
Zahra yang berhasil keluar dari kantor polisi, melamun di halte bus, Zahra memikirkan cara bagaimana nasibnya kelak, kalau dia jujur pada ibunya tentang kehamilannya itu denis sang ibu pasti marah,padahal semua itu dia lakukan demi ibunya yang selalu menuntut uang operasi plastik.
"Gue harus bagaimana, kalau jujur sama mama, pasti dia akan marah besar, kalau tidak lama lama mama pasti tahu kalau gue hamil. Ah sial lo tom, nggak gue nggak akan nyerah, gue harus temui orang tua tomi, dan menceritakan semuanya, dia harus tanggung jawab" gumam zahra.
Tak terasa bus yang di tunggunya sudah datang. Zahra dengan langkah gontai naik ke kendaraan umum tersebut. dia duduk di dekat jendela.
Tak lama setelah bus berjalan di samping zahra sudah ada seorang gadis seusia dengan dia, gadis tersebut menangis tersedu.
"Hik hik, anak dan orang tua sama sama, bejat,hu huu, bagaimana hidupku kelak huhu". tangis pilu gadis tersebut. Zahra menyodorkan sebuah tisu padanya.
"kak kenapa menangis seperti ini?" tanya zahra.
"Hua hua, kamu siapa ?" sentak gadis tersebut pada zahra
"Saya zahra" ucap zahra memperkenalkan diri
"Oh, jadi lo pacar tomi yang baru, gara gara lo dia membuang gue" marah gadis yang bernama sofi tersebut.
"Jadi lo korban tomi juga?" tanya zahra.
"Maksud lo?" heran sofi, mendengar kalau zahra juga korban tomi.
"Gue, juga di buang setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, dan sekarang gue hamil anak tomi hartawan." jawab zahra.
"Lo juga hamil,?" tanya sofi.
"Iya, lo pasti bernasib sama dengan gue, tadi gue meminta pertanggung jawabannya tapi dia malah meninggalkan gue di taman, sialan, brengsek tu orang, bilangnya hanya mencintai gue seorang nyatanya..ah" desah zahra.
" tadi gue baru dari rumah orang tuanya, dan meminta pertanggung jawaban dari tomi, lo tahu apa yang ayahnya bilang!" ucap sofi.
"Apa?" zahra penasaran dengan cerita selanjutnya.
flash back on
__ADS_1
"Om saya mohon, pertemukan saya dengan tomi, dia harus bertanggung jawab dengan anak yang saya kandung om!" mohon sofi kepada hartawan.
" yakin itu anak tomi?" tanya hartawan.
"yakin om, saya hanya melakukannya dengan tomi seorang, dan saya masih perawan waktu pertama kali melakukan itu dengan tomi, hik hik" tangis sofi merintih.
"Kenapa kamu mau diajak begituan, apa yang tomi janjikan?" tanya hartawan.
"Dia berjanji akan bertanggung jawab dan membantu membiayai operasi ibu saya. ibu sakit ginjal dan butuh uang banyak, tomi berjanji akan memberi saya 150 juta, untuk operasi ginjal ibu, hik.hik" kata sofi.
"Uangnya sudah kamu terima?" tanya hartawan lagi.
"Sudah saya pakai untuk operasi dan biaya rumah sakit." jawab sofi.
"Berarti tomi Sudah menepatinya dia Sudah bertanggung jawab akan membiayai operasi ibu kamu, kenapa masih meminta tanggung jawab tomi, dan kamu tidak terpaksa kan melakukannya, dan atas dasar suka sama suka." kata hartawan dengan lantang.
"Iya ,tapi anak dalam kandungan saya?" tanya sofi lagi.
"Berapa kali kalian berhubungan?" tanya hartawan lagi.
"Selama itu tomi tetap membayar mu kan, dan kamu melakukannya tidak terpaksa bukan,dan menikmatinya bukan. lalu apa kamu tahu konsekuensi kalau berhubungan itu bisa menyebabkan kehamilan?" tanya hartawan tajam, matanya juga melotot.
Sofi hanya mengangguk lemah
"Lha itu salah kamu, kalau tahu melakukan itu bisa mengakibatkan hamil,kenapa tidak mencegahnya, minum pil kek, KB kek, atau kamu memang sengaja supaya hamil dan bisa menjadi nyonya tomi hartawan, maaf nak itu tipuan basi. dan sebaiknya kamu pergi dari rumah ini, tomi sudah bertanggung jawab memberimu uang yang banyak, berartj.dia sudah melakukan tanggung jawabnya, dia sudah membayar mu, dan membeli jasa mu, jadi tidak perlu lagi datang kemari dengan tangis unfaedah itu." ketus hartawan pada sofi.
"Satpam seret wanita murahan inu dari hadapanku, dan jangan pernah biarkan dia datang lagi ke rumah ini !" perintah hartawan pada satpam.
flash back off
"Begitulah kak, gue diseret seperti anjing dari sana, ingin rasanya mengakhiri hidup ini. tapi bagaimana dengan ibu gue yang masih sakit, hik hik" sofi masih terisak teringat betapa bodohnya dia, mau saja menuruti nafsu bejat tomi. Tapi nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak bisa di putar lagi ke belakang.
Zahra menghembuskan nafasnya berat, nasi. mereka sama.
__ADS_1
"Gue juga bingung harus bagaimana." jawab zahra lesu.
Bus terus melaju hingga halte dekat komplek rumah zahra. Zahra turun dari bus dengan langkah berat, semakin berat ketika hendak membuka pintu rumahnya.Di dalam denis sudah menunggunya di ruang tamu.
"Malam ma!"sapa zahra.
"Malam, kok lesu, mana tomi?" denis celingukan mencari atm berjalannya itu
"Biasanya dia masuk dan kamu kalau pulang pasti membawa belanjaan banyak,duit..!" belum selesai denis mengoceh zahra sudah menghentikannya.
"Stop ma stop, ini semua gara gara mama, mama yang gila uang. mama sudah membuat zahra hancur ma, hancur hua hua" zahra memberontak dan menangis tersedu.
"Apa maksudnya hancur, kamu putus dengan tomi, lah cuek, masih banyak di luar sana yang lebih ganteng dan kaya, tinggal cari yang baru" jawab denis dengan entengnya.
"Mama fikir mudah apa mencari pria yang mau mengeluarkan banyak duit tanpa meminta imbalan, tidak semua laki laki itu seperti syarif ma, tomi meminta zahra melayani nafsu bejatnya demi uang untuk operasi plastik muka mama, demi yang dan barang barang branded yang kita inginkan, mama fikir semua itu gratis, tidak ma itu tidak gratis. zahra harus menjual harga diri dan keperawanan zahra, dan mama tahu tidak kalau sekarang zahra hamil ma. Hamil, huhuu" zahra terus berbicara dan mengeluarkan semua yang ada di benaknya.
Seketika tubuh denis luruh ke lantai, dia lemas tubuhnya lunglai seperti tak bertulang.
"Aapa ha hamil" kata denis lemas. Dia seperti di sambar petir.
Sementara zahra masih menangis histeris.
Denis merangkak mendekati tubuh zahra mengguncang pundak putri semata wayangnya tersebut.
"Katakan sekali lagi, bagaimana kamu bisa hamil ha" Bentak denis dengan suara tingginya.
"Ha,bagaimana bisa gue punya putri tolol seperti kamu, lalu sekarang di mana tomi, minta dia menyukaimu" ucap denis.
"Dia pergi dan tidak mau bertanggung jawab, katanya dia sudah memberikan apa yang zahra inginkan sebagai imbalan melayaninya huhuhu" jwab zahra.
Denis menjambak rambut zahra erat. Sakit rasanya kepalanya seperti di cabik. dan rambutnya seperti sudah lepas dari tempatnya.
"Lalu, apa yang mau kamu lakukan, melahirkan anak haram itu!" bentaknya lagi.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus zahra lakukan ma?" tanya zahra pada mamanya. Denis malah menampar zahra dengan keras.