Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 3 Menuju puncak


__ADS_3

 Setelah sedikit berdebat kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke puncak berhubung jam sudah menunjukan pukul 19.30 jika kami terus beristirahat bakalan kemalaman sampai di puncak, baru saja kami melanjutkan perjalanan kami sudah di sambut perasaan yang kurang enak seperti ada orang lain mengikuti kelompok kami di tambah ada bau wewangian seperti bunga melati sontak kami jadi merinding tapi kami mencoba untuk tidak peduli dengan perasaan kami dan bau harum tersebut, kami pun terus melanjutkan perjalanan kami


"eh tunggu kalian liat ada pendaki juga yang istirahat di samping pohon itu enggak" kata rudi sambil menunjuk ke arah orang yang di maksud


"liat liat" jawab kami bersamaan


"coba samperin rud" kata rendi


"eh tunggu kalian yakin mau nyamperin" tanya ayu memastikan


" iya kasihan dia sendirian" jawab rendi


"tapi kita sudah mengalami hal hal ganjil loh" jawab vivi takut


 "tenang vi nanti kalau bukan orang biar aku tendang dia" jawabku menenangkan vivi


"enggak usah bercanda kamu al, memangnya lucu kayak gitu..?" jawab vivi jengkel

__ADS_1


 Tiba tiba ada angin berhembus kencang dari belakang seperti melawati kami dari belakang ke depan tidak lama orang yang di maksud rudi tadi tiba tiba hilang sontak kami mencarinya di sekitar mungkin dia sudah melanjutkan perjalanannya tanpa kami sadari karena kami tadi sedikit berdebat, setelah beberapa menit kami mencarinya tiba tiba ada suara seperti dahan besar yang patah dan jatuh,"klak..!! bruuuk..!" suara daham pohon tersebut dan kami berenam terkejut hingga kami berlari dan berpegangan tangan agar tidak terpisah dari kelompok, setelah lumayan jauh kami berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan lanjutkan perjalanan kembali.


"kalian masih mencium bau harum tadi gak..?" tanya rendi ke kami


"udah enggak" jawab lutfi


"iya bener udah gak ada" lanjut ayu


"rud, al kalian masih mencium bau harum tadi enggak kok malah diam aja" tanya rendi menanyaiku dan rudi


".........." aku dan rudi diam masih tak menjawab pertanyaan dari rendi


"udah jalan aja dulu nanti kalau sudah aman aku cerita" jawab ku menyembunyikan sesuatu


"rud kamu kenapa..?" tanya ayu berbisik kepada rudi


"yang jelas kamu terus saja jalan jangan menengok ke belakang" jawab rudi pada ayu sambil berbisik

__ADS_1


 Setelah itu kami semua sudah melihat puncak dari gunung tersebut yang menandakan jika tujuan kami sudah tidak jauh lagi, kami pun bersemangat agar bisa cepat sampai di atas dan segera mendirikan tenda dan beristirahat, beberapa menit kemudian kami sampai juga di puncak dan kami semua sontak teriak karena berhasil sampai di puncak, dan kami pun langsung membagi tugas dari memasang tenda menata barang dan mencari air karena persediaan air kami tinggal sedikit karena di minum saat perjalanan tadi karena banyaknya hal hal mistis kami semua banyak minum untuk menenangkan diri, kelompok untuk mendirikan tenda dan menyiapkan makanan dan menata barang ada ayu, lutfi, rudi, dan rendi sedangkan aku dan vivi di suruh cari air sama teman teman, tidak jauh dari tempat kami mendirikan tenda ada sumber mata air, langsung saja aku buru buru mengambil air agar bisa segera balik ke tenda.


"tunggu al jangan langsung ke sana" teriak vivi dari belakang ku


"memangnya ada apa vi..?" tanyaku menghentikan langkah kakiku


"kamu enggak liat ada sosok wanita tadi yang kita temui di perjalanan tadi' terang vivi


"benar kamu vi, itu sosok yang mengganggu kita tadi" jawabku terkejut melihatnya


"iya udah tunggu dulu bentar di sini kayaknya dia enggak tau deh kalau ada kita" ajak vivi untuk menunggu agak jauh dari sumber mata air itu


"hihihihihihihi" tawa sosok itu sambil terbang ke arah kami


"ini gimana al..? dia datang ke arah kita" kata vivi takut


"udah kamu sembunyi di belakang aku aja vi" jawabku mencoba untuk berani

__ADS_1


saat sudah dekat dengan kami sosok itu bilang...


__ADS_2