
3 hari kemudian.
Aku pun hampir sampai di kota Ezurium. Kota ini sangat jauh dari izmir. Masih untung bisa sampai dengan cepat karena tidak membawa barang banyak dan pasukan sama sekali. Itu dimaksudkan agar aku bisa sampai lebih cepat.
Aku pun hampir tiba di kota ini. Ketika aku mendaki bukkt yang agak tinggi untuk melihat kondisi kota,aku pun sempat kaget.
"ah...capek juga mendaki. APA!!! PENGEPUNGAN SEDANG BERLANGSUNG!!!! Bagaimana ini? Aku tak membawa pasukan sama sekali."
Aku pun mulai melihat perang yang sedang berlangsung. Perang sengit ini seperti nya tak mudah dimenangkan. Ternyata benar dugaan kami. Pasukan gabungan itu tak ada melainkan hanya sebagai gertakan saja. Yang menyerang kota ezurium 100% pasukan polandia. Mungkin Hasan yang ada di kota sivas pasti menghadapi 100% pasukan karagmanolu.
Dilihat dari jumlah pasukannya,polandia mengerahkan sekitar 50.000 pasukannya untuk menyerang ezurium.
*Bagaimana ini....Tak mungkin aku diam di sini. Tapi jika aku serang lebih tak mungkin lagi. Apa yang harus ku lakukanm....ya allah....tolonglah hamba agar bisa menyelesaikan masalah ini* doa ku dalam hati
Tiba tiba terdengar bunyi di semak semak. Ku kira itu adalah binatang tetapi....
BUK!!!!!
AH.......
Aku pun tumbang dan sekilas aku melihat seseorang berpakaian mirip pasukan ottoman. Ah....sial,mulutku berdarah karena ditinju nya.
"Siapa kau!!!" tanyanya
Sekilas aku pun tak menjawab dan terus memandanginya sambil rebahan di tanah.
"Siapa kau" tanyanya lagi
aku masih diam.... sampai
"KEPARATKAU. KUBUNUH KAU!!!!" Sambil mengacungkan pedangnya
"ADEM,HENTIKAN!!!" Tiba tiba terdengar suara dari belakang.
"apa yang kau lakukan" katanya lagi
"komandan,dia pasti mata mat musuh. Aku bunuh sekarang juga"
oh...namanya adam. Apa ia tak mengenaliku? aku masih tetap diam agar ia mengingat siapa diriku.
"jangan. Kulihat dulu. AH....JENDRAL!!! JENDARL MAAFKAN PASUKAN KU KARENA LANCANG. Ia masih pasukan baru. tolong ampuni hama...." tiba tiba ia bersujud memegang kakiku
Aku pun berdiri dan juga membantu nya berdiri.
"apa yang kau lakukan. Tak seharusnya kau bersujud selain pada allah. Jangan lah kau membuat dosa pak." kata ku
Ia memang terlihat lebih tua dari ku. Sepertinya ia adalah komandan yang berpengalaman.
"Dasar bodoh"
BUK!!! (memukul kepala adem)
"ah...kenapa komandan. Kenapa kau memukulku karena bocah ini" katanya tak puas
"kau buta ia adalah jendral besar ali. Kesayangan sultan dan salah satu dari 2 singa ottoman. Dia lebih hebat dan pangkatnya lebih tinggi dari Hasan. Kau ingat itu bodoh." katanya lagi
"ah...apa.....maa....maafkan hamba tuan"
__ADS_1
Ia pun membungkuk dan aku oun kembali membuatnya berdiri tegap.
"Syukurlah. Kalau begitu kenapa kalian ke mari" tanyaku
"Kami sedang dalam ekspedisi membantu mempertahankan ezurium. Sultan yang memerintahkan langsung dan pasukan ini berada di pimpinan hamba" kata komandan tersebut
"siapa namamu" tanyaku
"aku adem" tiba tiba orang sebelahnya memperkenalkan diri
"aku sudah tau. Maksudku komandanmu"
"oh...maaf"
"ah...bawahanku di sebelah ini memang agak bodoh. Jadi mohon maklumi"
"tak apa" kataku lagi
"nama saya Aidil,jendral"
"Baiklah kalau begitu,Adem,kau kembalilah ke barisanmu." kataku
"tapi tuan,saya adalah wakil komandan" katanya lagi
"oh benarkah? kau muda sekali. Berapa umurmu?" tanyaku
"18 tuan"
"wow masih 18 tahun sudah jadi wakil komandan. Hebat" pujiku
"itu sudah pencapaian yang bagus. Baiklah Aidil,bolehkah aku ambil alih pasukanmu?" tanyaku sambil melihat aidil
"Tentu jendral. Anda yang paling tinggi dan kuat disini. Tentu saja jendral besar bisa mengambil alih pasukan." katanya bersedia
"Tapi jendral,bukannya sultan telah menyuruh jendral untuk pergi ke kota izmir. Apa yang terjadi di sana?" tanya aidil lagi
"cerita nya panjang. Nanti aku akan ceritakan semuanya. Sekarang kita akan membantu prajurit di kota. Kita akan serang pasukan musuh dari belakang. Berapa tentara yang kau bawa?" tanyaku
"85.000 tuan. Yakni 10.000 infantry,15.000 kavlery pedang,15.000 kavlery tombak,40.000 pemanah,5000 kavlery panah,dan 1 ketapel dengan 15 batu besar" jawabnya
"wow sangat besar. Baiklah. Aidil,kau bawa pasukan kavlery pedang,serang dari arah kanan. Adem,kau bawa pasukan kavlery tombak,serang dari kiri. Dan aku akan memimpin pasukan infantri di belakang. Pasukan pemanah dan kavlery panah harus berada di atas bukit memanah musuh di bawah. Kita akan mengepung mereka dari 3 sisi. Dan perintahkan 1 orang dari mu untuk menyusup masuk ke dalam kota,katakan pada komandan pertahanan di sana agar menghentikan serangan anak panah agar kita bisa lebih mudah untuk mengepung mereka. Kalian paham?"
"ya jendral"
"Baiklah sekarang,komandan,kirimkan intel terbaikmu untuk menyusup ke dalam kota. Setelah dia kembali nanti baru kita serang mereka. Kalian berdua pergi ke posisi masing masing." perintahku
"Baik jendral" (serentak)
Kami pun menunggu untuk mendapat kabar dari intel kami. Memang cukup lama,dan terlihat pasukan pertahanan sudah mulai kewalahan. Tak lama kemudian....
"Ah...akhirnya kau kembali. Bagaimana? apa yang dikatakan komandan mereka" tanyaku
"jendral,mereka setuju dan mulai menghentikan tembakan panah. Mereka menyuruh kita cepat menggempur agar pasukan musuh tidak bisa mendekati kota. Pasukan musuh juga terlihat kembali ke kamp mereka." kata intel itu
"Kita tak bisa biarkan. Sebelum mereka sampai ke kamp,Kita harus menggempur mereka. Pergilah,bawa 1 temanmu dan katakan pada komandan Aidil dan Adem untuk bersiap. Kita akan menggempur mereka."
"Ya tuan" dia pun pergi
__ADS_1
Tak lama kemudian.....
"Sepertinya mereka telah bersiap. Prajurit,lontarkan bola api" kataku pada salah seorang prajurit
Bola api ini dimaksudkan sebagai sinyal kepada pasukan yang lain untuk menyerang.
"SERAAAAANG!!!!!" Teriakku
SERAAAAANGGGG!!!!!!
SERAAAAAANG!!!!!!!
"OKÇULUK!!!! (Pemanah)" TERIAKKU
ATEŞ!!!!! (Tembak)
wus~s s s s s s s s s s s s s s
Ribuan panah pun dilepaskan.
AAAAAHHHHH.......
AKH..............
AAAAAARRRRRRGGGGHHHH.......
Para pasukan pemanah diperintahkan umntuk melepas panah 1 kali saja. Setelah itu mereka diperintahkan untuk pergi menyerbu kamp kamp musuh dengan menghujani mereka menggunakan anak panah api.
Di medan perang.
"AYOOO!!!! BUNUH KEPARAT KEPARAT INI!!!!" Teriakku
YAAAAAAA
PRAAANG!!!!!
SEEENG!!!!!
PRAAAAANG!!!!!!
Bunyi aduan pedang terus terdengar. Pekikan pekikan dan teriakan juga membuat suasana semakin menakutkan. Api demi api terus menyala di medan perang karena ketapel api yang kami bawa terus di lontarkan. Bahkan pasukan dalam kota pun keluar membantu mengepung pasukan polandia.
SYAAAAK!!!!!
AHH!!!!!!!!!!
AAAAAARGGGHHH.........
"AAAARGGGHHHHH SAKIT SEKALI!!!!!"
Ah...aku mendengar suara pekikan yang amat keras dari semua pekikan. Sesaat aku menyadari itu adalah suara Adem. Aku oun mencoba pergi ke arah suara,mungkin Adem sedang mengalami masalah.
Aku pun sampai ke asal suara,lalu aku melihat....
"ADEEEM!!!!!"
BERSAMBUNG
__ADS_1