Cahaya Harapan Di Langit Turki

Cahaya Harapan Di Langit Turki
Hukum Membenci Ayah


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang. Salma baru saja sampai di apartemen kakaknya. Disana Hasbi sudah menunggu.


Salma pun mengucapkan salam. "Assalamualaikum, Salma pulang."


Hasbi yang mendengarnya pun menjawab. "Waalaikumsalam. Gimana jalan-jalannya?"


"Not bad but not good," jawab Salma sambil duduk di sofa.


Hasbi mengernyitkan dahinya. "Why?"


"Kamera gue di rusakin bang. Harusnya foto aesthetic jadi kurang aesthetic," jawab Salma sambil memanyunkan bibirnya.


"Kok bisa?" tanya Hasbi yang masih tidak faham.


"Jadi gini bang, kan tadi ada meteor gede banget lewat masjid biru. Karena gue kaget, gue refleks lemparin kamera gue. Dan lo tau? Kamera gue di gigit T-Rex hancur deh itu kamera mahal," jawab Salma.


Hasbi memasang wajah antusias. "Wah yang bener, keren banget. Seperti apa yah aku mendengarnya seperti film-film action gitu bro," ucapnya.


"Lo lama-lama gue lakban ya. Buruan cerita buset gue udah penasaran," lanjut Hasbi dengan senyum tertekan.


Salma pun memamerkan deretan gigi putihnya. "Hehe jadi gini bang kan tadi ada cowok gak sengaja nyenggol bahu gue. Akhirnya itu kamera rusak deh, terus buat permintaan maafnya dia tour gue keliling masjid biru bang," jelasnya.


"Lo minta ganti rugi kaga?" tanya Hasbi.


Salma mengangguk. "Ya iya lah. Itu kamera mahal abis. Kalo gak ganti rugi gue tuntut dia lah," jawabnya.


"Yeu lo pikir hukum mau ngadepin masalah sepele kayak gitu? Nah sekarang mana kamera lo?" tanya Hasbi.


Salma mengingat ingat dimana letak kamera kesayangannya itu berada. Dan ia ingat betul kalau kamera itu berada di tangan teman barunya, Zafir. "KAMERA GUE DIA BAWA BANGG," teriaknya panik.


Hasbi refleks menutup kedua telinganya. "Berisik, ngomongnya biasa aja napa," ucapnya sewot.


"Aduh kamera gue, gimana dong bang," rengek Salma. Hasbi mengangkat bahunya acuh sebagai tanggapan.


"Lo kan tinggal telepon dia suruh balikin. Gitu aja repot amat," ucap Hasbi.


"Aduh masalahnya tuh gue belum mutualan sosmed bang apalagi nomor telepon," jawab Salma semakin panik.


Sementara itu Hasbi tersenyum tertekan. "Ada ada saja beliau satu ini."


...

__ADS_1


Hasbi baru saja tiba di rumah setelah pergi ke toko elektronik milik pamannya untuk memperbaiki kamera Salma. Hasbi merebahkan tubuhnya di kasur king size. Tangannya terus mengecek fungsi kamera itu. Ia melihat lihat hasil foto Salma, cukup bagus.


"Keren juga nih cewe. Gue mau balikin nih kamera gimana caranya. Tau nomor dia aja kagak, cek Twitter kali ya. Sapa sih tadi Salma Zulaikha Marwa bukan?" gumamnya bermonolog.


Setelah berkutat dengan handphonenya beberapa lama ia menemukan satu akun yang menarik perhatian.


"Ini bukan sih? Coba gue tag siapa tau nyaut tu orang. Kalo salah orang malunya belakangan dah," lanjutnya.



Setelah beberapa menit muncul sebuah notifikasi yang menarik perhatiannya. Berasal dari akun yang ia tag di akunnya.




Tanpa menunggu lagi Zafir menekan tombol calling. Beberapa detik menunggu panggilannya pun di jawab oleh Salma.


"Halo? Kenapa nelepon?" tanya Salma di seberang sana.


"Gue kan udah bilang males ngetik," jawab Zafir.


"Besok lo ambil sendiri deh di rumah gue," jawab Zafir.


"Lah? Ih ga bisa! Lo harus tanggung jawab dong. Salah siapa jalan nggak pake mata," ucap Salma sewot.


Zafir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Masalahnya besok gue ga bisa keluar. Disuruh jagain kamu."


"HAH?"


Zafir menepuk mulutnya yang belibet hingga membuatnya typo. "ADE!!! GUE PUNYA ADE, besok mama sama papa mau ada acara gue di suruh jagain."


"Yah terus gimana dong? Gue kan nggak tau rumah lo," celetuk Salma.


"Share lock lah. Ribet amat idup lo neng," ejek Zafir.


"Yaudah deh besok pukul sembilanan gue kesana. Lo ada nitip sesuatu?" tanya Salma.


"Nitip hatimu," jawab Zafir.


"Woy!! Ga asik. Skip," ucap Salma.

__ADS_1


Belum sempat Zafir menjawab, sambungan telepon telah terputus. Diam-diam Zafir tersenyum.


Sementara itu Salma pun mengalami hal yang sama. Ia merasakan salah tingkah yang amat sangat brutal. Padahal Zafir hanya iseng kepadanya namun kenapa hal itu mampu membuatnya begini? Ini adalah kali pertama fenomena ini terjadi.


Pintu kamar Salma di ketuk. Orang itu sudah pasti kakaknya. "Masuk aja," seru Salma dari dalam.


Pintu terbuka dan menampilkan sosok Hasbi yang sedang bermain handphone. "Lo harus tau ini dek. Penting banget," ucapnya.


"Apa? Kenapa?" tanya Salma yang ikut kepo.


"Papa mau lo pulang ke Indonesia secepatnya," jawab Hasbi.


Salma memutar bola matanya malas. "Kenapa? Nggak suka ya gue seneng?"


"Salma!! Jaga ucapan kamu ya," teriak Papa Salma dari handphone Hasbi.


Salma menatap Hasbi dengan sinis. Ia pikir papanya hanya berpesan lewat chat. Apalagi Hasbi tidak memberitahunya. Sementara yang ditatap hanya menampilkan deretan gigi putihnya sambil mengangkat dua jari telunjuk dan tengah sebagai tanda piece.


"Papa apa apaan sih aku kan baru aja nyampe di Turki. Salma tuh capek di Indonesia terus," keluh Salma.


"Kamu nggak niat sekolah? Kamu pikir liburan masih lama hah? jawab papa!"


Salma mendengus kasar. "Iya lusa, Salma bakal pulang," ucapnya. Ia merebut handphone Hasbi dan mematikan sambungan secara sepihak.


"Lo masih benci sama papa?" tanya Hasbi.


"Setelah semua yang dia lakuin. Lo pikir gue kagak benci sama dia?" jawab Salma ketus.


Hasbi mengelus kepala Salma. "Adek gue yang paling manis sedunia. Lo nggak boleh gitu, apapun yang terjadi dia tetep jadi Ayah kandung lo. Meskipun orang tua kita putus hubungannya itu nggak akan merubah kenyataan kalo lo anak kandung papa. Putusnya hubungan orang tua nggak akan bisa mutusin hubungan darah Sal."


"Memang nggak ada hukum Islam yang secara khusus ditunjukkin buat ayah yang nggak bertanggung jawab atas anaknya. Tapi lo tau firman Allah SWT dalam surah Al-Isra ayat dua puluh tiga sampai dua puluh empat? “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” semua udah di tentuin sama pemilik alam semesta Sal. Lo nggak bisa rubah semua ketentuannya. Kita emang menulis takdir kita sendiri tapi semua nggak akan terjadi kalo tanpa kehendaknya bukan? Kalo lo balik ke Indonesia. Pliss lo harus maafin papa, ikhlasin dek. Kita ikuti ketetapan semesta," lanjut Hasbi.


Mendengar nasehat dari kakaknya membuat Salma merasa teringat dengan semua kelakuan kasar kepada papanya. Seketika Salma merasa sangat bersalah.


"Lo bener bang. Mungkin gue bisa coba, tapi gue nggak yakin bisa maafin papa sepenuhnya," jawab Salma.


"Lo coba pelan-pelan. Ingat? Allah nggak akan beri ujian diluar kemampuan makhluknya," ucap Hasbi.


Salma pun memeluk kakaknya dengan erat. Setelah mendengar semua nasehatnya. Rasa rindu tiba-tiba membuncah di dalam hati Salma.


"Bang besok gue mau habisin waktu disini bareng lo. Tapi gue harus ambil kamera dulu pagi-pagi gapapa?" tanya Salma. Hasbi mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2