CAHAYA UNTUK SYARIEF

CAHAYA UNTUK SYARIEF
Bab 27


__ADS_3

Malam itu sehabis magrib Syarief dan cahaya periksa ke dokter kandungan.mereka juga melakukan usg ata kehamilan cahaya.


" Sudah punya buku KIA?"tanya dr mila pada syarif dan cahaya.


"Sudah dok,kami dapat dr klinik".


"Berarti memang sudah positif hamil ya.oke bu ayo kita lihat dedek bayinya sudah sebesar apa dia di dalam sana"kata dr mila dengan lembut.


Cahaya naik ke ranjang, perawat menyingkap gamis cahaya sampai bagian perut dan menutup bagian bawah dengan selimut meski aya masih memakai celana panjang di dalam.perwat itu mengoleskan gel ke perut cahaya, barulah dr yang mengambil alih tugas berikutnya.



"Lihat pak bu,ini adalah penampakan janin dari.bu cahaya,usianya sudah 4 minggu ya bu,panjangnya o,6 cm. dengar ini detak jantungnya sudah mulai ada sudah berdenyut sebanyak 65x dalam waktu 1 menit.jadi masih sangat kecil dan rentan sekali" kata dr mila.


Syarif menggenggam lembut tangan cahaya.


"Apa saja pantangan bagi ibu hamil dok,maaf ini masih yang pertama?"tanya cahaya malu malu.


"Tidak perlu malu bu.pantangannya umum,seperti tidak boleh merokok,minum minuman beralkohol,makan makanan mentah,pemakaian merkuri,kurang tidur, stres ,serta terlalu capek.ibu hamil dianjurkan untuk menjaga asupan gizi,menjaga pola makan,rajin berolah raga,menambah cairan dalam tubuh,istirahat yang cukup" dr mila menjelaskan.


"Apakah kami masih bisa melakukan hubungan ?"tanya Syarief.cahaya langsung mencubitnya,dia malu.tapi Syarif hanya mengelus lengan cahaya.


" oh iya,berhubungan intim saat istri sedang hamil di perbolehkan pak asal porsi di kurangi,ibu dalam keadaan sehat, dan mencari posisi yang aman dan nyaman untuk ibu dan dedek bayinya" kata dr mila.


"Oh iya terimakasih dok."


"Ada lagi yang masih perlu di tanyakan?"


"sementara cukup dok,insyaallh kami akan menerapkan semua nasehat dari dr mila.

__ADS_1


Setelah periksa mereka jalan jalan sejenak di taman,menikmati moment santai itu.mereka menikmati cahaya bulan sabit dari sana.


"Mas beli permen kapas yuk, sudah lama aku ingin membelinya!" ajak cahaya. menunjuk ke arah penjual permen kapas.Tapi saat dalam perjalanan mereka mendengar pertengkaran antara zahra dan Tomi.


"Tom aku hamil,kita harus menikah" kata zahra memohon.


"Hamil. itu salahmu kenapa tidak minum obat,aku tidak ingin terikat dengan pernikahan"


"Tapi bagaimana dengan anak ini,ini anakmu tom,kamu bilang akan bertanggung jawab hik hik" ucap zahra sambil menangis.


"Tapi aku sudah bertanggung jawab,pertama 100,juta.dan selanjutnya kamu juga sudah memakai uangku untuk membeli barang barang brandedmu. dan ingin tanggung jawab apalagi,dasar perempuan murahan" bentak tomi.


"Aku bukan perempuan murahan,cuma denganmu aku melakukannya" kata zahra masih terisak.


"Itu urusan lo,mau lo gugurkan atau lo lahirkan ,itu bukan urusan gue,dan gue tidak pernah memaksa lo untuk melakukannya.lo juga sangat menikmatinya dan memintanya terus,kita sudah impas,gue dapat kepuasan dan lo mendapatkan uangnya" kata tomi kasar. Zahra bersujud di kaki tomi dan memegangi kakinya. supaya tomi tidak pergi.


"Tom,jangan pergi bagaimana dengan hidup ku,aku hancur tom dan lo yang sudah menghancurkannya ,hik hik" Zahra meraung.


"hua huu huu,tom tunggu tom,lo harus tanggung jawab,haaa"Zahra mencabik cabik rumput di depannya dengan emosi.


Sebenarnya cahaya kasihan melihat zahra menangis tersedu seperti itu tapi syarif melarangnya menghampiri zahra.


"Jangan sayang,nanti kamu yang malah di salahkan,biarkan dia belajar dari pengalamannya ini" kata syarif sambil menggandeng kembali tangan cahaya.


Mereka membeli sebuah permen kapas,rujak buah, serta cahaya membeli jeruk yang kecut.


"Ini kecut sekali sayang,pilih yang ini saja manis.nanti kalau sakit perut bagaimana?".cegah syarif.


"Tapi dia yang mau,nanti kalau ileran bagaimana?" cemberut cahaya.

__ADS_1


"Jangan dong,masak ayahnya ganteng begini anaknya ileran.ya sudah kamu beli saja,tapi jangan banyak banyak!" kata Syarief mengalah.


"Siap ayah"cahaya kembali tersenyum lebar ketika mendapat persetujuan Syarif.


"Ternyata sesederhana ini membuat istriku tersenyum,tidak perlu tas mewahlah,perhiasan,cukup menuruti permintaan kecilnya, dia sudah bahagia"batin syarif.dia senyum senyum sendiri.


"Kenapa senyum senyum, ada yang lucu?"heran cahaya


"Enggak, cuma seneng saja melihat istri cantikku ini bahagia" jawab syarif.


"Bahagia itu simpel mas,tidak harus banyak uang atau punya suami tampan,tapi bisa diukur darimana kita bisa bersyukur,lihat saja anak kecil itu,mereka selalu bahagia,tertawa lepas, seolah hidup itu tanpa beban.kita juga bisa.dan lihat juga pemulung itu.mereka akan bahagia ketika melihat keluarganya sehat dan bisa makan.meski cuma dengan nasi dan garam mereka bisa tersenyum lepas" ucap cahaya sambil menunjuk ke beberapa objek yang mereka lihat.


"Kamu benar sayang, dulu ketika mas masih sukses,mas fikir kebahagiaan itu di lihat dari jabatan,seberapa banyak harta kita.ternyata semua itu salah besar.setiap orang punya ukuran dan cara masing masing untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka".


Pasangan muda itu terus berjalan menelusuri, taman.


Terdengar suara seorang wanita memanggil nama syarif."Kak syarif tunggu,tunggu aku" panggil Zahra. syarif dan cahaya menoleh ke belakang,ke arah sumber suara tersebut.


"Kak Zahra ada apa?" tanya zahra . Tapi perempuan itu tidak menghiraukan cahaya malah menghambur memeluk syarif ,tapi laki laki itu dengan sigap menghindar sehingga Zahra cuma memeluk angin doang.


"Apa apaan kamu zahra!" kata syarif kesal.


Zahra masih ingin memeluk syarif tapi segera di hadang oleh cahaya.


"Hentikan,kenapa kak zahra mau memeluk mas syarif sementara istrinya ada di sampingnya".ucap cahaya tegas dia enek melihat tingkah zahra yang seperti wanita murahan."Apa urusanmu,dia pacarku,dan kami sudah bertunangan,dia juga sangat mencintaiku,nyatanya dia rela,diusir dari rumah karena telah memilihku.jadi kamu menyingkir saja"ketus zahra.


"Bukannya kak zahra sudah memutuskannya karena dia miskin" geram zahra


"Tidak, Aku tidak ingin putus sebenarnya.waktu itu aku cuma memberinya waktu,dan aku tidak ingin menjadi beban untuknya,hidupnya sudah susah,bagaimana di tambah dengan aku,hik hik".

__ADS_1


"Maaf sekarang dia sudah menjadi suami aya.lebih baik kak zahra mencari pria lain,bukannya kak zahra sudah punya pacar tuh yang kaya raya".kesal cahaya.


__ADS_2