Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 17 Malam Terakhir


__ADS_3

  Karena vivi ikut tertidur jadi yang jaga malam berganti aku, vivi, rudi, dan rendi, akhirnya giliran menjaga sudah waktunya bergantian dewa pun membangunkan aku, vivi, rendi, dan rudi dan dewa, sinta, ayu, dan lutfi berganti istirahat dan tidur tapi sebelum itu mereka juga sudah menyiapkan makan malam untuk aku dan kelompokku yang berjaga


"al, vi ayo bangun sudah waktunya bergantian untuk berjaga" kata ayu membangunkan aku dan vivi


"huaa...!! iya baiklah" jawabku bangun tidur


"ren, rud bangun sudah waktunya bergantian ini" kata lutfi membangunkan rudi dan rendi


"iya iya bentar lagi" jawab rudi mengigau


"rud kalau kamu  enggak bangun aku siram nih" kata ayu membangunkan rudi


seketika rudi langsung bangun dan duduk karena mendengar suara ayu yang membangunkannya dengan nada marah meskipun belum terkumpul semua nyawa rudi di memaksakan untuk bangun karena takut di marahi oelh ayu


"kalian makan malam dulu ya kami tadi sudah menyiapkan makan malam buat kalian" kata sinta


"kalau kalian haus dan mau cuci muka airnya di situ tadi aku sudah isi penuh semua botolnya" kata dewa memberi tahu


"oh iya makasih ya de" jawab rendi


"aku masih ingin tidur lima menit lagi" kata rudi melantur


"masih berani mau tidur rud..?" jawab ayu meladeni ocehan dari rudi


"lima menit lagi ay" jawab rudi


"lima menit jadi lima jam langsung pagi lah rud" jawab ayu menggerutu


"yaudah kalau rudi masih ingin tidur biarin aja ay" jawab ku


"enggak bisa gitu al kan sudah kesepakatan kita semua apa lagi dia yang bilang dan membagi kelompoknya sendiri" jawab ayu menjelaskan


"udah enggak apa apa ay" jawab ku

__ADS_1


"yaudah terserah deh, kalau gitu aku tidur dulu ya" jawab ayu pasrah dan pergi masuk tenda


"aku belum bisa tidur kamu dan sinta tidur duluan aja ay" kata lutfi


"iya kalau gitu aku dan ay tidur dulu ya sudah capek banget soalnya" jawab sinta


"al, ren aku tidur duluan ya kalau ada apa apa bangunin aja" kata dewa


"oh iya istirahat lah de" jawabku


"itu rudi beneran masih tidur dengan posisi duduk seperti itu" kata rendi bertanya


"iya kali dari tadi diam dan masih memejamkan mata, mungkin karena capek banget dia enggak sadar kalau tidur sambil duduk" jawabku menjelaskan


"wa..! dewa..! tolong tidurkan rudi kasihan kalau sambil duduk" teriak ayu


"ayu unik juga ya sering marah sama rudi tapi masih bisa perhatian" kata rendi berbisik kepadaku


"ini ren aku buatin kopi tadi mungkin sudah agak dingin sekarang" kata lutfi memberi segelas kopi


"oh makasih banyak lut, kamu tidak tidur..?" kata rendi menerima dan bertanya kepada lutfi


"aku belum bisa tidur" jawab lutfi dingin


"al ni kopi buat kamu, awas panas" kata vivi memberiku kopi


"eh trimakasih vi, em kalau kamu masih ngantuk atau masih capek tidur aja enggak apa apa" kataku menerima kopi dari vivi


"enggak usah aku baik baik aja kok" jawab vivi


"ren masih mau singkong" tanyaku pada rendi


"memangnya masih ada al..?" jawab rendi balik bertanya

__ADS_1


"masih ada dua besar besar lagi cukuplah buat teman bergadang" jawabku menjelaskan


"yaudah bakar satu dulu nanti di bagi" jawab rendi menyarankan


 setelah itu kami membakar singkong tersebut setelah menunggu akhirnya singkong bakar pun sudah matang dan kami mengangkatnya dan langsung membaginya karena suasana malam saat itu sangat dingin sehingga singkong bakar dan segelas kopi hangat sangat cocok untuk menemani


"ini vi" kataku memberi singkong pada vivi


"(diam)" vivi sambil memegang tanganku


"ada apa vi kamu enggak mau" tanyaku


"(menggelengkan kepala)" jawab vivi


"oh aku tahu kamu mau di suapi lagi ya" jawabku bertanya pada vivi denga maksud isaratnya


"(mengangguk)" jawab vivi sambil malu


"mulai deh yang lain cuma numpang" kata rendi meledek


"(mencolek)" tiba tiba lutfi mencolek pundak rudi dan enggak bilang apa apa


"ada apa lut..?" jawab rendi bertanya


"(menunjuk aku dan vivi )" jawab lutfi memberi isarat


"jangan bilang kamu juga mau aku suapi" kata rendi menjawab isarat lutfi


"(memukul)"  lutfi memukul rudi karena malu


"iya udah iya tidak usah marah gitu" jawab rendi sambil menyuapi lutfi


  Tiba tiba kami melihat cahaya senter dari bawah arah pulang dan terlihat hanya ada satu cahaya senter dan satu orang menuju ke puncak dan setelah dekat dia berlari ke arah kami dengan terburu buru

__ADS_1


__ADS_2