Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 1 Perkenalan


__ADS_3

Pukul 15.00 kami berkumpul di tempat penitipan kendaraan sambil menunggu teman yang lain sambil santa mengobrol dan rencana malam harinya jika sudah sampai di puncak tempat camping, setelah beberapa waktu menunggu akhirnya sudah berkumpul dan sudah di pastikan bahwa anggota berisi enam orang tiga cowok dan tiga  cewek yaitu aku Ali, Rendi, Rudi, Ayu, Vivi, dan Lutfi, kami memulai acara dengan doa bersama sesuai kepercayaan masing masing, setelah selai berdoa kami memastikan lagi jam berapa kami berangkat dan jam menunjukan pukul 15.43 kami memulai perjalan ke puncak buat camping.


Karena yang tau jalan ke puncak hanya Rudi kami pun sepakat untuk jadikan Rudi sebagai pemimpin Rudi pun terpaksa menyetujui karena dia menyadari bahwa teman temannya baru pertama kali  ke puncak gunung tersebut tidak sepertinya sudah beberapa kali dia naik ke puncak gunung tersebut, katanya untuk sampai di puncak membutuhkan 2 jam perjalanan itupun jika waktu istirahat tidak terlalu lama jika terlalu lama kemungkinan bisa sampai 3 jam karena hanya ada 2 pos saja, ya maklum kami camping bukan hanya sekedar hiburan juga untuk mengisi waktu luang, sepanjang jalan kami mengobrol dan bercanda sampai tidak terasa sudah sampai di pos pertama dan jam menunjukan pukul 17.45 kami pun memutuskan buat istirahat sejenak karena ada cewek di kelompok kami takutnya jika di lanjut tidak kuat sampai pos berikutnya.


Tidak lama kami tiba ada kelompok lain yang juga baru sampai juga di pos dan mereka hanya lima orang kelompok saja dua cowok dan tiga cewek tapi mereka hanya menyapa


''kami duluan ya'' sapa mereka


''oh iya hati hati'' jawab kami


 mereka pun langsung lanjutkan perjalanan nya hanya berhenti sejenak untuk menyapa, dan saat orang terakhir lewat dia terlihat sangat pucat seperti sedang sakit tapi anehnya pemimpin kelompok tersebut terus melanjutkan perjalanan, kami pikir positif aja mungkin salah liat dan akhirnya Rudi mengajak untuk lanjut karena merasa sudah cukup istirahatnya


''yuk lanjut biar cepat sampai'' ajak rudi


''yaudah yuk keburu malam'' kataku


''benar tuh buruan dah lanjut'' sambung vivi


Akhirnya kami pun lanjutkan perjalanan kami, setelah meninggalkan pos pertama agak jauh aku merasa ini kok semakin mencekam ya, tapi aku coba berfikir positif aja karena menyadari kalau perjalanan sudah mendekati malam dan setelah mencoba berfikir positif tiba tiba angin berhembus dengan kencang menggoyangkan semua pohon di sekitar kami, dan setelah itu aku dengar teman aku rendi bilang


''ini perasaan aku aja apa emang suasananya yang menyeramkan'' kata rendi


''kamu juga merasa seram ren'' jawabku


''kamu dengar yang aku katakan'' tanya rendi


''ya jelas lah ren aku kan di belakangmu'' jawabku


''iya nih terasa seram banget'' jawab rendi


''yaudah ren kamu ganti belakan ya'' jawabku sambil ngajak rendi tukar tempat


''idih ogah kamu aja yang di belakang'' jawab rendi


''gantian lah ren'' jawabku merengek

__ADS_1


''ogah'' jawab rendi


''oi cepat entar tertinggal'' ucap rudi dari depan


''tau bercanda terus dari tadi'' sambung lutfi


 dan akhirnya tetap sama aku yang paling belakang sendiri dan berjalan agak cepat untuk mengejar kelompok karena perdebatan kecil dengan rendi tadi membuat aku dan rendi ketinggalan sedikit jauh dari kelompok, tidak lama kami sudah kembali ke barisan kelompok tiba tiba rudi terpeleset dan hampir jatuh ke bawah untung masih bisa berpegangan akar pohon.


''eh rud kamu kenapa'' tanya ayu panik


''hati hati dong rud'' sambung vivi


''jangan bengong rud wah bahaya kamu nih'' sambung lutfi


''aduh rud ada ada aja kamu ini'' tanya rendi sambil bantu rudi berdiri


''eh rudi kenapa'' tanyaku dari barisan belakang


''yaudah cari tempat agak datar dulu aja kita istirahat'' kata vivi


''yaudah ayok'' ajak rendi smbil bopong rudi


tidak jauh dari tempat rudi jatuh ada tempat yang sedikit datar cukuplah kalau buat berbaring dan duduk kami ber enam, rendi pun bertanya pada rudi apa yang terjadi


''kamu kenapa kok bisa sampai jatuh'' tanya rendi


''kamu sih rud gak hati hati'' lanjutku ketus


''ih kamu gk pengertian banget al teman lagi ada masalah masih aja'' jawab ayu


''hehehe iya iya maaf'' jawabku


''gak tau juga aku teman teman perasan jalan aku sudah benar tiba tiba kayak ada yang narik kakiku tadi ''


kata rudi menjelaskan

__ADS_1


''mana mungkin rud samping kanan kita kan jurang'' jawabku tidak percaya


''serius, tadi seperti ditarik kakiku, dan seketika pandanganku hitam sebentar dan aku sadar saat sudah di bopong sama rendi'' lanjut rudi menjelaskan


''kayak ada yang gak benar nih'' jawab rendi


''kalau gitu kita istirahat disini dulu aja''sambung ayu


''ada benarnya juga itu lagian ini juga sudah jam 18.07 gak baik kalau lanjut jalan'' kata vivi


''nanti kita nyampek puncak kemalaman lo kalau kita istirahat sekarang' jawab rudi


''udah lah rud santai aja kamu juga kan baru jatuh'' kata ayu


''benar juga yang di katakan ayu kamu baru saja jatuh'' sambung lutfi


''kamu mau nambahin susah kami' kataku


''iya deh iya maaf'' kata rudi bersalah


''ah kamu al bikin rusuh aja'' kata vivi negur


''abisnya nyebelin banget dibilangin masih ngeyel ni anak'' jawabku


''udah udah kok jadi bertengkar'' kata rendi melerai


''em kalian liat pohon besar itu gak..?" tanya lutfi


''ada apa sih fi jangan nakut nakutin deh'' jawab vivi ketakutan


''tadi aku kayak liat ada seseorang ada di situ'' lanjut lutfi


''udah fi gak usah di lanjut bikin takut tau'' jawab ayu takut


'' udah udah ini pikirin dulu rudi masih bisa lanjut gak nih'' kataku

__ADS_1


Kami pun beristirahat dan ngecek keadaan rudi apakah masih bisa lanjut atau tidak, ternyata rudi gak apa apa dan masih bisa lajutkan perjalanan dan setelah beberapa menit beristirahat kami lanjutkan perjalanan kami dan setelah itu suasana semakin mencekam dan tak ada suara dari kami, karena kami ingin cepat cepat sampai di pos selanjutnya dan  tiba tiba ada suara tangisan wanita yang memecahkan keheningan malam itu


__ADS_2