
ARGH........
AK............
MAJUUUUUU!!!!.......
Sudah 3 jam berlalu. Kami terus bertahan di kota yang kecil ini menghadapi pasukan musuh yang berkali kali lipat lebih banyak dari kami. Namun kami tetap semangat. Tumpukan mayat mayat berserakan di bawah seperti setumpuk sampah yang banyak yang telah ditinggali lalat. Seperti itulah kira kira.
"JENDRAL,Berapa lama lagi kita harus bertahan" Teriak salah seorang prajurit.
"bertahanlah sedikit lagi. Sultan pasti mengirim pasukan bantuan. Aku sudah mengirimkan suratku kepada merpati sultan. Dia pasti memberikan surat itu kepadanya"
"Tapi perjalanan dari KONYA ke IZMIR kurang lebih 5 hari. Bagaimana bisa bantuan akan datang secepat itu" kata prajurit yang lain
"Kalau begitu,kita hanya harus mencari kemuliaan. KITA AKAN MATI DISINI TENGAN PENUH KEHORMATAN!!! "Teriakku
"YAAAAA"
"ALI,Bagaimana dengan tangga tangga ini,setiap kali mau menjatuhkan tangga,musuh pasti tiba tiba sudah sampai di atas tembok." kata hasan sambil menendang musuh yang memanjat dari tangga.
"Perintahkan kavlery pedang dan tombak untuk keluar,patahkan tangga tangga ini dari bawah. Pasukan infantry dan kavlery panah tunggu perintah." kataku
"Baiklah,KAVLERY PEDANG DAN TOMBAK MAJU!!! SISANYA TUNGGU PERINTAH!!!!" Teriak HASAN lagi
"AYOOO!!! BUKA GERBANGNYA!!!!!"
Gerbang pun dibuka. Pasukan kavlery pun maju dan bergerak ke tepi tembok mematahkan tangga tangga yang telah terpasang. Gerbang pun kembali ditutup. Musuh baru memulai 1 serangan kami sudah kewalahan dan bertempur habis habisan selama 3 jam. Pasukan yang tersisa pun tak lama berhasil kami bersihkan.
"Tuan,tangga tangga musuh sudah dibersihkan." kata HUSEIN
"Perintahkan kavlery untuk masuk kembali. Mereka sengaja membuat kita lelah dengan menyerang kita dalam 1 gelombang. Gelombang serangan yang lain pasti sudah tak lama lagi. Bersiaplah" Baik tuan
"tuan,kerugian musuh lebih kurang mencapai 50.000 pasukan. Sedangkan kerugian kita hanya 200 orang." kata salah satu prajurit yang tiba tiba menghampiriku
"mereka sedang membuat kita lelah. Bersiap siap lah untuk serangan ke 2. Perintahkan pasukan diluar untuk masuk lagi ke dalam."
"baik tuan" lalu pergi
pasukan yang diluar pun mulai masuk dengan tertib. Namun....
IIIIIIIIITTTTTTTT KABOOOOMMMMM!!!!!
AAAAAAAAAARRRRRRGGGGGHHHHH
AAAAAAARRRRRRGGGGGHHHHHHHH
PANAAAASSSSSSSSS
"TIDAAAK!!! PRAJURITKU!!! " Teriakku syok
tak hanya aku,semua yang menyaksikannya pun syok. Karena sikafir kafir ini memulai serangan dengan ketapel api yang tepat mengenai gerbang yang telah terbuka. Ituoun tepat mengenai pasukan ku yang sedang masuk sehingga semua pasukan ku yang mau masuk terbakar.
"BAJINGAAAANN!!!!!" Teriak hasan "AKAN KU CINCANG CINCANG KALIAN!!!"
Aku pun menahannya ketika ia bersiap untuk melompat.
"HASAN!!! JANGAN BIARKAN KEMARAHAN MENGUASAIMU!!! INGATLAH MEREKA INI INGIN MEMANCING KITA. JANGAN MELAKUKAN HAL YANG BODOH"
"TAPI...."
"DENGARKAN AKU,Kau tetap disini. Kita harus bertahan. penduduk yang mengungsi saat ini masih belum sampai setengah perjalanan. Jangan bahayakan hidupmu HASAN"
"B...baiklah ALI" Ia pun sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
*Apa yang direncanakan kafir kafir ini* kataku dalam hati*
malam hari.
aku,HUSEIN dan HASAN memutuskan untuk melihat kondisi dengan berkeliling di atas tembok,melihat apakah prajurit sedang memantau atau tidak. Aku sempat berbincang bincang dengan hasan.
"tuan,bagaimana ini. Ini sudah malam. Takutnya tentara kafir itu menyerang kita saat kita lengah" Kata husein mengawali topik.
"Suruh pasukan melakukan giliran jaga. Agar pasukan kita mendapat istirahat yang cukup. Apabila ada yang mencurigakan lapor padaku."
"baiklah tuan"
"HASAN,kau terus lakukan pemantauan. Jangan sampai lengah." baiklah ALI.
"aku akan pergi sebentar" Kataku
"Pergi ke mana ALI,Bahaya"
"iya tuan,bahaya. Nanti dilihat musuh bisa gawat" kata HUSEIN berusaha menahanku
"Aku hanya ingin memata matai pasukan musuh ini. Jangan hawatir,aku tak semudah itu dapat dibunuh"
Dengan perasaan berat mereka pun membiarkan aku pergi. Aku pun langsung menaiki kuda kesayangan ku,Sray namanya.
"Ayo sray,Lebih cepat"
Aku pun hampir tiba di kamp musuh. Aku pun mengendap endap dan tak lupa aku menyembunyikan sray di balik semak semak yang ada di sana.
"huh,akhirnya bisa memyusup. Sekarang aku harus mencari tau kenapa mereka tidak menyerang lagi."
__ADS_1
Aku pun dengan sigap membunuh salah satu pasukan musuh yang lengah. Aku pun lantas memakai pakaiannya (menyamar) dan masuk ke dalam salah satu tenda yang ada di sana(dengan mengenakan helm yang hampir menutupi seluruh kepala,agar mereka tidak bisa melihat wajahku).
"hei kau,buka helm mu. Untuk apa kau masih menggunakannya." kata salah seorang prajurit yang ada di dalam tenda dengan nada mengancam.
*lebih baik aku biarkan saja ia. Jangan pedulikan*
aku pun lantas keluar dari tenda namun ia menarikku.
"ah.... (kaget)
"Kau berani mengacangiku. Kau tau siapa aku"
ia pun meletakkan pisaunya ke leherku.
"apa maumu" tanyaku dengan nada datar
"oh...sombong sekali kau. Aku hanya ingin kan alatmu"
*tunggu,alat,dia....*
ia pun lantas memegang alatku.
*BANGSAAAATTTT!!!!!!*
Sesuai dugaanku,ia GUY. Aku pun lantas memberontak dan meninju muka nya.
BUKKKK!!!!!
"Arrrggghhhh.be....berani kau kepada seniormu. Ah.... (memegang hidungnya yang berdarah)"
Aku pun membuka helm ku dan.....
"kau tau siapa aku. Aku adalah jendral besar Ottoman,yang ingin mengambil nyawamu"
"Ah....ti....tidak mungkin. Mati kau!!!!(mencoba menusukku dengan pisau)"
Aku pun dengan cepat menangkap tangannya dan berhasil melepaskan pisaunya. Aku pun lantas mencabut pedang kesayangan ku yang baru saja selesai kubasuh.
"hey,lihat. Pedangku ini sudah kubasuh. Tak kusangka harus mengotorinya lagi dengan darahmu"
"ah...ampun,ampun jangan bunuh aku" Ia terlihat pucat dan memohon padaku agar tidak membunuhnya. Aku pun memberinya syarat.
"Jika kau ingin hidup kau harus jawab jujur. Kenapa Kalian tidak menyerang lagi. Apa yang kalian rencanakan"
"a...aku tak tau. Tapi aku...aku dengar....." ia terlihat ketakutan setengah mati.
"ah...lupakan (memasukkan pedangku ke dalam sarungnya). Jangan takut. Aku tak akan melukaimu. Santai saja"
"b...baiklah. Jadi begini. Jendral Roul sedang menunggu kedatangan jendral philips."
"jendral Roul adalah jendral german. Ia lah yang memimpin kami bertempur hari ini. Ia mendapat kabar bahwa jendral philips akan datang memberi pasukan bantuan dari polandia,russia,karagmanolu,roma,inggris dan prancis"
"apa,bagaimana mungkin. Inggris dan prancis disibukkan dengan peperangan mereka. Kaisar German sedang sibuk mengurusi urusan dalam kerajaannya yang sudah dalam ambang kehancuran karena banyaknya pemberontak,roma telah kami kalahkan kemaren,polandia dan karagmanolu telah menandatangani perjanjian damai dengan sultan. Bagaimana bisa kalian melancarkan serangan gabungan bersama" kataku sambil tidak percaya dengan apa yang ia katakan
"b...benar. Tapi kaisar kalos dan halil pasha yang merencanakannya. Ia menjanjikan sedikit tanah kepada kerajaan kerajaan ini asal mereka mau membantunya melenyapkan ottoman."
*APAAA.....HALIL PASHA,Tunggu,dalam sejarah dikatakan bahwa halil pasha tidak menyetujui kebijakan sultan untuk mengepung konstantin. Kenapa aku bisa lupa.* kataku dalam hati
"katakan berapa pasukan yang akan dibawa philips ke mari" kataku sambil menarik kra bajunya
"a..aku tidak tau pasti. Aku dengar dari prajurit lain...i...ia akan membawa prajurit sebanyak....250.000"
*AA......APA!!!!!*
"Katakan dimana jendral Roul berada."
"d...dia ada di kamp pribadinya. Terletak di tengah tengah perkemahan ini. Tenda nya yang paling besar dan berwarna putih." ia kembali pucat.
"berapa lama philips akan datang" kataku sambil bersiap mengeluarkan pedangku
"i...ia akan datang sebentar lagi melalui jalur laut. Kumohon bebaskan aku"
"Baiklah,biarkan allah yang memutuskan takdirmu. Terima kasih atas kerja samanya"
Aku pun melepaskannya dan ingin keluar dari tenda itu. Namun....
"Mati KAU *******!!!!"
Ia pun mengambil pisaunya kembali namun aku yang sudah mengetahui rencananya ini pun langsung menebas kepalanya. Karena keributan tersebut salah seorang masuk ke dalam tenda.
"ada apa berisik berisik. Ah....tukang homo. Kau....."
"cih,ketahuan"
ia pun berteriak
"PENYUSUP!!!! ADA PENYUSUP!!!! DIA JENDRAL BESAR OTTOMAN!!! BUNUH DIAAA!!!"
Suara huru hara pun terdengar.
"apa yang terjadi"
katanya ada jendral ottoman yang menyusup"
__ADS_1
"wah harus dibunuh itu"
"ayo"
Aku pun membunuh orang tersebut dan ketika aku keluar,semua prajurit telah mengepung tenda.
"ah...itu benar benar ia. Ia ALI,Jendral ottoman"
"cih,dia masih muda"
"tapi dengar dengar ia setara dengan ribuan pasukan."
"ah...sudah selesai bacotnya. Apa sekarang kita sudah boleh mulai" kataku sambil bersiap dengan pedang sabitku yang sudah ternodai.
"sombong sekali ia. AYO BUNUH!!!!"
"MAJULAH!!! KALIAN HANYA SEONGGOK IKAN YANG TIDAK ADA ARTINYA!!! AKAN KUPOTONG POTONG KALIAN SEPERTI IKAN!!! MAJULAH KEPARAT!!!"
Praang!!!!
aduan pedang pun terjadi.
Syaaakk!!!
ARGH......
AH........
TANGANKU!!!! AAAAA.... TANGANKU PUTUS!!!!!
aku pun berhasil membunuh banyak pasukan musuh meski harus menerima sedikit luka lecet di bahuku. Darsh mengalir deras sampai membasahi seluruh tangan kananku. namun aku tak pernah mundur walau selangkah dan terus maju menerobos kumpulan pasukan ini.
AH..... IA BUKAN MANUSIA!!! IA IBLISSS
TIDAK IA PENYIHIR!!!!
TERUS MAJU!!!!
PRAAANG SEEEENG!!!!! PRAAAANG!!!!!
Benturan demi benturab pedang terus terjadi. Sambil memekik ALLAHU AKBAR!!!! Aku terus mengibas ngibas kan pedang sesekali mengambil obor yang terlihat dan melemparkannya ke tenda tenda sehingga terjadi kebakaran yang membuat suasana malam yang dingin itu berubah menjadi hawa panas nan menakutkan.
ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR
Aku pun berhasil menerobos dan keluar dari pasukan pasukan kafir tersebut. Namun...
"akhirnya lolos. Ah....." sebuah anak panah tepat mengenai dada kiriku. Aku pun lantas mematahkan tangkai yang panjang itu dan membiarkan ujungnya melekat di dadaku. Jika aku mencabut panah itu secara keseluruhan maka aku akan mati kehabisan darah.
Aku pun menyadari bahwa di depat terdapat barisan pasukan pemanah musuh yang bersiap dengan busurnya.
"sial"
"Berhenti,letakkan senjatamu,dan angkat tangan seraya berjalan mundur. Jika tidak maka akan kami hujani dengan anak panah" teriak salah satu pasukan pemanah musuh menyuruhku menyerah.
"ah...lebih baik aku mati dari pada harus menyerah dari kalian. Lepaskan anak panah kalian kalau berani!!!"
Wuusshhhbh
"aaaaarggghhhhh"
Dengan tiba tiba salah satu pasukan pemanah musuh ini tumbang dan terlihat anak panah melekat di leher bagian belakangnya seperti baru saja diserang dari belakang.
Tentu saja semua kaget. Dan juga terlihat obor obor yang bergersk cepat datang ke perkemahan ini dan ternyata...
PASUKAN MUSUH MENYERANG!!! PASUKAN
MUSUH MENYERAAANG!!!
ALLAHU AKBAR ALLA HU AKBAR ALLAHUAKBAR
"BERSIAP!!! MEREKA DATAAANG"
Aku melihat MALIK berada di barisan paling depang. Di sampingnya terlihat hasan dan husein juga berpacu menggunakan kuda kuda mereka. Disusul pasukan kavlery di belakang,mereka melakukan serangan cepat. Dan....
ARGH...
AH.........
MUNDURRR!!!!!
pasukan ini berhasil memporak porandakan pasukan pemanah dan berhenti di depanku.
"Tuan...tuan baik baik saja" tanya malik sambil turun dari kuda
"ALI,tangan mu....(hasan)"
"Tidak apa,hanya lecet,husein,bawa kudaku yang ada di balik semak itu(seraya menunjuk arah)
"baik tuan"
"Kalian lambat. Aku hampir mati disini" kataku tersenyum.
"maaf,tapi kamu yang memaksakan diri untuk pergi. Jadi tanggung sendiri resiko nya" kata hasan dengan nada bercanda.
__ADS_1
"lupakan,nanti saja bicaranya. Kkta harus menyelesaikan mereka dulu"
"SIAP!!!"