CAHAYA UNTUK SYARIEF

CAHAYA UNTUK SYARIEF
BAB 30


__ADS_3

"jadi Wanita kok tolol banget sih. Seharusnya kamu minum obat dodol supaya tidak kebobolan." geram Denis pada zahra.


"Maaf ma, zahra fikir tomi akan tanggung jawab, ternyata tanggung jawab yang di bilang adalah dengan memberi uang yang .


zahra mau." jawab zahra lirih dan masih terisak.


" Diam kamu, sekarang jam berapa?" tanya denis.


"9.15 ma." jawab zahra sambil melihat jam di arlojinya.


"Sekarang ikut mama,kita gugurkan kandungan kamu itu,mama tahu dukun yang bagus."kata denis, mengajak zahra zahra ke seorang dukun, untuk menggugurkan kandungan itu.


"Zahra takut ma." ucap zahra.


"Memang kamu mau, melahirkan anak haram itu. dan tidak ada pemuda yang mau menikah dengan wanita yang punya anak tanpa bapak. Selain itu kamu akan di olok olok sepanjang hidup kamu.


Zahra menggelengkan kepalanya dengan segera, dia tidak mau digunjingkan oleh semua tetangga, mau di taruh mana muka cantiknya itu. Setelah berfikir sejenak akhirnya zahra mau menuruti kata kata mamanya.


"Oke, zahra setuju, tapi aman kan ma?" tanya zahra memastikan.


" Aman, sudah banyak yang memakai jasa mbah wingit itu. dan banyak artis artis yang menggunakan susuk dari mbah wingit, supaya laris, rapet". mami menambahkan kata kata yang pernah di dengarnya itu.


Zahra dan Denis, segera bersiap siap,mereka tidak ingin tetangga tahu kalau mereka keluar.


Denis memesan taksi untuk mengantar mereka ke terminal.


"Kok ke terminal ma?" tanya zahra keheranan.


"Diam kenapa sih, rumah mbah wingit itu jauh dari kota,rumahnya di tepi hutan di perbatasan bogor, nanti kita naik bis kesana" denis menjelaskan.


Ibu dan anak tersebut menuju ke tempat mbah wingit, tempat dimana mereka akan menggugurkan kandungan zahra.


Jam 12.30 mereka sampai ke rumah mbah wingit. Ternyata Zahra masih harus menunggu 1 jam lagi disana, mbah wingit masih ada pasien yang menginginkan susuk pelaris.


Rumah itu sangat terpencil, dan juga menyeramkan, tidak ada rumah lagi di sekitar area rumah mbah wingit kecuali hutan dan makam tua. Karena ngantuk dan capek, zahra ketiduran di bangku teras rumah mbah wingit, barulah nanti kalau sudah giliran zahra akan di panggil.

__ADS_1


Satu jam berlalu, zahra sudah terlelap dalam mimpi. denis segera membangunkan Zahra.


"Zahra bangun, sekarang giliran kita" kata denis sambil mengguncang tubuh zahra.


"Ada apasih ma, nganguk banget nih." ucap zahra yang masih tidak mau bangun juga.


"Ayo bangun, sekarang giliran kamu." kembali denis membangunkan zahra.


Zahra menggeliat pelan dan membuka matanya. Dari dalam rumah mbah wingit muncullah wanita yang sangat seksi dan pakaiannya susah hampir telanjang. bersama pria gondrong, tinggi dan gagah.


"Terima kasih mbah, ini sangat memuaskan, semoga susuk yang mbah buat bisa membuat saya makin laris lagi" ucap wanita tersebut.


"Jangan khawatir, semua pasien mbah pasti puas dengan kerja mbah, tapi ingat jangan lupa, dengan janji kamu!" mbah wingit mengingatkan sesuatu yang harus wanita itu janjikan.


"Beres kalau soal itu, di jamin mbah akan puas dan tidak mau berhenti" jawab wanita itu lagi.


"Daa mbah wingit, love u" pamit wanita seksi itu.


"Ma dukunnya kok ganteng banget seperti ini, ini mah tidak membuat zahra takut, bisa klepek klepek nih" bisik zahra pada ibunya.


"Ehm" mbah wingit berdehem pada mereka menunjukkan keberadaannya.


Zahra dan ibunya segera bangkit dan menghadap mbah wingit.


"Selamat malam mbah!" sapa denis pada mbah wingit.


"Hemm, siapa yang mau minta susuk, penglaris" kata mbah wingit.


"Bukan itu mbah, ini anak saya ingin menggugurkan kandungannya" jawab denis.


Mbah wingit memperhatikan zahra dengan seksama.


"Cantik dan muda ini perempuan, bisa menambah staminaku" batin mbah wingit.


"Kenapa mukanya kusut sekali?" tanya mbah wingit.

__ADS_1


"Dia nangis seharian kerena pacarnya tidak mau bertanggung jawab" jawab denis kembali. Mbah wingit mengangguk dan memanggil suro asistennya


"Suro kamu siapkan air mandi kembang untuk gadis ini, pakai air hangat supaya otot ototnya tidak kaku!" perintah mbah wingit pada ki suro.


"Siap mbah" jawab suro lalu dia kembali ke belakang.


"Masuk! " Perintah mbah wingit.


Mereka duduk di ruang tamu yang beralaskan tikar, disana banyak hidangan, mulai dari camilan sampai buah segar.


"Silahkan duduk,sambil menunggu suro menyiapkan kebutuhan kamu, kalian nikmati saja dulu yang ada. dan kamu setelah suro memanggil, langsung ke dalam, dan kamu tunggu saja disini, paling lama satu jam proses nya!" kata mbah wingit dengan tegas.


"Baik mbah" ucap 2 wanita tersebut.


Sekitar 15 menit menit sudah berlalu, ki suro baru muncul dan memanggil Zahra.


"Silahkan mbak masuk ke dalam!" pinta ki suro.


Zahra bangkit dari tempatnya mengikuti ki suro, sementara denis, tertidur setelah makan camilan di sana.


Ki suro membawa zahra ke sebuah ruangan, yang mirip dengan pemandian, di tengah ruangan tersebut terdapat kolam buatan bundar, penuh dengan bunga mawar. aroma harus semerbak menusuk hidung zahra.Dia terpesona dengan ruangan tersebut, berbeda sekali dengan ruang tamu yang terkesan seram.


"Nona bisa mandi di kolam itu dan ingat jangan memakai pakaian barang sehelai pun" kata ki suro. Zahra mengangguk setuju, dia segera membuka semua pakaiannya dan masuk ke pemandian, tubuhnya menjadi rileks dan segar dengan mandi mawar hangat tersebut.


Tak lama kemudian muncul mbah wingit yang penampilannya juga berbeda dengan yang tadi di masuk ke ruangan tersebut dengan tubuh polos, Nampak dadanya yang bidang, ototnya juga kekar ditambah rambutnya yang gondrong membuat zahra terpaku. Dia terpana dengan sosok mbah wingit yang ternyata masih muda dan macho. Pandangan zahra turun kebawah menampilkan buah terong coklat yang menantang. Otak zahra menjadi blank.


"Apa yang akan dilakukannya, apa ini ritual menggugurkan janin terbaru" gumam zahra.


Mbah wingit ikut masuk ke pemandian, meraih tubuh zahra dia mulai melancarkan aksi mesumnya, mencumbui zahra di sana, sementara zahra yang sudah tidak kuat lagi menahan godaan dukun gondrong itu terus mendesah sambil menjambak rambut mbah wingit. Pertama mbah wingit menggaulinya dari belakang dan yang kedua zahra di minta melayani nafsu bejatnya di atas batu besar, mbah wingit sangat kuat dan bermain kasar, laki laki itu memacu tubuh zahra dengan keras dan kuat, zahra mendesah sambil berteriak, dia merasa sakit di bagian bawah pusarnya tapi juga melayang.


30 menit mbah wingit menggoyang tubuh zahra tanpa ampun, zahra sudah merasa sangat lelah dan perutnya menjadi kram.


"Ah mbah, perutku sakit" ucap zahra


Mbah wingit mencabut terong miliknya, kemudian tangannya meremas perut zahra menekannya ke bawah hingga darah kental keluar dari liang surga itu.

__ADS_1


zahra berteriak kesakitan. " Arghhhh".


__ADS_2