Camping Mencekam

Camping Mencekam
Ep 18 Hilangnya Satu Teman


__ADS_3

  Saat cahaya senter itu sudah dekat dengan kami tiba tiba dia berteriak "TOLONG..!" teriak seorang wanita dari kegelapan yang hanya terlihat cahaya dari senternya saja, Sontak aku, vivi, lutfi, dan rendi berdiri dan menghampiri cahaya tersebut, ternya seseorang itu adalah putri yang tadi pagi pamit pulang duluan bareng nanang.


"loh putri..! kamu kenapa balik lagi bukanya sudah pulang bareng nanang tadi pagi..?" tanya lutfi


"hos.. hos.. iya aku putri" jawab putri kelelahan


"sini put kamu duduk dulu dan beristirahat" kata vivi mengajak putri


"iya" jawab putri sambil duduk


"kamu kenapa put..? di mana nanag..? kamu kok sendirian balik ke puncak..?" tanya lutfi khawatir


"sabat dulu lut biar dia nenangin diri dulu" kata ku


"put kamu kenapa..?" kata vivi bertanya lembut


"aku takut tolong aku" jawab putri


"memangnya kenapa..?" jawab vivi bertanya

__ADS_1


"tadi di pos dua nanang berbuat buruk padaku, dia mau memperkosaku dan memaksaku lalu aku mendorongnya dan bisa lepas aku langsung lari menjauh darinya tapi aku tersesat" jawab putri menjelaskan


"terus nanang di mana..?" jawab rendi bertanya


"aku juga tidak tahu dia di mana" jawab putri


"tapi kamu tidak apa apa kan put" tanya vivi memeluk putri


"memang sudah keterlaluan dia" gerutuku


"udah al jangan marah" kata vivi menenangkanku


"tadi ada kakek kakek yang baik banget dia mau mengantarku sampai di bawah sana, dia bilang dia mencari kayu bakar dan tinggal di kaki gunung ini" jawab ayu menceritakan


"kenapa kamu tidak minta untuk diantar turun saja put..?" jawab rendi balik bertanya


"dia cuma bilang kalu turun masih jauh dan kondisi kamu tidak akan sanggup lebih baik kamu kembali ke puncak saja ya kakek antar kamu" jawab putri menceritakan


"kamu lapar tidak aku buatin sesuatu ya" kata lutfi bertanya

__ADS_1


"tidak usah lut makasih" jawab putri menolak


"al kamu merasakan sesuatu..? kok dari tadi diam saja..?" tanya vivi bertanya


"aku cuma merasa tidsk asing dengan kakek yang dimaksud putri" jawabku


"maksud kamu apa al..?" tanya putri tidak sengaja mendengar


"apa kakek itu memiliki luka di mata kirinya..?" tanyaku


"loh kamu kok tau" jawab putri terkejut


"al jangan bilang kalau kakek itu..?" jawab vivi masih tidak percaya


"iya benar kakek itu bukan manusia, kakek itu juga yang menolong kita waktu mencari jasad vika dia menaruh tongkat yang selalu dia bawa di dekat pohon dekat dengan penemuan mayat vika" jawabku menjelaskan


"enggak mungki..!" jawab putri tidak percaya


  Tiba tiba sosok kakek kakek itu muncul dari belakangku dan berkata "kalian anak anak yang baik, tidak melakukan kejahatan maupun melanggar hukum maka dari itu aku membantu kalian, dari awal perjalanan aku sudah merasakan ada satu teman kalian yang akan berbuat jahat seperti yang dilakukan pada wanita sebelumnya maka dari itu aku menjaga kalian, besok kalian kalau pulang ikuti saja pohon yang ada tali dari akar kakek sudah mencarikan jalan yang mudah buat kalian agar bisa cepat sampai di bawah dan kakek juga yang menjaga jenazah wanita itu agar tetap utuh dengan izin sang pencipta jadi kalian bisa mudah membawanya, kakek tidak bisa membantu teman kalian yang berbuat jahat karena penghuni di gunung ini tidak menyukainya jadi kakek tidak berani ikut campur apa lagi menolongnya, kalau gitu kakek pergi dulu" kata sosok kakek itu menceritakan, kami semua langsung berterimakasih pada sosok kakek tersebut karena sudah mau menolong kami semua "terima kasih banyak kakek sudah menolong dan menjaga kami semua" kataku lalu vivi menanyakan bagai mana cara membalas kebaikan kakek tersebut " bagaimana cara kami berterimakasih pada kakek" kata vivi bertanya kakek itu berkata "cukup doa kan kakek" jawab kakek tersebut dan dia berjalan ke gelepan dan menghilang

__ADS_1


__ADS_2