
Di hotel,Zahra di buat mendesah sepanjang permainan.dia pandai sekali belajar dan mengimbangi permainan tomi.membuat tomi sangat puas,mereka bahkan tidak cukup sekali melakukannya tapi sampai 2X.
Model berjalan zahra berbeda dengan waktu tadi cek in,langkah kakinya agak melebar seperti bebek,bahkan sawahnya membengkak,tapi dia mendapatkan uang 100juta dari yang di janjikan. Tomi meninggalkan zahra di depan rumah Zahra,dia tidak mau mendapat pertanyaan yang aneh aneh dari ibu zahra,bahkan berani meminta pada tomi untuk membiayai oplas dia.
"Sayang,aku antar sampai disini saja ya,aku ada meeting penting nih,pasti tidak bisa sebentar kalau sudah bertemu ibumu"ucap tomi menghindar.
"Iya sayang,hati hati ya"Zahra keluar dari mobil tomi,sedangkan laki laki yang baru belah durian,bahkan menemukan yang masih perawan itu menyeringai puas.Karena tujuan dia memacari zahra,menginginkan keperawanan dia,seperti dia memacari mantan mantannya dulu,setelah puas tomi akan meninggalkan mereka dengan alasan sudah membayar mereka dengan harga yang sepadan.
Zahra memberikan uang tunai 100juta itu pda ibunya yang mau operasi plastik pada mukanya dan operasi pada matanya.
"Nih uang yang ibu inginkan"Zahra menyerahkan uang 90jt ke denis dan dia mengambil yang 10juta. Besok ,dia harus melayani tomi kembali sambil liburan ke bali
"Ma,besok zahra akan ke bali ada study tour ke bali.jadi mama sendiri saja ya ke dokternya" kata zahra
"Oke,sayang dan muka mama akan kembali cantik lagi tidak seperti ini lagi"ucap denis.
__ADS_1
"Kamu hati hati disana,kalau perlu cari kenalan bule,siapa tahu kita bisa diajak jalan jalan ke luar negeri".Kata denis, meminta zahra untuk mencari kenalan bule.
"Oke mam,zahra ke kamar dulu"pamit zahra. kepada denis.
"Eh tunggu,kenapa jalanmu mengangkang begitu?"kepo denis.
"I itu ma tadi di kampus di sela sela
pahaku,terbentur ujung meja,jadi sakit deh dan bengkak" jawab zahra bohong.
Sementara cahaya dan syarif berencana mengunjungi pondok pak kyai di kampung cahaya tinggal dulu,mereka akan mengadakan syukuran sebelum rumah makan mereka buka,sekaligus kangen pada pak kyai dan keluarga.mereka mengadakan selamatan kecil kecilan dengan teman teman pondok beserta keluarga ndalem, pak kyai juga sedikit memberi nasehat pada pasangan muda itu.
"Rezeki itu sudah diatur oleh yang maha kuasa,sudah di bagi takarannya,tidak kurang dan tidak lebih,dan tidak akan pula tertukar,jadi janganlah ada keraguan atau kegamangan di dalamnya,nanti malah menjerumuskan kita dalam dosa,adanya keraguan menimbulkan sikap kurang,tamak,iri. Seorang laki-laki yang bersungguh-sungguh menjaga rezeki yang berkah yang dinafkahkannya untuk anak dan istri akan hidup bahagia di tengah keluarga yang hormat padanya.Rezeki yang berkah berdampak pada istri yang berbakti dan anak-anak yang mudah diarahkan. Sebaliknya, seorang laki-laki yang lalai menjaga rezeki yang berkah yang dinafkahkan untuk keluarganya hanya akan membawa hidup dalam kegelisahan dan ketidaknyamanan. oleh karena itu kalian harus hati hati dalam mencari rizki,pastikan asalnya tepat dan yang pasti halal"Nasehat pak kyai untuk syarif dan cahaya.
"Iya ,kyai kami akan selalu mengingat kata kata pak kyai dan berhati dalam mencarinya "jawab syarif dengan mantap.
__ADS_1
"Kalian mau buka usaha kuliner ya, itu prospek yang bagus,aya ,abah ingatkan sekali lagi selalu awali sesuatu hal dengan bacaan bismillah, insyaallah apa yang kamu kerjakan akan mendapatkan berkah, memasak juga, dengan kita membaca bismillah dan memasak sambil berdzikir asma allah, maka bukan hanya berkah saja yang kamu peroleh nak,makanan kamu juga akan di jauhkan dari setan, sangat bermanfaat untuk pelangganmu, bahkan bisa menjadi obat yang mujarab, hehe.Tapi semua itu tergantung yang diatas, dan jagalah wudhu baik pas masak atau yang lainnya" tambahan nasehat juga dari oak kyai.
" Abahmu benar aya, satu lagi tambahan dari ibu. jangan lupa menyisihkan sebagian dari hasil usaha kamu untuk sedekah, baik waktu kamu lapang ataupun kamu sedang susah nak" imbuh bu nyai.
" nggih abah, umi, insyaallah aya dan mas arif akan istiqomah dalam menjalankan nasehat abah dan umi" jawab cahaya dengan nada yang lembut.
"Nak syarif, dia ini anak yang kuat.kami bertemu dengan dia masih menginjak remaja,sudah sebatang kara.tapi semangat juangnya tinggi, dia selalu optimis.waktu itu kami sedang ke pasar.kami melihat ada seorang gadis belia sedang bekerja membawakan belanjaan orang orang di pasar. umi kasihan dan menyewa tenaganya,membantu membawakan belanjaan kami,sebenarnya tidak terlalu banyak tapi umi kasihan padanya"abah menceritakan awal mula mereka bertemu dengan cahaya.
"Iya bah betul,umi waktu itu memberinya uang 5000,biasanya upah sekali jalan cuma 2000.tergantung beratnya.umi lihat wajahnya pucat,mungkin dia belum makan atau sakit.umi tidak faham.umi memberi dia 5000.awalnya dia mau memberi kembalian ke umi 3000,tapi umi menolaknya.dengan terpaksa dia terima uang umi.dan langsung berlari ke warung makan.abah dan umi masih memperhatikannya. Dia keluar dari warung dengan perasaan ceria. tapi sampai di luar.ada seorang ibu ibu membawa 2 anak kecil kalau tidak salah waktu itu.sepertinya ibu itu minta sedekah.dan dengan ikhlas dia menyerahkan nasi yang baru dia beli untuk mereka.dan mengambil sesuatu dari dalam saku dia.mungkin itu uang.kami melihatnya dari kejauhan,aya menyerahkan sesuatu itu pada ibu tadi. tanpa memikirkan bagaimana dia akan makan kalau nasi dan uangnya di berikan pada pengemis tadi.Dan yang umi salut darinya,dia tidak cemberut atau kecewa.gadis itu berjalan dengan ringan dengan senyum yang lebar." umi bercerita sambil mengeluarkan air mata.
"Umi masih ingat saja,aya sudah lupa umi"jawab aya yang ikut menitikkan air mta juga.
"Umi akan selalu ingat nak,itu adalah pelajaran berharga yang umi saksikan secara langsung,sampai umi iri pada orang tuamu,bagaimana cara mereka mendidikmu.di waktu susah dan kamu juga membutuhkan nasi itu kamu bahkan rela memberikan pada orang lain." imbuh umi.
Syarif juga merasa tercubit hatinya mendengar kisah istri ya itu.dulu waktu dia kaya, untuk bersedekah saja masih berfikir dua kali,apa nanti cukup untuk keperluannya atau belum kalau dipotong untuk sedekah juga.
__ADS_1
"Tapi umi, benar kata abah.allah pasti menjamin rezeki bagi umatnya.Nyatanya allah menggantinya berkali kali lipat dari yang aya berikan waktu itu lewat abah dan umi, kalian mengajakku pulang,memberi tempat tinggal,pekerjaan dan makan."Jawab cahaya.