
"MAKAN PISAU INI HOUSAN!!!"
wuuuusshhhhh........
Tap!!!!
"AH....." Hasan pun kaget. Ternyata HOUSAN menyadari hal tersebut dan menangkis pisau yang dilemparkan hasan dengan perisai merah segitiganya.
"tak mungkin....!!!" Tampak wajah kekecewaaan nya timbul. Ia pun segera berbelok arah dan menerobos ke kerumunan pasukan musuh yang sudah porak poranda. Dengan pedangnya yang digoyang goyang kan dan mata yang merah sepertinya ia tampak murka karena ia tak bisa membalas kematian ayahnya.
Di atas bukit.
"Apa yang dilakukan Hasan!!! Kenapa ia mengacaukan rencananya" kata sultan
"sultan,ia tampak kecewa karena ia tak bisa membunuh housan." kataku sambil memandang hasan dengan wajah yang dingin.
"Dia akan mati di sana. HABIB,Pe...."
"tidak sultan" aku pun memotong perintah sultan
"jangan,biarkan ia. Sebentar lagi housan pasti mati,aku percaya padanya" tambahku lagi
"baiklah,tapi pemanah mereka yang harus di khawatirkan." katanya lagi
"jangan hawatir. Pemanah itu akan binasa dalam 3....2....1.... sekarang"
Tiba tiba pasukan pemanah musuh tumbang satu persatu. Ternyata rencana berjalan mulus. Kavlery pemanah yang berbelok ke kiri di pertempuran tadi berhasil memutari area tempur dan menyerbu dari belakang. Pasukan musuh sudah porak poranda di tambah lagi serangan dari arah belakang. Dengan serangan tiba tiba ini,sebagian pasukan lari ke hutan dan sebagian lagi kabur entah kemana.
"sultan...." kataku memberi kode
"ah...baiklah. PASUKAN KAVLERY YANG TERSISA!!! DENGARKAN!!! KEJAR MUSUH YANG KABUR KECUALI YANG MASUK KE DALAM HUTAN!!!!"
"YA SULTAN!!!!" Teriak mereka dari jauh.
yap. Pasukan musuh ini pun terkepung. Terlebih lagi kami berhasil merampas 3 ketapel mereka. Jadinya ketapel kami menjadi 6 buah. Panah panah dan bola api terus menghujani krumunan yang berdesak desakan akan ketakutan. Mereka telah melihat kematian di depan mata mereka.
keadaan hasan.
(Warning : Sudut pandang hasan)
*Aku tak boleh menyerah. Ayah akan kubalaskan dendam mu. Aku pasti akan membunuhnya* Kataku dalam hati
Sambil memecut kuda aku terus berpacu ke arah Housan yang kabur sendirian ke utara. Aku tak memperdulikan teman dan musuh,yang penting penghalang yang ada di depan ku harus di basmi. Aku hanya punya satu tujuan,yaitu membunuh HOUSAN.
"HOUSAN PENGECUT!!! LAWAN AKU!!! AYO!!!! KITA TANDING SECARA JANTAN!!!!" Teriakku
Terlihat Housan berhenti dan menghadap ke arahku. Ia pun melepaskan helm nya dan mengeluarkan pedangnya.
"Siapa kau bocah!!! beraninya menantangku!!! pulanglah ke rumahmu!!!!"
"Yang harus pulang itu kau...." kataku
"ah...."
"KEMBALILAH KE NERAKAAAAA!!!!!" Aku pun berteriak dengan keras dan mulai melaju dengan kudaku ke arah housan
"AAAAAAAAA!!!!! MATI KAU ********!!!! INI AKAN MENJADI KUBURANMU!!!!"
"Hm...kau cari mati. Hiya!!!"
tap tap tap tap tap
Bunyi sepatu kuda yang berlari mulai terdengar. Dengan 1 serangan ini akan menjadi penentunya. Apakah aku menang atau justru ia yang menang. Tapi aku percaya,ayah akan melindungiku. Ayah,aku akan buktikan kalau aku pantas menjadi penerus ayah sebagai jendral besar kesultanan ottoman. Ayah,kepala orang ini ku persembahkan UNTUKMU!!!!"
Praaaaang!!!!!
Kami pun saling beradu pedang. Dengan 1 kali tebasan lalu agak menjaga jarak. Sambil saling berpaling satu sama lain. Untuk melihat siapakah yang akan jatuh.
__ADS_1
1 detik....
2 detik....
3 detik....
BAM!!!!!
Aku pun jatuh dari kuda. Pandangan ku mulai kabur. Ayah....maafkan aku. Aku tak bisa menjadi seperti ayah. Ayah....aku tidak berguna....
di saat penglihatanku mulai lemah dan kabur,namun aku melihat seseorang menunggangi kuda dengan gagah mengangkat pedangnya. Ia adalah sahabatku,ALI. ALI....Kau memang pantas untuk jabatan itu. Lebih baik aku ini mati dari pada terus menyusahkan kalian. Ali,aku yaki,kau bisa melawannya.
itulah yang kuucapkan dalam hatiku. Aku pun tak bisa melihat apapun. Semuanya hitam. Hitam. Dan hitam. Aku tak bisa merasakan apa apa di tubuhku. Tangan dan kaki ku mati rasa. Yang bisa kuucapkan adalah....Apa aku sudah mati.
Tiba tiba....
"ukh....cahaya apa ini?" kataku
Secara tiba tiba cahaya pun muncul. Aku merasa silau di buatnya karena tempat ini gelap dan tiba tiba ada cahaya putih.
Terlihat ada seseorang yang menuju ke arahku. Tapi masih belum jelas karena ia keluar dari cahaya itu.
"apa itu"
Aku pun mencoba duduk.
"siapa disana" tanyaku
Bayangan itu semakin mendekat. Dan ternyata itu....
"a...ayah..." kataku kaget
"ya anakku. Ada apa denganmu,kenapa kau ditimpa kesedihan. Bangunlah nak" kata ayah namun masih menjaga jarak denganku
"ayah,aku rindu ayah,ayah....."
aku pun sedikit kaget,karena ia tak memperbolehkanku mendekatinya.
"ke...kenapa ayah" tanya ku dengan mata yang berkaca kaca
"anakku,waktu ayah hanya sedikit. Bangunlah nak. Buka matamu. Temanmu sedang mengorbankan dirinya demimu. Bangunlah nak...." katanya lagi.
Jujur aku tak tau apa yang ia bicarakan. Ia pun menasihatiku.
"HASAN,Kau ini sudah dewasa. Ingatlah,orang yang dekat denganmu bukanlah orang biasa. Ia akan menjadi pelindungmu,sampai saat pengepungan konstantinopel. Ia tak akan membiarkan mu mengalami kejadian yang sama dalam sejarah" tambahnya lagi.
"apa yang ayah bicarakan. Apa!!!"
"Percayalah anakku,Ikutilah ia,jangan pernah lepas dari pandangannya. Dan apa pun yang diperintahkannya turutilah karena itulah yang terbaik bagimu"
"siapa yang ayah bicarakan" tanyaku bingung. Aku masih tidak faham apapun tentang yang ayah bicarakan tadi. Namun...dalam pikiranku terdapat 2 nama yang spesial bagiku,yaitu Mehmed dan Ali. Lalu diantara 2 ini yang mana yang dimaksud ayah.
"ayah tau isi hatinu nak,juga kepalamu. Kau benar,yang ayah bicarakan antara 2 orang itu,kau harus cari jawabannya sendiri. Waktu ayah sudah habis(sembari menjauh)"
"AYAH....AYAH.....KAU MAU KEMANA AYAH....AYAH......AYAHHAHAHA(menangis)....."
"AYAH!!!!" Tiba tiba aku kaget karena sudah kembali ke tempat ku tadi. Ternyata itu hanya mimli namun,kenapa itu selerti nyata.
PRAAANG!!!!
"HASAN!!!!"
Terdengar orang yang sedang meneriakiku. Ternyata itu adalah ALI. Ia sedang bertarung melawan HOUSAN. Tapi tak memakai kuda melainkan duel adu pedang tanpa memakai kuda,perisai,helm,maupun baju perang. Mereka hanya mengenakan celana dengan baju biasa. Seperti sedang latihan.
"HASAN!!! DENGAR!!!! KAMI SEDANG BERDUEL DENGAN TARUHAN.......AH.....KEMBALI KE MEDAN PERANG!!! MEREKA MEMBUTUHKANMU!!!"
"A...ALI...."
__ADS_1
PRAAAANG!!!!
"apa yang kau bicarakan. Kami sedang berduel dengan taruhan jika dia menang maka setengah kerajaan polandia menjadi wilayah ottoman,tetapi jika aku yang menang maka seluruh wilayah ottoman akan menjadi milik kerajaan polandia. Dan kau akan kukirim menemui ayahmu di neraka!!! Hahahah sudah jelas aku yang menang"
PRAAAANG!!!!
SEEEENG!!!!!!
"Pergilah hasan!!! cepatlah"
SEEEEENGGGG
SIYAAAAAAK!!!!!
"AAAARGGGHHHH!!!!" Terlihat pedang Housan berhasil melukai tangan kanan ALI.
"ALI!!!!"
"jangan khawatir. Ini lah yang kucari selama ini. Sesama jendral besar harus bertarung dan memperlihatkan tajinya pada pasukannya." Katanya dengan tersenyum. Padahal masih terlihat di raut mukanya sedang menahan kesakitan.
"ha,jendral" kata ku heran.
"iya,sebentar lagi aku akan jadi jendral. Kau akan menjadi wakilku sekaligus bawahanku. Aku,tak akan menyerah. KAU MENDUKUNGKU KAN!!!!"
Prannnnggggggg!!!!!
seeeeenggggg!!!!!!
"ah.... (kaget). Hm....baiklah. AKU AKAN MENDUKUNGMU!!!! SEMOGA KAU MENANG JENDRAL!!!!" Kataku sambil tersenyum
"YA,KAU JUGA"
Aku pun memacu kuda ku kembali ke medan pertempuran. Aku pun sadar,tuhan telah menurunkan seorang malaikat pelindung untukku. Meski ia bukan malaikat,namun aku akan menganggap nya sebagai malaikat pelindungku. Aku tak akan menyia nyiakan kesempatan yang tuhan berikan. ayah,terima kasih sudah memberitauku.
(warning : kembali ke sudut pandang ALI)
*Sial,ia terlalu kuat. Aku harus terus berjuang. AKU TAK AKAN KALAH!!!"
PRAAAANGGGG!!!!!
"HIYAAAAA"
Syaaaaakkkkkkkk!!!!!!
aku pun berhasil merobek dadanya. Meski hanya tergores,tapi itu mungkin akan menyakitkan. Ditambah lagi keringat yang membasahi baju tipisnya pasti menambah rasa perih yang luar biasa.
"ha....hahahahhahaha,ternyata aku salah meremehkanmu nak. Kau lebih hebat dari ksatria manapun. Aku salut padamu. Lebih baik kau bergabung denganku. Aku berjanji aku akan memberikan jabatan yang tinggi 1 level di bawahku. Kau juga kuizinkan untuk memimpin seluruh pasukanku. Bahkan aku bisa memberi harta dan wanita kepada mu. Bagaimana,apa kau tertarik?" tanyanya. Aku tak percaya seorang jendral mampu berjanji sebesar itu.
"kau hanya jendral. Apa hak mu bisa memberi harta dan wanita padaku. apa kau bangsawan." tanyaku sinis
"kau benar,aku adalah anak bungsu dari saudara raja polandia,GORU,yang juga merupakan penasehat raja. Aku juga tak hanya seorang jendral,namun aku adalah pemimpin menteri militer. Semua pasukan kerajaan ada di genggamanku. Bagaimana,kau tertarik atau tidak?" tanya nya lagi.
"hm....sayang aku sudah ada yang punya. Jadi dengan sangat terpaksa saya menolak"
"kalau begitu,MATI SAJA KAU!!!!!"
PRAAAANGGGG
"Sayang sekali jendral. Aku hanya melihat kemampuan mu. Sekarang aku sudah serius. Bersiap lah menemui ajalmu"
"ah...apakah...."
"HIYAAAAA!!!!"
SYAAAAAAKKKKKK
Kepala nya pun terjatuh. Di susul dengan tubihnya yang sudah buntung. Akhirnya...untuk pertama kali aku berhasil membunuh seorang jendral besar. Tak sia sia aku berlatih silat di duniaku,juga berlatih menggunakan keris dan busur peninggalan kakek buyutku. Jadinya,aku menguasai ilmu bela diri. Tak sangka itu akan sangat berguna di sini,dan aku hanya perlu terus mengasah kemampuanku. Aku akan menjadi jendral,dan akan melindungi orang orang yang teraniaya,tak peduli ia islam atau bukan. MULAI HARI INI,AKU BERSUMPAH,AKU AKAN MENJAFI JENDRAL DAN MEWUJUDKAN MIMPI MIMLI KU,YA....ALLAH,TERIMALAH DOA HAMBA DAN LINDUNGILAH HAMBA DARI GANGGUAN SETAN YANG MEMBISIK DI DADAKU INI YA ALLAH....AMIIIN.....
__ADS_1
Aku pun kembali mengenakan zirah dan kembali memacu kuda ku ke medan perang.