CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Episode 11


__ADS_3

"Sudah sayang kamu tenang dulu ya." ucap Nisa


"Siap yang menelpon mu de?" ucap Akmal.


"Aku tak tahu kak, aku lupa menanyakan nya." ucap Dhilla.


"Terus ada tidak tamu itu?" tanya Akmal.


"Sebentar kak haruanya sekarang mereka datang, aku telepon ke rumah dulu." ucap Dhilla segera mengambil ponsel nya lalu menelpon orang rumah ia menjauh agar tidak mengganggu. Setelah beberapa saat ia kembali menghampiri Akmal dan keluarganya.


"Kak mereka tak datang ke rumah." ucap Dhilla dengan hati kesal.


"Berarti ini sudah di rencanakan." ucap Akmal


"Memang nya kalian punya musuh." ucap Ahmad.


"Jadi begini yah, dia menyukai Shilla, tapi dia menolaknya dan membatalkan kerjasamanya mungkin dia kesal." ucap Akmal menjelaskan.


Tak lama ayah dan ibu Shilla datang, dan menanyakan keadaan Shilla dan menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya. Lalu Fajri menelpon seseorang untuk menyelidikinya dan menjebloskan nya ke dalam jeruji besi.


Waktunya untuk Shilla oprasi, semua keluarganya menunggu di luar ruang oprasi sambil mendoakan Shilla, setelah 2jam Dokter keluar dari ruang oprasi.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" ucap Fajri.


"Oprasinya berjalan lancar, keadaan nya baik baik saja, tinggal menunggu nona siuman. Sekarang kami akan memindahkan nya ke ruang rawat inap." ucap Dokter Bryan


Semua orang bernafas lega karena keadaan Shilla baik baik saja. Semuanya lalu pergi ke ruangan VVIP tempat Shilla di rawat.


"Ayah, Ibu, Om, dan Tante pulang lah biar saya yang menemani Shilla." ucap Akmal

__ADS_1


"Baiklah Om titip Shilla ya nak." ucap Fajri mengelus pundak Akmal.


"Baik om beristirahat lah nanti kalo Shilla siuman saya hubungi om dan tante." ucap Akmal


Semua nya pulang untuk beristirahat, Akmal menemani Shilla dan duduk di kursi sebelah ranjang Shilla.


Keesokan harinya tangan Shilla bergerak dan mulai membuka matanya perlahan dan memegang rambut Akmal, tak lama Akmal pun bangun dan tersenyum senang karena Shilla siuman. Akmal langsung memanggil dokter, tak lama dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Shilla.


"Bagaimana dok?" ucap Akmal


"Semuanya baik baik saja, tinggal menunggu pemulihan nya saja." ucap dokter.


" Terimakasih dok." ucap Akmal lagi lalu di angguki Dokter dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.


"Kamu sendiri sayang?" ucap Shilla masih berat karena baru siuman


"Iya, sudah kamu istirahat duku saja, jangan banyak gerak dan banyak berbicara, aku sudah hubungi semua keluarga kita." ucap Akmal.


"Kakak maaf kan aku, kalo aku tidak nelepon kakak, pasti kakak gak akan kecelakaan." ucap Dhilla menyalahkan dirinya.


"Tidak de, ini sudah takdir jadi kamu jangan salahkan dirimu ya." ucap Shilla menenangkan adiknya.


"Ini kelakuan Gilang, memang kalian ada masalah apa dengan Gilang?" ucap Fajri, lalu Shilla dan Akmal menjelaskan keadaan yang sesungguhnya kepada Fajri.


"Benar benar keterlaluan dia, hanya masalah sepele dia mau mencelakai kamu." ucap Fajri kesal, tak lama Fajri lalu menelepon seseorang. "Ratakan perusahaan Gilang!" ucap nya dari telepon. Akmal dan Shilla kaget apa yang di katakan Fajri.


"Ayah apa ini tidak berlebihan?" ucap Shilla khawatir.


" Tidak sayang, dia sudah mencelakakan mu." ucap Fajri tegas.

__ADS_1


"Padahal melalui jalur hukum saja yah, tak usah sampai meratakan nya." ucap Shilla lagi.


"Sudah kamu jangan banyak bicara, mending istirahat supaya cepat pulih. Acara pernikahan mu di majukan menjadi 1bulan lagi." ucap Fajri.


"Kan kak Akmal belum wisuda yah." ucap Shilla.


"Sudah sayang kamu jangan membantah ayah mu terus." ucap Akmal menengahi.


"Baiklah biar kita yang urus pernikahan kalian. Bagaimana Nis?" ucap Melli bertanya kepada Anisa. Orang tua Akmal sedikit berdiskusi l.


"Yasudah lah ini yang terbaik untuk kalian, karena memang banyak cobaan yang menghadapi hubungan kalian." ucap Nisa.


Karena semuanya sudah sepakat, Melli dan Nisa menyiapkan acara pernikahan mereka. Taklama dokter masuk ke ruangan untuk memeriksa keadaan Shilla.


"Bagaimana dok?" ucap Fajri.


"Semuanya sudah stabil pak, tinggal menunggu pemulihan." ucap Dokter Bryan.


"Dok aku ingin pulang." ucap Shilla.


"Baiklah tapi anda tetap haru kontrol setiap 1minggu sekali nona." ucap Dr. bryan dan di angguki semuanya. Akmal pun menyiapkan berkas berkas untuk kepupangan Shilla, setelah selesai mereka pulang, orang tua Akmal pulang kerumahnya sedangkan Akmal ikut mengantarkan Shilla ke rumah nya.


Sesampainya di rumah, Shilla langsung di papah ke kamar oleh Akmal lalu membantunya berbaring ke atas ranjangnya.


"Sayang kamu pulang saja istirahat, aku sudah tidak apa apa kok." ucap Shilla


"Tidak aku tak mau meninggalkan mu, aku tak mau kamu kenapa kenapa." ucap Akmal khawatir.


"Tidak sayang, sekarang ada ayah dan ibu, cepat pulang dan istirahatlah." ucap Shilla maksa.

__ADS_1


"Baiklah, kalau ada apa apa cepat hubungi aku ya sayang." ucap Akmal lalu mencium kening Shilla dan bergegas pulang karena memang sebenarnya Akmal sangat lelah, karena dia juga menghandle urusan perusahaan.


Bersambung..


__ADS_2