CAHAYA UNTUK SYARIEF

CAHAYA UNTUK SYARIEF
BAB 35


__ADS_3

"Bajingan, brengsek, kamu sudah menyebabkan papa meninggal, kamu sudah mengambil semua hak saudara saudara kamu, sekarang kamu juga akan berbuat jahat kepada adik tiri kamu, oke hukum dunia memang tidak mempan bagimu, tapi allah tidak tidur, kamu pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal." kata Syarif, dengan geram.


"Oh ya, memang apa hukumannya, di sambar petir, di kutuk jadi batu, mana, gue tantang dia menurunkan karma untukku, hahaha. Allah lebih tahu harus sayang kepada siapa, kalian kah?" Hendra tersenyum miring.


"Lihat kalian, rumah ngontrak, usaha tidak pernah berhasil, hahaha." tawa Hendra menggema membuat cahaya bangun.


"Pergi, pergi kamu biadab!" Cahaya berteriak dengan ketakutan apa lagi melihat hendra ada di ruangan tersebut.


"Halo sayang, bidadariku , abang kesini ingin menjemputmu, kemaren kesenangan kita terganggu oleh cecunguk sialan itu." Ucap hendra mendekati ranjang pasien.


Syarif segera mendekap cahaya dan Radit menghalangi jalan hendra.


"Lo jangan ikut campur dit!" Hendra memperingati Radit.


Cahaya semakin ketakutan, dia menenggelamkan tubuhnya di dekapan Syarif, cahaya terisak dan tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin bercucuran dari tubuhnya.


Untung seorang dokter dan perawat masuk ke ruang rawat tersebut.


"Ada apa ini, kenapa pasien sampai ketakutan seperti itu ?" tanya dokter dengan tegas.


"pria ini yang kemaren akan memperkosa adik saya, dan polisi malah membebaskannya, dengan tidak tahu malu dia datang kesini." jawab radit.


Dokter memperhatikan hendra dengan tatapan yang tajam.


"Sebaikknya anda keluar dan jangan pernah menggangu pasien saya, atau kami panggilkan satpam!" usir Dokter.


"Oke, gue pulang dulu bidadari ku, besok abang akan kemari lagi, dan akan terus mencari kamu, meski ke ujung dunia kau bersembunyi." ucap Hendra dan keluar dari ruang inap cahaya.

__ADS_1


Radit memeriksa keluar, memastikan kalau Hendra sudah pergi. dr memeriksa keadaan Cahaya yang lemah .


"Kejam sekali orang itu, sebenarnya ada hub apa pasien dengannya, sepertinya pria tadi terobsesi dengan bu cahaya?" tanya dr Mila.


"Dia saudara kami dr, entah kenapa dia begitu benci dengan kami, bahkan dia juga berani mencelakakan ayah kandungnya." jawab Radit


"Usul saya, sebaik nya kalian menjauh dari orang tadi, terutama bu cahaya, carikan tempat yang tenang, dan di pastikan kalau saudara kalian tadi tidak bisa menemukan dia, saya takut kalau dia terus mengganggunya, bisa berakibat fatal baik kepada ibu dan anak yang dia kandung." dr Mila mengusulkan kalau mereka harus pergi jauh dari hendra dan memulai hidup baru di sana.Syarif mengangguk faham, cahaya memegang tangannya erat dan mengangguk.


"Terima kasih atas sarannya dr, kami akan fikirkan, dan menunggu sampai istri saya sembuh dulu." jawab syarif.


"Kalau menurut sya hari ini juga akan lebih baik, bagaimana kalau dia nekad, ketika mas mas ini sedang lengah atau sedang keluar, dan dia menculik bu cahaya, kan lebih berbahaya lagi." kata dokter Mila


"Tapi, apa istri saya bisa kuat dokter kalau menempuh perjalanan jauh, sedang kami tidak ada tempat yang akan di tuju." ucap syarif, karena memang mereka tidak punya persiapan apapun juga. Bahkan tujuannya juga belum ada.


" Saya ada di luar kota, kalau bapak dan ibu mau, kalian bisa untuk sementara tinggal disana sampai menemukan tempat tinggal yang layak, disana kosong, cuma ada mbok yang bersih bersih rumah." dr mila, sangat baik bahkan mau menawarkan tempat tinggal untuk cahaya.


"Dimana itu dok?" kepo syarif.


Dokter tersebut menulis nomer telponnya di kertas dan memberikannya kepada syarif.


"Terima kasih dokter, saya akan membicarakan kepada istri saya, nanti kami akan menghubungi dokter." kata syarif.


Dokter mila meninggalkan ruangan cahaya setelah memastikan keadaan cahaya dan janinnya baik baik saja.


Setelah kepergian dr mila, cahaya angkat bicara.


" Mas, kita pindah saja yuk, aya takut di sini, bagaimana kalau kak Hendra akan semakin nekad." ucap cahaya.

__ADS_1


"Mungkin itu yang lebih baik untuk kita dek, kita buka lembaran baru disana, usaha kita yang di sini biar bang ben dan mbak yuni yang mengurus, di bantu kak radit." jawab Radit menyetujui kata kata Cahaya, ini juga deni keselamatan istri dan calon anaknya juga.


"Iya rif Aya benar, kita tahu sendiri kan bagaimana sikap nekadnya hendra, untuk usaha yang disini kamu jangan khawatir, kami akan membantu, semoga di sana hidup kalian akan lebih aman, nyaman dan tentram." kata Radit menambahkan, dia menepuk bahu Arif memberi semangat padanya.


Hari itu juga Syarif mencari dr Mila dan menyetujui usul dr paruh baya tersebut.


Yuni mempersiapkan segala kebutuhan aya dan syarif, pakaian serta makanan mereka selama di perjalanan. Beni mencari travel ya g nyaman untuk mereka, sementara Radit membantu menyiapkan segala dokumentasi kepindahan serta saham Syarif dan dan cahaya untuk usaha yang mereka kelola nantinya.


* * *.


Malam itu setelah sholat isyak, syarif dsn cahaya berangkat ke yogyakarta, berbekal alamat yang diberikan dr Mila pada mereka.


"Bismillahirrahmanirrahim, kami berniat hijrah ke tempat yang lebih baik lagi ya allah berkahi niat serta perjalanan kami." Syarif memanjatkan doa untuk keselamatan mereka.


"Mbak yun, aya pamit, mbak yuni baik baik ya disini, nanti kita akan sering Vc, dan masih bisa berkomunikasi." kata Cahaya.


Yuni memeluk cahaya dengan erat, dia seperti kehilangan sebagian dari dirinya, melalui cahaya dia banyak belajar, apalagi mengenai agama, dan belajar untuk bersabar.


"Huhu, kalian jaga diri baik baik, mbak akan sangat merindukan dirimu ay, dengan siapa mbak yuni berbagi pengalaman, meminta pendapat, huhuu." Tangis yuni masih terdengar pilu


"Ada kak rosa yang akan membantu dan teman berbagi mbak, mbak juga bisa menelpon Aya, menceritakan semua keluh dan kesah mbak." jawab cahaya.


Setelah berpamitan pada semuanya, serta mengecek perlengkapan mereka akhirnya syarif dan cahaya berangkat ke yogyakarta, menyongsong hidup baru yang lebih indah.


Yuni masih meneteskan air matanya, memperhatikan mobil itu berlalu sampai tidak terlihat lagi, olehnya.


"Ayo pulang, kamu yang ikhlas, semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk hidup mereka, abang yakin allah akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuk umatnya yang baik, dan semoga si brengsek itu segera mendapat karma atas perbuatannya." kata kata Beni menyejukkan hari Yuni.

__ADS_1


"Ih abang sudah seperti mas arif saja." cubit yuni.


Saat ini Hendra dan Tomi sedang berpesta pora di club merayakan keberhasilan mereka mendapatkan tanah pasar itu dengan harga yang murah, serta memenangkan tander atas perusahaan asing.


__ADS_2