Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 16 Penemuan


__ADS_3

  Setelah selesai sarapan kami membereskan peralatan makan kami, kami berpikir sejenak bagai mana cara agar bisa turun ke bawah untuk mencari jasad vika sambil mengecek kembali peralatan yang dibutuhkan sudah ada semua atau belum


"dari pada kebanyakan berpikir lebih baik kita cari saja langsung" saran dewa


"betul juga yaudah ayo" ajak rudi


"kalau gitu gimana kalau di bagi dua orang per kelompok untuk mencari jalan yang tidak terjal dan bahaya untuk turun" jawab lutfi memberi saran


"yaudah gas" jawabku


"seperti biasa aja ya" kata rendi


"oke" jawabku mengiyakan


 maksudnya rendi adalah pembagian kelompok seperti biasa aku dan vivi, rendi dan lutfi, rudi dan ayu, sedangkan dewa dengan sunta, setelah itu kami pun mencari jalan yang terbaik untuk turun dan tidak membahayakan.


setelah beberapa menit kami berkumpul kembali untuk diskusi jalan mana yang paling aman di lewati


"di timur ada jalan yang mudah untuk turun tetapi untuk menuju ke lokasi lumayan sulit" kata rendi


"di barat susah banyak batunya terlalu terjal mending cari jalan yang lain aja" kata sinta


"di utara enggak kelihatan ada jalan turun banyak rumput liar yang tumbuh begitu tinggi mending kita pertimbangkan lagi dulu" kata rendi


"kalau gitu pakai jalan selatan aja aman dan enggak terlalu terjal dan cuma aku lihat tadi tidak ada pohon besar yang bisa kita jadikan patokan mengikat talinya adanya jauh aku takut talinya tidak sampai karena hanya ada dua tali aja" jelasku memberi tahu


"al aku mohon" pinta vivi kepadaku


"oh soal tali bilang dong, aku masih ada kok" jawab sinta


"benar sin kamu bawa tali" tanyaku


"iya benar kok aku kalau camping selalu bawa tali tapi saran aku jangan buat pengikat di atas buat pegangan di bawah aja karena sedikit kecil ukuran tali yang aku bawa" jawab sinta menjelaskan


"enggak masalah bisa di atur" jawabku bersemangat


  kami pun langsung menyiapkan semua alat dan membawanya ke selatan gunung, setelah sampai kami langsung merakit talinya untuk pengaman turun dan mengikatkannya ke pohon yang lumayan besar untuk menompang berat badan kami saat turun, kami pun membagi tugas lagi siapa saja yang turun dan siapa saja yang menjaga di atas, akhirnya aku, vivi, ayu, dan rudi yang turun yang mencari sedangkan dewa, sinta, rendi, dan lutfi berada dia tas untuk berjaga jaga

__ADS_1


saat kami berempat sudah sampai di bawah kita berpencar lagi agar bisa cepat menemukannya, namun hingga siang kami masih tidak menemukan apa apa dan kami berempat memutuskan untuk naik terlebih dahulu untuk beristirahat dan makan siang, saat sampai di atas vivi kembali bersedih karena tidak menemukan apa apa karena dia sudah sangat berharap bisa menemukan kakaknya meskipun harus menerima kenyataan bahwa kakaknya sudah tiada


"al ini gimana kita dari pagi mencari tapi masih belum menemukan apa apa" tanya vivi menangis


"vi jangan menangis kamu yakin kalau kita bisa menemukan kakak kamu" jawabku menenangkan


"iya vi tetap semangat mencari kami semua akan membantu kamu" jawab ayu


"yaudah sekarang kita makan siang dulu dan beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga" kata rudi mengajak


"enggak aku akan turun lagi untuk mencari kakakku" jawab vivi


"vi jangan gitu kamu juga harus memikirkan kesehatanmu juga jangan gegabah vi sabar dulu, sekarang kamu juga harus makan biar kamu kuat mencari kakakmu" kataku mengingatkan vivi


"tapi al" jawab vivi


"udah vi sekarang kamu pokoknya harus makan dulu aku suapin"


"iya" vivi mengangguk


  setelah selesai makan siang dan beristirahat kami melanjutkan pencarian dan sekarang yang turun sinta dan dewa menggantikan ayu dan rudi, saat sampai di bawah kami ber pencar kembali tapi kali ini aku mencari bareng vivi karena aku khawatir juga dengan vivi karena dia terus bersedih saat sudah kebingungan mencari aku melihat tongkat yang biasa di bawa sosok kakek kakek kemarin malam di taruh di dekat pohon dan aku memanggil vivi dan mengajaknya untuk mengecek, setalah lumayan dekat pohon yang ada tongkat tersebut aku seperti menendang sesuatu ternyata aku menendang tas ransel kecil sontak aku memanggil vivi karena kami mencari agak berjauhan agar cepat ketemu


"iya al sebentar" jawab vivi teriak sambil berjalan ke arahku


" vi aku menemukan tas ini di sekitar sini kamu mengenal tas ini tidak..?" kataku memberi tahu vivi


"iya aku kenal dengan tas ini, ini adalah tas yang di pakai terakhir kalinya sebelum kakakku menghilang" jawab vivi yakin


"kalau gitu ayo kita cari di sekitar sini vi pasti enggak jauh dari sini" jawabku


"iya al" jawab vivi semangat


  aku pun lanjut menghampiri pohon yang ada tongkat tersebut dan benaran saja tidak jauh dari pohon aku melihat gundukan daun yang aneh tidak seperti yang lainnya dan aku kembali memanggil vivi dan saat aku melihat kembali ke pohon itu tongkatnya sudah tidak ada ( terimakasih kakek sudah membatu kami lagi ) kataku dalam hati


"vi..!! vivi..!! aku menemukannya" teriakku memberi tahu vivi


"kamu serius" jawab vivi berlari ke arahku

__ADS_1


"iya vi" jawabku sambil membersihkan dedaunan yang menutupi jasad tersebut


  Seketika tangisan vivi pun pecah dan tak tertahankan lagi dia langsung memeluk jasad kakaknya yang sudah pucat itu, sontak aku berlari untuk memberitahu dewa dan sinta dan mereka pun menyusul vivi  dan aku naik ke atas dulu untuk mengambil kain untuk membawa jasad itu naik karena kami menggunakan alat seadanya.


  Setelah seharian mencari akhirnya ketemu dan waktu itu sudah menunjukkan pukul 17.57 saat kami selesai membawa naik jasad vika dan membawanya ke tenda, vivi mencoba menerima kenyataan dan berusaha meng ikhlaskan kepergian kakaknya


"vi ini sudah mau gelap mau pulang sekarang atau besok pagi" tanya rudi


"kalau sekarang bagaimana" tanya vivi


"aku sarankan kita menginap semalam lagi di sini karena baterai senter kita sudah mau habis semua jadi berbahay kalau sekarang kita pulang" jawab rendi berat hati


"yaudah besok pagi aja enggak apa apa dari pada kita semu celaka" jawab vivi


"teman teman untuk penerangan malam ini tidak bisa maksimal karena senter yang ada semuanya baterainya tinggal sedikit jadi empat senter untuk menerangi jasad vika yang ada di tenda dan empat ini buat kita berjaga malam ini aku harap teman teman semua bisa bergantian berjaga malam" kata rudi menginformasikan


"dewa, sinta, ayu, vivi, dan lutfi aku minta tolong kali berjaga dulu ya tengah malam nanti biar aku rendi dan ali yang berjaga" kata rudi membagi tugas


"baiklah kalau gitu" jawab ayu


"al sini" kata vivi memanggilku


"ada apa vi..?" tanyaku


"tidur lah di sini al" pinta vivi kepadaku


"ak.. aku kamu suruh tidur di pangkuanmu vi" jawabku gugup


"enggak mau ya al" jawab vivi


"bukan begitu vi, aku mau kok tapi" jawabku kebingungan


"udah enggak apa apa kok al, aku juga ingin berterimakasih kepadamu, kamu selalu semangatin aku, nenangin aku dan perhatian sekali kepadaku  jadi aku ingin berterimakasih kepadamu" jelas vivi


"beneran enggak apa apa" tanyaku memastikan


"iya al" jawab vivi

__ADS_1


  Aku pun gantian tidur di pangkuan vivi dan tidak aku sadari vivi pun tertidur dengan menaruh kepalanya di pundaku karena aku tidur menghadap kesamping


__ADS_2