CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Episode 9


__ADS_3

Pertemuan selanjutnya berjalan lancar, kemudian Akmal dan Shilla pamit, Kia kembali ke perusahaan. Sesampainya di rumah Akmal mereka masuk dan ada ibu dan adiknya.


" Ibu." ucap Akmal.


" Sore tante." ucap Shilla tersenyum.


" Kalian kesini sayang, silahkan duduk ! Ibu siapkan dulu minuman untuk kalian." ucap Nisa cipika cipiki dengan Shilla, lalu ke dapur membuatkan minuman.


" Tak usah repot repot tante." ucap Shilla malu.


" Tak repot kok sayang." ucap Nisa tersenyum.


" Biar saya bantu!" ucap Shilla lalu membantu Nisa.


" Padahal kamu duduk saja sayang kamu kan cape." ucap Nisa tersenyum ternyata calon menantu nya sangat baik.


" Tak apa tante." ucap Shilla tersenyum.


Akmal yang melihat kejadian itu hanya tersenyum senang, ibu dan calon istrinya begitu akrab.


" Gimana sekolah kalian dek?" ucap Akmal pada adik nya.


" Baik-baik saja kak, kakak tak usah khawatir pada kami." ucap Andri adik pertama Akmal.


" Iya kak, aku mendapatkan juara pertama setiap tahun jadi tak usah khawatir." ucap Alvin adik bungsunya bangga.


" Bagus kalian adik ku yang palinh hebat." ucap Akmal tersenyum bangga.


Tak lama Shilla dan ibunya datang membawa minuman dan cemilan. Ayah akmal pun baru sampai rumah , kaget melihat anak dan calon mantunya.


" Eh ada kalian, ada apa?" ucap Ahmad


" Ayah mandi dulu aja, nanti kita bicara." ucap Akmal. Ahmad pun bergegas mandi tak lama selesai langsung duduk di ruang tamu, dan Nisa membawaka kopi.


" Ada apa kalian tiba tiba datang tanpa mengabari dulu nak?" ucap Ahmad penasaran lalu menyeruput kopinya.


" Ayah sebentar lagi aku wisuda, aku ingin segera menikah dengan Shilla." ucap Akmal serius.


" Oh baiklah, memang nya kapan kamu wisuda nya?" ucap Ahmad karna keluarga nya tau Akmal mendapatkan beasiswa pendidikan singkat.

__ADS_1


" 3bulan lagi ayah." ucap Akmal.


" Baiklah ayah akan bicarakan dengan orang tua Shilla bagaimana baiknya." ucap Ahmad.


" Saya telepon orang tua saya dulu om." ucap Shilla mengambil hp nya di tas lalu menekan no ibunya.


☎ "Hallo sayang, apa kabar?"


☎ " Baik mbu, mbu ayah sudah pulang kah?"


☎ " Sudah sayang, memang nya ada apa?"


☎ " Ayah kak Akmal mau bicara!"


Shilla menyerah kan hp nya pada ayah Akmal, mereka mengobrol, 20 menit kemudian ayah Akmal menyerahkan hp ke Shilla.


" Kata ayah mu nanti Akmal wisuda dia akan pulang, lalu merencanakan pernikahan kalian." ucap Ahmad serius.


" Baiklah ayah." ucap Akmal tenang.


" Yasudah om tante saya mau pulang karna hari sudah larut." ucap Shilla pamit.


" Iya menginaplah hari sudah larut." ucap Ahmad.


" Ah baiklah." ucap Shilla menyetujui.


" Akmal antar calon mantu mbu ke kamar kamu, kamu tidur dengan adikmu dulu malam ini." kata Nisa.


" Okey, yu sayang." ucap Akmal, lalu nlmengantar Shilla ke kamarnya. Sampainya di kamar, Shilla merebahkan badan nya karena rasanya sangat lelah, Akmal menghampiri Shilla dan merebahkan badannya juga di samping Shilla. Lalu mereka saling berhadapan.


" Kamu sudah tenang sayang?" ucap shilla.


" Iya sayang, terimakasih kamu sudah menyetujui." ucap Akmal tersenyum dan mendekat lalu mencium bibir Shilla dengal lembut, Shilla kaget karna sebelum nya mereka hanya sebatas pelukan, pegangan tangan, cium kening atau pipi tapi hari ini Akmal mencium bibirnya untuk pertama kali.


Shilla menenangkan pikiran nya menikmati ciuman tersebut, tak ada penolakan Akmal pun meneruskan aksinya, karena dia selalu menahan nafsunya lalu dia merubah posisi Shilla di bawah dan Akmal di atas, lalu turun ke bawah mencium leher lalu tangan Akmal beraksi masuk ke dalam pakaian Shilla dia memegang gemas ***** Shilla yang padat dan kenyal, Shilla menggeliat nikmat dan sedikit mendesah. Tak lama Ayah akmal memanggil mengejutkan mereka.


" Akmal kemari sebentar." ucap Ahmad. Akmal pun menghentikan aktifitas nya dengan sedikit kesal.


" Aku keluar dulu ya?" ucap Akmal tersenyum senang.

__ADS_1


" Iya." ucap Shilla tersenyum malu dan pipi yang merona.


'kenapa jantungku tidak henti henti nya berdegub kencang' batik Shilla.


Akmal pun menghampiri ayah nya,


" Kenapa yah?" ucap Akmal penasaran.


" Kenapa tiba tiba kamu ingi segera menikah?" ucap Ahmad penasaran.


" Aku takut Shilla di ambil orang yah, karena ada yang menyukai Shilla dan dia juga pemilik perusahaan." ucap Akmal memelas.


"Hmmm, harusnya kamu percaya dengan hati masing masing, lagi pula kalo jodoh gak akan kemana." ucap Ahmad menasehati.


" Sudah lah ayah, mungkin mereka sudah tidak kuat, harusnya kita cepat menikahkan mereka agar tidak menjadi dosa berkepanjangan, apalagi mereka selalu bersama." ucap ibu Akmal menengahi.


" Kamu belum melakukan apa apa kan pada menanti ibu?" ucap Nisa menyelidik.


" Engga Kok bu, aku ingin melakukan nya setika kita telah halal ibu." ucap Akmal memerah.


" Baiklah ibu suka pemikiran mu." ucap Nisa, Ahmad hanya geleng geleng.


" Yasudah cepat tidur besok kan harus ke kantor lagi." ucap Ahmad mengingatkan.


" Baiklah yah." ucap Akmal berlalu meninggalkan orangtua mereka. Akmal masuk ke kamarnya untuk mandi, tapi dia melihat Shilla tidur dengan menggunakan Kemeja nya yang kebesaran. Itu membuat Akmal gemas, dia langsung memeluk Shilla. Shilla kaget.


" Kamu sangat seksi sayang, aku jadi tak kuat ingin segera melahapmu." ucap Akmal menggoda dengan berbisik di telinga Shilla yang membuatnya merinding dan merona. Akmal melepaskan pelukannya dan mencium bibir Shilla dengan lembut keduanya menikmatinya lalu mencium lehernya dan membuat tanda kepemilikan lalu kembali mencium bibir nya tangan nya mulai masuk ke dalam kemeja yang di pakai Shilla memegang ****dara nya dan memainkan nya dan membuat Shilla geli mendesah nikmat dan membuat Akmal junior menegang. Akmal menghentikan aksinya, takut di bablasan karena dia akan melakukan nya nanti setelah mereka sah.


" Maaf aku melakukan hal lebih untuk yang keduakalinya." ucap Akmal.


" Tak apa, aku tau kamu selalu menahan nya." ucap Shilla mengerti. " Cepat kamu mandi dan istirahat, hari esok akan sangat melelahkan." ucapnya lagi.


" Baiklah aku mandi dulu." *cuup Akmal mengecup kening Shilla. Ia membawa bajunya dan akan mandi di kamar adik nya.


Mereka pun tidur dengan nyenyak, ketika waktu menunjukan jan 01.00 Akmal terbangun, dia pergi ke kamarnya untuk melihat Shilla, Shilla sedang tidur dengan nyenyak, dia berbaring di sebalah Shilla lalu memeluk Shilla dan kembali terlelap.


Paginya Shilla bangun duluan, dia kaget melihat Akmal ada di samping nya, dia memandang wajah tampan Akmal dan mencium kening Akmal. Lalu masuk ke kamar mandi dan berpakaian. Setelah itu Shilla keluar dari kamar terlihat ibu Akmal sedang menyiapkan sarapan, dia menghampiri dan ikut membantu ibunya Akmal.


Di kamar Akmal, Akmal kaget kenapa dia bisa tidur disini, ia mengingat ngingat dan melihat sekeliling dimana calon istrinya, ternyata ada di dapur sedang membantu ibu nya, dia tersenyum senang melihat nya.

__ADS_1


Beraambung...


__ADS_2