
Saat matahari sudah mulai terbit kami langsung menyiapkan segala kebutuhan yang di butuhkan dalam pencarian jasad dari vika setelah semua alat sudah siap kami lanjut untuk membuat sarapan karena hari ini pasti akan banyak menggunakan tenaga jadi kami bukan hanya memasak mie instan saja dan kebetulan saat perjalanan menuju puncak juga menemukan singkong jadi bisa buat tambahan energi dari pada hanya makan mie instan, setelah semuanya sudah matang dan siap untuk di makan kami membangunkan yang lain yang masih tidur, ketika vivi membangunkan ayu dan lutfi aku, rudi, dan rendi menyiapkan makanan yang sudah jadi tidak lupa dengan segelas susu, kopi, dan coklat panas untuk menemani pagi yang cerah dan menghangatkan badan karena udara pagi yang dingin, selai semua kami juga mengajak kelompok nanang tapi nanang dan putri lagi berkemas untuk pulang tetapi sinta dan dewa tidak ikut berkemas dan memilih untuk tinggal dulu dan pulang bareng kelompok kami
"kalian berdua sudah mau pulang..?" tanya rudi
"iya kami berdua pulang duluan" jawab nanang
"enggak mau sarapan dulu..?" jawab rendi balik bertanya
"enggak usah aku lagi buru buru" jawab nanang
"oh yaudah hati hati di jalan" jawabku santai
setelah itu kami mengajak dewa dan sinta untuk ikut sarapan, tidak lama kemudian vivi, ayu, dan lutfi datang untuk ikut sarapan jadi kami menjadi delapan orang satu kelompok karena sinta dan dewa yang memilih ikut ke kelompok kami.
saat makan kami bercerita kembali tentang kejadian tadi malam karena kami juga ingin tahu cerita tersebut dari dewa yang ikut saat kejadian itu dan tidak tahu apa yang sudah terjadi seperti cerita versi dari dewa
__ADS_1
"oiya de aku mau tanya..? saat kejadian itu kamu kan juga ikut tapi kok kamu tidak tahu tentang kejadian sebenarnya..?" tanyaku pada dewa
"aku saat itu juga tidur karena kelelahan aku juga tidak menyangka kalau mereka berdua juga sudah pernah berhubungan badan hingga vika hamil karena saat itu juga sama seperti ini" jawab dewa bercerita
"maksud kamu bagai mana..?" tanya vivi
"maksud aku nanang pagi pagi begini sudah pamit pulang katanya nyusulin vika yang sudah jalan terlebih dahulu,jadi aku memilih untuk sarapan dulu habis itu baru pulang" jawab dewa menjelaskan
"sebenarnya apa yang terjadi..? siapa vika..?" tanya ayu kebingungan
"iya aku tau emang kenapa..?" jawab ayu balik bertanya
"dia namanya vika kakaknya vivi dan sosok wanita yang sering muncul itu adalah vika kakaknya vivi yang enggak pernah pulang" jawab rudi menjelaskan
"ha..!! masak...!! maafkan aku vi aku benar benar tidak tahu" jawab ayu kaget dan minta maaf pada vivi
__ADS_1
"iya ay enggak apa apa kok tapi kamu mau kan bantu aku untuk mencari jasad kakaku" jawab vivi bersedih
"iya vi pasti aku bantu" jawab ayu
"hiks hiks" tangis vivi lirih dan mengaduk ngaduk makanan tanpa di makan sedikitpun
"vi aku tahu kalau kamu masih bersedih sekaligus tidak percaya dengan semua ini tetapi kamu juga harus makan bagai mana kamu mencari jasad kakak kamu kalau kamu enggak makan" kataku mengingat kan vivi
tiba tiba vivi menyandar ke padaku dan masih bersedih karena mengetahui bahwa kakaknya sudah tiada
"al kamu tidak akan meninggal kan aku kan..? tanya vivi ke padaku
"iya vi aku akan selalu menemanimu, aku juga sudah berjanji kepada kakakmu untuk selalu menjagamu, sekarang kamu makan dulu ya aku suapin" jawab ku mengambilkan makan
"iya' jawab vivi mengangguk
__ADS_1
setelah semua selesai sarapan kami membereskan bekas bekas makan kami dan lanjut untuk mencari jalan menuju ke bawah untuk mencari jasad vika