Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 10 Menceritakan Kejadian


__ADS_3

 Sambil aku beristirahat dan vivi yang di rawat teman teman yang lain aku menceritakan apa yang terjadi saat aku dan vivi keluar jauh dari lokasi camping dan kebetulan kelompok nanang memilih untuk tidur jadi aku dan kelompokku bisa santai bercerita, aku menceritakan apa yang aku alami sama vivi sedikit jauh dengan tenda dan menyalakan api unggun lagi untuk menghangatkan diri, ada satu tempat yang tidak terlalu jauh dari tenda yang banyak pebatuan dan nyaman untuk bersantai dan waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 yang tandanya sudah tengah malam


"sebenarnya sosok wanita tersebut tidak menggagu kita hanya ingin meminta bantuan" kataku mulai bercerita


"enggak mungkin al sosok itu hanya minta bantuan sampai menunjukkan wujud seperti itu" jawab rudi tidak percaya


"bentar rud, kalau sosok itu mengganggu kita enggak mungkinkan hanya menampakkan diri" jawab rendi membelaku


"emangnya kamu pernah lihat tatapan sosok itu rud" tanyaku pada rudi


"kamu tau sendirikan al aku baru dengar suaranya saja sudah lari apa lagi di suruh melihatnya belum menatap saja mungkin sudah pingsan karena takut, lah ini kamu suruh aku menatapnya" jawab rudi mengelak


"maka dari itu rud coba buat berani siapa tau ayu bisa suka sama kamu" jawab rendi meledek


"iya rud coba aja untuk berani siapa tau dapat pelukan dari ayu" jawabku ikut meledek


"bisa di coba nih saran kalian, tapi temani jangan aku sama ayu aja" jawab rudi meladeni


"yaelah rud coba liat ali, dari kemari dia yang paling berani di kelompok ini, sampai balik ke tenda bisa gendong vivi" jawab rendi manasin


"jidat kamu paling berani, aku hanya mencoba berani melawan rasa takutku saja" jawabku malu


"tapi kamu juga selalu ketinggalan di luar juga si al kalau enggak berani bukannya tambah nyusain kita kalau kamu pingsan" jawab rudi meledek


"udah udah, ini mau di lanjutkan enggak ceritanya" jawabku bertanya


 Tiba tiba lutfi, ayu, dan vivi menghampiri aku, rudi, dan rendi minta gabung karena enggak bisa tidur


"kami boleh ikut gabung enggak" tanya vivi


"kalian enggak tidur" jawabku


"enggak bisa tidur" jawab lutfi


"kenapa enggak bisa tidur" tanya rudi


"enggak tau kami merasa tidak bisa tenang malam ini" jawab ayu


"yaudah gabung sini" jawab rendi


"aku duduk di sampingmu ya al" kata vivi


"hah.. duduk aku enggak jelas gini lo vi, duduk di depanku aja di atas batu itu" jawabku

__ADS_1


"dingin al, udah enggak apa apa al yang penting nyaman" jawab vivi sambil berjalan kearah ku


"sini ay samping aku" ajak rudi


"ogah nanti kalau ada apa apa kamu tinggal lari dulu kayak tadi" jawab ayu


"lut kamu mau duduk di mana" tanya rendi pada lutfi


"aku duduk disini aja" duduk di batu depanku dan vivi


"lut aku duduk sama kamu aja ya" minta ayu


"vi tukar kamu di samping sini biar hangat dekat sama api unggun" mintaku kepada vivi


 "iya makasih, oiya nih ada coklat panas buatmu al" kata vivi menuangkan coklat panas ke gelas


"lanjutin al ceritamu tadi" minta rendi


"oiya lupa,waktu sosok wanita itu pergi aku di panggil oleh sosok kakek kakek itu dan dia menceritakan apa yang terjadi kepada sosok wanita itu" jawabku melanjutkan cerita


"vivi kok bisa sama kamu al tadi" tanya ayu


"dia maksa buat ikut tadi,aku suruh kembali enggak mau" jawabku


"iya iya vi makasih ya" jawabku menenangkan vivi


"mulai deh raja dan ratu memadu mesra" ledek rendi


"apa sih ren" jawab vivi malu


"udah kalian pacaran aja" jawab lutfi manyarankan


"iya udah mesra sekali kalain itu cocok banget kalau pacaran" lanjut ayu


"udah gampang kalau udah waktunya aku akan ungkapkan perasaanku padanya tapi untuk saat ini belum saatnya, karena aku dan vivi masih ada tugas" jawbku meladeni ejekan teman teman


"bakalan aku tagih perkataanmu al" jawab vivi


"nah setelah sosok kakek itu cerita kalau sosok wanita itu di bunuh sosok wanita itu keluar dan membawa bayi yang masih merah seperti belum waktunya lahir sudah di paksa untuk keluar" kataku melanjutkan cerita


"hah kamu serius al" sontak semua terkejut


"iya lah tanya aja vivi meski dia hanya melihat sebentar tidak mungkin kalau dia enggak mendengarkan" jawabku meyakinkan teman teman

__ADS_1


"iya benar dan sosok wanita itu meminta tolong padaku untuk mencari jasadnya" jawab vivi meyakinkan ceritaku


"terus kalian mau menolongnya" tanya rudi


"iya aku mau menolongnya" jawab vivi


"kalau kamu al" tanya rendi


"aku juga mau, karena aku tidak bisa membiarkan vivi melakukannya sendiri karena bahaya" jawabku


"enggak usah mulai deh" jawab ayu


"serius ay bahaya" kata vivi


"memangnya ada dimana" tanya lutfi


"di bawah tempat kita mendirikan tenda" jawabku


"di jurang itu" kata rudi  terkejut


"iya benar, tadi ada yang bawa tali lagi enggak..?" tanya vivi


"kalian berdua mau turun untuk mancarinya" kata ayu bertanya


"iya aku sudah janji untuk menolongnya" jawab vivi


"tolong kalian ceritakan lagi sampai samai kalian berdua nekat kayak gitu" minta rendi


"jadi sosok wanita itu di dorong hingga jatuh oleh pacarnya saat mengetahui bahwa wanita itu bilang kalau dirinya sedang hamil" vivi menceritakan


"kejam sekali cowoknya" jawab luti


"dan sekarang cowok itu berada di kelompok tadi" lanjut vivi


"apa tau gitu tidak usah kita tolong" jawab rendi


"enggak boleh gitu yang salah satu orang kenapa jadi tiga orang ikut bersalah"


"aku ambil cemilan dulu ya al" kata vivi meminta izin


"sendiri berani" tanyaku khawatir


"berani kok" jawab vivi

__ADS_1


  Setelah vivi meminta izin untuk mengambil cemilan kami lanjut membahas unuk paginya mencari jasad sosok wanita tersebut


__ADS_2