kita di barisan depan yang setiap 1 barisan infantry dibelakangnya harus ada barisan penombak. Pasukan pemanah berdiri di atas bukit menghalau kavlery musuh saja. Ingat,kavlery saja yang menjadi sasaran kalian. Sementara 2 ketapel kita(sebenarnya 3) diletakkan di puncak bukit dan satunya lagi di letakkan di padang rumput ini...."
"tunggu,bukannya itu akan keliatan musuh. Mereka pasti akan menghancurkan ketapel itu. Rencana bodoh. Kau kira mudah membuat ketapel apa" tiba tiba habib menyela Pembicaraan ku.
"tunggu habib biarkan ia bicara. Teruskan dik ali"
"baiklah. Ketapel ini akan dilindungi pasukan kavlery. Tapi ingat,barisan depan pasukan kavlery ini harus kavlery panah. Buat 2 barisan. Lalu jarakkan mereka dengan seluruh kavlery pedang dan tombak sekitar 20 meter. Lalu......"
*****************
*****************
*****************
"Rencana bagus,beristirahatlah. Besok kita akan bangun dengan tersenyum menyambut kemenangan"
"YA!!!!"
Besok pagi
Di kala matahari pagi yang cerah,Juga disusul angin sepoi sepoi yang menyejukkan hati. Kami akan berjuang meraih kemenangan. Di hamparan padang rumput nan luas dan berbunga bunga,juga terlihat deretan bunga berjejer layu. Terlihat seperti sedang menangis karena tempat yang indah ini sebentar lagi harus menjadi tempat pertumpahan darah antar 3 pihak. 2 pihak musuh dan 1 pihak kami.
PROK PROK PROK PROK PROK
Sementara itu,pasukan pemanah dan infantry mereka berbaju hitam seperti zirah kulit,dengan aksesoris besi di sekitar siku,lutut,dan bagian dada. Dengan menggunakan perisai bulat kecil,mereka lah padukan karagmanolu.
Terlihat juga 3 ketapel besar,nan disusul dengan susunan batu bulat besar yang siap dibakar,sebagai peluru ketapel.
Sementara di pihak kami:
Infantry : 10.000 pedang,10.000 tombak
kavlery : 1000 kavlery pemanah,2000 kavlery tombak,2000 kavlery pedang
archer (pemanah) : 5000 pasukan
_____________________________ +
total seluruh pasukan : 30.000
Tambahan alusista
3 ketapel besar,30 batu besar,dan ratusan kerikil sedang
HAHAHAHAHAHAHA
Terlihat seluruh pasukan musuh tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan,sepertinya mereka meremehkan kami.
(PM : Prajurit musuh)
PM1 : Hahaha liatlah mereka. Betapa kecil dan lemahnya mereka
PM2 : Hahaha kita akan menang telak
PM3 : PERSETAN OTTOMAN
Jendral HOUSAN : SERBUUUUUUU!!!!!!
SERBUUUUU!!!!!!
Mereka memulai serangan. Kavlery mereka mulai mendekati bukit. Kami seluruh infantry dan penombak berada di bawah bukit sebagai ujung tombak (pasukan depan),dan seluruh pemanah di atas bukit. 2 ketapel di balik bukit dan 1 nya lagi di tengah tengah padang rumput sebelah selatan bukit ini.
__ADS_1
kemudian....
HOUSAN : (Berteriak) LIHATLAH ITU!!! DI SITU 1 KETAPEL!!! SEBAGIAN PASUKAN HANCURKAN KETAPEL ITU!!!!
YAAA!!!!
tahap 1 berhasil. Sebagian pasukan musuh mulai terbelah 2. 1 menyerbu kami dan 1 nya lagi menyerbu 1 ketapel itu.
Zaitun pun berteriak " PEMANAH!!!! TEMBAK!!!"
Wuuuushhhh
ribuan mata panah pun mulai menghujani kavlery musuh. 1 demi satu mereka berguguran.
ARRRRGGHHHHH
Sultan pun bertriak "KETAPEL!!! TEMBAK!!!!
iiittt BOMM!!!!
2 batu api pun membakar puluhan pasukan infantry mereka. Terlihat juga fi belakang pasukan infantry ini adalah pasukan pemanah. Mereka tak bergerak sama sekali. Sepertinya mereka memiliki rencana.
Pasukan musuh yang menyerbu 1 buah ketapel itupun makin mendekat.
Aku pun berteriak!!! KAVLERY PANAH!!!! MAJU!!!!!
Tak tak tak tak tak
MAJU!!!!
Terlihat seluruh kavlery panah pun mulai menyerbu. Mereka sebenarnya berbaris tepat di depat ketapel tersebut namun karena di situ terdapat penurunan yang agak curam sehingga menutupi barisan mereka dari depan Sekilas tampak hanya 1 ketapel saja yang berada di sana.
WUSHH~~
Ribuan panah pun mengarah lurus ke depan. Jika dipikirkan lagi,ketika kavlery panah berhadapan dengan javlery pedang/tombak di jarak dekat (perang kuda dekat),maka otomatis kavlery pemanah pasyi kalah. Namun dalam rencana yang kami buat ini,itu tak akan berlaku karena.....
KAVLERY PANAH!!! PISAH!!!!" teriak ku dari atas bukit
2 baris kavlery panah pun mulai membelah mereka menjadi 2 barisan yang masing masing mengarah ke arah berlawanan. Sebagian ke kanan dan sebagian ke kiri. Atau lebih tepatnya mundur ke samping kiri dan kanan. Sementara itu di tengah terdapat celah dan di antara celah itu....
AYO SERBU!!!! TEBAS KEPALA MEREKA!!!" Teriak rahmat dari balik celah tersebut. celah tersebut terlihat seperti jalan dan di di belakang Rahmad ribuan pasukan kavlery tombak pun maju menyerang membentuk barisan segitiga layaknya ujung tombang yang bersiap menusuk musuh dari depan.
MAJU!!!!
ALLAHU AKBAR!!!!
Perang di selatan pun tak terhindarkan. Sementara itu di antara celah yang dibuat musuh yang membentuk jalan tersebut adalah perangkap bagi mereka.
"HASAAAN!!!!!!" Aku pun berteriak memanggil hasan dan ia pun muncul di balik bukit dan memutar lalu menerobos celah tersebut dengan seluruh pasukan kavlery pedang.
Celah tersebut adalah jalan masuk yang bagus bagi kavlery pedang karena selain mudah menerobos masuk,mereka juga bisa sambil menebas nebas kepala musuh dari atas kuda mereka tanpa menghentikan pacuan kuda mereka.
1 jam sebelum perang.
Aku membawa hasan ke sebuah sungai dekat dengan bukit kembar. Aku oun mulai mengawali pembicaraan.
"Jadi hasan,apa kau sudah siap menerobos pasukan musuh. meskipun resiko nya vesar tapi ini akan membuat semangat musuh menurun. Kau harus siap memimpin pasukan kavlery ini. Kunci kemenangan ada di tanganmu"
"aku siap. Tapi para pemanah mereka tentu tak akan tingal diam. mereka akan mematahkan serangan kami" kata hasan sambil memegang sebuah pisau.
"apa itu sangat spesial bagimu sampai sampai kau melihat pisau itu terus dari tadi." tanyaku
"ya,ini adalah pisau ayahku ketika ia tewas di perang 2 tahun yang lalu. Aku ikut bersama ayahku namun di barisan belakang. Aku melihat ayahku dibunuh HOUSAN,si KEPARAT ITU!!!! AKU BERSUMPAH AKU AKAN MEMBUNUHNYA DENGAN TANGANKU SENDIRI"
"Itu akan berguna. Meski HOUSAN itu jendral,namun ia tidak pernah berada di barisan depan. Ia selalu berlindung di antara pemanah mereka. kau harus dekati ia ketika penerobosan itu,jika ia dalam jangkauan pedang mu maka tebaslah kepalanya. Namun jika ia berada di jangkauan lemparanmu maka lemparkanlah pisau ini tepat mengenainya. 1 barisan kavlery pemanah yang membelot ke kiri sebenarnya akan menyerbu pasukan pemanah mereka dari belakang. Tentunya serangan dadakan. Sedangkan barisan kavlery pemanah yang membelot kekanan sedang bersiap pergi ke hutan. Kita harus membuat mereka mundur ke hutan"
"lalu....." tanya hasan
"lalu para pemanah kuda ini akan keluar dan memanah mereka semua dari atas pohon. tentunya kida kuda mereka di sembunyikan. Dan juga akan ada banyak perangkap disana. Jadinya kita bisa menjebak mereka"
"kau yakin jika 250.000 pasukan ini akan mundur ke sana" tanya hasan lagi
"hahaha tidak semua. tapi sebagian besar mereka akan mundur di hutan ini. sisanya pasti mati atau lari tunggang langgang. Pasukan yang berhasil lolos akan di kejar kavlery lain. penjajah itu tak akan pulang dengan selamat"
next ke ceritanya lagi
*aku tak akan menyerah. Ayah,aku akan membalaskan kematianmu*
dalam hati HASAN terujar rasa amarah yang membara. dengan tangan kirinya yang memegang tali di leher kudanya dan tangan kanan nya terus menerus menebas kepala musuh. Namun pandangannya terus menerus melihat kiri kanan seperti mencari seseorang. Ia sedang mencari housan.
*ah ketemu. HOUSAN TERIMALAH PISAUKU INI*
"RASAKAN INI KEPARAT!!!!!"
__ADS_1
Hasan pun melempar pisaunya ke arah housan. Lalu.....
BERSAMBUNG.