
Syarif merebahkan kepalanya di paha cahaya.
"Mas,siapa bilang mas syarif tidak becus jadi suami,mas adalah suami terbaik dan selalu mengerti istri,mas juga imam yang baik untuk aya.Aya senang melakukan semuanya"
"Tapi sayang kalau kamu kelelahan akan sulit kita segera punya anaknya,kemaren mas melihat ada sebuah ruko yang letaknya sangat strategis,disana dekat dengan kantor desa dan pasar,siapa tahu cocok"kata syarif .
"Lalu warung kita yang di sini?"tanya cahaya.
"Ya tetep jualan,nanti kan ada pegawai yang jualan,semua makanan dari kita,atau bang beni dan mbak yuni yang jualan disini masakan dari kita,nanti bagi hasil?"syarif menawarkan sebuah ide menarik.
"Boleh juga,nanti aya akan menambahkan kue mbak yuni dalam daftar menu kita.aya setuju mas"jawab cahaya antusias,dia sudah membayangkan menu apa saja yang akan dia jual nanti,untuk warung dan cateringnya.
"Bagaimana nanti sehabis sholat ashar kita lihat lokasi dan rukonya,sebelum keduluan orang.nanti kalau usaha ini sudah jalan mas akan melepas 100% untuk di aya kelola,mas akan mulai usaha baru sesuai bakat mas,di konstruksi,mas dan kak radit akan membuka usaha itu bersama sama supaya modalnya tidak terlalu banyak"jawab syarif.
"Bagus itu,aya akan dukung mas terus,oh ya mas sudah tahu kabar terbaru mas radit?" kata aya,kemaren lusi menceritakan banyak hal paya cahaya
"Kabar baru apa?"heran syarif.
"Sekarang kak radit sedang dekat dengan wali kelasnya Lusi,namanya bu rosa" aya menceritakan kedekatan radit dan cahaya.
"Tahu dari mana,jangan ngegosip!" syarif mengingatkan istrinya supaya tidak ikut ikut menggosip seperti ibu ibu tetangga.
"Enggak mas,ini bukan gosib tapi lusi sendiri yang bilang,dia bilang akan punya ibu baru xang cantik dan baik seperti tante aya,dia bilang namanya bu rosa,dan menjadi wali kelas lusi,sepertinya lusi sangat dekat dengan bu rosa,kemaren lusi juga menunjukkan foto bu rosa pada aya"bela aya,dia tidak mau di bilang menggosip.
"Oh ya bagus dong,lusi punya ibu baru dan kak radit akan mempunyai istri lagi,semoga apa yang lusi katakan benar,kalau bu rosa ibu yang baik untuk lusi" jawab syarif.
"Iya mas,aya juga berharap seperti itu,kasihan dia masih kecil harus melewati semua cobaan ini."kata cahaya.
__ADS_1
"Iya mas juga kasihan tapi nanti kalau dewasa dia akan jadi wanita kuat seperti istriku ini"Syarif yang masih tiduran di pangkuan aya,mengelus pipi istri kecilnya itu dan mengecup singkat bibir mungil itu.
* * *
Sore itu sehabis sholat ashar,mereka menuju ke ruko yang syarif bicarakan tadi,mereka berboncengan dengan mesra,sesampainya di dekat ruko mereka bertemu dengan zahra,masa lalu syarief sekaligus keponakan cahaya,dia baru turun dari mobil mewah,penampilannya saat itu sungguh berbeda dari waktu pacaran dengan syarif.Zahra melihat syarif yang sedang membantu cahaya melepas helmnya.Zahra nampak kaget dengan wajah perempuan itu.
"Itu kan aya,si keponakan bodoh,haha jadi mereka jadian,gadis bodoh dan cowok miskin .pas banget deh"gumam zahra.lelaki yang bersamanya heran melihat zahra yang senyum senyum sendiri.
"Sayang,lihat apasih kok senyum senyum sendiri?".tanya tomi pacar baru Zahra.
"Itu lo aku melihat mantanku yang sedang bersama dengan keponakanku,pas banget mereka,yang satu miskin yang satu bodoh,cocokkan!"kata zahra manja.dia menunjuk ke arah pasangan itu.
Tomi juga kaget melihat syarif,dulu syarif merupakan saingan bisnisnya,dan dia belum pernah memenangkan tander kalau melawan syarif.
"Wau itukan mantan orang kaya,m syarif amirullah,ayo kita samperin sayang,ini pertunjukan yang bagus"kata tomi.
"Hallo mr syarif apa kabar?"sapa Tomi sambil memasukkan tangannya di saku celananya.
"Alhamdulillah baik,kalian?"tnya syarif kembali.
"Baik,baik banget,kekayaan juga terus bertambah apalagi sudah tidak ada lagi mr syarif"jawab tomi jumawa.
"Hai mantan,dan hei ini kan keponakan gue dari kampung itu ya,huhu ke kota ingin sekolah tapi kok malah jalan dengan si miskin"ejek Zahra.
"Memang kenapa kalau saya dari kampung?"jawab cahaya.
"Tidak apa apa sih, orang kampung itu mau diapain aja ya tetep kampungan,sekarang lumayan juga penampilan lo,biasanya pakai baju bertambal,ada kemajuan ternyata."ejek zahra sambil tersenyum sinis dan memegang sedikit lengan baju cahaya dengan jijik.
__ADS_1
"Iya dong,sekarang asa suami yang selalu memperhatikan aya,bukan ngakunya saudara tapi malah menikung dari belakang"sewot cahaya,bisa marah juga dia ternyata.
"Istriku bisa marah juga ternyata"batin syarif.
"Trus kalau iya kenapa,orang kampungan seperti lo itu pantes ya jadi babu tidak perlu sekolah juga bakalan jadi pembantu nanti,buang buang duit saja, alangkah bagusnya kalau uangnya untuk shoping dan me salon"ucap zahra sambil tersenyum miring.
"Ini juga orang miskin ngapain juga disini,dan lihat tu,motor butut lo itu juga tidak pas parkir disini"ucap zahra mengejek syarif.
"Maaf ini tempat umum jadi bebas siapa yang mau datang maupun parkit,serta tidak ada tulisan kalau motor dilarang parkir disini"jawab Syarief tenang.
"oh ya mr Syarif gue beri tahu ya gue baru menang tender milyaran rupiah,lalu bagaimana dirimu,kok penampilannya jadi begini,hehe"ejek tomi.
"Maaf kami buru buru,masih ada urusan penting"kata Syarief mengajak cahaya pergi,tapi pasangan resek itu masih mengikuti mereka.
"Mas kok mereka masih mengikuti kita ya?"tanya aya kepada syarif.
"Biarkan saja,paling paling mau meledek lagi,mulut orang seperti mereka itu tidak akan pernah puas menghina orang sebelum mendapat karmanya"kata syarif.
"kita ke toko buah itu dulu yuk,mau membelikan buah untuk bu rosa,aya lupa kalau kemaren lusi meminta aya menemaninya menjenguk bu rosa nanti malam"cahya baru ingat kalau lusi akan menjenguk calon ibunya yang sakit.
Mereka berjalan ke arah toko buah,memilih buah yang bagus bagus.
"Kuat juga nona membeli buah,nanti setelah beli buah,tidak makan selama seminggu,lihat dulu kantong suaminya,kalau gue tinggal tunjuk saja pasti beres,pacar gue orang kaya"bisik zahra.
"Jangan khawatir nona,suami saya masih kuat kok membelikan saya bua buahan ini,dan memang kami miskin,tapi jangan sampai miskin hati,dan memakan harta anak yatim"ketus cahaya.
"Apa lo bilang,berani lo ya"kesal Zahra sambil melotot dan menarik jilbab cahaya.
__ADS_1
" Hei kalau bertengkar jangan disini menghalangi rezeki orang saja,kalian mau beli apa berantem?"marah pemilik toko sambil membawa sapu.Zahra menghentakkan kakinya dan mengajak tomi pergi