CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Episode 20


__ADS_3

"What!!" teriak Adel.


"Paan sih Del, berisik tau gak!" ucap Dhilla menutup telinga nya.


"Masa lo tabrak sih Dhill, cowok keren kaya dia." ucap Adel lagi.


"Yaelah Del, namanya juga kan engga sengaja. Buruan masuk." ucap Dhilla langsung nyelonong masuk ke sekolah bersama Andre.


"Ehh tunggu." teriak Adel dan langsung menyusul Dhilla dan Andre.


"Dre tumbenan nungguin gue ada apa?" tanya Dhilla.


"Engga ada apa apa Dhill, sengaja aja nungguin Lo." jawab Andre.


"Tuh kelas Lo disana kenapa malah ngikutin gue?" tanya Dhilla bingung.


"Pengen nganterin Lo aja, emang gak boleh?" jawab Andre sekena nya.


"Ciie Andre gencer terus nih pdkt nya." sambar Adel.


"Huss, apaan sih Del." ucap Dhilla menyela omongan Adel. Adel pun terkikik.


"Udah nyampe, makasih udah di anterin." ucap Dhilla basa basi.


"Yaudah, gue duluan ya Dhil, bye." pamit Andre.


"Iya bye." jawab Dhilla.


Dhilla dan Adel pun masuk ke dalam kelas dan langsung menempati bangku nya masing masing.


"Dhill, Lo mah gak peka. Kasian tuh si Andre gencer banget deketin Lo." ucap Adel gemes dengan sikap Dhilla.


"Gue gak mau ngurus pacar pacaran Del, gue mau fokus sekolah dulu soalnya gue bakalan gantiin bokap gue jadi CEO. ups" Ucap Dhilla keceplosan.


"Whatt!!" teriak Adel..


"Sstttt, bisa diem gak " Dhilla refleks menutup mulut Adel.


"Ma-maksud gue mau fokus belajar, gue mau dapetin beasiswa di luar biar jadi CEO gitu." jelas Dhilla ngeles kek bajay. Bisa aja ya si Dhilla ngeles nya.


"Beneran? Lo gak boong?" Ucap Adel kurang yakin.


tett...tett... bel masuk pun berbunyi..


"Selamet.." ucap Dhilla dalam hati.


.


.


.


Guru pelajaran pertama pun masuk.


"Selaamat pagi anak anak." ucap Pak Alvin guru Fisika.

__ADS_1


"Hari ini kalian kedatangan murid baru. Dipta masuk." ucap Pak Alvin mempersilahkan masuk.


"Wahh keren banget." bisik bisik para cewek.


"Dhil itu kan cowok yang Lo tabrak." ucap Adel mengingatkan.


"Kenapa harus sekelas sih." ucap Dhilla dalam hati.


"Fiks jodoh." ucap Dipta dalam hati.


"Perhatian semuanya, jangan gaduh ya.. Ayo Dipta kenalkan diri kamu." ucap Pak Alvin.


"Hay gays.." ucap Dipta tersenyum, pandangan nya tertuju pada Dhilla.


"Hay ganteng." ucap Cewek cewek centil.


"Kenalin gue Dipta Anggara, pindahan dari London. Mohon bantuannya ya." ucap Dipta menjelaskan.


"Okey ada yang mau di tanyakan." ucap Pak Alvin.


"Aku pak." ucap salah satu cewek.


"Silahkan Nita " ucap Pak Alvin lagi.


"Dipta udah punya pacar belum?" ucap Nita cengengesan.


"Huuuu Huuuu." sorak semua murid. Dipa hanya tersenyum dan pandangan masih tertuju kepada Dhilla. Yang di pandang cuek cuek aja.


"Tenang semuanya, silahkan Dipta duduk di bangku yang kosong." ucap Pak Alvin mempersilahkan Dipta duduk.


"Terimakasih pak." ucap Dipta berjalan sambil pandangan tetap menatap Dhilla, dan berlalu duduk di belakang bangku Dhilla.


Tak lama Dipta mencondongkan tubuhnya, dan berbisik di dekat telinga Dhilla.


"Fiks kita jodoh." bisik Dipta tersenyum. Dhilla hanya memutar bola matanya malas.


"Menarik." ucap Dipta dalam hati.


Di Kampus


Shilla memasuki kelas dan disitu sudah ada Yumi. Dia langsung duduk di sebelah Yumi.


"Hey Yum, gimana keadaan papa kamu?" tanya Shilla.


"Alhamdulillah Shil, berkat kamu papa ku sudah lebih baik." ucap Yumi tersenyum.


"Aku lega banget kalo papa baik baik aja Yum. Lain kali kamu harus jujur sama aku. Dan sampaikan maaf ku pada orang tua mu, aku belum bisa menengok " ucap Shilla.


"Mereka mengerti Shill, kamu seorang CEO perusahaan besar. Pasti nya sibuk dong." ucap Yumi menggoda.


"Kamu bisa aja Yum. " Shilla tersenyum.


"Oh ya Shill, mulai hari ini aku ikut kerja ya sama kamu." Ucap Yumi mengingatkan.


"Yaampun Yum, aku kan udah bilang gak papa.' ucap Shilla menolak halus.

__ADS_1


"Please Shill, seengga nya aku punya pengalaman sebelum megang perusahaan papaku nanti." ucap Yumi jujur.


"Terserah kamu deh." ucap Shilla menyerah.


"Thanks Shil." ucap Yumi senang dan memeluk Shilla


"Apapun untuk mu tayangkuhh." ucap Shilla membalas pelukan Yumi.


Tak lama Dosen memasuki kelas dan memulai kelas hari ini..


Perusahaan Pratama Grup


tok..tok..


"Masuk." ucap Akmal yang sedang fokus dengan berkas berkasnya.


"Hey, apa gue ganggu?" ucap seseorang yang mengetuk pintu.


"Hey bro, sini duduk." ucap Akmal dan memencet tombol intercom.


"Gimana kabar Lo bro?" ucap Faiz basa basi.


"Ya gini bantuin urusan perusaahan istri gue." ucap Akmal. Tak lama suara pintu di ketuk.


"Masuk." ucap Akmal.


"Selamat Siang Tuan, ada yang bisa saya bantu." ucap Kia sekertaris Shilla.


"Lo mau teh atau kopi Iz?" tanya Akmal.


"Kopi aja deh supaya gak ngantuk." ucap Faiz.


"Kia tolong buatin kopi 2 ya." ucap Akmal.


"Siap Tuan, saya permisi." ucap Kia undur diri.


"Akmal gimana kabar Yumi? Lo udah nanya sama Shilla?" tanya Faiz serius, karna memang itu tujuan nya datang ke Pratama Grup.


"Hmm, gue kecewa sama lo Iz. Masa keadaan Mayumi lagi gini, malah lo jauhin." ucap Akmal geram.


"Hmm, gue gak maksud jauhin. Yumi sendiri yang jauhin gue Mal." ucap Faiz sendu.


"Perusahaan Yumi di ambang kebangkrutan, dan ayah nya sedang di rawat di rumah sakit karna harus transplatasi jantung." ucap Akmal serius.


"Astaga, harus nya gue ada di sisinya." ucap Faiz menyesal.


"Dia engga mau jujur sama gue." ucap Faiz lagi.


"Mending Lo perbaiki hubungan kalian " ucap Akmal memberi usul.


"Iya gue rasa juga begitu, gue serius sama Yumi Mal." ucap Faiz sungguh sungguh.


"Bagus Iz, gue dukung Lo." ucap Akmal setuju.


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa tekan like dan komen ya gays..supaya aku semangat nerusin cerita nya...


__ADS_2