Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 9 Cerita Masa Lalu


__ADS_3

 Setelah kedatangan sosok wanita tersebut vivi pun terduduk lemas dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat malam itu, aku juga ikut gemetaran karena takut dan tidak menyangka apa yang terjadi sebelum kami datang kemari ada kejadian seperti ini disini


"maafkan aku jika aku menakuti kalian huhuhu" kata sosok wanita tersebut sambil menangis


"aku hanya ingin meminta tolong saja karena sebelum sebelumnya orang yang datang kesini semua pada takut ketika melihat sosokku" lanjut sosok wanita tersebut menjelaskan


"al tolong peluk aku, aku sangat takut huhuhu" minta vivi menangi karena takut dan membayangkan kejadian tersebut


"iya udah tenang aku selalu bersamamu kok vi" jawabku menenangkan sambil memeluk vivi yang terduduk lemas


"bisakah kalian menolongku untuk menemukan jazatku di bawah sana huhuhu" minta sosok wanti tersebut sambil nagis


"iya kami tolong untuk mencarikan jazatmu tapi kita tidak tau jalan untuk turun dan kami juga tidak membawa tali yang panjang buat pegangan saat turun" jawab vivi bersedia


"kamu serius vi mau menolong" tanyaku memastikan


"iya al aku tau bagai mana rasanya di khianati dan aku membayangkan saat dia di dorong jatuh dan di bunuh itu pasti sakit banget apalagi dia di biarkan saja tanpa di kebumikan dengan layak itu sungguh penderitaan yang sangat menyakitkan dan kejam" jelas vivi kepadaku


"baiklah vi jika kamu mau menolong aku juga ikut, karena aku juga tidak bisa meninggalkan kamu sendiri apa lagi jika sampai kamu terluka" jawabku


"nak kalian pasangan yang serasi semoga kalian berjodoh" kata sosok kakek tersebut

__ADS_1


"huhuhu terimakasih banyak sudah mau menolongku" kata sosok wanita itu


 setelah itu sosok kakek dan wanita tersebut samar samar menghilang dan hanya terdengar tangisan dari sosok wanita itu hingga benar benar mereka berdua menghilang.


"yaudah vi ayo kita balik" ajak ku


"iya al" jawab vivi


"aduh duh" kata vivi tiba tiba tidak sanggup berdiri


"kamu enggak apa apa vi" tanyaku khawatir


"maaf ya vi" kataku meminta maaf pada vivi


"kenapa al" jawab vivi kebingungan


 Aku pun langsung menggendong vivi agar kita bisa segera kembali ke tenda, dan vivi pun malu malu saat di gendonganku dia juga tidak melawan dan hanya pasrah dan menahan malu karena aku gendong begitu saja


"udah al turunin aku" minta vivi kepadaku


"enggak kita masih belum sampai lagi pula kamu masih belum tentu bisa jalan" jawabku

__ADS_1


"tapi aku malu al kalau di lihat teman teman yang lain" jawab vivi


"udah diam saja kamu vi bentar lagi juga nyampek kok" jawabku


"kalian dari mana aja..?" tanya rendi


"kalian enggak apa apa kan..?" tanya ayu


"ada yang terluka enggak aku ambilin P3K ya" kata lutfi


"kalian tidak tersesatkan..?" tanya rudi


"aman kok kami tidak apa apa cuma vivi aja lemas ketakutan karena banyak melihat penampakan tadi" jawabku menenangkan


"tuh semua teman teman khawatir dengan kita" kataku pada vivi


"ih udah al turunin aku, aku udah malu banget nih" jawab vivi sebal dan menahan malu


"iya iya, ay, lut, tolong bantu vivi ya aku mau istirahat dulu" jawabku sambil meminta tolong sama lutfi dan ayu


 Aku pun beristirahat dan menangkan pikiran karena kejadian tadi

__ADS_1


__ADS_2