
Sesampainya mereka di mall, seperti bias satpam dan semua staf menunduk hormat pada Shilla, Shilla menyuruh salah satu staf untuk memarkirkan mobil sport nya, mereka pun langsung menuju ke toko buku. Ketika Shilla sedang memilih memilah buku mana yang sesuai untuk tugas nya da sengaja bertabrakan dengan seseorang dan *bruuggh buku yang di pegang Shilla jatuh..
" Maaf, saya tidak sengaja! " ucap orang itu sambil membantu memungut buku yang jatuh."
" Iya ya gapapa kok, salah aku nya juga ngehalangin !" ucap Shilla mengambil buku yang jatuh. " Loh ka Akmal !" ucapnya lagi.
" Eh Shilla cari buku juga?" tanya akmal tersenyum.
" Iya nih ka, ada tugas dari dosen! kakak lagi nyari buat tugas juga?" tanya Shilla tersenyum.
" Engga sih, lagi boring aja jadi main sambil cari cari buku sama temen! kamu sama siapa disini?"tanya Akmal balik.
"Biasa kak sama Yumi, dia nyari di sebelah sana." jawab Shilla lalu mencari buku yang tepat.
" Sini biar aku bantu" ucap Akmal sambil tersenyum, di angguki langsung oleh Shilla 'jantung biasa aja kali, kan cuma nyari buku doang'batin Shilla karena jantung nya dag dig dug tak menentu dan wajahnya pun merona. Akmal pun merasakan yang sama tapi dia lebih rileks. Sesudah buku nya ketemu mereka pun langsung membayar buku tersebut ke meja kasir dan keluar dari toko buku.
" Ka aku traktir nya, soalnya kakak udah bantuin aku nyari buku?" ucap Shilla menawarkan diri
" Kita di traktir ga Shill?" tanya Rizko becanda
" Iya ayo semuanya aku traktir." jawab Shilla tersenyum.
" Thank's Shill." ucap mereka berbarengan.
Sambil berjalan ke arah cafe ternyata Faiz diam diam deketin Yumi.
"Hey dek nama kakak Faiz, kamu?" tanya Faiz tersenyum.
"Aku Mayumi ka, panggil Yumi aja." jawab Yumi dengan pipi merona, mereka pun mengobrol sampai cafe lalu duduk dan langsung memanggil untuk memesan makanan. Setelah makanan nya sampai mereka menyantap dengan lahap.
" Shill makasih ya?" ucap Akmal tersenyum.
"Harusnya aku bilang makasih karena kakak udah bantin aku cari buku yang aku butuhin." ucap Shilla tersenyum manis.
" Iya sama2, yaudah kita pulang dulu ya?" ucap akmal pamit pulang.
" Engga bareng aja?" ucap Shilla
" Iya kak bareng aja." ucap Yumi semangat.
"Gausah kita naik mobil Rizko!" tolak Akmal lembut.
"Yasudah yu bareng ke loby." ucap Shilla, mereka pun berjalan bersama sama ke loby mall, dan disitu sudah ada mobil sport Shilla, Shilla dan Yumi pun masuk ke mobil.
" Duluan ya kak, Bye!" ucap Shilla tersenyum dan melambaikan tangan. Yumi pun tersenyum tapi sama Faiz
"Gila Mal, itu kan mobil limited edition." ucap Rizko, memang Rizko tau karena dia anak orang kayah juga.
" Berarti Shilla anak orang kaya dong." ucap Faiz.
"Iya lah itu mobil hampir 10M an." jawab Rizko.
"Hmm kalo iya, gue ga pantes ama dia" ucap Akmal kecewa.
__ADS_1
" Kenapa gitu Mal?" ucap Rizko menepuk bahu Akmal.
" Gue kan cuma dari keluarga biasa aja Ko." jawab akmal muka memelas.
" Huuh masa depan lo masih panjang broh, siapa tahu ketika lo lulus, lo juga bisa jadi orang sukses." ucap Rizko menyemangati.
" Betul tuh!" seru Faiz
" Bener juga gue bakalan berusaha untuk menyeimbangkan drajat dengan nya." ucap akmal semangat.
"Gitu dong, yuk ah kitu cabut." ucap Faiz.
Mereka pun pulang ke rumah nya masing masing.
Siang berganti malam waktu nya untuk makan malam, setelah selesai makan keluarga Pratama duduk bersantai si ruang keluarga.
" Ayah tahu kak Akmal ketua senat itu yah?" tanya Shilla malu malu.
" Ya jelas lah ayah tahu, dia tuh orang nya tampan, bertanggung jawab, dan pintar, dia adalah bintang kampus sayang!" ujar ayah nya. " Memang nya ada apa anak ayah nanyain Akmal?apa jangan jangan kamu suka ya?" ucap ayahnya lagi sambil tersenyum renyah.
"Apaan sih ayah." ucap Shilla malu.
" Wah bagus dong, kakak udah ga jadi jopy lagi." Ujar Dhilla meledek kakaknya.
"Apa itu jopi sayang?" tanya Melli penasaran.
"Jomblo happy ibu, kalo di sebut jomblo ngenes pasti kakak marah." ucap Dhilla tertawa ngakak.
" Bisa aja anak kecil, udah jangan godain kakak mu. Memang dia itu siapa yah?" ucap Melli penasaran.
" Oh ya ampun. Dia sudah besar yah." ucap Melli.
" Oh jadi kak Akmal anak sahabat ayah sama ibu?" tanya Shilla tersenyum senang.
" Iya sayang, dia dari keluarga sederhana, tapi kita ga pernah ngebeda bedakan ya yah?" ucap Melli dan di angguki Fajri.
"Sebenernya kita dulu mau bantu buat ngebangun usahanya, tapi dia tolak, kamu suka sama dia sayang? Ibu bakal seneng banget loh, apalagi dia baik dan pintar." ucapnya lagi tersenyum pada anaknya, Shilla hanya malu dan pipinya merona karena malu, dan ibunya sudah memberi lampu hijau.
" Udah ah aku mau tidur besok takut telat." ucap Shilla lalu mencium ayah dan ibunya berlalu ke arah kamarnya di lantai 2 di susul oleh adiknya menuju kamarnya.
Matahari pun muncul dengan malu-malu seperti mereka yang sedang kasmaran malu malu tapi mau. Shilla berangkat dengan mobil sport nya langsung memarkirkan mobilnya. Semua mahasiswa sedang membicarakan nya. " Wah liat mobil sport keluaran terbaru!" , "mahal tuh." "siapa gerangan pemiliknya?" begitu lah kira kira yang di bicarakan orang orang, Shilla pun keluar dari mobil nya. Lalu menunggu Yumi datang, dan ya masih banyak yang membicarakan nya.
" Wow ternyata adek cantik."
" Udah cantik tajir lagi." seru para mahasiswa, sedangkan ada yang para mahasiswi ada yang sirik ada juga yang kagum begitulah. Amel melihat kejadian itu dia pun menghampiri Shilla.
"Wah wah wah abis jadi simpanan om om ya!" ucap Amel tersenyum sinis.
" Jaga ya omongan kakak!" ucap Shilla kesal.
" Ya iyalah masa iya lo kebeli mobil sport limited edition gini kalo ga jadi simpanan om om!" ujar Amel sambil tertawa jahat bersama teman teman nya.
Tiba tiba Akmal datang dan melerai mereka
__ADS_1
" Jaga omongan lo Mel, kalo engga ada buktinya." ucap Akmal. Lalu Amel pergi meninggalkan mereka tak lama Yumi pun sampai.
" Loh Shill lo nungguin?ada ka Akmal segala lagi." ucap Yumi bingung
" Yaudah yu masuk, makasih ya kak." ucap Amel tersenyum lalu pergi meninggalkan Akmal.
Pagi berganti siang, semuanya bergegas untuk pulang, Shilla langsung pulang ke rumahnya memecah padat nya lalu lintas, sesampainya di rumah Shilla langsung ke dalam tak lupa memberi pelukan kepada org tuanya lalu langsung masuk ke kamarnya. Sementara itu orang tua Shilla bingung melihat sikap Shilla yang tak biasa.
" Yah, anak kamu kenapa tuh?" ucap Mella bingung.
" Gatau sayang, patah hati kali." ucap Fajri tertawa.
" Ih kamu jahat, Yah gimana kalau kita jodohkan Shilla dengan Akmal? " ucap Melli memberi pendapat.
" Ayah sih setuju aja, soalnya kita sudah tau keluarganya adalah sahabat kita sendiri." ujar Fajri menyetujui.
" Iya yah, aku tlp Nisa dulu ya yah?" ujar Melli bergegas menelpon ibu nya Akmal
☏ " Hallo, dengan siapa?"
☏ " Hallo Nis, ini aku Melli ada yang mau aku bicarakan bisa ga kita ketemuan dimana cafa xx sekarang?"
☏ " Eh Melli, oke sampai jumpa di sana bye."
☏ " Bye.."
" Yaudah yah, ibu pamit dulu ya mau ketemu Nisa." ucap Melli mencium suaminya lalu mengambil tas dan pamit pergi.
" Iya hati hati!" jawab Fajri.
Ibunya Akmal datang lebih awal, memang karna cafe nya tak terlalu jauh dengan rumah nya, tak lama Melli pun sampai, lalu mencari keberadaan sahabat nya yang sudah lama tak ia temui.
" Melli sebelah sini!" teriak Nisa, lalu Melli pun melambaikan tangan nya bergegas menghampiri Nisa dan duduk di depan nya tak lupa cipika cipiki karna long time no see.
" Sudah lama sekali tidak bertemu, gimana kabarmu dan keluarga?" ucap Melli basa basi.
" Semuanya baik Mel, kalo kamu?" ucap Nisa tersenyum.
" Baik Nis, Nis aku mau to the point aja ya, aku mau anak kita di jodohkan Nis, kamu setuju?" ucap Melli to the point.
" Wah kalo aku sih setuju setuju aja, tapi kenapa kamu mau anak kamu di jodohkan dengan anak ku yang bukan apa apa Mel?" ucap Nisa kaget.
"Nis, you now me! aku dan Fajri orang nya ga liat status sosial okey." ucap Melli santay
" Iya makasih banget Mel, kamu masih sama kaya Melli yang ku kenal dulu, trus kamu tau anak aku dari mana?" tanya Nisa terharu.
" Akmal itu ketua senat sekaligus kakak kelas nya anak aku Shilla di kampus suamiku Nis." jawab Melli terasenyum.
" Wah aku baru tau lo ternyata itu kampus punya keluarga kamu, dan makasih banget Akmal bisa di beri beasiswa di sana." ucap Nisa teraenyum haru.
" Yaudah kamu kapan ke rumah untuk membicarakan perjodohan ini sama kita sekeluarga?" tanya Amel serius.
" Kayanya lusa deh pas hari minggu semuanya libur ada di rumah nanti kita ke rumah kamu." Ucap Nisa tersenyum senang.
__ADS_1
"Okey kalo gitu kita makan dulu." ucap Melli melambaikan tangan ke pelayan untuk memesan.
Bersambung.....