CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Episode 10


__ADS_3

Akmal sangat senang melihat ibu dan calon istrinya sangat kompak.


" Ternyata kamu disini sayang." ucap Akmal tersenyum. Shilla hanya tersenyum sambil menyiapkan sarapan di meja. Semuanya berkumpul di meja makan menyantap sarapan nya masing masing. Setelah sarapan Akmal dan Shila pergi ke kampus terlebih dahulu seperti biasa untuk absen dan menyerahkan tugasnya, selesai urusan di kampus mereka bergesa ke kantor untuk begelut dengan berkas berkas.


Sesampainya di ruangan.


'dari siapa ini?' batin Shilla


Ia menekan tombol telepon.


☎ " Kia ke ruangan ku sekarang."


Tak lama Kia mengetuk pintu *tok..tok..tok..


" Masuk" ucap Shilla


*klek Kia membuka handle pintu


" Ada yang bisa saya bantu?"ucap Kia.


" Ini bunga dari siapa?" ucap Shilla.


" Dari Pa Gilang bu." ucap Kia setengah takut.


" hmmm, kalo dia kirim lagi bunga jangan di terima atau buang aja langsung." ucap Shilla langsung membuang bunga itu ke tempat sampah.


" Baik bu." ucap Kia menunduk. Tak lama Akmal masuk ke ruangan Shilla, dan melihat tempat sampah.


" Siapa yang pengirim nya sayang?" ucap Akmal penasaran. Shilla terdiam dan Kia menunduk. " Kenapa kalian diam?" ucapnya lagi.


" Dari Gilang." ucap pelan Shilla.


" Beneran gamau menyerah dia." ucap Akmal kesal.


" Udah lah sayang udah aku buang juga." ucap Shilla menengkan.


" Dia gaakan tinggal diam sayang kalo kita belum menikah." ucap Akmal kesal.


" Kia kembali keruangmu." ucap Shilla tak ingin Kia mendengar masalah pribadinya.


" Iya bu." ucap Kia langsung keluar dari ruangan nya.


" Terus kamu maunya gimana? mau cepet cepet nikah? kamu ga percaya sama aku?" ucap Shilla mulai kesal.


" Bukan begitu sayang." ucap Akmal mulai mereda amarahnya karena Shilla langi emosi.


" Hubungan itu yang penting kepercayaan, dan kesetian. Aku gabakal khianati kamu." ucsp Shilla tersulut emosi, Akmal langsung memeluk Shilla menenagkan nya. Setelah beberapa detik Shilla mulai tenang. Lalu Akmal melepaskan pelukan nya.


" Jujur aku takut kamu berpaling, karna dia punya segalanya, sedangkan aku hanya dari keluarga biasa yang hanya ingin memilikimu. Pekerjaan pun kalo gak ada kamu aku bukan apa apa." ucap Akmal jujur, tak terasa air mata Shilla mengalir, Akmal langsung memeluk Shilla.


" Aku gak nyangka kamu berfikiran begitu, kamu kan tahu aku dan keluarga ku gak memanda status sosial. Aku hanya mencintaimu, aku gak akan berhianat." ucap Shilla menangis terisak.


" Maafkan aku sayang." ucap Akmal mengalah. Shilla mengangguk dan masih terisak.

__ADS_1


" Sudah jangan nagis lagi sayang. Aku gak mau kamu sedih gini." ucap Akmal menghapus air mata Shilla. " Senyum dong." ucap Akmal lagi.


" iya nih." ucao Shilla tersenyum.


Keesokan harinya Gilang masih terus mengirimkan bunga, sampai berhari hari, karena geram Shilla pergi ke perusahaan Gilang di temani Akmal. Sesampainya di perusahaan, Shilla langsung masuk kebetulan ada Gilang baru datang mereka lalu ke ruangan Gilang.


" Pa Gilang saya sudah bilang jangan mengganggu hubungan kami. Kenapa anda mengirim bunga terus kepada calon istri saya?" ucap Akmal kesal.


" Saya kira ada masalah apa anda datang ke sini, Bu Shilla bagaimana anda suka dengan bunga kiriman saya?" ucap Gilang tersenyum nakal.


" Maaf sebelumnya, dari pertama anda mengirimkan bunga saya langsung buang ke tempat sampah, dan seterusnya di buang oleh karyawan saya." ucap Shilla kesal.


" Wah anda sukanya bunga bank ya? Baiklah saya akan kirim berapapun yang kamu mau." ucap Gilang semakin menjadi jadi, Akmal merasa panas bergejolak dan Shilla merasa kesal.


" Maaf Pak, saya tidak matre, karna saya sudah punya segalanya." ucap Shilla tenang.


" Maaf kerja sama kita batal." ucap Shilla lalu menimggalkan ruangan Gilang di ikuti Akmal kembali ke perusahaan mereka. Gilang yang mendengan ucapan Shilla menjadi kesal.


" Kalian akan menyesal!" ucap Gilang. Gilang menelepon sesorang.


" Bereskan!" ucap Gilang.


Sesampainya di kantor Shilla kembali menyelesaikan berkas2 nya, tak lama handphone Shilla berbunyi.


*triinng...tringg...


Dhilla ☎ Halo Kak kalo bisa pulang lebih cepat.


Shilla ☎ Memang kenapa de?


Shilla ☎ Memang nya siapa?


Dhilla ☎ Entahlah, aku lupa memanyakan.


Shilla ☎ Baiklah.


Tak lama Shilla memencet tombol extention.


" Sayang aku pulang duluan ya." ucap Shilla.


" Memang nya ada apa?perlu akh menemani?" ucap Akmal.


" Tak usah, aku mau pulang cepat tadi Dhilla telepon katanya ada tamu. Kamu selesaikan pekerjaan kantor saja." Ucap Shilla


" Baiklah."


Shilla pun pulang ke rumah, ketika perjalanan menuju rumah ia merasa ada yang aneh dengan mobil yang ia gunakan.


'Kenapa ni mobil, hah remnya blong.' batin Shilla


Tak lama di depan ada truk ketika Shilla ingin menghindari truk tersebut ia malah menabrak pembatas jalan.


" aaaaakkkhhhh, Akmal..." * bught

__ADS_1


Ketika Akmal meminum kopi tak sengaja ia gelasnya jatuh dan pecah.


'Kenapa perasaan ku jadi ga enak gini.' batik Akmal. Tak lama handphone Akmal pun berdering.


*triing.. tring..


☎ Hallo selamat siang, dengan Pak Akmal.


☎ Iya, ini dengan siapa?


☎ Maaf Pak kami dari pihak rumah sakit xy mau mengabarkan bahwa Ibu Shilla kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit kami.


*prayy handphone Akmal jatuh dan berhamburan. Akmal langsung berlari ke luar, lalu mencari taksi menuju rumah sakit, dengan hati yang gelisah dan air mata nya pun tak terasa mengalir di pipinya, ia tak menyangka orang yang sangat ia cintai akan mengalami kecelakaan seperti ini.


'Aku gagal menjagamu sayang' batin Akmal


Setelah sampai di rs Akmal langsung berlari menuju meja reseptionis.


" Maaf saya mau cari dimana tempat pasien bernama Shilla."


"Oh bu Shilla yang baru kecelakaan, masih di IGD pak." ucao reseptionis.


Akmal langsung berlari menuju IGD, pas ia sampai ada dr. bryan dia adalah dr pribadi keluarga Pratama.


" Bagaimana keadaan Shilla dok." ucap Akmal gelisah.


" Maaf pak, Bu Shilla mengalami benturan yang sangat keras, sehingga ada darah yang membeku di kepalanya, kita harus segera melakukan operasi."


" Lakukan yang terbaik untuk calon istri saya dok." ucap Akmal menangis tersedu sedu.


" Baiklah, silahkan anda tulis formulir nya dulu pa. Jangan lupa hubungi Tn. Fajri."


" Baik dok." ucap Akmal. Setelah dr. Bryan pergi Akmal langsung menuju adminiatrasi untuk mengurus seluruh yang di butuhkan Shilla dan tak lupa ia menghubungi keluarga Shilla dan keluarganya.


Orang tua Akmal datang menghampirinya.


" Sayang bagaimana dengan Shilla?" ucap Nisa.


" Dia harus di oprasi mbu." ucap Akmal menangis dan memeluk ibunya.


" Sabar sayang, pasti semuanya baik baik saja. Calon mertuamu sudah kamu kasih tahu?" ucap Ahmad menepuk bahu Akmal.


" Sudah yah, mereka langsung mengambil jadwal penerbangan yang paling cepat." ucap Akmal.


Tak lama Dhilla datang dengan mata sembab.


" Kak gimana keadaan kakakku." ucap Dhilla kembali berlinang air mata.


" Kakak mu harus di oprasi de." ucap Akmal.


" Ini semua salahku, kalau saja aku tak minta kakak untuk pulang cepat pasti ini tidak terjadi." ucap Shilla menangis menyalahkan dirinya.


" Tidak sayang ini sudah takdir dariNya." ucap Nisa beganti memeluk Dhilla.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2