
DUM DUM DAM DUM DUM DUM DUM DAM
Terdengar suara seperti bedug yang dilupukul banyak orang. Menandakan prajurit musuh sudah bersiap untuk perang.
"YA AYOOO......BUNUH MEREKA"
"BUNUH KAFIR KAFKR INI....."
"DEMI TUHAN YESUS!!!!"
Teriakan teriakan mulai terdengar dan di kejauhan sekita 1,5 km di depan tembok (lebih tepatnya di pantai) terlihat segerombolan pasukan dengan mengibarkan bendera salib. Tak hanya itu,terlihat lebih kurang 10 ketapel kecil dan 5 ketapel besar. Juga terlihat 2 alat pendobrak gerbang yang besar. Di tengah pantai juga terlihat ratusan kapal perang berlayar dengan mengibarkan bendera salib. Dilihat dari baju mereka yang berwarna putih dengan corak salib,kami langsung mengetahui kalau pasukan tersebut adalah pasukan german.
"Banyak sekali"
"kakak,apa kita akan menang" tanya salah seorang prajurit.
"kita pasti menang" kata HASAN dengan muka yang berbeda. Sepertinya dia sedang ragu.
"Kita tak boleh disini. SEMUANYA DENGAR,KITA TAK BOLEH MATI. KITA TAK BISA MELAWAN MEREKA. KITA HARUS MUNDUR" Teriak prajurit itu ke semua prajurit
"ya,kita akan mati disini jika tidak kabur."
terdengar suara riuh prajurit yang kehilangan semangat tempur mereka.
Aku pun merasa marah. Terlihat HASAN menundukkan kepala. Sepertinya ia tidak bisa meyakinkan pasukannya.
*Ini tak bisa dibiarkan*
"KITA HARUS MUNDUR" Teriak prajurit itu lagi.
Aku pun langsung menghampirinya dan menamparnya dengan keras.
PRAAAAKKKKK!!!!!
"Ah.... (terjatuh). KAU BERANINYA KAU MENAMPARKU!!!! KAU PIKIR KAU SIAPA!!!" Teriaknya padaku.
"KAU TAK TAU SIAPA AKU!!! KALIAN SEMUA DISINI!!! APA KALIAN TAU SIAPA AKU!!!!" Teriak ku pada semua pasukan dengan mata ku yang merah karena murka.
Semua orang terdiam karena 90% pasukan di sini adalah pasukan yang aku bawa dari KONYA. Tentu saja mereka tau aku siapa. Sepertinya ia adalah prajurit HASAN yang baru bertugas.
"KE...KENAPA KALIAN DIAM. ******** INI TELAH MENAMPARKU!!! IA AKAN KU LAPORKAN PADA SULTAN!!!"
"DIAM KAU!!!" Teriak salah satu pasukan yang lain
"IA ADALAH TUAN MUDA KESAYANGAN SULTAN!!! IA ADALAH JENDRAL BESAR ALI!!!" Teriak nya lagi
"A...APA......" Sontak ia pucat dan menggigil. Ia pun bersujud padaku.
"Tuan...maafkan aku....ma...maafkan aku...aku tadi hanya tidak ingin mati...a..aku teringat tunanganku. hu~hu~hu. Ia menantiku di kota VAN. Aku mencintainya dan tidak ingin meninggalkannya. Maafkan aku... (sambil menangis)"
Aku pun mendukungnya berdiri.
__ADS_1
"Dengar. Kau ini laki laki. Aku bisa mengerti. Tetapi kau lihat di sekitarmu. Banyak sekali dari mereka yang masalahnya lebih berat darimu. Kau harusnya sadar. Dan kenapa kau takut tunanganmu sedih kalau kamu gugur. Tidak,tunanganmu itu malah justru bangga karena kamu mati dengan kemuliaan. Bahkan ia pasti akan mengingatmu meski ia sudah memiliki laki laki lain. Karena baginya kau adalah kesatria yang hebat dan pantas untuk dibanggakan. Kau jangan menangis lagi." kata kata ku memberi dia motivasi sehingga ia dengan lantas memelukku.
"TUAN...Terima kasih....aku mulai hari ini akan menjadi pengikut setiamu,aku akan melindungi mu dengan nyawaku,kau pantas aku perjuangkan" air mata nya mulai mengalir kembali. Aku pun menenangkannya dan ketika ia mulai baikan,ia melepaskan pelukannya.
"Baguslah kalau begitu. Siapa namamu" tanyaku
"namaku HUSEIN tuan."
Aku pun langsung syok disitu.
*ah...HUSEIN. Bukannya ia adalah pemegang panji ottoman sewaktu pengepungan konstantin. Sebelum akhirnya panji dipegang temannya lalu dipegang HASAN. Kalau dia ikut serta dalam pengepungan,berarti di perang ini ia pasti hidup. Tapi menang atau kalah masih belum dapat dipastikan.*
"Kenapa tuan" tanyanya
"oh tidak. Tidak apa apa"
Dalam kerajaan ottoman,terdapat jabatan jabatan militer yang tertuai seperti berikut:
dari pangkat rendah ke tinggi
(1) Prajurit (baru bertugas)
(2) Senior (Berpelangan dalam perang,Minimal 1 kali perang. Jika terjadi perang misalnya turky dengan roma,dan jika misalkan terdapat 100 pasukan turky masih baru bertugas,dan setelah perang selesai 100 pasukan baru ini masih hidup,maka ia sudah termasuk pasukan senior.
*Catatan :
Pasukan baru dan pasukan senior dapat dibedakan dari pakaiannya. Pasukan senior jika dilihat dari pakaiannya tidak berbeda jauh. Perbedaan nya hanyalah corak baju senior lebih pekat. Warna baju pakaian ottoman adalah zirah berwarna hitam(seperti rompi) dan memakai jas berwarna merah (seperti jaket). Sedangkan baju pasukan senior merahnya lebih pekat dari baju pasukan biasa. Yang ke dua dapat dilihat dari helemnya. Helm pasukan senior di atasnya dipasangi bulu burung yang agak panjang*.
(3) Panglima Barisan (biasanya ketika perang,pasukan dibariskan menjadi beberapa kelompok. Seperti ujung tombak,sayap,dan ekor. Nah panglima inilah yang bertugas memimpin barisan pasukan,mislalnya ia disuruh jendral besar untuk memimpin sayap kiri)
(5) Panglima Mata mata (intel. Sebagian besar wanita karena mereka bisa menjadi dayang di istana musuh dan bisa mengintai tanpa ada yang curiga. Jika ada kesempatan,mereka ini bisa membunuh raja musuh tanpa diketahui orang)
(6) Panglima pasukan pelindung sultan (memimpin pasukan pribadi sultan untuk melindungi keselamatan sultan beserta keluarga kerajaan)
(7) Panglima utama (memimpin semua pasukan)
Hasan adalah Panglima Utamanya
(8) Jendral besar (bertugas atas semua pasukan baik pasukan aktif maupun cadangan. Bisa bertugas memimpin pasukan langsung dilapangan atau tidur tiduran dirumah sambil menunggu hasil peperangan😂😂😂)
Untuk hal ini,akulah Jendral besarnya. Sultan mempercayaiku sebagai jendral karena melihat prestasiku 6 tahun ini seperti melenyapkan bandit,memadamkan pemberontak,mampu membuat strategi perang,bahkan berhasil memenangkan perang di pegunungan melawan pasukan polandia yang membumi hanguskan perkampungan perkampungan muslim di utara. Aku sudah menjadi jendral 3 tahun yang lalu (17 tahun),ketika sultan MURAD berkuasam Beliaulah yang mengangkat ku menjadi jendral. Beliau pernah bilang bahwa aku adalah masa depan kerajaan.
Jika dibandingkan dengan hasan,pangkatku lebih tinggi darinya. Jadi aku bisa bebas memerintah hasan.
Next ke cerita.
"SEMUANYA DENGAR!!! KITA TIDAK BISA MUNDUR LAGI,KITA HARUS BERTAHAN!!! JIKA KALIAN INGIN HIDUP MAKA BERJUANGLAH. JIKA KALIAN INGIN MATI MAKA MENYERAHLAH KEPADA MEREKA DENGAN PERASAAN YANG HINA. DENGARKAN WAHAI PENDEKAR PENDEKAR KU YANG PEMBERANI!!! KITA SUDAH MELEWATI BANYAK HAL DI DUNIA INI. APA YANG MESTI KITA TAKUTKAN. YANG KITA TAKUTKAN ITU HANYA SATU,YAKNI ALLAH s.w.t. TAK ADA YANG HARUS KITA TAKUTI SELAIN DIRINYA. APAPUN HASIL DARI PEPERANGAN INI,PERCAYALAH ITU YANG TERBAIK BAGI KITA!!!! SEMUANYA APA KALIAN BERSAMAKU!!!!"
"YA PAK!!!"
Sepertinya terlihat pidatoku membakar kembali semangat juang mereka. Keberanian dan semangat perang mereka mulai berkobar layaknya api yang membakar hutan. tak bisa dipadamkan lagi kecuali jika hutan tersebut habis. begitu juga semangat mereka yang terus berkobar dan tak pernah padam lagi kecuali jika mereka memperoleh salah satu dari 2 hal,yakni:
__ADS_1
Gugur sebagai syuhada, atau
kemenangan.
"ALLĀHU AKBAR" Teriakku
"ALLĀHU AKBAR" Teriakan takbir pun di lantunkan oleh para prajurit yang lain. Mereka kembali terlihat bersemangat dan bersiap siap dengan senjata mereka. Sesekali terlihat mereka menggoyang goyang kan senjata mereka seperti orang yang sudah tidak sabar memotong kue ulang tahun
PROK PROK PROK PROK
Hentakan kaki pasukan kafir mulai bergema. Sekarang kami sudah tak takut lagi untuk mati bahkan kami sedang berharap agar kematian menjemput kami hari ini.
Tak lama kemudian pasukan musuh berhenti. Tampaknya pasukan musuh sudah bersiap untuk menyerang. HASAN yang berada di sampingku terlihat tersenyum karena berhasil mengembalikan semangat tempur pasukan.
"terima kasih jendral" katanya tersenyum
"ah... (kaget dipanggil jendral). Hm😏. Ayo kita selesaikan ini panglima"
"perintahmu adalah sebuah kehormatan yang besar bagi ku,tuan." katanya lagi
"tuan,hidup dan matiku untukmu" tiba tiba HUSEIN mengatakan kata kata yang luar biasa. Sepertinya ia sudah tak peduli lagi dengan kerajaan melainkan berfokus pada perintahku. Seperti mengira kalau akulah sultannya sekarang. Malik pun juga terlihat dengan gagah memakai pedang dan berdiri di barisan depan di balik pintu gerbang. Ia bertugas memimpin pasukan infantery dan kavlery. Ia masih berada di dalam kota menunggu perintah.
"AYO PASUKANKU!!! DEMI YESUS!!!! SERAAANG!!!!"
"SERAAAAANG!!!!"
Pasukan salib ini pun menyerang. Pasukan kavlery mereka yang cepat menyerang di barisan depan disusul pasuka infantry dan pemanah.
"PEMANAH!!!" Teriakku
"AYO SEMUANYA!!! BUNUH KAFIR INI!!!" Teriak HASAN
Aku pun berteriak dengan sekeras kerasnya.
"ALLĀHU AKBAR"
"ALLĀHUAKBAR" Teriak pasukan lain. Dan akhirnya
wuuuushhhhhhhh~~~~~ ribuan anak panah pun menghujani langit. Banyak sekali pasukan musuh yang terkena panah panah ini.
ARGHH....
AH.........
ARK...............
Teriakan demi teriakan terdengar di barisan musuh. Pasukan kavlery ini pun hampir dihabisi oleh para pemanah. Pasukan kavlery ini pun sudah tiba di depan tembok dan melemparkan tombak mereka layaknya lempar lembing ke atas tembok. Puluhan pasukan ku pun terkena tombak ini dan bahkan ada dari mereka yang telah syahid.
ARGH..........
ALLĀHUAKBAR!!!!
__ADS_1
ALLĀHUAKBAR!!!!!
Teriakan teriakan takbir pun mulai menggema di tengah tengah perang yang berkecamuk. Kami sudah siap menyambut kematian. Dan biarlah ALLAH yang menentukan nasib kami.