
Setelah mata kuliah selesai Shilla bergegas pergi ke kantor menggunakan taxi online, karena dia gak mau repotin suaminya. Sesampainya di kantor para karyawan menunduk hormat kepada presdir nya. Meskipun dia terbilang masih muda tapi dia sangat di hormati karena ke jeniusan nya. Ia langsung masuk ke ruangan nya bergegas berganti pakaian. Tak lama ada suara yang mengetuk pintu.
*tok..tok..tok..
"Masuk!" ucap Shilla.
*Ceklek
"Sayang kenapa engga minta jemput aku sih?" ucap Akmal langsung memeluk istrinya, yang di peluk kaget karena suaminya tiba tiba memeluk.
"Aku gak mau repotin kamu sayang." ucap Shilla tersenyum dan membalas pelukan suaminya.
Lalu Akmal melepaskan pelukan nya dan kemudian mencium bibir istrinya, perlahan lahan mulai ******* dan saling berbalas *******.
Lalu perlahan lahan Akmal merebahkan Shilla ke sofa tanpa melepas ciuman nya, semakin lama semakin memanas dana semakin menuntut lebih, Akmal pun membuka kancing kemeja Shilla.
Mereka menikmati ciuman panas tersebut tak lama suara ketukan pintu yang membuat mereka kaget dan meng hentikan aktifitas.
*tok..tok..tok..
"Sebentar." ucap Shilla agak berteriak.
"Lanjut nanti di rumah ya sayang." bisik Shilla dan merapihkan baju nya lalu merapihkan baju suaminya. Lalu bergegas ke tempat duduk kebesaran nya.
"Masuk." ucap Shilla sambil kembali fokus pada berkas berkas.
"Permisi bu presdir ada berkas yang harus di tanda tangani." ucap Kia yang sebenarnya gak enak udah ganggu.
"Oh iya." jawab Shilla sambil memeriksa kembali dokumen tersebut, dirasa sudah benar ia langsung tanda tangani.
"Nih, ada lagi?" ucap Shilla menyerahkan dokumen tersebut.
"Tidak bu, 20menit lagi ada meeting bulanan bu." ucap Kia mengingatkan.
"Okey." jawab Shilla.
"Saya permisi." ucap Kia undur diri dan di angguki Shilla. Kia pun kembali ke ruangan nya.
__ADS_1
"Kamu siap siap gih." ucap Shilla.
"Engga kita lanjutin aja?" ucap Akmal menggoda, Shilla pun pipi nya memerah.
"Engga sayang, nanti di rumah aja ya? Lagian bentar lagi meeting." ucap Shilla menolak secara halus.
"Baiklah nanti aku samperin kamu ya kalo udah waktu nya?" ucap Akmal pamit.
"Okey sayang." ucap Shilla, lalu Akmal pun berlalu ke ruangan nya.
*****
Di sekolah Dhilla
"Dhill kita mau kerja kelompok dimana nih?" tanya Adel.
"Di cafe aja gimana?" ucap Dhilla memberi ide.
"Kalo di cafe harus jajan Dhill, gue gak punya uang." jawab Adel sambil memanyunkan bibirnya.
"Hmm elo kaya ama siapa aja, gue traktir Del." Jawab Dhilla yang membuat mata Adel berbinar.
"Serius Dhill?" ucap Adel senang.
"Yaudah pulang yuk?" ajak Adel lalu di angguki Dhilla.
Mereka pun berjalan bersama di koridor dan tak sengaja berpapasan dengan Andra yang mau pulang juga.
"Hay kalian udah mau pulang? bareng ama gue yuk?" ucap Andra memberi tumpangan.
"Gak usah Ndra lagipula kita mau belajar kelompok jadi harus buru buru." ucap Adel.
"Kerja kelompok dimana?gue ikut dong?" ucao Andra pengen ikut padahal dia juga ada kerja kelompok.
"Di cafe MM's, gausah Ndra ntar yang ada loe malah BT lagi." ucap Dhilla menolak ya emang takut dia boring.
"Eh gue juga mau kerja kelompok di cafe itu, kok kebetulan banget ya?ntar kita barengan aja gimana?" ucap Andra padahal engga di cafe itu cuma akal akalan Andra aja supaya barengan ama Dhilla.
"Yaudah kalo gitu." ucap Dhilla lalu mereka pun beriringan berjalan keluar sekolah. Andra pun langsung ngeWA temen kelompok nya supaya ganti cafe.
"Yaudah gue duluan ya Dhill? sampai jumpa nanti. Bye" ucap Adel karna emang di jemput sama abang nya.
__ADS_1
"Okey hati hati." ucap Dhilla. Dhilla lagi pesen ojol, dia engga pernah pesen taxi karna takut ketahuan temen2 nya.
"Gimana bareng gue aja Dhill?" tawar Andra yang emang udah di jemput supirnya. Andra emang tajir sama kaya Dhilla engga pilih pilih temen.
"Gak usah Ndra gue udah pesen ojol." ucap Dhilla sungkan.
"Tinggal cancel aja, lagian ngirit duit." ucap Andra. Tanpa pikir panjang Dhilla menerima ajakan nya karena takut ketahuan juga kalo dia punya banyak uang.
Dan untuk urusan rumah dia bakalan turun di rumah yang emang berhadapan sama gerbang rumah Shilla. Emang itu rumah di buat khusus buat mereka berdua kalo ada yg mau nganter pulang.
Sampai di depan rumah Dhilla langsung keluar dan mengucapkan terimakasih. Tanpa curiga Andra pun berlalu meninggalkan kediaman Dhilla. Pelayan yang melihat Dhilla pun dengan sigap membawa sejenis mobil yg biasa ada di golf untuk mengantar nya ke depan pintu utama rumah nya. Ya karna jarak dari gerbang kediaman Pratama lumayan jauh karena di dekat gerbang itu ada taman untuk membuat rumah terlihat segar dan rindang engga panas.
Tak lama Dhilla pun sudah siap langsung bergegas ke cafe memakai taxi online supaya pulangnya bisa di jemput karna takut kemalaman. Dan Dhilla pun sudah minta izin kepada kakaknya.
Sesampainya di cafe sudah ada Adel, Andra dan temannya.
"Maaf telat ya macet banget." ucap Shilla yang memang keluar pas jam pulang karyawan.
"Gapapa Dhill, gue juga baru nyampe." ucap Adel santay.
"Yaudah kalian pesen ntar gue traktir." ucap Dhilla.
"Gak usah Dhill." ucap Andra.
"Gak papa Ndra, gue udah janji sama Adel." ucap Dhilla.
"Yaudah gue yang teraktir kalian ya." ucap Andra menawarkn.
"Gak usah, gue gak enak kan gue yang ngajak." ucap Dhilla.
"Gak papa Dhill." ucap Andra lalu di angguki Dhilla padahal dia ga enak. Mereka pun memesan cemilan dan minuman dan memulai kerja kelompok nya, tak lama ada yang memanggil Andra.
"Hey, Andra lagi apa kamu disini." sapa wanita itu pada Andra dan langsung di menyita perhatian yang lain.
"Eh..."
******
Eng Ing Eng...
Kira kira siapa ya? apa Andra udah punya cewek?atau yang ngaku ngaku? atau siapa ya?wkwkwk
__ADS_1
bersambung dulu ya gays..