CAHAYA UNTUK SYARIEF

CAHAYA UNTUK SYARIEF
BAB 23.


__ADS_3

Seperti biasa Cahaya dan syarif berjualan nasi di warung mereka dekat gang,tapi pagi ini ada yang beda,mereka kedatangan tamu spesial.Zahra dan ibunya,mereka mendengar ada warung nasi uduk dan pecel yang terkenal di daerah sini.


"Disini ma,katanya enak bahkan temen temenku mengunggahnya di IG mereka"kata zahra.


"Ih Tempatnya enggak banget deh,apa tidak ada tempat yang lebih elit apa,ih calon mantu mama kan orang kaya masa mertuanya makan di pinggir jalan"kesal bu denis mama zahra.


"Udah deh,tetangga kita juga tidak bakal ada yang tahu kita makan di warung,di bungkus saja,jangan makan disini kalau jijik"kata zahra kembali merayu denis.


"Oke deh ayo!"ketus denis.Mereka masuk ke dalam warung,dan terkejut melihat siapa penjualnya.


"Woho sayang, lihat siapa yang jualan,pulang yuk jijik mami melihat muka muka gembel seperti mereka,lihatlah hei semua jangan beli makanan disini,apa kalian tidak takut keracunan,ih!"kata denis bergidik.


"kalau kalian tahu,dimana mereka masak,kalian akan langsung sakit dan muntah deh,mereka masak pakai air got,aduh,trus dipakai buat kencing juga,pancinya tidak pernah di cuci,asal kalian tahu rumahnya dari kardus,tuh dekat got di ujung jalan sana,wanita itu cantik luarnya tapi punya penyakit kulit,aduh"kata kata denis makin pedas.dia mengacak acak sambal goreng kering,telor juga di lempar lempar ke muka cahaya.


Syarif yang baru datang tidak terima istrinya di hina ibu mantan pacarnya yang bermulut pedas itu.syarif mencekal tangan denis yang dari tadi melempar lempar makanan mereka.


"Hentikan nyonya,kalau anda kesini cuma mau menghina bukan disini tempatnya,kalau anda mau beli bukan begini caranya" kesal syarif.

__ADS_1


"Ih jangan pegang pegang,najis di pegang orang miskin,eh mantan orang kaya rupanya ,hei syarif,ternyata setelah putus dari zahra kamu jadi begini,jualan makanan menjijikkan ini,lihat apa ini ,telor,tempe,mana ada gizinya,airnya pakai comberan pula"kesal denis.


"Jaga ucapan anda,jangan asal bicara kalau tidak tahu yang sebenarnya,ini bisa di tuntut,mereka semua saksinya seandainya yang nyonya katakan itu tidak benar,anda bisa di tuduh melakukan pencemaran nama baik"ucap syarif tegas.


"Iya betul itu,siapa bilang mereka masak dengan air comberan,kami semua disini memakai air sumur dan pdam,dan syarif serta istrinya ini mengontrak di rumah saya,bukan tinggal di pinggir got pusat di ujung jalan,kalau kalian tidak percaya kita bisa lihat sama sama dimana dan bagaimana mereka mengolah makanan ini"kata bu sari pemilik kontrakan yang syarif sewa.Bu rahmat juga mendekat dia juga tidak terima cahaya dicaci seperti itu.


"Hei nyonya paling paling mulut lo itu yang kotor,bau comberan,sebenarnya doyan,tapi gengsi,benar tidak ibu ibu,paling orang kaya baru dia jadi begitu ibu ibu,betul tidak?"kata bu rahmat.


"Hei apa lo bilang,mau gue orang kaya baru orang kaya lama,itu urusan gue daripada miskin ya miskin saja"ketus denis


"Tante sudah kaya ya sekarang,kalau begitu kembalikan uang penjualan rumah ayah,tanta bilang uang itu untuk sekolah aya,tapi apa aya tante anggap pembantu gratis di rumah tante,dan uang nya tante pakai untuk daftar kuliah zahra,serta membeli baju,tas dan sepatu kak zahra,supaya kak zahra dapat pacar kaya,dan tante serta kak zahra sudah memakan uang anak yatim piatu."cahaya yang dari tadi diam saja,mulai angkat bicara,tapi sekali bicara langsung mengena tepat di jantung denis.


"Huuu,ternyata pura pura kaya,bahkan memakan uang anak yatim,azabnya besar lho bu tidak takut?"kata seseorang lagi .


Bahkan ada yang merekam kejadian itu dan ada yang live di sosmed.Muka denis dan zahra menjadi merah,Zahra menarik ibunya untuk keluar tapi denis masih geram dengan kata kata Cahaya yang sudah menusuk hatinya.Denis menggila,dia menghambur hamburkan dagangan aya ke tanah,tapi nasib naas berpihak padanya,sambal pecel,yang masih penuh itu muncrat akibat kejatuhan barang yang dia lempar, tepat mengenai muka nya, panas dan perih yang dia rasakan,bahkan matanya yang terbuka kemasukan sambel pecel juga.


Denis meraung rauh kesakitan tapi orang orang tidak ada yang menolong,mereka malah menertawakan denis yang terkena karma.

__ADS_1


"Haha,sukurin kualat,bisa bisanya menyakiti anak yatim piatu,biar buta sekalian matanya"ejek ibu ibu dan bapak bapak yang ada di warung.


Denis menggila,dia memegangi terus mata dan mukanya dengan tangan,Zahra mencari sesuatu untuk membantu ibunya,tapi dia malah mengambil serbet tangan,yang biasanya untuk mengelap sendok yang baru di cuci.jadi bukannya sembuh malah perih.Cahaya dan syarif mencoba membantu tapi malah di bentak bentak.


Cahaya,syarif dan orang orang menyingkir dari warung membiarkan denis yang masih kesakitan.


"Carikan mama air,untuk mencuci muka,bisa buta nih mata kalau tidak cepat di bersihkan dan di bawa ke rumah sakit"teriak Denis pada zahra.


Zahra yang gugup mengambil seember air cucian piring dan membawanya ke depan denis,dengan segera denis mencelupkan mukanya ke ember,tapi baunya beda,serta mukanya semakin perih, bukannya bersih.


"Bodoh,ini bukan air bersih,mau muka mama makin bonyok"dia meraba raba disana ada ceret,denis mengambil ceret tersebut dan mengguyurnya ke muka.


Kalau apes ya makin apes,ceret itu baru saja diisi air panas,untuk menyeduh teh.Denis makin teriak teriak,Zahra segera memapah denis keluar mencari bantuan,tapi tidak ada yang mau membantu,penampilan denis sudah tidak karuan,mukanya merah,bahkan mau melepuh,rambut acak acakan.bajunya basah dan kotor.Zahra mencegat taksi yang lewat,tapi sudah jatuh ketiban tangga itulah yang bisa di gambarkan kepada denis,di tepi jalan bukannya taksi yang di peroleh,tapi ada sebuah sepeda motor yang mendekat, tapi pemuda yang duduk di belakang motor turun mendekat,zahra kira mereka akan membantu tapi malah mengambil kalung emas besar yang menggantung di leher denis.


"Mas tolong antar mama saya di rumah sakit"kata zahra antusias.Tapi si pemuda malah menarik kalung itu,hingga putus dan denis jatuh ke aspal pinggir jalan,perampok itu segera kabur,denis pingsan,kepalanya terbentur aspal.


"Tolong,tolong mama"teriak zahra.

__ADS_1


Syarif dan cahaya meminta pak toha yang kebetulan lewat dengan pick upnya dari pasar.Warga segera mengangkat tubuh denis yang lumayan besar ke bak pick up dan mengantarnya ke rumah sakit.


__ADS_2