
"ADEM!!!!" Teriakku
Aku melihat Adem yang tersungkur,dengan tangan kanan dan pergelangan kaki kirinya yang putus,juga terlihat puluhan anak panah melekat di tubuhnya. Tak hanya itu,terlihat tombak panjang tertancap di perutnya. Seluruh tubuhnya bersimbah darah selain muka nya.
"ADEM!!!!" Ternyata Aidil juga melihat kondisi Adem yang sedang sekarat. Kami pun menghampiri Adem. Aidil pun menyandarkan kepala Adam ke atas pahanya. Ia pun mulai menangis sejadi jadinya.
"ADEM!!!!! hu~u~u~u~u. ADEEEEM......"
"Uhuk (batuk). K...koman....dan....Apa...a.a ku sudah cukup berguna...ah...." kata katanya terdengar terbata bata. Entah perasaanku atau apa lah,aku merasa ada yang aneh di antara mereka. Kenapa Aidil menangis histeris melihat pasukannya sekarat. Banyak yang lebih sekarat darinya tapi kenapa Adem yang harus ditangisi. Aku ingin bertanya padanya,namun aku masih ragu karena melihat ia sedang dalam keterpurukan.
"K...komandan..."
"Ya,Adem,hiks"
"S...saya pu...nya...permin tah ah....an"
"katakan,katakan,hiks"
"Bolehkah....kita sal...ing...memang gil...s...satu sama lain,dengan sebutan...waktu kecil dulu" katanya lagi
Ah...sebutan masa kecil,apakah mereka ini adalah 2 sahabat. Tapi tak mungkin karena umur mereka yang berbeda jauh. Aku masih penasaran,namun aku tak bisa menyembunyikan kesedihan dari mereka. Mataku terlihat berkaca kaca berusaha menahan tangis melihat mereka berdua. Tak lagi kuhiraukan medan perang yang berkecamuk. Tak lagi kudengar suara rintihan dan pekikan,tak lagi kulihat apa apa di sekeliling ku. Semua pandangan ku hitam. Yang terlihat hanyalah mereka berdua saja."
"Tentu saja....a....adik...paa....payah"
*ADIK!!!! WHAT? Kenapa ia memanggilnya adik?apa jangan jangan....*
"t...terima kasih...k..kakak p..pemarah"
Benar dugaanku. Mereka ternyata kakak adik. Pantas saja Aidil sangat terpukul karena kejadian ini.
"A....ADIK....KEPARRRRAT!!!! KALIAN BAJINGAAAAN!!!! MATI KALIAAAN!!!!"
Aidil pun mengamuk. Ia tak terkendali. Ia pun mulai memenggal seluruh pasukan yang terlihat tak peduli lawan ataupun kawan.
"GRRRAAAA!!!! PERSETAN POLANDIAAAA!!!! AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!!!!!
SYAAAAAKKK!!!!
PRAAAAANG!!!!
SYAAAAK!!!!!
"AAARGGGH!!!!"
"TANGANKU!!!!!"
"SAKIT!!!!"
Terdengar teriakan teriakan dari orang yang ia serang. Aku pun tak bisa membiarkan ini lagi. Aku lantas menahan Aidil dari belakang.
"LEPASKAN JENDRAL!!! LEPAS!!! AKAN KUBUNUH KEPARAT KEPARAT INI!!! MEREKA SEMUA HANYALAH SEONGGOK LALAT YANG TAK BERARTI!!! LEPAS....LEPASKAN!!!!(Mencoba memberontak)"
"Tahan AIDIL!!! TAHAN!!!! LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN. KAU TAK HANYA MENGHABISI MUSUH TETAPI KAU JUGA MENGHABISI TEMAN TEMAN MU SENDIRI!!! SADARLAH!!!!"
Aidil pun terdiam. Mukanya pucat dan berkeringat. Dalam hati ia berpikir,apa yang telah ku lakukan.
"jen...jendral (menahan tangis),hiks,maa...maafkan aku jendral,hiks,aku hilaf"
__ADS_1
Aku pun melepaskannya dan ia terduduk kaku. Aku pun menenangkannya.
"dengar Aidil. Ini medan perang,bukan pesta pernikahan yang mana kamu seenaknya makan semuanya. Kau harus ingat,kita berdiri disini mengejar kematian,mengejar syahid. Insya allah....Adikmu pasti masuk surga nya allah. Ini sudah takdir. Kita tak bisa merubahnya."
aku pun berdiri dan mengarahkan tanganku padanya. Membantunya berdiri. Ia pun memegang tanganku lalu berdiri dan mengambil pedangnya yang tertanam di tubuh salah seorang musuh yang sudah tewas. Sambil melihat pedangnya yang berwarna merah darah,ia pun berkata.
"Jika aku tewas di perang ini,makamkan aku tepat di samping makan adikku. Dan makamkan adikku tepat di tempatnya sekarang ini."
"Kau bukan tuhan. Jangan bilang kematian jika itu tidak terjadi" jawabku singkat
"Kau ingin melakukannya atau tidak"
"fuh.....baiklah. Aku akan melakukannya." jawabku lagi
"Baiklah. Aku tak akan melepaskan pedangku ini dari genggamanku meskipun aku gugur di sini. ALLAHU AKBAR!!!
ALLAHUAKBAR!!! Teriak pasukan lainnya.
Aku pun kaget. Ternyata pasukan kami ini mengetahui dan melihat semua yang terjadi meskipun mereka disibukkan dengan musuh yang tepat di hadapan mereka. Jika Adem tewas setelah perang selesai pasti seluruh pasukan akan menangis melihat momen yang mengharukan ini.
"SERAAAANG!!!!" Teriaknya lagi
Aku oun tersenyum. Melihat seorang yang masih tetap tegar padahal ia melihat adik kesayangannya mati tepat di depan matanya.
Benar kata orang. Perang mengubah segalanya.Emosi,ekspresi,kekuatan,kelemahan,dan pikiran berubah ketika seseorang maju ke medan perang. Jika di kehidupan sehari harinya ia seorang pengecut,di medan perang ini ia akan lebih berani. Jika di kehidupan sehari harinya ia sering tertawa,maka perang ini mengubah tawanya menjadi penuh dengan kesedihan dan penderitaan. Jika di kehidupan sehari harinya ia ini bodoh,maka perang ini mengubahnya menjadi cerdik dan licik agar ia mampu menghabisi lawan. Seperti itulah kira kira arti dari perang mengubah segalanya.
"Baiklah kalau begitu,aku tak mau kalah"
PRAAANG!!!!
SEEENG!!!!!
Suara aduan pedang dan jeritan masih terdengar. Meskipun perang ini memakan waktu agak lama,tetapi kami berhasil memperoleh kemenangan. Dan ketika kami total,kerugiannya adalah sebagai berikut:
Kerugian ottoman
1.000 pasukan gugur,25.000 luka luka (total pasukan ottoman seluruhnya : 40.000 pasukan pertahanan,85.000 pasukan bantuan)
4 bangunan dalam kota rubuh karena ketapel
23 rakyat sipil tewas,57 luka luka
bagian atas dinding tembok banyak yang pecah
373 kuda mati dan 669 kuda luka luka
1 komandan tewas
Kerugian polandia
25.000 pasukan tewas,10.000 kabur,7.000 pasukan luka luka,sisanya ditangkap (total pasukan 50.000)
1 buah ketapel hancur total
ratusan kuda mati,puluhan lainnya kabur
3 komandan & 1 jendral tewas
__ADS_1
Aku pun melihat lihat pasukan yang syahid sambil mengenali wajah mereka. Aku pun kaget melihat Aidil juga termasuk ke dalamnya.
"Aidil" sambil menutup matanya yang agak terbuka.
Di tubuh aidil terlihat banyak sekali goresan senjata tajam. Dan 5 mata panah menancap di dada dan peruntnya. Jyga terlihat 1 luka yang berlobang di perut bagian samping seperti bekas tusukan tombak.
"Kau telah banyak berjasa pada kerajaan. Kau pantas disebut pahlawan,teman. Sesuai permintaanmu,aku sendiri yang akan memakamkan kalian di sini,tepat di depan tembok kota ini. Selamat jalan teman,semoga bahagia di alam sana"
Setelah pemakaman para syuhada selesai,aku pun pergi menemui komandan pertahanan di kota ezurium ini. Dia bernama komandan Henry.
"Assalamualaikum Henry" panggilku. Ia terlihat sedang mengasah pedangnya di atas tembok. Ia pun menoleh ke arahku.
"walai....kum...Ah...jendral besar. Tunggu disana" sambil berjalan ke arahku
"Bagaimana henry,apakah pasukan polandia masih ingin menyerang lagi." tanyaku
"Sepertinya tidak jendral,aku rasa semangat mereka pasti turun setelah kekalahan mereka yang telak pada pertempuran tadi. Kita bisa bersantai untuk sementara waktu" jawabnya
"oh begitu,baguslah. Aku akan berendam sebentar di sungai disekitar sini" kataku
"Jangan jendral,bahaya. Kita tak tau apakah pasukan polandia akan menyerang kembali atau tidak. Lebih baik jendral berendam di ruanganku saja. Disana saya akan menyuruh pembantu untuk membuat air hangat"
"Tudak perlu. Mandi di sungai terasa lebih menyenangkan" kataku menolak
"Baiklah kalau begitu. Akan kukirim kan ratusan prajurit untuk mengawal jedral. Agar anda di perjalanan tidak dirampok atau pun diserang." tawarnya
"hmmm....baiklah. Aku akan membawa 100 pasukan saja. Tak perlu banyak banyak. Aku berangkat sekarang."
"ya,hati hati jendral. Sungai terdekat berada di terpi hutan. Di sebelah barat daya kota ini. Di sana juga terdapat sawah yang luas dan para petani yang agak banyak. Juga dekat dengan desa. Setidaknya tuan tidak sendiri jika menghadapi ancaman nanti." terangnya
"Baiklah. Aku akan segera kembali. Assalamualaikum"
"waalaikum salam"
Aku pun pergi ke sungai terdekat. Bersama 100 pasukan kavlery yang baru (tidak ikut dalam pertempuran tadi) kami pergi ke sebelah barat daya kota.
Setibanya di sana.
"Ah....ini lebih baik. (berendam di sungai). Hei apa yang kalian lakukan disana. Ayo ikut lah bersenang senang" kataku mengajak pasukan yang berada di daratan.
"maaf tuan...tugas kami untuk mengawal tuan"
"nanti kami tidak fokus dan tuan bisa celaka"
"benar tuan. Kami akan tetap disini" sahut mereka
"hahaha jangan khawatir. Aku tak akan kenapa napa. Kan tidak seru jika cuma main sendiri. Ayo,aku punya bola kecil disini. Kita bisa bermain lempar tangkap" kataku sambil mengeluarkan bola kasti
"eh..itu apa tuan" tanya mereka heran
"ini adalah bola,yang sering dimainkan di daerahku. Ini dari masa depan. Sewaktu aku masuk ke dalam buku mungkin bola ini juga terhisap masuk ke dalam. Jadi ketika aku bangun,ini bola sudah ada di dekatku jadi aku ambil saja untuk bermain,agar menghilangkan bosan. Ayolah kita bermain"
"ah...benarkah tuan" tanya mereka lagi"
"iya ayo"
YEAY!!!!!
__ADS_1
Kami pun bermain dengan bola itu. Aku pun mengajari mereka bermain lempar tangkap di air. Setelah mereka mulai pandai,kami pun membentuk tim 50 50. Salah seorang kami menjadi wasitnya lalu kami pun bermain hingga waktu senja. Benar benar hari yang hebat,setelah selesai berperang,bisa bermain dengan teman teman adalah hal yang paling menyenangkan.
BERSAMBUNG