CAHAYA UNTUK SYARIEF

CAHAYA UNTUK SYARIEF
BAB 36


__ADS_3

Sampai di yogyakarta cahaya dan syarif di sambut dengan baik oleh penjaga rumah dokter Mila, tetangga di sana juga ramah, serta kampung islami. cahaya dan syarif sangat bersyukur. tidak hanya jauh dari bahaya hendra tapi mendapatkan lingkungan yang sangat baik.


"Mas, alhamdulillah orang orang disini sangat baik, sopan dan ramah, disini juga merupakan salah satu kampung islam yang baik." ucap cahaya pada suaminya.


"Iya sayang semoga disini hidup kita jauh lebih baik serta damai, dan segera mendapatkan tempat tinggal milik sendiri." ucap syarif.


"Aamiin, semoga saja, atau siapa rahu rumah dr Mila ini di jual, hehe. Aya merasa nyaman di rumah ini, walaupun sederhana tapi sangat asri."


"Kamu benar, dek." ucap syarif, dia mencium pucuk kepala cahaya sebelum keluar mencari kerja atau membuka usaha, selama hamil syarif melarang cahaya bekerja, dia tidak mau istrinya kecapean.


Cahaya tidak mau berdiam diri ke rumah, daripada tidak ngapa ngapain, setiap habis dhuhur sampai jam 5 dia membantu bu nyai mengajar ngaji anak anak kecil warga setempat. Syarif juga sudah mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan properti yang cukup terkenal di sana.


* * *


Dua bulan berlalu, pekerjaan Syarif berjalan dengan lancar pemimpin perusahaan itu sangat menyukai hasil pekerjaannya, dia juga di percaya untuk menyelesaikan sebuah proyek yang cukup besar.


"Dek, alhamdulillah selama kita tinggal disini, hidup kita lebih aman dan nyaman, usaha kita di jakarta juga berjalan lancar, disini mas juga mendapat pekerjaan yang bagus, bahkan mas dipercaya menghandle salah satu proyek pembangunan pabrik di sini." cerita Syarif penuh semangat.


"Alhamdulillah, yang penting mas arif nyaman dengan pekerjaannya dan semoga lancar serta berkah, oh ya ada berita gembira juga mas." ucap cahaya.


"Dr mila akan menjual rumah ini, beliau tadi menelpon, katanya daripada di jual ke orang lain, dia menawarkan rumah ini ke kita, dan barita bagusnya lagi, kita bisa mencicilnya 10 kali."kata aya.


"Oh ya, bagus itu, kamu juga sudah jatuh hati dengan rumah ini bagaimana kalau kita ambil saja." usul cahaya.

__ADS_1


"Hehe, maaf tadi aya sudah lancang menerima tawaran dr Mila, Aya fikir nanti penghasilan dari jakarta bisa untuk mencicil rumah dan tanah ini , sementara gaji mas arif untuk kebutuhan kita sehari hari serta di tabung untuk biaya persalinan dedek bayi nanti." kata cahaya.


"Tidak perlu minta maaf, mas seharusnya senang ,kamu cepat tanggap, dan berfikiran ke depan" cup syarif mencium punggung tangan aya, serta perut istrinya yang sudah mulai kelihatan buncit.


"Dek, kamu baik baik ya di dalam, mama dan papa akan selalu berdoa untuk kamu."


Di jakarta, tepatnya di perusahaan Hendra, pemuda itu, mengamuk semua di banting. Ruangan itu sudah seperti kapal pecah, Hendra menderita kerugian yang sangat besar, hingga trilyunan. proyek yang dia bangun bersama Tomi ternyata proyek bodong, dan mereka terjebak oleh sindikat asing yang paling di cari di Asia.


Pembangunan mall serta hotel sudah setengah jalan, Hendra dan tomi bahkan sudah menggadaikan semua hartanya demi proyek besar itu. Uang sudah habis untuk biaya pembangunan, sementara para investor meminta saham mereka kembali. Handphone yang tidak bersalah pun menjadi sasaran amukannya.


Hendra sudah pusing setiap 10 menit sekali telponnya berbunyi, baik dari investor maupun dari dinas pajak dan perijinan.


Hari itu juga Hendra mencari Tomi di club langganan mereka. Sampai di sana dia syok mendengar kalau Tomi mati karena over dosis obat kuat serta minuman oplosan.


"Oh tidak ada hubungan apa apa, saya cuma penasaran saja."jawab Hendra menghindar, kalau dia jujur kalau dirinya adalah tomi, maka urusannya akan semakin runyam.


Hendra memutuskan untuk pulang ke rumah mendiang ayahnya, menghindari kejaran wartawan dan juga pemilik saham.


"Aargghhh sit. hancur semua, Habis sudah. Hahaha, perusahaan ku hancur, si tomi juga mati, semua orang kabur. Hebat lo ndra." Hendra menggila di rumah itu, dia tidak mau keluar, perusahaan sudah di segel, rumah dan semua isinya juga sudah di ambil bank. Kabar bangkrutnya perusahaan Hendra juga sudah sampai di telinga Syarif, dia membaca lewat berita hot line di majalah bisnis.


Syarif menelpon Radit untuk memastikan semua berita yang dia peroleh.


"aslkm, kak benar perusahaan kak hendra terkena tipu oleh jaringan sindikat asing ?" tanya Syarif.

__ADS_1


"Iya benar." jawa. Radit singkat.


"Lalu bagaimana dia?" tanya Syarif mengkhawatirkan keadaan hendra.


"Biarkan saja, dan biarlah dia mendapatkan hukuman dari ALLAH, waktu itu dia pernah menantang akan karma ALLAH , jadi dia sudah mendapat jawabannya, jangan pedulikan bocah itu, biarlah dia belajar, kalau setiap kesalahannya di maafkan, dan di bantu,maka dia akan mengulang dan mengulanginya lagi." jawab Radit tegas.


"Baiklah kak, kalau ada apa apa tolong kabari syarif, biar bagaimanapun juga Kak Hendra adalah saudara kita." kata syarif.


"Iya, saat ini dia masih menjadi buronan polisi, belum ketemu. ya sudah ya sekarang aku akan ke pertemuan dengan Beni juga ini." kata Radit, menyudahi sambungan telponnya.


Selama seminggu Hendra berdiam diri di rumah mewah ayahnya.saat ini semua kebutuhannya habis, dia harus belanja keluar. Hendra menyamar, menggunakan masker, kaca mata hitam dan topi, keluar ke super market membeli bahan makanan. Tapi naas saat akan membayar billnya semua kartu kredit maupun Atmnya sudah di blokir.


Sang kasir yang merasa curiga dengan penampilan hendra, mengkode temannya untuk segera lapor ke sekuriti.


"Maaf tuan, kartu anda tidak bisa di gunakan!" kasir mohon maaf, hingga kartu ke 5 semua gagal.


Satpam datang mendekat dan mengamankan Hendra. Hendra berusaha untuk lari tapi satpam tersebut lebih gesit lagi. Hendra di bawa ke kantor sekuriti serta di laporkan ke polisi.


Hendra terbukti bersalah dan di vonis hukuman 15 tahun penjara, semua harta bendanya juga disita.


Cahaya dan syarif hidup bahagia di Yogyakarta, meski sederhana tapi keluarganya harmonis serta berkah. Syarif sangat bersyukur dengan musibah yang dulu menimpa dirinya, ternyata tidak selamanya musibah dan nasib sial itu adalah karma dari ALLAH, tapi itu adalah bentuk kasih sayang dan panggilannya. Kalau kita mendekat sejengkal saja, maka ALLAH akan mendekat 10 jengkal.


Syarif dan cahaya di karunia seorang putri yang cantik dan menggemaskan. kehadirannya melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka. Syarif berjanji akan menjaga mereka dengan baik. Dan memberi mereka nafkah yang halal dan berkah

__ADS_1


Terima kasih kakak semua atas dukungan dari cerita Cahaya untuk syarif. semoga kakak semuanya di beri kesehatan dan rizki yang melimpah sehingga bisa dukung karya author yang masih pemula dan perlu belajar ini. mohon maaf jika ada kata kata dan alur cerita yang kurang berkenan.,see you di karya ku yang lain. judulnya Gadis badung dan Ceo killer.


__ADS_2