Canda Berujung Asmara

Canda Berujung Asmara
Bab 12 Tidak Punya Baju


__ADS_3

"Tumben banget jam segini lo udah mandi, ada acara apa nih?" tanya Pipit saat Hani langsung bergegas mandi setelah pulang kuliah.


Biasanya Hani akan rebahan dulu sampai azan Maghrib, terkadang kalau Pipit tidak mengomelinya, Hani belum akan bergegas untuk mandi. Tapi hari ini Hani sepertinya sangat disiplin, Pipit saja sampai terheran-heran melihat sahabatnya itu. Entah angin apa yang merasukinya saat di kampus.


"Gerah banget, Mbak! Apalagi tadi pagi lari-larian ke kampus seperti maling dikejar warga. Abis kelas itu, aku masih banyak kuliah dan baru kelar sore ini, Mbak!" jawab Hani.


"Makanya gue semakin heran! Biasanya lo masih betah rebahan sampai Maghrib! Tapi sekarang tumben-tumbenan rajin banget! Apa ada sesuatu yang gak gue tahu?" tebak Pipit.


Hani belum memberitahu kepada Pipit tentang rencananya bertemu dengan Leo nanti malam, selain ia masih merasa malu karena ini adalah pertemuan pertamanya dengan seorang lelaki, Hani juga tidak tahu harus memulai cerita dari mana untuk memberitahu Pipit semuanya. 


Tapi walaupun tidak dikasih tahu, nanti Pipit akan tahu sendiri saat Leo datang ke sana. Setelah itu nanti Pipit akan mengomel kepada Hani, karena ia tidak memberitahu Pipit sebelumnya.


"Haloo! Malah bengong!" kesal Pipit sembari melambaikan tangan diwajah Hani.


"Hehe, Maaf, Mbak! Aku mandi dulu, nanti aku ceritain sama Mbak!" jawab Hani.


"Ya sudah sana mandi!" sahut Pipit, meskipun ia sebenarnya sudah sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Hani.

__ADS_1


Hani mengangguk, setelah itu yang mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi. kali ini ia akan mandi sebersih mungkin, karena ia tidak mau nantinya memberikan kesan yang buruk untuk pertemuan pertamanya dengan Leo. Ia tidak mau nanti dikatakan sebagai gadis yang kumal karena ia tidak bersih mandi. Biasanya Hani akan mandi dengan jurus lima menit saja, tapi kali ini nampaknya ia akan mandi selama 5 jam.


*****


"Lalu apa yang lo sembunyikan dari gue, Han? Kelakuan lo benar-benar aneh! Tadi mandi lama banget, sekarang malah bolak balik milih baju! Lo mau pergi?" tanya Pipit masih belum mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya.


"Kagak, Mbak! Aku gak akan kemana-mana, hanya di kos saja!" jawab Hani masih sibuk memilih baju yang akan dipakai.


"Lalu? Apa arti ini semua?" tanya Pipit lagi.


"Itu.. Mbak! Anu..." 


"Itu, Mbak! Leo akan ke sini nanti malam, sehabis Maghrib, Mbak!" jawab Hani akhirnya.


"Leo? Cowok yang sering telponan sama lo?" tanya Pipit.


Hani mengangguk, ia memang sering teleponan dengan Leo di kamar. Tapi Hani tidak pernah bercerita lebih detail tentang Leo pada siapapun. Hani masih ingin mengenal Leo lebih jauh dulu, sebelum ia bercerita pada orang lain.

__ADS_1


"Iya, Mbak! Katanya nanti malam dia akan datang, Mbak! Tapi aku belum kasih tau Mak Surti! Kira-kira Mak Surti akan mengizinkan apa enggak, Mbak?" tanya Hani sedikit was-was.


"Ohhh, Syukurlah! Akhirnya lo gak jomblo lagi sekarang! Untuk izin Mak Surti lo tenang aja, nanti gue akan bantu ngomong juga! Lagian malam ini juga malam minggu, Mak kan mengizinkan bertamu di luar sampai jam 9 malam. Jadi lo gak usah khawatir!" sahut Pipit, Hani seketika merasa lega.


Ia juga menyesal tidak menceritakan kepada Pipit dari tadi, jika tidak maka tentu ia tidak perlu sampai cemas kalau Mak Surti akan marah.


"Makasih, Mbak! Mbak emang yang ter the best!" ucap Hani sambil mengangkat dia jempolnya.


"Lebaynya mulai kumat!" jawab Pipit.


"Hehe, namanya juga lagi seneng, Mbak!" rungut Hani mengerucutkan bibir.


"Iya deh yang lagi seneng! Btw, Ini kan pertemuan pertama lo dengan cowok! Harus berkesan, tampillah memukau malam ini!" ucap Pipit. 


"Maunya juga gitu, Mbak! Tapi aku bingung mau pakai baju yang mana? Semuanya gak ada yang bagus, Mbak! Aku gak punya baju bagusss!" rengek Hani. 


"Astagaa, Han! Sebanyak itu baju, lo bilang gak punya! Memang benar yang dikatakan orang-orang, cewek itu akan selalu mengatakan gak punya baju, padahal bajunya udah selemari. Awalnya gue juga menyangkal itu, tapi setelah melihat sikap lo, gue jadi percaya kalau itu memang benar!" sahut Pipit.

__ADS_1


"Huh, Mbak kan juga cewek! Ayo bantuin milih baju yang mana, Mbak!" pinta Hani yang masih bingung.


__ADS_2